
Suara Shubuh berkumandang Upik menggeliatkan badannya,Dia kemudian bangun dan melihat sekelilingnya semua sudah pada pulang,kini Dia sendiri dalam kehampaan.
Ternyata waktu cepat berlalu,dimana dulu mereka suka berkumpul dalam suka duka,tapi sekarang mereka meninggalkan Dia sendiri karena ada keluarga yang menunggu.
Ya..dulu Dia Ratu yang selalu di utamakan mereka tapi sekarang Dia hanya pelengkap mereka.
Tapi Upik sadar semuanya sudah berubah,dan Dia juga harus menata hidup lebih baik lagi.Tujuan awal adalah untuk membangun kembali Wijaya.Dan Dia harus melupakan semua tentang cinta dan kasih.
Mungkin ini adalah karma yang Dia dapat,dulu terlalu banyak Dia telah mematahkan hati banyak orang,dan sekarang Dia sendiri tanpa cinta.
Upik berusaha menghilangkan semua kesedihannya,dan berusaha menapak hidup baru,tujuan utama adalah kebangkitan keluarga Wijaya.
Semangat...
Upik mengambil air wudhu untuk melakukan sholat dan berdzikir.Waktu menunjukkan pukul 06.00 Dia harus bersiap siap takut anak anak menunggu Dia.
Dia tidak lupa mengirim Chat ke Pandu untuk mencarikan rumah biar bisa di tempati anak anak dan keluarga Pak Burhan.
Pan..bisa minta tolong ga,carikan gua rumah buat menapung anak jalanan.Achel
Setelah itu Upik keluar dari bascamp kembali ke kontrakan,tidak lupa membeli sarapan untuk mereka semua.
Sesuai Chat dari Upik,Pandu mencarikan rumah yang sesuai dengan permintaan Achel,karena Dia tahu apa yang di inginkan Achel.Seperti dulu Dia juga mencarikan untuk mendirikan panti dan sekarang masih di kelola the gengnya.
Hari berganti hari ,bulan berganti bulan,tahun berganti tahun,Kehidupan pun mulai berubah.Itu juga di rasakan Upik.
Selama Dua tahun setelah meninggalkan Jerman,dengan Dua identitas Dia jalani.Untuk mengembalikan Wijaya Group yang sudah Dia tinggalkan.
Sesekali Dia di bantu Tommy,untuk membangkitkan Wijaya.Tommy menawarkan diri untuk menjadi asistennya kembali,Tapi Lia tidak mau karena perusahaan yang di pegang Tommy juga sedang berkembang pesat.
Lia memutuskan mencari asisten lain .Sekarang hari harinya di bantu Jihan,gadis cleaning service yang pernah Dia tolong waktu di Rumah sakit.
Jihan adalah seorang mahasiswa,yang mengalami DO di kampusnya karena hamil di luar nikah,Pacar Jihan meninggalkannya dan di usir keluarganya.Makanya Dia harus hidup sendiri menanggung aib dan menghidupi anak sendiri dengan kondisi kesehatan anak yang tidak memungkinkan.
Itulah Dunia yang begitu kejam dan selalu menghukum para wanita yang tak berdaya.Sedang Laki laki B******* semakin banyak dan tidak mau bertanggung jawab atas nafsu yang mereka berikan.
Dengan banyak kasus yang menjatuhkan diri harga wanita,Lia semakin dingin dan menjauh dari hubungan dengan laki laki.Dia hanya fokus fokus untuk kebangkitan Wijaya.
Lia membantu penyembuhan anaknya Jihan,dan kebetulan Dia adalah Dokter yang menangani Kanker.
Dengan keahliannya anak Jihan masih bisa di tolong karena leukimia yang di derita anak Jihan masih tahap awal,dan untung Lia cepat menditeksinya.
Jihan sangat bersyukur karena bisa bertemu Lia,selain seorang Dokter Dia juga penyemangat hidupnya.
Sekarang Dia menjadi asisten Lia untuk mengurus Perusahaan Wijaya.Untuk anaknya Dia minta tolong istrinya Pak Burhan.
Ternyata di balik kesengsaraan Dia selama ini,ada pembayaran yang sepandan.Sekarang hidupnya berkecukupan dan penuh kebahagian.
Selang Dua tahun ini hasilnya sangat memuaskan,Dia bisa membawa wijaya dua kali lipat bahkan lebih menjadi Perusahaan yang ternama di Dunia.
Dendam Keluarga Alexander sudah Dia tuntaskan,Satu tahun yang lalu Lia menghancurkan usaha usaha Alexander yang ilegal.
Ketua Alexander ditangkap.Yang tersisa adalah Rian anaknya.Dia lolos dari penyidikan,dan di nyatakan bersih.
Kini Alexander menjalin kerjasama dengan Wijaya.Walau Lia masih harus waspada karena takut Rian akan balas dendam.
Sebenarnya motif kedekatan Rian adalah ingin menakhlukkan hati Lia yang sudah lama Dia harapkan semenjak SMA.
Dia tahu gadis yang menolong Dia waktu balapan,Dia tahu cucu Wijaya yang sudah menjebloskan kakeknya.Ya Dia tahu semua.
Walaupun Dia tak sejalan dengan pemikiran ayahnya yang selalu di liputi dendam tapi Dia berusaha menjadi anak berbakti.
Dan penyesalan adalah waktu insiden di New York,waktu itu Dia hanya berpikir Lia mati berarti tidak ada yang memilikinya sampai kapanpun.
Tapi setelah kejadian itu Dia sangat menyesal,untung Tuhan masih melindungi gadis pujaan hatinya.Mulai itu Dia berusaha memperbaiki diri dan tidak mengikuti kegilaan Ayahnya.
Tapi takdir berkehendak lain waktu Dia mendengar Lia akan menikah dengan Ustadz Firman.Hatinya hancur,Dia terpuruk.Kemudian Dia mendengar Lia hilang tanpa kabar dan membatalkan pernikahannya.
Ada rasa senang mendengar kabar kalau gadis pujaannya tidak jadi menikah,tapi ada rasa sedih karena gadis itu menghilang.
Bertahun tahun Dia mencari kabar tentang gadis itu tapi tidak pernah ada hasilnya.
__ADS_1
Tapi setahun yang lalu Dia mendapat kabar usaha Ayahnya mampu di hancurkan oleh Macan Asia.
Rian berusaha mencari kabar tentang macan Asia itu,karena selama ini di dunia Bisnis hanya satu orang yang bisa menghancurkan Alexander yaitu orang Wijaya.
Dia mendapat laporan kalau Group Wijaya mulai bangkit dan Presiden Direkturnya telah kembali.
Perkiraan Rian tepat Macan Asia adalah salah satu keluarga Wijaya dan Dia adalah Ratu bisnis yang selama ini menghilang.
Rian sangat bahagia karena gadis pujaan hatinya telah kembali.Dan Dia bertekat untuk bisa mendekatkan diri dengan cara apapun dan tidak mau kehilangan kembali.
Sedangkan Untuk diri Lia sendiri,Dia berusaha menutup hati untuk semua laki laki,Dia juga berusaha menghindar dari yang berbau tentang Firman.Dia ga mau tahu tentang itu semua,yang akan membuat hati terluka.
Sikap Lia seperti itu membuat keluarga semakin resah,Di usia tiga puluh tahun hati Lia semakin terkunci.
Abah Yusuf dan yang lainnya sangat sedih.Mereka bersyukur Lia telah kembali,dan benar benar terlahir kembali dengan sifat yang berbeda.
Sebenarnya Abah Yusuf ingin menjelaskan tentang Firman sebenarnya,tapi sepertinya Lia terlalu kuat untuk membentengi pertahanannya.
Berbagai cara Abah Yusuf dan yang lainnya untuk mempertemukan Lia dan Firman,tapi ternyata Lia sudah tahu dan selalu memberi alasan untuk menghindar.
Abah Yusuf sudah pasrah,sudah berbagai cara Mereka lakukan,dengan penyatuan diri antara Abah Ali,Davin dan Firman sendiri tapi semua hasilnya sama Nol...ternyata pertahanan Lia semakin kuat dari hari ke hari.
"Nak Firman..Abah sudah menyerah,kalau kalian emang jodoh pasti bakal di persatukan kembali" Kata Abah Yusuf di tengah pertemuan rutin mereka.
"Ga apa apa Abah,Saya tahu mungkin terlalu sakit hati Dede sehingga Dia berusaha membentenginya" Kata Firman dengan nada sendu.
"Apa Davin coba menemuinya Abah?" Kata Davin.
"Kayanya percuma Vin,adik kamu pintar membalikkan suasana,Dia pasti punya cara untuk menghindar ketemu kamu kalau niatnya membahas soal Firman" Kata Abah Ali.
"Sekarang banyaklah berikhtiar Nak..semoga Allah segera memberi jalan kepada kalian" Nasehat Abah Yusuf.
Begitulah setiap pertemuan rutin itu selalu pembahasan bagaimana cara menyatukan Firman dengan Lia dari kesalah pahaman yang terjadi.
Sedangkan untuk Lia sendiri,pertahanan dirinya sudah Dia kunci dan Dia pun bodo amat tentang apa yang sedang di rencanakan keluarganya.
Itulah hati Perempuan yang sebenarnya,kalau sudah terluka ya tetap terluka.Ibarat kata sebuah cermin yang sudah pecah tidak akan bisa di sambung lagi,mungkin bisa di lem atau di solasi tapi pasti akan terlihat retaknya.
Tapi sekeras apapun hati manusia,kalau Allah berkehendak pasti akan lunak juga.
Mungkin selama ini rasa cintanya kepada Lia melebihi rasa cintanya kepada Allah sehingga Dia sedang di uji.
Firman berharap suatu hari nanti ada keajaiban yang bisa mengembalikan Lia ke dalam pelukannya.
...****************...
"Assalamualaikum...De.." Suara Hendra di seberang telpon.
"Walaikum sallam Kak ada apa?" Kata Lia sambil membetulkan handsetnya.
Lia masih mengemudi mobilnya menuju kantor,hari ini Dia ke kantor sendiri karena Jihan sedang menghadari rapat di luar kota mewakili dirinya.
"Ini darurat De,...kamu bisa ke Rumah sakit sekarang?"
"Ada apa Kak?"
"Ada masalah dengan Assifa"
"Assiffa..?baik kak Saya segera kesana" kata Lia sambil mematikan ponselnya.
Lia kemudian menghubungi Tommy untuk membantu Dia di kantor karena Dia harus ke Rumah sakit.
Lia mengemudi dengan kecepatan tinggi,Dia tidak berfikir dengan penampilan sekarang.Dia lupa memakai topeng untuk menutupi identitas.Yang di pikirkan adalah keselamatan Sifa.
Sampai di parkiran mobil Dia langsung turun dan menyerahkan kunci mobil ke satpam.Kebetulan Satpam itu adalah karyawan lama ,jadi Dia mengenal baik dirinya.
Satpam itu sempat bengong karena pemilik Rumah sakit yang sudah lama hilang telah kembali.
"Non Lia?" Kata Pak Rudi satpam tersebut.
"Assalamulaikum Pak...gimana kabarnya?" Kata Lia sambil tersenyum.
__ADS_1
"Walaikum sallam...Non..Subhanallah..selama ini kemana Non?" Tanya Pak Rudi.
"Saya bersama Kak Eel di Jerman Pak,maaf ya..saya masuk dulu ada pasien darurat" Kata Lia sambil tersenyum.
"O..ya Non...biar mobil Saya amankan,silahkan...!" Kata Pak Rudi memberi jalan.Dia tahu kalau Lia datang ke Rumah Sakit pasti ada hal darurat yang harus ditangani.
Lia menganggukkan kepala,Dia langsung menuju ke lift dan menekan tombol mengarah ke lantai UGD.
Pintu Lift terbuka,Lia menuju ke ruang UGD,sampai di sana terjadi keributan antara Firman dan Fatimah.
Lia baru melihat kemarahan Firman yang sangat mengerikan.Selama ini Firman selalu merendam emosinya,tapi kali ini Lia baru tahu disisi lembutnya Firman ada sebuah kemarahan yang sangat mengerikan.
"Maaf kan aku Kak,Fatimah janji tidak akan mengulangi lagi" Isak Fatimah memohon kepada Firman.
Firman menepis tangan Fatimah.
"Berapa kali kamu minta maaf pada Saya,kamu selalu berjanji akan menjaga Asifa dengan baik,tapi nyatanya apa?lihat sekarang Dia kritis"
"Dia anakmu,Dia darah dagingmu,Dia lahir dari rahimmu,harusnya kamu bisa menjaganya,bukannya menyiksa seperti ini" Teriak Firman.
Lia hanya geleng geleng kepala,dan tidak menyangka Firman bisa semarah itu.
"Maaf Pak Ustadz ini rumah sakit,tolong pelankan suaranya karena mengganggu kenyamanan yang lainnya"
"Lebih baik banyak berdoa dan istighfar bukan saling menyalahkan" Kata Lia berusaha setenang mungkin di depan Firman.
Firman menoleh dan merasa tidak asing akan suara itu.Dia melihat Lia,dan emosi yang memuncak bagai di siram air langsung luruh.
"Dede...." Kata Firman memperlihatkan muka sendunya yang menggambarkan kalau Dia sangat merindukannya.
Fatimah melihat perubahan Firman,Dia ga menyangka hanya gara gara seorang gadis emosi Firman yang meluap bisa langsung luntur,apalagi tadi Firman menyebutkan sebuah nama yang selama ini menjadi teka teki Dia.
Dia memperhatikan seorang gadis cantik,tinggi semampai memakai seragam kantoran dan berjilbab.
Apakah ini yang namanya Lia.Dia cantik,elegan pantas kak Firman tidak mau berpaling darinya.
Lia hanya diam,sudah kepalang tanggung,Dia tidak memakai wajah Upik,sekarang Dia telah menampakkan diri depan Firman,dan tidak ada celah untuk menghindar.Dan Dia baru sadar kalau pasien yang bernama Asifa adalah anak Firman dan Fatimah,
Aduh...kenapa gue bodoh
selama ini mereka tidak tahu dokter yang menangani anak mereka,sekarang di sini Gua udah tidak bisa menghindar lagi.Batin Lia sambil membetulkan jilbabnya.
"De kamu sudah datang?ayo kita lihat keadaan Pasien" Kata Hendra waktu membuka pintu UGD.
Lia mengangguk dan kemudian masuk ke dalam UGD.
"Tunggu Dok..ini" Kata Suster Ana sambil ngos ngosan membawa kan Jas Dokternya.
"Makasih Sus..hampir lupa tadi Saya datang langsung kesini" Kaat Lia sambil menerima Jas Dokternya.
Lia langsung masuk ke ruang UGD dan segera memeriksa keadaan pasien.
"Dari keterangan keluarga barusan si anak makan Udang,sedangkan si anak alergi Udang dan membuat sesak di pernafasan" Dokter Hendra menjelaskan.
Lia mulai mengecek semua organ organ pasien.Dari awal menangani pasien ini Dia sudah mencurigai hal yang tidak di inginkan.
Lia kemudian menyuruh Hendra untuk melakukan test test kembali dari Test darah,Biopsi kelenjar getah bening,Aspirasi sumsum tulang belakang,Pemindaian secara Foto rontgen,CT Scan,USG.
Lia menjelaskan diagnosa awal adalah Limfoma.Dokter Hendra mendengar penjelasan dengan seksama kemudian melaksanakan apa yang telah di perintahkan.
Pemeriksaan selesai,Lia keluar dari ruang UGD.Di depan ruang UGD sudah menunggu keluarga besar dari Firman.Lia merasa canggung dan belum siap untuk ketemu mereka.
Tapi Dia sekarang adalah Dokter yang menangani pasien dan harus bersikap profesional.
"Maaf Dok gimana dengan keadaan anak kami?" Kata Firman ketika melihat Lia keluar dari Ruang UGD.
"Putri Bapak tidak apa apa,sebentar lagi siuman cuma kita sedang lakukan beberapa test untuk kemungkinan ada penyakit di dalam tibuh putri Bapak" Kata Lia setenang mungkin.
"Penyakit apa Dok?" Tanya Fatimah.
"Saya harap untuk orang tua pasien bisa menemui Saya di ruangan kerja setelah hasil test keluar nanti kita bisa melihat ada atau tidak ada penyakit tersebut tersebut" Kata Lia.
__ADS_1
"Dokter Hendra..Saya ke ruangan dulu nanti kalau hasil sudah keluar bisa langsung hubungi Saya,yang lainnya Saya pasrahkan pada Anda" Kata Lia sambil melangkah pergi meninggalkan Firman dan keluarganya.
Mau di bilang sombong dan tidak tahu sopan santun Lia bodo amat,yang penting Dia harus segera meninggalkan tempat itu untuk menenangkan hati yang rapuh