C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB :XXXII : Kanker Otak?


__ADS_3

Melihat Lia pingsan Tommy panik,dan langsung menggendong Lia masuk ke dalam mobil,Pengawal yang mengikuti mereka menghampiri Tommy dan mengambil kemudi.Mobil yang membawa Lia pun melaju kecepatan tinggi di ikuti mobil lainnya.Polisi bandara pun ikut terjun mengawal Mobil Lia dan sebagian mencari jalan agar mob membawa Lia tidak ada yang menghalangi.


Orang orang yang melihat pun heran,siapa yang ada di mobil Van itu,seperti pejabat tinggi aja.


Firman tadi sempat melihat orang yang pingsan,Pandangan matanya melihat gadis yang di gendong,Dia melihat gadis itu bercadar.Jantungnyapun berdengup kencang.


Semenjak turun dari pesawat,jantungnya sudah tidak beraturan,tapi Firman berusaha tenang mungkin karena Dia Nervos ,karena hari ini hari pertama kali dia kembali ke Indonesia setelah empat Tahun.


Tapi melihat gadis yang pingsan hati Firman gundah,jantungnya seperti mau lompat.Dada Firman terasa sesak kaki lemas.Firman tiba tiba terhuyung,Untung Pak Arif ada di sebelahnya langsung memegang bahu Firman.


"Kamu ga apa apa Nak?" Tanya Pak Arif sambil memapah Firman ke mobil.


"Ga papa Pak...badanku cuma lemes,ga tahu kenapa?Dadaku sesak banget"


"Apa Dia di sini ya..." kata Pak Arif.


"Maksud Bapak Dik Lia?"


"Iya...selama ini perasaanmu seperti kalau deket ama Dia,selama di Tarim apakah seperti ini?"


Firman geleng kepala.


"Selama deket ama Nak Fatimah?"


Firman geleng kepala lagi.


"Kalau Dia di sini kenapa ga menemui Ana Pak?"


"Kaya Nak Firman kenal Lia baru kemarin?Dia kan ga mau di sorot oleh publikkan?" Kata Pak Arif sambil memapah Firman ke dalam mobil.


"Kak Firman ga apa apa?" Tanya Fatimah sambil mendekati Firman.


"Ga apa apa Dik,kamu duduk di depan sama Pak Arif ya..Ana pingin istirahat" kata Firman.


"Baik Kak" Fatimah langsung buka pintu yang di depan.


Mobil berjalan perlahan perlahan karena jalan macet,gara gara pengawalan ketat terhadap mobil yang mengantar orang pingsan.


"Kayanya yang pingsan tadi orang penting ya Pak...soalnya banyak aparat yang turun mengawal Dia" Kata Firman.


"Mungkin juga Nak..." kata Pak Arif sambil mengemudi mobilnya.


Mungkinkah yang pingsan adalah Nak Lia,


tadi sekilas Ana melihat Tommy yang menggendong orang yang pingsan.


Coba nanti Ana telpon Tommy aja.


...****************...


...Di rumah sakit milik keluarga Wijaya mereka disibukkan dengan penangan Lia selaku cucu pemilik Rumah sakit tersebut....


Mommy Ririn yang di telpon Tommy tidak kalah sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan penanganan putrinya.


Kenapa lagi Dek...kamu kayanya suka banget keluar masuk Rumah sakit.


Terakhir kali kamu kecelakaan,


Ini tiba tiba pingsan?

__ADS_1


Momm...tidak mengerti apa yang terjadi padamu.


"Assalamualaikum Dokter Ririn" Kata Suster mengangetkan lamunan Mommy Ririn.


"Walaikum Sallam suster,ada apa ya?"


"Dokter Ririn di panggil Dokter Joko di ruangannya" Kata Suster lagi.


"O...ya terimakasih Suster saya segeta kesana" Kata Mommy Ririn sambil beranjak pergi.


Dokter Joko adalah Dokter Specialis Kanker yang kebetulan tadi membantu menangani putrinya di ruang UGD.


Tok...tok...


"Assalamualaikum Dok..." Ucap Dokter Ririn setelah sampai di depan Pintu ruangan Dokter Joko.


"Walaikum sallam.. sialhkan masuk Dokter" Kata Dokter Joko dari dalam.


Mommy Ririn membuka pintu kemudian Duduk di depan Dokter Joko.


"Ada perlu apa ya Dok memanggil saya,Anak saya ga kenapa napa kan Dok?" Tanya Mommy Ririn To the Point.


"Begini Dokter Ririn,sebenarnya sudah berapa lama putri Dokter mengalami gejala ini?" Kata Dokter Joko.


"Gejala apa ya Dok?perasaan Putri saya Fine fine aja ,dan ga pernah mengeluh apa apa"


"Ya..cuma Dokter tahu sendiri kan kalau putri saya keluar masuk rumah sakit bukan di karenakan sakit parah tapi karena kecelakaan " Kata Mommy Ririn.


"Jadi selama ini Dokter Ririn tidak tahu penyakit yang diderita Non Lia?"


"Tidak...emang putri saya sakit apa?" Tanya Mommy Ririn


Ini yang terlalu pintar anaknya po yang terlalu bodoh ibunya.


Dokter Joko pun menjelaskan hasil penemuan dan hasi CT scan kalau Lia mengidap Kanker Otak yang sangat langka tapi masuk katagori tumor jinak.


"Apa Dok,Kanker Otak?"


"Iya Dokter Ririn,tapi dengan penyakitnya putri anda sudah mengetahui karena terdapat sampel darah yang mengandung Obat anti Kanker yang dia konsumsi selama beberapa tahun,dan obat itu hanya terdapat di Jerman hasil penelitian Dokter Markus"


"Bisa jadi Dokter Markus sudah mengetahui kalau Cucunya sakit" Jelas Dokter Joko.


Bagai petir di siang sore hari,Mommy Ririn terkejut akan penjelasan Dokter Joko,Dia merasa orang tua yang telah gagal karena penyakit anaknya selama bertahun tahun tidak pernah tahu.


Mommy Ririn kemudian pamit dan merenungkan diri apa yang dikatakan Dokter Joko.


Dia tidak bisa membayangkan bagaimana putrinya menahan sakit kepala yang tiba tiba.Tidak bisa membayangkan putrinya yang harus kuat menahan sakit di depan orang banyak.


Padahal selama ini Putrinya telah sebagai pelindung dan pemimpin Group Wijaya.


Mommy Ririn masih tidak percaya dan ingin menanyakan langsung ke Om Markus yang telah memberi obata pada putrinya.


Mommy Ririn berusaha menghubungi Om Markus dan putranya yang di Jerman tapi saluran telpon merrka sibuk semua.


Ach...kemana mereka


kenapa di saat genting seperti ini ga ada yang bisa di hubungi.


Oh...ya coba aku temui Tommy.

__ADS_1


Mommy Ririn kemudian menghubungi Tommy yang sedang menunggu di ruang perawatan Lia


"Assalamualaikum"


"Wallaikum sallam"


"Tomm...bisa ke ruangan saya sebentar?"


"Iya Nyonya...sebentar lagi saya kesana" jawab Tommy


"Assalamualaikum"


"Walaikum salam"


Tokk...Tokk


"Assalamualaikum Nyonya" Kata Tommy sambil masuk ke ruangan Mommy Ririn


"Walaikum salam"


"Ada apa Nyonya memanggil saya?"


"Ada yang ingin saya tanyakan,apakah kamu tahu kalau Dedek lagi sakit?" Tanya Mommy Ririn.


Tommy terkejut dan bingung mau jawab apa?


Dia lupa karena paniknya membiarkan Lia di tangani Dokter lain selain Hendra.


"Maaf Nyonya...saya.." Jawap Tommy gugup


"Tomm...saya mohon kamu mau jawab jujur?"


"Maaf Nyonya saya tahu Nona muda sakit,tapi saya tifak tahu Nona muda sakit apa?"


"Mosok...."


"Bener nyonya,selama ini Tuan Markus cuma memberi perintah agar Nona selalu minum obat tepat waktu,makannya setiap empat jam sekali saya selalu menyiapkan obat itu"


"Tapi akhir akhir ini Nona Muda sering sekali menahan sakit di kepalanya,saya tanya katanya ga pa pa"


"Emang Nona muda sakit apa Nyonya?" Tanya Tommy


"Jadi bener kamu tidak tahu?"


Tommy menggeleng kepalanya


Mommy Ririn heran Asisten pribadinya aja ga tahu apa apa tentang penyakit putrinya,berarti aku juga tidak boleh membocorkannya.


"Ya sudahlah...ga usah di pikir,pastikan Nona Muda selalu minum tepat waktu"


"O...ya tolong hubungi Om markus bilang suruh hubungi saya kembali,soalnya tadi saya hubungi sudah banget...Eel juga ikut ikutan sibuk"


"Soal Tuan Markus dan Tuan Eel,mereka lagi terbang kesini"


"Tadi saya sudah hubungi mereka "


"O..ya udah nanti kalau mereka sudah dateng suruh temui saya" kata Momny Ririn.


Setelah itu Tommy undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2