
Setelah kepergian Lia dan Suster Ana,ruangan Pres Dir jadi tenang.Entah aura yang menegangkan sepertinya langsung mencair.Dokter Zainal menarik nafas panjang tanda hatinya sudah mulai tenang.
Dokter Eel tersenyum melihat kawan sejawatnya terlihat tenang tidak seperti tadi waktu adiknya di dalam.
Doktet Eel hanya bisa geleng geleng kepala,ternyata kemampuan Adiknya yang suka mengacaukan emosi Orang masih kuat.Contohnya orang yang di depan Dia yang menjadi murid kesayangan Abah Yusuf aja mampu Dia kacaukan.
"Gimana sudah bisa tenang Dok?" Tanya Dokter Eel
"Alhamdulilah sudah Dok,maaf tadi saya kaya kambing dungu menghadapi Dokter tadi" Kata Dokter Zainal.
"Ga apa apa Dok saya paham,memang begitu Adikku kalau menguji seseorang,apalagi orang selevelnya" Kata Dokter Eel.
"Maksud Dokter...?Tanya Dokter Zainal tidak mengerti.
" Dulu Dokter Zainal pernah tinggal di pesantren Darussalam kan?milik Abah Yusuf?"
"Iya..Dok..,Kok Dokter tahu?apa Dokter juga dari sana?"
"Saya bukan anak pesantren,tapi Adik saya yang pernah tinggal disana kebetulan Abah Yusuf adalah Kakek kami"
"Jadi Dokter masih saudaranya Davin?"
"Iya...kami nemang bersaudara,cuma saya jarang di pesantren,saya lebih senang ngaji di rumah dan dipanggilkan guru guru privat dari Pesantren Abah".
" Tapi kalau Adik saya pernah tinggal di sana walau cuma beberapa bulan,dan menjadi cucu kesayangan Abah"
"Apakah tadi Dokter cantik itu gadis kecil yang sering bersama dengan Davin ya?" Gumam Dokter Zainal tapi masih terdengar oleh Dokter Eel.
"Bisa jadi Dok..karena setahu saya Kak Davin hanya dekat dengan cewek cuma Adikku aja,sampai sekarang juga gitu" Kata Dokter Eel.
"Wah jadi mengenang masa lalu Dok...kalau boleh tahu apa Davin sudah berkeluarga?"Tanya Dokter Zainal.
" Kak Davin belum menikah Dok,saya ga tahu sikapnya sedingin es kaya adik saya tadi,mereka itu satu paket.Bisa jadi para wanita takut mendekatinya"
"Apalagi ada pawangnya mereka bisa ngeper,Dokter aja yang kaya gitu aja bisa mati kutu menghadapi Adik saya." Kata Dokter Eel berusaha menggoda Dokter Zainal.
"Dokter bisa aja...Saya jadi malu,ha.. ha.."
"Wah seru juga mereka berdua ya Dok,dulu waktu kecil aja mereka selalu berdua,dan emang sich Adik Dokter kesannya yang melindungi Davin,ga bisa membayangin kalau Davin jatuh cinta apa Lia juga yang harus menentuin di lanjut apa ga?
" Bisa jadi,karena bukan Kak Davin aja yang kaya gitu,Istri saya juga harus melalui ritual persetujuan Adik Saya"Kata Dokter Eel lagi
"Wah ga yangka ya Dok...seorang Pres Dir ternyata takut dengan Adiknya" Dokter Zainal berusaha menggodanya.
"Idih...udah berani menggoda ya..saya bilangin Adik saya lo..."
"E . ..jangan Dok saya takut?cuma di kasih pertanyaan aja jiwa saya sudah melayang entah kemana?la ini tahu Kakak tercintanya di buli bisa bisa jiwa yang melayang ga akan balik lagi ke raganya,saya belum Siap mati masih muda dan belum nikah" Kata Dokter Zainal
"Ha..Ha..murid kesayangan Abah ternyata juga takut dengan teman masa kecilnya" Kata Dokter Eel .
"Wah...kalau emang Dokter Lia Cucu kesayangan Abah Yusuf berarti Dia jauh di atas Saya Dok,Waktu itu Abah Yusuf pernah bilang di atas langit masih ada langit dan termasuk dirinya Kemampuan Abah Yusuf dan Abah Ali masih ada yang menandinginya yaitu cucunya sendiri" Kata Dokter Zainal.
"Kalau gitu Adik Saya hebat juga ya ..ga nyangka bisa ngungguli Tetua"Kata Dokter Eel.
"Maaf Dok mau tanya sebenarnya Dokter yang jadi unggulan Rumah sakit pusat mana?Apakah Beliau belum datang?" Tanya Dokter Zainal hampir lupa tujuan awalnya.
"Emmm...Dokter tidak tahu?"
"Maaf Dok terus terang Saya belum pernah bertemu dengan Dokter itu,cuma pernah denger kalau Dia benar benar hebat,tapi sikapnya terlalu dingin"
"Nah...itu Dokter tahu ciri cirinya masih belum bisa menebak?" Kata Dokter Eel.
Dokter Zainal menggeleng kepala tapi akhirnya Dia mengingat sesuatu.
"Apa Dokter yang di maksud adalah Adik Dokter Eel?" Kata Dokter Zainal.
"Tepat sekali..." Kata Dokter Eel sambil mengacungkan jempol.
Mendengar jawaban Dokter Eel,Dokter Zainal langsung lesu.
Kenapa harus macan betina itu yang menjadi patnerku?
Dokter Eel melihat Dokter Zainal tidak bersemangat hanya bisa tersenyum.
"Dok...ga usah takut,sebenarnya adikku orangnya sangat baik selama kita tidak menyinggung Dia,sikap nya memang seperti itu nanti lama lama kalau mengenal Dia bukan rasa benci yang tumbuh tapi rasa cinta yang akan datang" Kata Dokter Eel.
...Cinta...mungkin benar kata Dokter Eel...
...Jujur dari pandangan pertama hati sudah berdesir ,tatapannya sampai sekarang tidak bisa aku lupakan....
__ADS_1
...Dan ternyata Dialah orang yang selama ini aku rindukan dari waktu aku kecil....
...Ya Allah......
...Ya Rabb.....
...mampukah aku menggapai cinta masa kecil Itu....
"Dokter Zainal tidak apa apa?" Tanya Dokter Eel membuyarkan lamunan Dokter Zainal.
"Mmmm...ga..ga apa apa Dok,maaf saya melamun?"Jawab Dokter Zainal gugup.
" Udah ga usah Anda pikirin,semuanya akan baik baik aja,sekarang siapkan aja ruang meeting dan konfirmasi orang laborat dan orang Farmasi untuk berkumpul"Kata Dokter Eel.
"Maaf Dok kalau boleh tahu kenapa kita harus mengumpulkan mereka?" Tanya Dokter Zainal.
"Itu tandanya Dokter Lia sudah menemukan obat untuk proses penyembuhan,makanya mereka di kumpulkan untuk membuat obat tersebut"
"Dan mulai sekarang Dokter Zainal harus fokus dan tingkatkan pengendalian diri dalam mengahadapi Dokter Lia,karena kalian akan menjadi Patner untuk proses penyembuhan pasien"
"Mungkin besok atau lusa Dokter Lia akan melakukan operasi,Dan Dokter Zainal harus siap mendampinginya" Kata Dokter Eel
"Sekarang siapkan mereka semua,dan kita ketemu di ruang Meeting nanti" Kata Dokter Eel lagi sambil memberikan Rekam Medik Pasien.
"Baik Dok...Saya pergi dulu dan mau mempersiapkan ruang meeting segera" Kata Dokter Zainal sambil memberesankan file.
"Assalamualaikum..."
"Walaikum salam..."
...****************...
Di Cafe dekat Rumah sakit Firman dan Azzam sedang membicarakan hal yang sangat penting tentang pemberitaan Sosial Media.
Firman butuh penjelasan dari Azzam tentang itu semua.
"Maaf Man...kalau cara Ane salah,Ane cuma ingin melihat Fatimah bahagia Dia sangat mencintai kamu dan Ane ga bisa melihat Dia sedih"
"Waktu mendengar pernikahanmu di percepat,Ane lihat hati Fatimah terpukul dan Ane tahu kalau Fatimah sengaja menjebak kamu waktu itu" kata Azzam sedih.
"Ane ga nyangka Zam,sahabat yang selama ini Ane percaya bisa mengkhianati seperti itu hanya karena cinta kamu tega menghancurkan kepercayaanku"Kata Firman
" Sekali lagi Ane minta maaf Man,Ane akan bantu klarifikasi ke mereka "
"Maksud kamu Man?"
"Sampai detik ini Ane tidak tahu kabar Dia gimana?Apakah Dia marah atas pemberitaan itu?"
"Terus bagaimana tentang opini opini mereka tentang hubunganmu dengan Fatimah?"
"Ana tidak peduli dengan opini mereka yang Ana pedulikan adalah bagaimana Ana meyakinkan Dia kalau Ana tidak punya hubungan apapun dengan Fatimah Walau Umi tidak setuju" kata Firman .
"Maafkan Ana Man,Ana ga nyangka karena ke egoisan Ana semua orang menderita"
"Sudahlah Zam semua sudah terjadi,yang terpenting sekarang bagaimana mengambil hatinya Dia walau Ana belum tahu caranya?" Kata Firman sedih.
"Man ...walau Ana belum tahu Wajah calon istri kamu gimana,Ana yakin Dia orang yang terbaik karena banyak orang yang menyayanginya" Kata Azzam sambil mengingat bagaimana pertemuan dengan Riana yang merasa kecewa tindakan Dia mempublikasikan ke sosial media dan menjatuhkan calon istrinya Firman.
#***Flash Back On #
"Saya ga nyangka Anda orang orang berpendidikan dan tahu agama bisa bisa nya mengumbar Aib di publik dan mencari simpati ke masyarakat dengan cara yang menjijikkan" Kata Riana emosi setelah bertemu Azzam.
"Maksud Anda apa?datang datang marah marah?" Tanya Azzam
"Ini maksud kalian apa bikin berita seperti ini?" Kata Riana melempar ponselnya ke arah Azzam.
Azzam melihat berita berita tentang Firman yang gagal nikah,dan berita menyudutkan calon pengantinnya Firman yang tidak berperasaan karena sampai detik ini tidak menengok calon mertuanya yang lagi koma dan berita kedekatan Firman dengan Fatimah
"Lihat apakah itu pantas di lakukan oleh kalian sebagai tokoh agama?dalam agama kita selalu di suruh menghindari Ghibah,tapi ini apa ?kalian yang di mata masyarakat adalah sebagai panutan tapi nyatanya kalian jugalah sumber dari ghibah itu" Kata Riana masih emosi.
"Harusnya sebelum kalian memberi informasi di cari kebenarannya,kenapa Calon Firman sampai sekarang tidak menjenguk kesana?"
"Dengar baik baik ya Zam..harusnya kamu sebagai asisten Ustadz Firman mampu mengatasi semua ini sebelum menyebar kemana mana?"
"Atau jangan jangan sumber ini semua dari kamu dan sengaja menjatuhkan calon Ustad Firman?"Cecar Riana ber api api.
Azzam merasa bersalah karena Dia menyadari semua berita itu emang sengaja Dia sebar luaskan karena permintaan Fatimah.
" Kok Diam?tanda orang diam berarti jawabannya Iya...kan?" Tanya Riana lagi.
__ADS_1
"Maaf kan saya..memang Saya yang melakukan ini semua" Kata Azzam sambil menunduk mukanya karena malu.
"Azzam...Azzam Saya ga habis pikir kenapa kamu bisa seperti itu?Awal perkenalan kita Saya kira kamu baik, karena kamu paham agama tapi nyatanya kamu sama aja dengan yang lain."
"Sebenarnya Ketua kami salah apa ke kamu sehingga kamu menaruh dendam dan ingin menghancurkan Ketua?" Tanya Riana.
"Ketua?maksud kamu?" Tanya Azzam.
"Calon Ustadz Firman adalah Bos kami,Dia adalah ratu Bisnis yang terkenal di Asia,Mungkin kalian para Ustadz tidak mengenal Dia karena jalan kalian berbeda"
"Selama ini Bos kami selalu sibuk,karena berbagai Bisnis yang Dia jalani dan waktu untuk istirahat sedikit"
"Jadi wajar kalau Bos kami tidak pernah mengunjungi maupun berusaha mendekati keluarga Ustadz Firman".
" Tapi perlu kalian ketahui walaupun Bos kami tidak pernah berkunjung,Tapi Dia telah menempatan pengawal di pesantren Al Firdaus,dan pengawalan waktu Ustadz Firman berdakwah"Kata Riana.
"Pengawalan bukannya yang mengatur Pak Arif?" Tanya Azzam.
"Memang pengawalan yang mengatur Pak Arif,tapi para pengawal itu adalah bagian dari kami anak buah buah dari Nona Lia." Kata Riana menjelaskan.
"Dan apakah masih di bilang calon mantu yang tak berperasaan kalau selama ini biaya pengobatan yang menanggung adalah Ketua kami" Kata Riana lagi.
"Maksud kamu Ri...?" Tanya Azzam tak paham.
"Maaf Zam..sebenarnya ini adalah rahasia kami yang tidak boleh di ketahui orang luar,tapi karena pemberitaan itu Aku sebagai karyawan Nona Lia wajib membelanya karena Dia tidak salah"
"Perlu kamu ketahui Rumah sakit di mana Abi Hasan di rawat adalah Rumah sakit milik keluarga Nona Lia,mungkin kalian tidak menyadarinya,karena selama ini kami selalu menutupinya"
"Di Rumah sakit tersebut Nona menyiapkan Dokter yang terbaik untuk proses penyembuhan Abi Hasan" Kata Riana.
Azzam mendengar penjelasan Riana hanya diam.Dia menyadari bahwa apa yang di katakan Riana benar.Selama perawatan Abi Hasan di sana di berikan fasilitas yang baik dan pernah Dia menanyakan pihak Rumah sakit biaya sementara selalu di jawab belum ada tagihan,
"Dan satu lagi Zam...Bos kami tidak bisa nemui mereka karena saat ini Dia lagi sakit,Ustadz Firman pun tahu kalau calon isrtrinya sedang sakit."
"Sebenarnya kalau kami mau pemberitaan sosial media itu bisa kami tangani dan mungkin kami bisa tuntut balik karena pencemaran nama baik,tapi semua tidak kami lakukan karena permintaan dari bos kami"
"Dan Aku harap setelah ini kamu bisa lebih dewasa bagaimana mensikapi semua masalah,bukan hanya kepuasan diri semata yang di perhatikan tapi perasaan orang lain juga"
"Aku tahu kamu lakukan ini semua karena cinta kamu yang salah,buat apa mencintai wanita yang tak punya perasaan dan berhati dengki?"
#Flash Back Of #
"Zam...zam kamu ga apa apa?" Tanya Firman melihat Azzam melamun.
"Ga apa apa kok Man?oh..ya Ane mau tanya apakah benar calon istri kamu lagi sakit?"
"Kamu tahu dari mana?"
"Aku tahu dari Riana EO yang waktu itu mengurus dakwah kamu?"
"Emang Dia lagi sakit Zam?Dia di vonis sakit Kanker otak,tapi sudah operasi cuma ini baru prkses masa penyembuhan"
"Cuma Ana tidak tahu apakah Dia sudah sembuh atau belum?dan Ane takut karena pemberitaan itu Dia jadi down dan mengganggu proses penyembuhannya?"
"Apakah sudah kamu hubungi?"
"Sudah tapi tidak bisa?"
"Kamu ga coba hubungi Asistennya?"
"Ana tidak punya nomornya tapi Pak Arif ada,makanya ini Ana nunggu kabar dari Pak Arif,semoga tidak terjadi apa apa ya Zam.." Kata Firman sambil menundukkan kepala.
"O..ya Zam kita ke kamar Abi dulu yok..takutnya Umi dan Fatimah belum makan?" Ajak Firman sambil beranjak dari kursinya.
"Mereka sudah makan Man...tadi Ana udah mengirim makanan ke mereka,tenang aja" Kata Azzam mengikuti Firman dari belakang.
Waktu Firman melangkah ke pintu keluar Cafe,Jantungnya berdengup kencang dan spontan mata melihat wanita yang duduk dekat jendela.
"Adik..." Firman bergumam sendiri.
Azzam heran melihat Firman yang tiba tiba berhenti.
"Napa..Man..?" Tanya Azzam.
"Itu Ana melihat Adik di sini?" Kata Firman sambil menunjuk kearah dua wanita yang sedang makan.
"Beneran Man..kamu samperin aja sana?" Kata Azzam.
"Baik Ana kesana dulu" Kata Firman sambil melangkah kakinya tiba tiba
__ADS_1
Kring...kring...
Ponsel Firman berbunyi ternyata dari Dokter Zainal