
Selama tiga puluh menit Upik membantu menangani Assifa,setelah kejang kejang bisa di atasi Upik menyuruh perawat untuk membawa ke ruang ICU,karena Assifa mengalami sesak nafas.Upik juga menemukan kelainan di paru paru anak itu.
Kok bisa anak itu bermasalah di paru parunya?selama kehamilan apa yang di konsumsi Fatimah?
Upik hanya geleng geleng kepala dan tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi pada rumah tangga mereka
Tapi Upik berusaha menahan ke keingin tahunya dari pada sakit hati.
Upik keluar bersama Dokter Hendra di susul Suster Ana.Suster Ana hanya bengong melihat kinerja Upik.Dia merasa Kinerja Upik tidak ada bedanya dengan cara kerja Lia ,.
***Ach...mana mungkin itu Nona Muda?
Suster Ana menepuk jidatnya sendiri berusaha mengahalu pikiran yang tidak tidak***.
Di luar telah menunggu Ustadz Firman dan kedua orang tuanya,Upik berusaha menetralkan perasaannya agar Firman tidak bisa mengenalinya.
Ustadz Firman terkejut waktu melihat Gadis yang bersama Dokter Hendra.
Gadis itu...
kenapa di sini?
Dan mata itu?
Ustadz Firman masih memandangi Upik dengan seksama,Upik jadi canggung di lihatin Firman terus terusan.
"Hai Ustadz ketemu lagi?jaga pandang Ustadz ...Istighfar ..nanti jadi Zina mata lo" Kata Upik sambil tersenyum dan mengedipkan matanya.
"Astaghfirullah..." Firman menutup mulutnya dan berusaha memalingkan mukanya,Dia merasa malu atas kedipan mata itu dan membuat jantungnya berpesta pora.
Dokter Hendra hanya tersenyum lihat tingkah Dede,bisa bisanya ni anak membuat salting seorang Ustadz,untuk menutupi kegugupannya sendiri.
"Dok...Adiknya otaknya lagi gesrek apa gimana tuh...bisa bisanya genit dengan seorang Ustadz" Kata Suster Ana sambil berbisik.
"Salah siapa Ustadznya ganteng sih Sus..jadi otak gue ikutan gesrek" Kata Upik sambil membalikkan badannya memandang Suster Ana sambil tersenyum.
"Udah dulu ya Kak..Upik ke ruangan Amar dulu,tadi rekam medik anak yang baru kejang kejang udah Upik kirim ke Emailnya Kakak"
"Assalamualaikuum..." Ucap Upik sambil berlalu tanpa lupa memakai kacamatanya yang Dia ambil waktu di ruangan pribadinya.
Upik melangkahkan kaki ke ruangan Amar yang baru di pindahkan.Dia ingin segera pulang karena barusan Dewi menghubunginya.
Sampai di ruangan Amar Upik masuk.
"Assalamualaikum..."
"Walaikum Sallam..."
"E..si Eneng ...gimana apa ada masalah?"Tanya Pak Burhan.
" Ga ada kok Pak semua baik baik aja,gimana Dik Amar sudah sadar?"
"Sudah Neng barusan habis minum obat terus tidur" Kata Mbak Naya istri Pak Burhan.
Tok..tok...
"Assalamualaikum..." Ucap salam seorang Cleaning service
"Walaikum sallam.."
"Ini Neng pesanannya" Kata Cleaning Service.
"Terimakasih mbak,ni buat beli kopi" Kata Upik
"Ga usah Neng terimakasih,Saya ikhlas kok membantu" Kata Cleaning service itu.
"Udah ambil aja Mba hitung hitung buat tambah biaya putri mba yang lagi sakit" Kata Upik.
Cleaning service itu terkejut karena orang yang baru Dia kenal tahu kesulitan Dia.
"Neng tahu dari mana kalau putri Saya lagi sakit?" Tanya cleaning service.
"Udah ga usah di bahas Mba Saya tahu dari mana,kalau bisa segera putri Mba bawa kesini dan bilang mau bertemu Dokter Hendra" Kata Upik
"Dokter Hendra wakil Direktur Rumah sakit ini Neng?"
"Iya...emang kenapa?"
"Saya takut Neng,lagian mana sopan seorang cleaning Service menemui Wakil Direktur?" Kata Cleaning service itu.
"Apa ada aturannya Mbak?"
"Iya ga ada Neng,cuma Saya merasa ga pantas aja" Kata Cleaning service itu.
" Gini aja besok Mba bawa putrinya kesini ,biar nanti Saya yang menemui Dokter Hendra.
"Baiklah Neng...tapi?" Kata Cleaning Service itu ragu.
"Ada apa lagi Mba?"
"Soal biaya di sini apa tidak terlalu mahal Neng?"
"Soal biaya ga usah khawatir Mba nanti Saya coba bernegosiasi dengan pihak rumah sakit,apalagi Mba salah satu karyawan sini pasti adalah dispensasinya" Kata Upik
"Baik Neng besok Saya bawa putri kesini,Saya kembali bekerja takut di cariin " Kata Ceaning Service itu.
__ADS_1
"Silahkan Mba ..."
"Assalamualaikum..."
"Walaikum salam..".
Setelah kelergian Cleaning Service itu Upik menyuruh sepasang Suami istri itu makan,Kemudian Dia pamit untuk pulang karena kasihan Adik adiknya di rumah.
Upik berjalan di sepanjang koridor ruang inap,dari kejauhan Dia melihat Fatimah dan Firman berjalan menuju Ruangan ICU,Dia mendengar suara Fatimah menangis.
" Sudah Dik Fat...ga usah menangis,sekarang Assifa sudah melewati masa kritis,yang penting kita doakan yang terbaik" Kata Firman sambil bersedekap tangannya.
"Tapi Kak ini semua salah Fatimah?" Kata Fatimah sambil berhenti.
"Kamu ga usah menyalahkan diri sendiri yang penting sekarang kita fokus demi kesembuhan Assiffa" Kata Firman juga ikut berhenti.
Fatimah masih menangis dan berusaha menyandarkan kepalanya di dada Firman.Melihat reaksi Fatimah ,Firman langsung mundur dan berusaha menghindari kontak fisik dengan Fatimah.
Fatimah terkejut melihat reaksi Firman yang berusaha menghindar darinya.
"Maaf Kak...bukan maksud apa apa,Fatimah cuma sedih dan butuh tempat bersandar" Kata Fatimah lagi.
"Dik Fat kalau kamu butuh tempat bersandar dan tempat curhat kamu pulang aja ya dan curhatlah dengan Umi,kalian kan sama sama perempuan pasti Umi mau mendengar dan memberi solusi ke kamu"
"Biar Kakak di sini yang menjaga Assifa" Kata Firman lagi.
"Tapi Kak?"
"Dik Fat...Saya harap kamu mengerti apa yang Saya maksud kita sudah sama sama dewasa dan ga mungkin harus di tegur dulu dengan ucapan hadist" Kata Firman.
"Baik lah Kak maaf...Assalamualaikum.."
"Walaikum sallam...".
Ach...
Terdengar jeritan orang berteriak,Firman mencari sumber suara dan melihat Pak Arif sedang mengobrol dengan orang yang menjerit,Firman bergegas menghampirinya.
...****************...
Di tempat lain Upik berjalan sambil menitik kan air mata,Dia tadi sempat melihat Firman dan Fatimah berjalan bersama.
Upik tidak bisa mendengar percakapan mereka,cuma Dia bisa melihat dari kejauhan dan Dia melihat Fatimah ingin merebahkan kepalanya di dada Firman.
Upik melihat adegan itu sontak berlari dan menjauh Dia tidak sanggup melihat itu semua.Sekeras apapun hatinya tapi melihat kedekatan mereka hatinya merasa sakit dan sakit.
Bodoh...bodoh...
kenapa gua harus cemburu toh mereka sudah suami istri,mereka sudah punya anak.
Apalah Gue...
Aach....
Tanpa sadar Upik menjerit dan mengundang tatapan orang yang lewat.Upik langsung menutup mulutnya dan bergegas meninggalkan tempat itu takut mengundang banyak perhatian.
Bruk...
Tiba tiba Upik menabrak seseorang karena Dia berjalan sambil menunduk.
" Maaf Mba ..ga sengaja ,Mba ga apa apa?" Tanya Orang itu.
"Ga apa apa Pak,Saya juga salah tidak melihat jalan" kata Upik sambil melihat Orang yang Dia tabrak.
"Pak Arif?" teriak Upi kaget langsung membalikkan badannya untuk menghindar dari Pak Arif.
"Mba mengenal Saya?" Apakah Kamu Dede? Yusuf bilang kalau kamu sudah kembali ke Indonesia,apa betul itu kamu De?Suara kamu Bapak tidak pernah lupa,dan hanya kamu dan Firman yang mengenali Bapak walau di tempat remang seperti ini?"Tanya Pak Arif.
Upik bingung apakah harus jujur atau tidak.Pak Arif adalah sebagian orang tua yang Dia hormati karena Dia adalah guru dan teman baginya.
Upik membalikkan badannya untuk berkata jujur ke Pak Arif,tapi waktu membalikkan badan Dia melihat Firman tinggal beberapa langkah di belakang Pak Arif.
"Maaf Bapak salah orang?" Kata Upik sambil putar badan lagi untuk menghindar pertemuan dengan Firman.
Upik langsung menuju Lift dan ingin segera meninggalkan Rumah sakit.kemudian Dia memesan taxi online untuk kembali ke kontrakannya.
Dalam satu hari setelah Dia menginjak kakinya di Jakarta bertemu dengan Firman beberapa kali dengan suasana berbeda.
Ya Allah...
kenapa di hari pertama ini
Hamba harus kau pertemukan dulu dengan Firman?
Apa ini jalan mu tentang kehidupanku?
Agar aku bisa membuka mata lebar lebar kalau aku harus berhenti mencintainya dan tidak boleh mengharapkannya karena Dia sudah memiliki keluarga kecil yang bahagia.
"Neng...neng sudah sampai" Kata Sopir taxi membuyarkan lamunan Upik.
"Eh...iya Bang udah sampai ya?" Tanya Upik kaget.
"Iya Neng ini sudah sampai sesuai alamat di aplikasi" Kata Sopir tersebut.
Upik menghela nafas panjang,Dia malas kembali ke kontrakan ,Dia ingin melampiaskan emosinya,tapi di mana?
__ADS_1
Buumm...bumm..ngeng...
Tiba tiba dari arah belakang terdengar suara motor yang berisik.
"Huh...anak anak kurang ajar...udah malam masih aja balapan liar,apa mereka punya nyawa seribu,tidak takut kalau kenapa napa?" Gerutu Sopir Taxi.
"Namanya anak muda Bang..jiwanya masih labil,dan apa yang di lakukan mereka itu adalah suatu tantangan" Kata Upik
"Si Neng bisa aja..kaya Neng dulu seperti itu aja,jadi tahu apa yang di pikirkan mereka" Kata sopir Taxi.
"Ya tahulah Bang..dulu Saya pernah seperti mereka,jiwa bebas dan ga mau di kekang"
"Oh..ya jadi kangen masa muda Bang,gimana kalau Saya antar ke tempat biasa mereka balapan mereka?sekalian Abang mau pulang kan?ga usah lewat aplikasi ga apa apa" Kata Upik.
"Apa ke balapan motor Neng?ga salah?" Tanya Sopir taxi.
"Iya...emang ada yang salah Bang?Tanya Upik
" Ga juga sich..tapi si Eneng perempuan?"
"Emang salah kalau perempuan ikut balapan liar?"
"suudahlah Bang..tolong anterin Saya aja,ni Saya tambah seratus ribu cukup ga?" Kata Upik sambil memberikan uangnya.
"Yach..terserah eneng ajalah yang penting Abang dapat uang" Kata sopir taxi itu.
Dia hanya bisa geleng geleng kepala,jaman sudah berubah.
Percuma berjilbab tapi kelakuannya minus.Gumam Sopir taxi.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di tempat balapan motor.Upik turun dari taxi online tersebut.
"Terimakasih tumpangannya ya Bang,lain kali kalau menilai orang jangan cuma kulit nya,dan tidak semua orang yang suka balapan itu tidak bener,Saya pakai jilbab karena saya ingin menutup aurat Saya,soal kelakuan minus apa tidaknya hanya Allah yang tahu" Kata Upik sambil meninggalkan taxi online yang di naikinya.
mungkin karena ini Ya Allah Firman lebih memilih Fatimah,kelakuanku banyak minusnya?
Aku bukan wanita sholekhah?
Aku bukan wanita yang hidup sesuai hadist
Dan Aku memang tidak pantas untuk mendampingi seorang Ustadz.
Upik terus berjalan mendekati para pembalap itu,Dia bingung karena tidak membawa motor,sedangkan yang balapan itu rata rata anak anak ABG yang tidak Dia kenal.
Apa Gua buka topeng ini ya?biar mereka meminjamkan motor.
Tapi...tidak tidak...
Takut nanti ada mengenali Dia .
Upik melangkahkan kaki dan mendekati anak ABG itu.
"Boleh Gua ikut gabung?" Tanya Upik.
"Gabung?ga salah..." Kata salah satu ABG mencemoohnya.
"Mau gabung?mana motor loe?"
"Emang sich Gua ga bawa motor,tapi apa salahnya Gua pinjam salah satu motor kalian,Gua mau coba keberuntungan aja malam ini?" Kata Upik.
"Mencoba keberuntungan?emang loe bisa apa ?Tanya ketua Geng mereka.
" Boleh kita coba gimana?"Kata Upik menantang.
"Loe nantang Gue?loe ga tahu siapa Gue?" Kata ABG itu.
"Gue tahu siapa loe..kalau ga salah loe ketua geng motor kan?Dan kalau ga salah loe terancam di D.O dari sekolah kamu kan?karena loe sering bolos dan ketahuan pemakai" Kata Upik .
Ketua geng itu kaget ternyata gadis itu mengenalnya.
"Loe siapa?"
"Gue bukan siapa siapa cuma kebetulan lewat aja,pikiran gua lagi suntuk dan berharap setelah ikut balapan hati gue bisa tenang"
"Tapi kenapa loe tahu Gue?apa loe mata mata papi gue?"
"Ha..ha..sejak kapan keluarga Irawan menempatkan mata mata seorang perempuan udik ini?" Kata Upik lagi.
Ya..Dia tahu tentang Keluarga Irawan,Dulu perusahaannya beada di naungan Wijaya,berbagai cara Irawan berusaha menjodohkan Dia dengan anaknya dengan tujuan untuk kemuliaan keluarga mereka,Dan mereka gila hormat dan kedudukan.
"Tapi kenapa loe tahu siapa gue?"
"Ga penting gua tahu darimana ,sekarang apakah Gue bisa bergabung dengan kalian?"
"Loe boleh bergabung dengan kita asal loe bisa ngalahin gue gimana?" Kata Ketua geng.
"Boleh juga..tapi Gua pinjem motor siapa?" Tanya Upik.
"Loe pakai punya Dia aja" Kata Ketua geng menunjuk temannya yang gemuk.
Upik melihat motor yang dipakainya.Upik tersenyum ternyata anak ini bener bener licik kaya Papanya.Upik tahu motor yang di pakai si gendut itu,itu adalah jenis motor jadul dan kecepatannya masih kalah dengan motor yang di bawa sang ketua.
"Oc..deel.." Kata Upik sambil mendekati si gendut.
"Pinjam dulu ya bro motor loe,semoga motor loe membawa keberuntungan gue" Kata Upik sambil menepuk bahu si gendut.
__ADS_1
Upik mulai bersiap siap untuk melakukan balapan,Dia merasa bahagia karena dengan melakukan ini beban di hatinya bisa terlepas,tapi sebenarnya bagi Upik lawannya kali ini kurang seru,walau kondisi lawannya terpengaruh dengan obat tapi bagi Upik bukan masalah besar.
Dalam hitungan ke tiga motor Upik dan ketua geng melaju.Upik masih santai dan kayanya Dia mulai ketinggalan jauh.Ketua Geng merasa di atas angin karena merasa lawannya masih tertinggal jauh.Dia menyepelekan lawannya ,dan mengurangi kecepatannya tapi apa yang dia pikirkan bukan sebuah kenyataan,Tiba tiba ada suara motor yang mendahuluinya.