C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 65 KEBENARAN YANG TERKUAK


__ADS_3

Lia menyandarkan badan di kursi,dia memijit pelipisnya yang terlalu pusing.Dia ga tahu akan perasaannya selama ini.Hati sudah terkunci,tapi melihat perhatian Firman terhadap anaknya terlalu sesak.


Ya Rab...


mengapa hamba harus kecewa


toh mereka sudah punya anak


buat apa Hamba merasa terluka.


Lia ga tahu harus berbuat apa lagi,Di si lain Dia ingin pergi dan menjauh dari kehidupan Firman karena Dia tidak sanggup untuk menghadapi Firman lagi.


Di sisi lain Dia harus bertanggung jawab karena Dia adalah dokter Assifa.


Tok...tok...


"Masuk" Perintah Lia.


"Ini hasil test yang kamu minta" Kata Dokter Hendra.


Lia melihat hasil test tersebut dan hasilnya memang positif Assifa terkena Limfoma walau masih stadium awal.


"Dari hasil test dugaan saya benar,jadi segera melakukan tindan medis awal,selain kita juga harus antisipasi tentang transplantasi sumsum belakang,coba kamu test kedua orang tua Assifa buat jaga jaga suatu saat di butuhkan donor sumsum tulang belakang" Kata Lia.


"Baik akan Saya lakukan,apakah hal ini kita sampaikan kepada mereka" Kata Dokter Hendra.


"Ya kita harus sampaikan,tapi...bisa kah Kamu mewakili Saya menyampaikannya,Saya harus kembali ke kantor,kasihan Tommy Dia pasti juga di tunggu perusahaannya" Kata Lia.


Dokter Hendra mengangguk Dia paham sebenarnya bukan karena Tommy,tapi Dia berusaha menghindar dari Firman.


Cinta memang tidak adil,


Walau saling mencinta kenapa tidak bisa bersatu.


Dokter Hendra menelpon asistennya agar kedua orang tua Assifa menemuinya di ruangannya.


Tok..tok..


"Assalamualaikum..."


"Waalikum sallam. .silahkan masuk" Kata Dokter Hendra.


Firman dan Fatimah masuk ke ruangan Dokter Hendra,kemudian mereka duduk di tempat yang sudah di sediakan.


Firman menarik tempat duduknya menjauh dari Fatimah,Dokter Hendra geleng geleng kepala.


Udah jadi bini ngapain sungkan?


takut kalau gua adu in ke Dede?


"Begini Ustadz,setelah melihat dari hasil test Assifa ternyata Ananda Assifa terkena Limfoma yaitu kanker kelenjar getah bening,kami menemukan benjolan kecil di lehernya,makanya akan kami lakukan operasi"


"Apa kanker Dok?" Tanya Ustadz Firman.


"Iya Ustadz,tapi kanker itu masih stadium awal maka dari itu sebelum terlambat kita bisa menanggulanginya"


"Cuma kita belum tahu jenis kanker itu,tergolong jinak atau ganas"


"Kita lihat enam bulan atau satu tahun kedepan,langkah awal kami akan melakukan operasi mengambil benjolan di leher,dan mengeluarkan cairan yang menumpuk di paru paru sehingga anak seting mengalami sesak nafas"


"Setelah itu kita lihat hasilnya apakah kanker itu masih ada atau sudah hilang"


"Untuk berjaga jaga Saya ingin mengambil serangkaian test kepada kalian berdua siapa diantara kalian yang bisa mendonorkan sumsum tulang belakang bila suatu saat di perlukan"


"Jadi Saya mohon untuk kesediaan kalian untuk melakukan test dan yang cocok dengan Pasien" Kata Dokter Hendra panjang lebar.


"Baik Dok kami bersedia melakukan test dan semoga diantara kita ada yang cocok" Kata Ustadz Firman.


"Kalau kalian setuju silahkan keruang Laborat,danbini surat pengantarnya" Kata Dokter Hendra sambil memberikan surat pengantar untuk ke laborat.


Firman menerima surat itu dan menyerahkan ke Fatimah.


"Kamu kesana dulu,Ada yang ingin Saya tanyakan ke Dokter Hendra" Kata Firman kepada Fatimah.


Fatimah mengangguk kemudian Dia berjalan keluar dari ruangan.


Setelah Fatimah keluar,Firman membetulkan tempat duduknya dan menghadap ke Dokter Hendra.


Dokter Hendra bingung akan tingkah Firman,Dia tidak tahu apa yang ingin di tanyakan Ustadz itu,padahal Dia tadi telah menjelaskan secara gamblang.

__ADS_1


"Dok maaf boleh Saya menanyakan sesuatu?" Tanya Ustadz Firman.


Dokter Hendra mengeryitkan kening dan mengangguk.


"Yang Saya mau tanyakan mungkinkah kalau tidak ada hubungan darah bisa mendonorkan sumsum tulang belakang?"


"Maksud Ustadz" Tanya Dokter Hendra tanda tidak mengerti.


Ustadz Firman menghela nafas panjang.


"Sebenarnya ini aib yang tidak pantas di ceritakan Dok,dan Aib ini hanya keluarga besar kami yang tahu,tapi ini demi kebaikan Assifa terpaksa Saya harus menceritakan ini"


"Saya percaya Dokter bisa menutup aib ini,seperti Dede telah percaya kepada Dokter"Kata Ustadz Firman.


" Sebenarnya ada apa Ustadz?kalau ini memang Aib insya Allah Saya akan menjaganya"Kata Dokter Hendra.


Ustadz Firman mengambil nafas dalam dalam dan berusaha menguatkan,karena Dia harus membuka aib yang selama hampir delapan tahun tertutup rapat.


"Sebenarnya Assifa bukan anak kandung Saya?" Kata Ustadz Firman.


"Bukan anak Ustadz?Tidak salah denger?" kata Dokter Hendra terkejut.


"Iya..Dia bukan anak Saya,tapi hasil pemerkosaan seorang laki laki terhadap Fatimah" Kata Ustadz Firman.


"Apa pemerkosaan?terus untuk menutup aib Ustadz menikahi Ustadzah Fatimah?" Kata Dokter Hendra.


Ustadz Firman menggeleng.


"Saya tidak pernah menikahi Fatimah,Assifa memang Saya akui sebagai anak angkat Saya tapi Saya tidak pernah menikah dengan Fatimah,dari dulu sampai sekarang dan sampai nanti Saya tidak akan menikah dengannya" Kata Ustadz Firman


"Tapi selama ini orang orang mengatakan..."


"Yach..mereka memang mengatakan Saya menikah dengan Fatimah dan memiliki anak bernama Assifa,tapi Saya tidak pernah meng iyakan berita itu,karena dengan satu ucap kata akan membuka aib ini" Kata Firman.


"Terus apa Ustadz tahu siapa ayah biologis Assifa?karena ini demi kebaikan Assifa?" kata Dokter Hendra.


"Saya sudah berusaha mencari kebenaran,dan menanyakan Fatimah tapi katanya Dia lupa,dan Saya sudaj berusaha menjelajahi alam pikir Fatimah tapi ternyata Dia juga lupa wajah orang itu" Kata Ustadz firman.


"Maka dari itu apakah dengan tidak ada ikatan darah Saya masih bisa membantu?walau Dia bukan darah daging Saya tapi Dia sudah Saya anggap anak sendiri" Kata Ustadz firman.


"Kalau itu nanti Saya diskusikan dengan Dokter Lia,karena sebenarnya Dialah yang bertanggung jawab atas kesehatan Assifa" Kata Dokter Hendra.


"Sekarang Dede di mana?" Tanya Ustadz Firman


"Saya tahu Dok,selain itu mungkin Dia menghindar dari Saya" Kata Ustadz Firman.


"Bisa jadi Ustadz,hati siapa tidak sakit kalau mengetahui calon suaminya mempunyai anak dari wanita lain?"


"Tapi itu tidak benar Dok?"


"Iya Saya tahu itu tidak benar,setelah Ustadz jujur sama Saya,tapi kemarin kemarin Saya juga berpikir sama karena Saya tidak tahu kebenarannya" Kata Dokter Hendra.


"Saya tahu Dok,Saya juga bingung bagaimana meluruskan kesalahpahaman ini sedangkan Dede susah di temui"


Dokter Hendra terdiam,Dia juga belum menemukan solusinya.


"Ustadz Saya mau tanya apakah ada niatan untuk melanjutkan pernikahan kalian yang sempat di batalkan?" Tanya Dokter Hendra.


"Ada Dokter" Kata Ustadz Firman tanpa berpikir.


"Karena Saya masih mencintai Dia,selamanya" Kata Ustadz Firman lagi.


"Apakah Dokter Hendra tahu solusinya" Kata Ustadz Firman.


"Sebenarnya memang rumit untuk hubungan kalian,tapi Saya seorang Dokter dan tidak mengerti hal hal percintaan seperti ini,Saya menikah aja di jodohkan,dan mulai jatuh cinta setelah menikah"


"Tapi menurut Saya gimana kalau Ustadz tetep mengikuti serangakaian test sumsum belakang dan DNA,karena menurut Saya Dede lebih percaya dengan sebuah bukti daripada pengakuan dari lisan" Kata Dokter Hendra.


"Baik lah Dok..Saya ikuti saran Dokter,dan semoga dengan hasilnya akan memudahkan Saya untuk kembali kepada Dede" Kata Ustadz Firman


Dokter Hendra mengangguk dan mempersilahkan Firman ke ruang Laborat untuk menjalani test.


...****************...


Dua hari kemudian Lia memberanikan diri ke Rumah sakit,karena hari ini adalah jadwal Dia untuk mengoperasi Assifa.


Setelah penanganan pertama Lia tidak berani untuk kembali,dan Dia membutuhkan waktu untuk menenangkan diri setelah pertemuan dengan Firman.


Sampai di Rumah sakit,Dokter Hendra menyerahkan hasil test yang sudah di lakukan dua hari yang lalu.

__ADS_1


Lia membuka hasil test dan terkejut,kemudian Dia melihat ke arah Dokter Hendra.


Dokter Hendra menaikkan bahunya.


"Itulah hasilnya De,ternyata Assifa bukan darah daging Firman" Kata Dokter Hendra.


Lia terkejut saat melihat hasil medis tersebut.Di situ di tulis 100 % Assifa bukan anak kandung Firman,mungkin kalau di lihat dari ke egoisannya Lia akan bahagia karena ternyata Firman belum punya anak dari siapa pun,tapi kalau di lihat dari segi profesinya ini adalah PR yang harus Dia pecahkan karena Dia harus tahu siapa yang menjadi ayah kandung Assifa dan sekarang anak itu butuh seorang Ayah untuk menyelamatkan hidupnya.


"Dan kamu perlu tahu De antara Firman dan Fatimah tidak ada hubungan apa apa dan mereka belum menikah" Kata Dokter Hendra lagi.


"Dan kalian ada peluang untuk menikah,jadi buat apa di ragukan lagi ,sekarang kamu bisa kembali kepadanya" Kata Dokter Hendra.


Lia semakin terkejut ada permainan apa di balik ini semua?


"Bukan masalah Saya bisa menikah atau tidak dengan Firman Dok..tapi sekarang kita harus berpikir bagaimana kita bisa menyelamatkan Assifa tanpa donor Sumsum tulang belakang dari ayah biologisnya" Kata Lia meradang.


"Firman juga tidak tahu ayah biologis Assifa" Kata Dokter Hendra.


Dia langsung menceritakan apa yang pernah di katakan Firman kepadanya,Lia hanya manggut manggut.


Terpaksa Gua lakukan kembali walau nyawa taruhannya.Gumam Lia.


"Dok siapkan ruang Operasi,kita segera lakukan operasi,dan semoga operasi ini berhasil agar kita masih punya waktu untuk memecahkan teka teki ini" Kata Lia


"Baiklah De...akan Saya lakukan," Kata Dokter Hendra sambil meninggalkan ruangannya Lia.


Setelah Dokter Hendra keluar,Lia mempersiapkan diri,Dia melakukan Sholat sunah dulu untuk kelancaran operasinya,dan melakukan wirid agar nanti yang di lakukan di ruang Operasi membuahkan hasil.


Setelah satu jam persiapan Operasi selesai,Lia keluar dari ruangannya dan menuju ruang Operasi disana sudah menunggu Firman dan Fatimah walau berjauhan.


"De..tolong Assifa ya" Kata Ustadz Firman


Lia hanya tersenyum.


"Tolong bantu doanya Ustadz" Kata Lia sambil masuk ke ruang operasi.


Dia tidak nenyangka walau bukan darah dagingnya tapi Firman begitu sayang dan sangat khawatir.


Jadi apa salah kalau selama ini Saya berprasangka buruk tentang kamu Kak?sedangkan kasih sayang kamu terhadap Assifa melebihi kasih sayang kamu terhadap darah daging kamu sendiri.


Lia mulai melakukan operasi pengambilan benjolan di leher,dan penyedotan cairan yang ada di paru paru Asyifa.


Dua jam Operasi berlalu dan duavjam pula Lia menguras tenaganya untuk menolong Assifa,selain itu Dia juga berkonsentrasi agar bisa masuk kelorong waktu dimana Assifa bisa ada di dunia ini.


Semakin Dia berkonsentrasi semakin lemah pertahanannya,Dia menguatkan diri agar tidak berhenti di tengah jalan.


Dalam konsentrasinya Lia melihat dimana Fatimah menangis karena Firman mengacuhkannya,Fatimah berjalan tanpa arah dan Dia bertemu dengan orang yang sedang mabuk.


"Hai Cantik akhirnya loe datang juga,selama ini Gua sangat berharap loe bisa sedikit ini" Kata Si pemabuk.


"Lepaskan Saya,jangan ganggu Saya" Teriak Fatimah ketakutan.


"Hai Cantik...sejak kapan loe takut sama gue?mana sikap garang loe yang selama ini gue kagumi?" Kata Pemabuk lagi.


"Ayolah Lia jangan bikin gue gila,dari SMA gua udah naruh hati ama loe,ga peduli Loe cucu dari Wijaya,ga peduli Loe yang menjebloskan kakek Gue di penjara,dan ga peduli kalau loe yang sudah menghancurkan bisnis papi gue,yang penting malam ini gua bisa nikmati hidup ini dengan loe" Kata Pemabuk itu sambil membelai tubuh Fatimah


Fatimah tak berdaya,karena Dia hanya seorang gadis lemah.Dia di seret oleh pemabuk ke sebuah kamar yang dekat jalan tersebut.


Sambil meracau dan menyebutkan nama Lia,pemabuk itu melakukan perbuatan yang tercela.


Fatimah merasa jijik apa yang terjadi atas dirinya,Dia gagal mencintai Firman hanya karena satu nama yaitu Lia,dan sekarang tubuh yang selama ini Dia jaga kesuciannya ternyata di nikmati seorang laki laki asing yang menyebut nama yang selama ini Dia benci.


Lia..lia..


Saya benci sama kamu.


kenapa kamu selalu merusak kebahagiaannku?


Tangis Fatimah meledak dan Dia tidak tahu harus bagaimana lagi,Cinta Firman tidak di dapat karena Lia,kesucian Dia di renggut karena orang asing itu menganggap Dia adalah Lia.


Lia melihat peristiwa tersebut sangat terguncang dan tahu siapa yang telah memperkosa Fatimah.


Badan Lia mulai lemah,keringat dingin bercucuran,Dia berusaha kuat dan menyelesaikan operasinya.


Dengan kekuatan terakhir akhirnya Lia pingsan dan jatuh ke lantai.Suster Ana yang sedang membereskan peralatan operasi terkejut.


Dokter Brian sebagai dokter pendamping langsung memencet bel tanda darurat,Mereka diruang Operasi langsung mengangkat Lia ke bed dan di dorong keluar.


Firman melihat keadaan Lia di dorong sangat terkejut Dia menghampiri Dokter Hendra yang baru aja tiba di ruang Operasi.

__ADS_1


"Dok..dokter Hendra?" Teriak Firman.


Dokter Hendra berhenti dan melihat ke arah Firman.


__ADS_2