
Suster Ana mengikuti permintaan Lia,Dia mulai membuka rekaman CCTV kemudian menyambungkan ke layar proyektor.
Di layar proyektor terlihat jelas peristiwa terjadi antara perdebatan Dokter Lia dan Rian ,serta tidak jauh dari mereka di sana ada Dokter Hendra yang mengawasi.
Dimana di situ dilihat Rian melamar Lia,kemudian Dia menutup kotak itu.
Firman melihat peristiwa itu dan merasa bersalah,tapi cemburu itu masih melekat di hatinya.
Dia tidak mendengar penolakkan dari Lia hanya menutup kotak cincin itu
Apakah itu tandanya Dia masih memberi harapan?
"Kak..cemburu itu boleh tapi lihatlah kondisinya...lihatlah...." Kata Lia sambil memperlihatkan cincin tunangannya yang di berikan Firman beberapa tahun yang lalu.
"Kalau Dede menerima lamarannya terus cincin itu harus Dede taruh mana?sedangkan pemilik cincin ini masih menggantung statusnya antara di lanjutkan atau di batalkan" Kata Lia lagi.
Firman mendengar kata kata itu merasa bersalah,Dia sadar yang telah menyematkan cincin di jarinya Lia adalah dirinya.Dan Dia juga telah menggantung statusnya,dimana seorang wanita yang sudah bertunangan tidak boleh menerima lamaran dari orang lain sebelum di batalkan.Sedangkan sampai saat ini Dia belum memutuskan untuk di lanjutkan kejenjang pernikahan atau tidak.
"Maafkan Kakak Dik...kalau seandainya di hari ini Kakak meminta kamu menjadi Istriku apakah Kamu masih mau menerima?sedangkan di masalalu Kakak sudah pernah membuat kesalahan yang fatal?" Kata Firman kemudian.
Lia hanya terdiam dan melihat kearah Suster Ana,Suster Ana hanya tersenyum dan mengisyaratkan kalau keputusan di tangan Dede seorang.
"Kak..Dede sangat tersanjung akan pinangan Kakak hari ini,dan akhirnya penantian Dede tidak sia sia,tapi maaf untuk saat ini Dede belum bisa memutuskan karena masih banyak yang harus Dede sekesaikan"
"Kakak tahukan Dede sudah fakum terlalu lama menjalankan bisnis keluarga,jadi sekarang Dede lagi merintis dari nol untuk membenahinya"
"Dan sekarang ada tugas yang harus di selesaikan,kita harus fokus dengan penyembuhan Assifa"
"Berapa lama lagi De' Kakak harus menunggu?rasanya terlalau berat kalau Kakak menunggu lagi?" Kata Firman lesu.
Dia merasa penantian itu terlalu melelahkan,dulu Setelah lulus SMA Dia terbang ke Tarim dan yang menunggu Dia adalah Lia.Selama Empat tahun mereka terpisah.
Setelah Empat tahun kembali dan berharap segera bersama ternyata terjadi masalah,dan menunda kebersamaannya.
Kurang lebih Dua tahun masalah demi masalah bisa di hadapi kemudian mereka memutuskan untuk menikah.
Tapi ternyata cobaan itu tak berhenti di situ,masalah pun muncul dan Lia koma selama lima tahun.
Sekarang setelah semua berjalan normal kembali dan berharap bersatu,ternyata ada lagi masalah yang harus di hadapi.
"Kak...Dede minta maaf bukannya mau menunda lebih lama,tapi dengan keadaan Assifa seperti itu ga mungkin kita mengadakan pernikahan"
"Apalagi Assifa hanya tahu kalau Kakak adalah Abinya,kita harus mengerti perasaan Dia kalau tahu Abinya menikah tapi bukan dengan Uminya?" Kata Lia
"Gimana kalau nanti Kakak jelaskan kalau Kakak bukan Abinya?" Kata Firman.
"Itu tidak mungkin Kak...Assifa masih terlalu kecil untuk memahami konflik orang dewasa,makanya kita harus pelan pelan memberitahunya"
"Untuk saat ini biarlah berjalan apa adanya,sekalian Dede mau memastikan kalau Rian adalah ayah Biologisnya"
"Karena hanya dengan sumsum tulang belakang Ayah biologisnya yang bisa menolong Assifa saat ini"
"Dede tidak yakin kalau obat yang di berikan akan bekerja lama" Kata Lia lagi.
"Apakah Dede yakin Rian ayah biologis Assifa?" Tanya Firman.
"Insya Allah Dede yakin 100%,kayanya Kakak meragukan kemampuan Dede?"
"Bukan gitu ...kalau Dia emang ayahnya Assifa berarti Dede harus selalu ketemu dengan Rian?Terus terang Kakak cemburu"
"Lihatlah...tatapan Rian ke Dede bikin Kakak cemburu" Kata Firman menahan emosi.
"Ha...ha..Kakak lucu..kita sudah bukan anak kecil lagi Kak...buat apa cemburu?" Kata Dede sambil memainkan ponselnya,Dia melihat ada email masuk dari Dokter Hendra.
(hasil udah keluar 100% mereka Ayah dan Anak)
"Dok...hasil sudah keluar,hasilnya positif" Kata Suster Ana.
"Iya Sus.. tolong hubungi Rian untuk kembali ke Rumah sakit" Kata Dokter Lia masih memainkan ponselnya,tidak sengaja Dia melihat ke arah Firman dan terlihat aura kemarahan di sana.
Lia hanya menggelengkan kepala ,cemburu itu ternyata mengalahkan segalanya walau Dia punya ke imanan yang kuat.
(Hallo...Assalamualaikum...)
(Kak...datang ke rumah sakit ya..Dede ingin bicara?)Kata Lia sambil menelpon.
Firman melihat Lia menelpon langsung reflek dan mengambil ponselnya dan melihat ke layar siapa yang di hubungi Lia saat itu.
Lia terkejut dan tidak menyangka kecemburuan Firman begitu besar.
Firman melihat ke arah layar dan di situ tertulis "Davin dodol".
__ADS_1
Firman terkejut dan salah tingkah waktu melihat nama layar yang tertera.
" Hallo..Dodol...ada apa?hallo..hallo.."teriak Davin di telpon.
Firman kemudian menyerahkan ponsel ke arah Lia dan minta maaf.
Lia menerima ponsel itu dan mengangkatnya.
"Hallo...Kak sori ada iklan lewat,pokoknya kakak kesini Dede minta bantuan...please..." Kata Lia sambil mematikan ponselnya.
Lia menaruh ponselnya dan menatap Firman penuh tanda tanya.
"Maaf Kakak Dek...tadi Kakak takut kalau kamu hubungi Rian dan kalian bertemu lagi" Kata Firman sambil menunduk kepalanya.
"Ga nyangka ya seorang Ustadz yang bijak tidak bisa mengontrol emosinya" Kata Lia.
"Ustadz juga manusia De..tempat hawa nafsu yang tinggi" Kata Firman.
"Kak...untuk saat ini cobalah lakukan Sholat istikharoh untuk memantapkan hati tentang pilihan kita,sekian lama kita telah terpisah mungkin ada rahasia di balik ini semua".
" Selama tiga hari mari kita berdoa dan bertawakal meminta petunjuk bagaimana kelanjutan hubungan kita"
"Setelah tiga hari keputusan yang diambil Dede akan terima,dan Dede mohon keputusan itu di ucapkan di depan keluarga besar Dede,seperti dulu waktu Kakak mengikat Dede" Kata Lia dengan tenang.
"Baiklah De..kakak ikuti saranmu,Kakak akan melakukan Sholat Istikharah,tapi bagaimana dengan Assifa?" Tanya Firman.
"Soal Assifa nanti biar tetap Dede pantau,dan soal Rian Dede minta tolong Dokter Hendra dan Kak Davin" Kata Lia.
"Dede janji ga ketemu ama Rian?jujur hati ini masih takut dan cemburu" Kata Firman.
"Kakak tenang aja selama cincin ini masih berada di jariku,Dede tetap menjaga hati ini walau kita di pertemukan tetapi hanya sebatas teman dan rekan bisnis"Kata Lia sambil tersenyum.
Firman pun mengangguk dan merasa lega Dia kemudian undur diri.
Setelah pembahasan dengan Firman,Lia mulai fokus untuk penyembuhan Assifa.
Dia menugaskan Dokter Hendra untuk menjelaskan ke Rian tentang hasil test DNA kalau hasil mereka 100% anak dan ayah.
Davin juga di mintai tolong Lia untuk mendampingi Dokter Hendra untuk menjelaskan ke Rian.
Davin membuka memori Rian agar dia ingat peristiwa Tujuh tahun lalu waktu di Itali.
Dalam pembukaan memori,Rian bisa melihat peristiwa itu waktu Dia mabuk dan tidak ingat menggunakan pengaman waktu meng***** Fatimah,dan waktu itu bayangan Dia hanya Lia yang ada.
(Makanya Kak..Dede minta tolong daripada timbul fitnah dan kecewa Kak Firman)
Suara Lia merasuki pikiran Davih dan ternyata Adiknya mengajak komunikasi.
(***Kakak tahu De...kayanya ada rencana untuk berlanjut nich dengan Ustadz yang Plin plan)
(Ih..serem amat istilah nya...emang Dia plin plan kak?)
(Ga plin plan gimana wong Laki laki kok ga punya pendirian?katanya seorang Ustadz yang bijaksana?)
(Kakak kayanya ga suka sama Kak Firman?)
(Dulu Kakak suka ama Dia,tapi setelah Dia menyakiti kamu dan menggantung hubungan kalian Kakak jadi ga suka)
(Apa udah di pertimbangkan lagi De?)
(Dede belum tahu kak,Dede dan Kak Firman sepakat melakukan Sholat Istikharah selama tiga hari dan hasilnya nanti di umumkan ke keluarga besar)
(Dede minta bantuan Kakak ama Abah untuk melakukan Sholat juga ya kak)
(Tapi lakukan dengan ikhlas dan hilangkan rasa benci Kakak)
(Oke...De kalau itu sudah keputusanmu,Kakak akan membantu dan semoga setelah ini kamu bahagia)
(makasih ya kak...Dede Sayang. Kakak..)
(Ummach...)
(Jadi selama ini Dede ga sayang ama kakak***?)
Tidak ada jawaban.
(De...?)
Tidak ada jawaban lagi.
Astaghfirullah...ni bocah kaya jalangkung.
__ADS_1
Davin akhirnya menutup pikirannya ternyata Lia sudah mengakhiri kontak batin tanpa pamit.
Setelah tahu Dia punya Anak,Rian berusaha menerima dan berjanji menolongnya.Dia bersedia untuk mendonorkan sumsum tulang belakangnya,walaupun sebenarnya kelunakan hatinya ada campur tangan dari Davin agar Rian melupakan cintanya ke adiknya.
Dengan campur tangan Davin perlahan lahan Rian bisa melupakan Lia,Dia lebih fokus kesembuhan dari Assifa.
Fatimah merasa beruntung karena Ayah biologis Assifa mau membantu dan memperhatikan Assifa.
Dengan kedekatan diantara mereka berdua mulailah tumbuh benih benih cinta diantara mereka berdua
Untuk Lia sendiri berusaha menghindar dari pertemuan dengan Rian.Dia takut doa doa yang di berikan Davin akan luntur kalau Rian bertemu dengannya.
Walau yang menangani operasi adalah Lia,Dia berusaha menjaga agar doa doa itu tidak hilang.Lia minta tolong Firman dan Abah Yusuf untuk memperkuat doa doa Davin.
Lia juga minta tolong Fatimah untuk membantunya demi kebahagiaan Assifa dan Rian melupakan Lia.
Fatimah setuju dengan usul Lia,karena pada dasarnya Dia juga mengamalkan doa itu yang di berikan Abah Umar.
Fatimah sangat berharap Doa doa mereka berhasil,karena Dia tidak ingin kecewa kedua kali karena cinta.
Waktu operasi itulah sebuah siksaan dari Lia.Aura positifnya harus berperang dengan doa doa mereka,Lia sadar Dia harus bertahan dengan separuh kekuatannya karena Dia takut aura positifnya akan meluntur Doa doa yang di kirimkan mereka agar Rian bisa melupakan Lia.
Setelah proses operasi yang melelahkan dan menguras tenaga dan pikiran akhirnya selesai juga.Lia terkulai lemas setelah melakukan tindakan operasi.Tapi Dia bersyukur walau dengan separo kekuatannya Dia bisa melakukan operasi dengan baik,walau harus membutuhkan waktu begitu lama.
Di saat badan melemah kepala Dia mulai sakit.
Ya Allah Ya Rab..
berikan hamba kekuatan
jangan Engkau beri sakit kembali dalam hidup ini
Hamba belum bisa memulihkan keadaan keluarga sepenuhnya.
Lia mengambil obat dan meminumnya,kemudian Dia tertidur di kamar pribadinya supaya tidak ada yang tahu tentang keadaan yang sebenarnya.
Di sisi lain Firman menemani Assifa setelah pasca operasi,Dia seperti melupakan Lia sejenak,entah karena Dia khawatir akan Assifa atau karena Doa Lia agar semua orang melupakan Dia sementara,karena Dia ingin tidur dan beristirahat sementara.
Pasca operasi Assifa dan Rian sudah berlangsung seminggu,orang orang di rumah sakit melakukan aktivitas seperti biasa,dan seperti melupakan seorang Lia.
Sedangkan Lia sendiri masih tertidur dengan tenang dan lewat alam bawah sadarnya Dia melakukan Dzkir dan Doa untuk memulihkan kekuatannya.
Dalam alam bawah sadar Dia di dampingi para leluhur dan khodam yang selama ini menjaganya.
(***Cucuku..segera kamu pergi dari sini dan menikahlah dengan Firman,karena penyakit itu tidak bisa bertahan lama)
(Kek..kalau emang Dede ga bisa bertahan apakah lebih baik Dede tidak usah menikah karena Dede tidak ingin melihat Kak Firman sedih)
(Kamu harus menikah dan melahirkan keturunanmu agar bisa melanjutkan garis keturunan Wijaya,dengan hadirnya keturunanmu nanti Insya Allah Dia akan melebihi kamu karena Dia perpaduan antara Kamu dan Firman).
(Tapi Kita ga tahu sampai kapan Dede bisa bertahan Kek?)
(Umur,jodoh Allah yang menentukan makanya itu secepatnya menikahlah dengan Firman,dan gunakan waktumu sebaik baiknya selama penyakitmu belum menggerogoti tubuhmu)
(Bangunlah...sudah lama kamu di sini,Doa kamu mulai luntur dan mereka mulai menyadari tidak ada kamu di antara mereka***)
Lia pun mulai mengakhiri dzikirnya dan mulai menyatu dengan raganya untuk kembali ke dunia.
Di sisi lain Dokter Hendra di telpon Dokter Eel dan menanyakan keberadaan Adiknya yang sudah beberapa hari di hubungi tidak bisa.
("Hend..kamu ga salah mosok setelah operasi kamu tidak tahu di mana Dede?)
(Maaf.. Dok...Saya bener bener tidak tahu Dede kemana?entahlah seperti saya di bikin lupa?)kata Dokter Hendra bingung.
(Tolong carikan Hend..perasaan Saya tidak tenang,Saya takut mimpi Saya kenyataan?)
(Emang mimpi apa Dok?)
(Dalam mimpiku Dede kayanya kesakitan dan memegang kepalanya,dan Dia minta untuk membuat obat untuk penghilang rasa sakitnya)
(Astagfirullah...kayanya itu bukan mimpi Dok..tapi itu petunjuk karena dulu Dokter Eel kan juga sering mimpi seperti itu kalau Dede minta tolong)
(Dan kayanya Dedelah yang membuat kita di sini semua lupa tentang Dia)
(Tolong carikan Hend..)
(Baik Dok..akan saya lakukan...Assalamulaikum...)
Dokter Hendra menutup telpon dan Dia menuju ruang pribadinya Lia dimana di tempat itu Lia selalu bersembunyi untuk menenangkan diri.
Di tengah perjalanan Dokter Hendra bertemu Firman dan ingin bertemu Lia.Mereka kemudian ke ruangan pribadi Lia.
__ADS_1
Ternyata benar apa yang di katakan kakek leluhurnya kalau Doa yang di berikan Dede untuk mulai luntur dan orang orang mulai panik mencari keberadaannya