
"Maaf Firman..bisa keluar sebentar?biar kita yang tangani dulu" kata Opa Markus.
Firman pun mengangguk,kemudian keluar dari ruang perawatan.
"Hei...dodol udah keluar tuh Ustadz kesayangan kamu...jangan pura pura lagi,bikin spot jantung aja" Kata Eel sambil menjitak kening Lia.
"Aduh...sakit tahu kak? " Kata Lia membuka matanya dengan suara lemah.
"Lagian..ada ada aja sich pakai pura pura pingsan segala" Kata Opa Markus sambil membetulin infus.
"He...he...Kok kalian tahu kalau dede pura pura pingsan?tapi kepala Dede tadi beberan sakit tahu,terus hidung ini juga berdarah asli" Kata Lia masih tersenyum.
"He...bocah dodol kita bukan anak kemarin sore,lagian mana ada orang pingsan kaki bisa bergerak?" Kata Opa Markus.
"Betul itu...lagian mana ada alat canggih ini konslet,kesadaran kamu 100%,tapi kamu nya pingsan" Kata Eel sambil menunjukkan alat pendeteksi jantung dan kesadaran.
"Tapi tadi Akting kalian bagus lo...bener bener keliatan panik...Ha..ha.," Kata Lia berusaha ketawa sambil menahan sakit.
"Emang Kamu aja yang biasa akting,kita juga bisa tahu...betul ga Opa?" Kata Eel sambil merapikan selimut adiknya.
"Dek..napa sich..kamu harus pura pura pingsan?harusnya ini kan waktunya kalian bisa bertemu dan berbagi?bukannya kamu sangat merindukannya?" Kata Eel sambil duduk disamping ranjang adiknya.
"Dedek ga mau lihat yang sedih liat Dedek bertambah,cukup kalian yang menjadi keluarga Dedek aja,takut Dede menjadi down"
"Tadi Kakak tahu sendiri liat Dede pingsan aja Firman langsung pucat gitu,apalagi tahu penyakit Dede,terus lihat proses penyembuhan Dede dengan alat itu,bisa bisa kalian tidak ngobati Dede malah ngurusi Firman pingsan" Kata Lia.
"Bener juga sich...tadi aja Dia kaya kebakaran jenggot" Sungut Eel.
"Makanya..Kak Adik pura pura pingsan gini,O...ya tolong sekarang temui Firman,biar dia pulang dan kayanaya Dia ada dakwah lagi"
"Tolong bilang sama Dia tetaplah berdakwah,ga usah khawatirin tentang aku" Kata Lia .
"Untuk yang lainnya Dek gimana?"
"Mommy ama Abah Yusuf ga pa pa suruh masuk dulu"
Eel pun menangguk dan keluar dari ruang perawatan.
Di luar masih ada orang orang yang td sempat Eel lihat.
"Gimana Kak..Dedek?" Tanya Mommy Ririn kepada anaknya setelah keluar kamar perawatan.
"Masih belum sadar My..kalau mau lihat masuk aja ,sekalian ama Abah Yusuf tadi Opa Markus katanya ada yang di bicarakan." Kata Eel lagi.
Mommy Ririn dan Abah Yusuf masuk.
Eel menghampiri Firman yang masih diam dan terlihat wajah kesedihannya.
"Firman kamu pulang dulu aja,nanti kalau ada kabar baik kita kabari lagi...Dede pesen kamu kamu harus tetap berdakwah jangan sampai di batalin " Kata Eel sambil menepuk bahu Firman.
Pak arif mendengar Kata Eel ikut menasehati Firman.
__ADS_1
"Bener Nak..mari kita pulang buat istirahat termalam kita ke Bandung ada dakwah disana,pasti Dede ga suka kalau Nak Firman kecapek an" Kata Pak Arif.
"Kak...kalau boleh tahu Dede sakit apa?" Tanya Firman.
"Mmm.. dari pihak Dokter masih belum bida menemukan penyakit Dedek karena kalau di cek secara menyeluruh Dia baik baik aja...Tapi...."
"Tapi apa Kak....? " Tanya Firman
"Kata Abah itu pengaruh Khodam itu...makanya Eel harap tolong terus kirim Doa ke Dede ya biar bisa membuat Dede tenang"
"Kata Abah dengan Doa kamu Khodam itu bisa di kuasai dalam jiwa Dede,jadi tolong bantu kami ya..." Kata Eel lagi.
"Firman akan selalu bantu Doa walau tidak kalian pinta"
"Tapi apakah ada jam jam khusus yang harus Firman lakukan?"
"Aduh...kalau itu Eel tidak ngerti,Kamu tahu sendiri dari dulu Eel ga paham kaya gitu,lebih baik mempelajari soal kedokteran dari memahami hal kaya gitu"
"Eel hanya tahu tentang Ilmu Bela diri doang itu aja di paksa Dede untuk perlindungan diri,apalagi Eel di lahirkan dari keluarga Wijaya yang pasti bahaya selalu mengancam di sekitar kami" Kata Eel lagi.
"Mungkin setiap saat bisa kamu kirim,Eel rasa dengan pakai hati kamu pasti lebih tahu kapan doa itu di butuhkan,karana Eel yakin hati kalian sudah terikat satu sama lainnya"
"O..ya Eel pamit dulu masih ada yang harus di kerjakan,mari Pak Arif..." Kata Eel sambil mengulurkan tanganny untuk pamitan.
"Tunggu Kak boleh minta nomor telponnya? Buat komunikasi " Kata Firman.
"Boleh...nich" Sambil melihatkan nomor pribadinya.
"O.. ya satu lagi Kak..boleh ga sebelum aku pulang pingin lihat Dede dulu" Kata Firman.
Aduh...ni orang malah pingin ketemu lagi,di dalam ada siapa ya...Kata Eel dalm hati sambil
melihat di depan ruang tunggu ada siapa.
"Sebentar ya biar Eel lihat dulu Dede masih bisa ditengok lagi apa ga?" Kata Eel sambil melangkah memasuki ruangan adiknya.
Di dalam ruangan cuma ada Ardian,Eel memberitahu kalau Firman ingin menemuinya.
Ardian pun keluar dan menyuruh Firman masuk.
Eel hanya diam dan mempelajari obat obat yang sudah di temukan Lia untuk menghilangkan rasa sakit.
Firman diam menatap Lia yang terbujur lemas.
Dia membacakan Surat Ar rahman.Lia mendengar lantunan suara Ar Rahman pun meneteskan air mata.
Mungkin kalau Firman waspada Dia akan melihat air mata itu menetes,tapi karena kekhusukkannya membaca Dia tidak menyadari itu.
Dik...cepat sadar ya..
Kakak merindukanmu
__ADS_1
Dan Kakak ingin menjadikan kamu Bidadari Syurgaku.
Aku selalu menantimu.
Kata Firman sambil mengelus rambut Lia dengan penuh kasih sayang.
Aku pulang dulu Dik
Besok ada Dakwah di Bandung
Kakak harap setelah Dakwah ada kabar baik tentangmu.
I...LOVE..U
Firman keluar dari kamar,kemudian mengajak pulang Pak Arif,Azzam dan Fatimah.Karena mereka akan berkemas untuk keberangkatan di Bandung.
Di ruang perawatan Lia membuka mata,di samping ada Eel yang selalu menemani.
"Sampai kapan Dek...kamu harus menghindar seperti itu?"
"Entah lah Kak...Dede ga tega kalau Dia tahu penyakit Dede"
"Biarkan kita jalani apa adanya,biarkan Dede fokus akan pengobatan ini,Dede ga ingin Dia melihat Dede kesakitan saat alat itu menyakiti Dede,Biarkan hanya kalian yang mengetahui dan Biarkan hanya kalian yang menemani Dede dalam kesakitan" Kata Lia sambil menangis
"Kakak akan selalu mendukungmu De,yang penting kamu mau berjuang untuk penyakitmu"
"Pasti Kak,Dede akan berjuang akan kesembuhanku karena Dede sadar betapa besar tanggung jawab yang harus aku pikul"
"Tapi janji Kakak yang selalu mendampingi Dede kan?"
"Pasti dong,kamu kan Adik satu satunya Kakak,lagian dari dulu kamu yang selalu melindungi Kakak,jadi sekarang gantian Kakak yang harus melindungi kamu" Kata Eel sambil mengusap kening Adiknya.
"Tapi gimana dengan Kak Natasya?Apa Dia mau memahami ini?" Tanya Lia.
"Itu bisa kita bicarakan baik baik,lagian kalau ada masalah pasti Dede ga akan diam kan?" Kata Eel.
"Oke dech..nanti biar Dede yang ngomong ama Kak Natasya,paling cepet tiga bulan" Kata Lia tersenyum.
"Kamu yakin Tiga bulan?" Tanya Eel.
"Ya kita lihat aja entar Kak,emang Dede juga mau tinggal diam seperti ini selamanya?Dede pasti bosan"
"Makanya Dede mau segera sembuh,pinginnya Sebulan,tapi ga mungkin bisa secepat itu,ini aja bahan belum Kakak dapatkan kan?" Kata Lia.
"Belum...coba Kakak buat dulu dan besok kita mulai uji coba penemuanmu oke..." Kata Eel sambil mengambil beberapa catatan yang sudah dia pelajari dari Lia.
"Kakak ke ruang Lab dulu ya.. kamu istirahat dulu"
"Assalamualaikum..."
"Walaikum sallam..."
__ADS_1
"