C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB:III Perwakilan Perusahaan Termuda.


__ADS_3

"Pak Jamal ngapain kesini?tanya Lia sambil menghampiri sopirnya.


" Suruh Nyonya Besar,Non"jawab Pak Jamal,sambil mengajak Lia ke tempat parkiran.


"Tunggu dulu pak belalang tempur Lia gimana?bisa bisa masuk ke pasar loak". sambil memanyunkan mulutnya tanda dia khawatir.


" Tenang aja non,sudah saya titipin ke Bobi kebetulan dia yang jaga sekarang"jawab Pak Jamal sambil membuka pintu mobil untuk nona mudanya.


"Makasih pak Jamal,pokoknya Bapak is The best" sambil mengacungkan ibu jari nya.


Pak Jamal tersenyum sudah terbiasa mendapatkan perlakuan seperti itu pada Nona mudanya.


karena dari bayi dia yang mengurusnya sampai besar,makanya kedekatannya seperti anak ama bapak.


kalau ada keperluan di sekolah selalu Pak Jamal dan istrinya yang datang,maka semua mengira kalau mereka adalah orang tuanya Lia.


Dengan kesibukan orang tuanya dan kedekatan Lia ama keluarga sopirnya itu memberi inisiatif sendiri dan dia mengklaim kan bahwa dia hanya anak sopir dan pembantu,serta menutupi jati dirinya sebenarnya.


Kruck..kruck..cacing perut lia menari nari.


"Non laper?" tanya pak jamal


"iya pak tadi tidak sempet makan,jam istirahat mepet banget". jawab Lia sambil mengganti baju karena habis ini mau menemani Omanya mengadakan rapat.


" Perlengkapan Ku sudah komplit to pak?"sambil mengenakan blazer dan kemudian menata rambutnya.


(Jangan berpikiran Parno ya mobil yang di naiki Lia adalah Mobil yang sudah di modif sedemikian rupa agar bisa buat ganti baju dan tidur dan tidak bisa di lihat dari luar,dan untuk komunikasi suda di pasang aerpon mini tapi suara nya bener bener canggih)


"Ada makanan di situ juga Non,tadi Bu Arum nitip buat makan siang". jawab Pak jamal sambil konsentrasi mengemudi.


" Ibu emang is the best tahu aja lia belum makan".jawab Lia sambil makan yang di masakin buat dia,sebelum pak Jamal memberitahu dia sudah melihat duluan dan langsung memakannya.


Kurang 5 menit mobil sampai di Hotel tempat pertemuan Meeting.


"Halo..kalian dimana?jawab suara di seberang". sambil mengangkat Telpon lia memakai sepatunya.


" Ni Oma lia suda sampai di depan Hotel,meeting dimana?"tanya lia sambil sibuk membetulkan tas yang harus di bawa.


"naik di lantai 60 ya,Oma tunggu". langsung di matiin telponnya,dia ingin membalas cucunya yang tadi juga langsung matiin telpon.


1-1 ucap Oma lia sambil tersenyum.


O dasar nini nini tidak mau kalah juga ama yang muda langsung di matiin telponnya,mau balas dendam dia


" Non tunggu..!" teriak Pak Jamal sambil turun mobil.


" Ni makan belepotan,malu malu in mau ketemu klien"jawab Pak Jamal sambil membersihkan sisa makanan di mulut lia.


"Oh..ya lupa belum pake cadar..


Lia kembali masuk ke mobil dan memakai cadar.Dia tidak mau semua orang tahu siapa dia sebenarnya.cukup di sekolah aja dia tanpa cadar,toh mereka tahunya aku gadis miskin.


"Makasih pak ". Lia langsung masuk ke Hotel karena waktu tinggal 2 menit,pasti oma akan marah.


Sampai di tempat receptions lia menyodorkan kartu identitasnya.


" Nona uda di tunggu di ruang meeting".Jawab reception nice karena dia tahu yang datang adalah cucu dari pemilik hotel ini.


"Makasih kak".Lia tersenyum terus langsung naik lift.kurang beberapa detik lagi rapat akan di mulai semoga tepat waktu.

__ADS_1


3...2...1


" Selamat sore semua..."sapa Lia setelah sampai di ruang Meeting.


Semua mata tertuju suara dari arah pintu,Oma Palupi pun mengambil nafas lega karena yang di harapkan muncul juga


Karena proyek ini proyek besar dan yang bertanggung jawab adalah cucunya.Oma Palupi sangat berharap pada cucunya yang akan meneruskan perusahaannya,dan proyek pertama dan yang terbesar di pegang cucunya Oma Palupi tidak meragukan kemampuan cucunya,semenjak SMP cucunya sudah mulai membantu perusahaan,waktu itu perusahaan mengalami pailit dan hampir gulung tikar,tapi dengan kecerdasan cucunya mulai menata perusahaan dan mengembalikan saham seperti semula,dan mencari biang kerok perusahaan yang telah membuat perusahaan rugi.


Dengan mengaudit semua karyawan perusahaan akhirnya semua ketahuan siapa yang jujur dan siapa yang tidak jujur.Itu semua berkat cucunya.


Dan 3 tahun ini Perusahaan dan Pabrik mulai berkembang pesat dengan bantuan Cucunya.


Dan ini kali pertama kali cucunya membuat Proyek yang besar dan mengundang para C E O dari Luar negri untuk mengajak kerjasama.


Dengan gaya bahasa yang baik dan pengucapan bahasa inggris yang fasih Lia menjelaskan tentang proyek yang akan di buat,dengan keuntungan yang sangat besar.Para klien sangat puas akan penjelasan Lia kemudian menandatangani kontrak kerjasama.


Setelah meeting selesai 2 jam semua pada keluar dari tempat meeting dan menunjukkan kepuasan dari hasil meeting.


Oma memeluk cucunya dan mengucapkan selamat karena keberhasilan memimpin meeting tersebut.


"Wah..sebentar lagi bakalan ada C E O muda nich dan Oma bakal cepat pensiun". kelekar Oma Palupi terhadap cucunya.


" No way...ingat Oma,Oma tidak boleh pensiun dan Lia tidak akan jadi C E O sekarang Lia pingin nikmati masa remajaku oma,nanti lia cepat tua,dan kalah cantik ama Oma,masak nanti jadinya Oma lia bukan Oma palupi sambil acting jadi seorang nenek nenek.


Oma Palupi terpingkal pingkal melihat gaya cucunya.Mungkin di luar karyawan akan heran melihat Boz besarnya tertawa lepas,karena selama ini menganggap PALUPi adalah seorang yang tegas dan jarang tersenyum,hanya kepada cucunya dia bisa tertawa dan melepas beban yang ada.


Kedekatan Oma Palupi sangat dekat sekali,di bandingkan sama kedua orang tua lia.


Papanya Lia adalah anak tunggal dari Keluarga PALUPI Wijaya.Namanya Hendra Wijaya.Dia adalah pewaris tunggal dari perusahaan Wijaya group,tapi papanya Lia tidak berminat untuk mengelola perusahaan dia cenderung suka mengabdi pada negara dan pemerintah makanya sekarang dia menjadi Duta Besar di negara Jepang.


Ibu Palupi sempet marah karena anak anak satu satunya tidak mau meneruskan usaha keluarga,dan hubungan antara anak dan ibu sangat renggang.Tapi kerenggangan tersebut tidak berlangsung lama,karena sang cucu dengan pintar mengambil hati sang Nenek terus hubungan antara oma dan papanya pun membaik.


Selesai meeting lia mengajak omanya untuk sholat Ashar yang sudah hampir telat,terus mengajak pulang omanya.


" Ayo..oma antar "Kata Oma Palupi


"La iya lah..mosok lia jalan tadi kan pak Jamal yang menjemput,tapi lia anterin ke sekolah aja ya mau ambil belalang tempur" kata lia.


"Belalang butut di loak in aja,nanti beli baru". jawab oma palupi


" TIDAK M A U".ucap Lia lagi


"Itu kesayangan lia....,oma kan tahu". ucap Lia sambil manyun.


" Iya..iya oma tahu".


"sudah ayo keburu malam,kamu kan pulangnya pake belalang butut" lanjut oma palupi sambil masuk dala mobil.


Lia pun masuk dalam mobil.


"Gimana sekolahmu ada masalah?" tanya oma palupi kemudian.


"Untuk saat ini sich enggak,tapi tidak tahu besok besok kan baru dua hari". jawab lia sambil makan Snack yang ada di dalam mobil.


" Oma pak Hutama itu siapa?"tanya Lia ketika ingat sesuatu tentang Serly


"Dia kan pemegang saham 15% di sekolahmu?emang kenapa?kamu bermasalah?orangnya menyakitimu?kalau iya nanti Oma bikin perhitungan?" tanya oma Palupi nyrocos tidak ada rem nya.


"idih oma kalau nanya satu satu gitu,pusing nich mau jawab nya".

__ADS_1


" Ya maaf lagian Oma paling alergi ama itu orang sombongnya selangit...hi..hi".


"Emang orangnya sombong Oma?berarti kesombongan itu turunan ya?" tanya lia


"Maksudnya....?tanya oma tidak mengerti.


" Ya..Lia tidak ada masalah ama Pak Hutama tapi ama anaknya,dia sombong banget dan mengandalkan nama papanya,rasanya pingin lia plintir tu tangan kalau ngomong suka nunjuk nunjuk"nyrocos lia nahan emosi membayangkan muka Serly.


"Dia bawa nama bapaknya kenapa kamu ga bawa nama bapakmu juga di sekolahmu kan saham papamu lebih besar?" jawab oma palupi,juga nahan emosi waktu mendengar cerita cucunya.


"Ah..itu ma bukan sifat lia kali oma,Oma tahu sendiri Lia paling tidak suka membanggakan kekayaan orang tua,biar lah mereka tahunya lia anak sopir,betul ga pak Jamal". jawab lia santai.


" Dasar bocah gemblong anak orang kaya tapi tidak mau di pamerkan,kok sukanya di rendahkan melulu".jawab oma palupi sambil geleng geleng kepala.


"Bukannya mau di rendahkan oma,tapi lia tidak mau semua orang sayang dan mau deket ama lia karena lia anak orang kaya,anggota dari WIJAYA GROUP ,tapi lia ingin mereka mengenal lia karena kepandaiannya". jawab Lia kemudian.


" O ya Oma pesanan ku yang kemarin sudah di kerjakan?" tanya Lia.


"Soal cctv?sudah...laporan keuangan di sekolah juga sudah oma kirim di email kamu,belum kamu buka?"jawab oma palupi.


" He..he ..belum oma.kemarin lia sibuk bikin presentasi yang buat laporan hari ini ya maaf".


"Soal cctv kalau sudah di pasang nanti coba tak akses ke ponsel Lia sekalian" jawab Lia kemudian.


"Pak jamal kok lama banget sich ampe sekolah,sudah malam nich?" kata lia kemudian


"macet non tuch lihat,sayang mobilnya ga bisa terbang" jawab pak jamal .


"Sini biar Lia yang nyetir gimana?" jawab lia sambil berusaha ambil kemudi.


"J A N G A N..." teriak pak jamal dan oma palupi bersamaan.


Lia mengernyitkan keningnya..


"Kenapa..?"


"Non,kita masih pingin hidup dan belum siap mati sekarang?" jawab pak jamal kemudian


"Betul itu..Oma juga tidak mau jantungan,oma masih pingin melihat kamu punya anak" jawab oma juga karena mereka tahu kalau kemudi di pegang Lia bisa bisa spot jantung,karena tahu betapa gilanya kalau sudah di jalan.


"Ha..ha..kalian semua lucu kaya lia pencabut nyawa". lia terpingkal pingkal.


Lia pun mengurungkan niatnya,terus masuk kedalam ruangan dalam mobil mau berganti baju.Lia tidak mau berdebat sama mereka.Dia menyadari dengan kondisi macet kalau di belakang kemudi bisa bisa dia emosi dan gila serta bikin masalah di jalan.


" Macet kenapa sich pak?"tanya lia setelah ganti baju.


"Tidak tahu non?" jawab pak jamal.


"Kayanya sebentar lagi sampai di sekolah,lia jalan kaki aja ya pak" kata Lia kemudian.


"Ga salah kamu dik?" tanya oma


"ya ga salah oma tu gedung sekolah suda keliatan,lagian dari pada diem di sini mendingan buat jalan". jawab lia sambil membuka pintu mobil.


" Pak jamal tolong pintunya dong!"kata lia


"Hati hati dik,ini sudah malam lo" teriak oma palupi.


"Tenang oma nanti langsung pulang,mungkin lia sholat magrib di sekolah dulu"

__ADS_1


"Assalamualaikum..". ucap lia kemudian.sambil berjalan melambaikan tangan pada oma nya.


" WalIaikumsalam" jawab oma dan pak jamal bersamaan.


__ADS_2