
"Ayo ki kita berangkat!" ajak lia pada Diki,dia keluar dari garasi dan sudah duduk di motornya.
Diki pun mengangguk,kemudian dia pamitan pada pak satpam nya
"Berangkat dulu pak...Assalamualaikum.." pamit Lia pada satpamnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam pun semakin beranjak.Jalan raya mulai sepi,hanya satu dua kendaraan lalu lalang.Kesunyian itu yang selalu di tunggu para kumpulan anak motor,mereka menggunakan kesunyian jalan raya untuk menguji andrenalin mereka.Di suatu jalan raya yang begitu sepi hanya satu dua truk keluar masuk pelabuhan,sudah berkumpul beberapa gank anak motor yang akan balap motor.
suara hiruk pikuk mereka memanggil jagoannya masing masing untuk memenangkan pertandingan.
"Hai Zal...gimana nich Achel belum kelihatan" tanya anak di salah satu kumpulan anak motor itu.
"Gue juga ga tahu,dari tadi Diki gue telp juga ga bisa bisa,mungkin sudah di jalan kali" jawab Rizal sambil melihat jam tangannya.
"Hai..zal mana ketua Lo?dia takut ya ama tantangan gue?sudah suruh menyerah aja deh..dan kasih unjuk mukanya yang selalu di tutupi cadar?apa mukanya penuh bopeng sehingga dia tidak pernah kasih liat mukanya..." celoteh Rian dan di susul suara anak buah nya.
"Hai..yan..jangan sombong dulu,kemarin Lo sudah kalah masih aja berani nantang lagi,nanti kalah 2x baru tahu rasa." jawab Rizal nahan emosinya.
"Halah..ga usah sok Lo zal tanpa Diki ma ketua Lo itu kalian tidak ada apa apanya,kalian tu cemen..." teriak anak buah rian yang lainnya.
Rizal sadar kalau emang kemampuan dia di bawah Rian yang sudah memegang sabuk hitam di Taekwondo.
"Kurang ajar...kalian berani ayo..maju!"Rizal emosi
" Hentikan zal....!Suara barito Diki memecahkan kesunyian malam.
Dari arah belakang Motor Diki dan Lia datang,Apa yang di khawatirkan Diki hampir terjadi karena Diki tahu Rizal orang nya gampang emosi.
"Nah..ini dia yang kita tunggu..." teriak Rian.
" Hai Dik..uda Lo bawa ketua Lo?Dia sudah siap belum kasih unjuk mukanya yang bopeng dan bisu."ejek Rian .
Selama Rian adu balap motor dengan ketua gank Tiger dia emang tidak pernah liat muka apalagi suara,selama ini yang jadi perantara komunikasi adalah Diki.
Diki kemudian memberi isyarat pada lia untuk bersiap,lia pun cuma mengangguk.
Di balik cadar Lia sudah nahan emosi denger ejekan Rian rasanya pingin dia sobek tu mulut besarnya,tapi sabar ya..ya belum waktunya membuka mulut biar dia tertawa dulu.Lia mengelus dada agar dia sabar dan nahan emosi.
Pertandingan di mulai Lia dengan santainya mengendarai motor,Rian sudah jauh meninggalkannya,Lia tetap santai dan berkosentrasi,kadang cepat kadang lambat,tak terasa Diapun bisa mengejar Rian.Rian pun panik.
Rian berusaha melakukan zig zag agar musuhnya tidak bisa mendahuluinya,tapi bukan lia namanya walau musuh udah melakukan zig zag dia tetep bisa melihat celah agar bisa mendahului,Di saat Rian berkonsentrasi dengan zigzag nya dan Lia bisa ambil celah untuk menyalipnya dari arah depan tiba-tiba ada truk yang menyebrang ..
Bruk...suara tabrakan benda keras pun terdengar,dan semua yang melihat kejadian itu pun menjerit dan tutup mata.
Percikan api pun terlihat dari sebuah motor,tapi entah itu motor siapa?
Semua pada lari dan mendekat ketempat kecelakaan.Dikipun sangat cemas,dia takut kalau terjadi sama Lia.Tak terasa air mata Diki menetes tidak bisa di bayangkan orang yang di cintai akan meninggal secepat itu.
Kenapa Lo harus cepat pergi ninggalin gue, padahal gue belum sempet jujur kalau gue sayang Lo. Tangis Diki dalan batin.
"Dik...Achel dik..." kata Rizal memegang pundak Diki.
Rizal tahu kalau Sahabatnya sangat mencintai gadis itu,makanya dia berusaha memberi support.
"Yang sabar Dik..ayo kita lihat kesana?" kata Rizal kemudian.
Diki pun melangkah dengan lunglai menghampiri tempat kejadian itu.
...****************...
"Hai....siapa aja sini bantu gue..." ada teriakan yang mengejutkan,dan bagi Diki suara itu tidak asing.
__ADS_1
Sambil mencari arah suara mereka pun terkejut.Beberapa tombak dari kejadian Diki melihat Lia sedang terduduk dan di sampingnya ada seseorang yang terbaring
entah pingsan atau sudah mati.
"Oi....sini malah bengong aja bantu gue,berat tahu.." teriak lia dari kejauhan.
Spontan Diki meloncat terus berlari mendekati Lia.Bagaikan mimpi, ternyata yang di takutkan Diki tidak terjadi.Orang yang di kasihi masih segar bugar walau ada sedikit luka dan darah di mukanya.
Sampai depan Lia, Diki langsung memeluk.
"Ssst...apa apa an sich Dik,gue tidak bisa bernafas tahu.." teriak lia sambil mendorong Diki.
"Awas Lo ya..sekali lagi peluk peluk gue.bukan muhrim tahu..!kata lia kesal.
" Maaf..lagian gue seneng banget Lo masih selamat"kata Diki
"Apa ..Lo do ain gue cepat mampus gitu?uda tolongin gue berat tahu,nich..kaki gue ketiban badan dia yang besar,udah gue bangunin bangun-bangun tuh bocah..pingsan apa udah keok tu orang.." kata lia sambil berusaha mengangkat tubuh Rian.
Diki baru menyadari kalau posisi Lia terjepit tubuh Rian.Dan tidak tahu anak itu masih hidup apa kagak?
Setelah Lia terbebas dari tubuh kekarnya Rian,Lia memeriksa keadaan denyut nadinya Rian,masih ada tanda kehidupan disana.Terus dia menelpon seseorang.
"Halo..bang posisi dimana?cepat gue tunggu!bawa ambulance sekalian!" ucap Lia sambil menutup telpon.
"Lo ga papa ?" tanya Diki
"Gue ga papa,cuma terkilir aja paling sebentar lagi sembuh". jawab Lia berusaha berdiri tapi ternyata kakinya sakit,akhirnya dia duduk lagi.
" Mari gua bantu!"tawar Diki.
"Ga usah lo bantu angkat tuh anak sebentar lagi ambulan dateng". jawab lia sambil memakai cadar kembali karena dari kejauhan banyak kaki kaki mendekat.
Dalam hitungan detik ternyata anak buah Rian dan Rizal menuju ke tempat mereka.
" Riaan.."panggil Dimas melihat keadaan Rian
"Dia cuma pingsan " jawab lia datar.
Dimas memandang orang di balik cadar.
"Napa liat..liat ?kaget kalau gue bisa ngomong?makane kalau ngatain orang tu pakai akal jangan asal aja" kata lia nahan emosi.
"Adik ..kamu gapapa?" tiba tiba dari belakang ada yang mendekat.
Dimas dan Diki melihat ada sosok yang tinggi dan kekar memakai cadar mendekati Mereka.
"Bang lama banget sich datangnya.." jawab lia kemudian.
"Maaf abang beresin yang di sana dulu,untung truk dan sopir ga kenapa napa,cuma tu motor punya siapa?".tanya orang di balik cadar.
" Tu..punya dia no.."jawab lia sambil nunjukin ke arah Rian.
"mana yang terluka?"tiba tiba tugas para medis sudah datang .
" Tuh pak orang nya..kayaknya lagi pingsan?" jawab Lia.
Petugas Ambulance pun mengangkat Rian dan membawa Rian ke rumah sakit.
"Dik ikut abang aja ya.." kata orang bercadar kemudian.
"la motor gue bang?" tanya lia.
"bocah dodol sudah tahu sakit masih aja mikirin motor". jawab orang bercadar sambil memukul jidat lia dengan pelan.
__ADS_1
" Sakit tahu Bang.."ucap lia manja.
"Motor sudah kami derek non,mau langsung bawa ke bengkel" jawab anak buah orang bercadar tadi.
"O ya sudah bang makasih.." jawab lia kemudian
"sudah kamu beresin semua di tempat kejadian?pastikan jangan sampai terekspos di manapun?" tanya laki laki bercadar.
"Siap bos,semua sudah beres." jawab anak buahnya dengan tegas.
"Dan kalian yang ada disini,denger ya jangan ada kejadian disini orang lain tahu,jangan sampai kalian sebarkan di dunia maya,mengerti..!" kalian ada di bawah pengawasan kita,kalau kalian macam macam kalian semua akan tahu akibatnya!udah semua bubar dan pulang ke tempat masing..masing".perintah pria bercadar.
Dan semua rata rata kalangan anak muda pun menurut,dan mereka berjanji tidak akan membahas kejadian itu.
"Adik sekarang ikut saya.." kata pria bercadar lagi.
"Dan kamu langsung pulang aja,adik biar jadi urusan kami".perintah pria bercadar kepada Diki dan teman temannya.
Diki melihat ke arah Lia dan dia pun mengangguk,Diki cuma pasrah.Sebenarnya Diki ingin sekali antar pulang dan memastikan kalau dia baik baik aja.
Sebenarnya pria itu siapa?dan sepertinya deket ama lia?tapi kenapa orang itu memanggil adik?apa itu pacarnya?
Diki dan teman temannya pun meninggalkan tempat itu.
" Ayo aku gendong?tawar pria bercadar
"Ogah..adik bisa sendiri." jawab lia sambil berdiri.
"Aduh..." lia meringis.
"Nach..tu kan ?ngeyel sich..ga bisa jalan masih aja sok sok an jadi orang kuat?" kata pria bercadar sambil menggendong lia membawa ke mobil.
"Idih..abang awas kamu ya.." lia meronta dalam gendongan ,kalau kaki tidak sakit mungkin lia bisa melepas dari gedongan pria itu,karena kalau di hitung hitung ilmu beladiri lia masih di atas dari pria itu.
Dengan menggendong, tubuh dia dan nona muda nya sangat dekat,itu sangat mengganggu gejolak mudanya.dadanya berdesir dan berdegup kencang.Pria itu menyadari dan tidak bisa di pungkiri kalau dia jatuh cinta dengan adik angkatnya.Tapi dia pun tidak berani mengungkapkan karena itu tidak mungkin karena gadis itu adalah orang yang harus di lindungi dan di hormati.
Sampai di mobil pria itu menurunkan Lia pelan pelan,kemudian membuka cadar nya.
"Sekarang duduk yang manis biar abang mengobati kakinya adik ya" kata pria itu.
"Pelan pelan ya?Abang bisa to?" tanya lia ragu.
sambil mengangguk pria itu mengurut kaki yang keseleo.
"Aduh...sakit bang. pelan..pelan atuh.." teriak lia.
"Sebentar lagi dik. ."sambil menarik kaki lia.
kretek..ada suara di kaki yang sakit.
" Coba di gerakan kakinya..!kata pria itu.
Lia menggerakkan kakinya dan
"Alhamdulilah..kaki gue uda ga sakit lagi" teriak lia sambil kegirangan dan mencium pipi pria itu.
"Makasih abang..." kata lia sambil melepaskan pelukan ke abangnya.
"Uda ayo kita pulang..!ajakan pria itu sambil menutupi kegalauannya.
Gara gara ciuman itu dia langsung salting dan sesuatu hasratnya pun melonjak,dan dia berusaha untuk menahannya.
" Ya uda..gue istirahat dulu ya bang capek nich.."sambil meluruskan kakinya ke sofa mobil langsur tidur.
__ADS_1
"Pria itu pun mengemudi mobil dengan sangat hati hati agar tuan putrinya tidak terbangun
Sesekali dia menoleh ke tuan putrinya,dan memandang bibirnya.ingin sekali dia mengecup bibirnya.Tapi itu tak mungkin terjadi.