C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 59 : ORANG GILA


__ADS_3

Upik melangkahkan kakinya di gudang tua,Dia melihat ada lima orang preman yang sedang memaksa anak jalanan yang tadi Dia kasih uang.


Dia memperkirakan semua orang itu mempunyai senjata tajam.Dia mencari akal agar bisa membebaskan mereka.Kalau Dia bertindak gegabah pasti anak anak jalanan itu pasti celaka.


Dia memutar otak bagaimana caranya membebaskan anak jalanan itu.


"Cepat mana uang yang kalian dapat?" Teriak Preman itu.


"Cuma segitu Bang..ga ada lagi" Kata Anak jalanan yang besar.


"Bohong...kalian pasti menyembunyikan uang yang kalian dapat?tadi ada yang melihat kalian dapat uang banyak dari ustadz terkenal itu" Kata salah satu preman.


"Ga Bang..kami...." Tiba tiba tangan salah satu preman akan memukul wajah anak itu


Ach...klontang..


Suara orang mengaduh kesakitan dan suara kaleng jatuh.


"Ups.. .maaf Bang.. kena ya..?" Kata orang gila sambil menutup mulutnya,terus tertawa dan bertepuk tangan.


Tadi Upik sengaja menendang kaleng kosong di depannya ke arah preman tersebut yang ingin memukul anak jalanan itu,rambutnya Dia bikin acak acakan biar di sangka orang gila.


Anak jalanan melihat ada yang membantu,mereka senang dan berharap ada yang bisa menolong mereka,tapi ternyata hanya orang gila yang datang.


"Kurang ajar siapa loe?berani beraninya ikut campur urusan Gue?" Kata Preman itu marah sambil meniup jarinya yang terkena kaleng.


"Siapa Saya?siapa ya?ha...ha...Siapa Saya...siapa Saya..." Kata Orang gila sambil berjingkrak jingkrak mendekati anak jalanan.


"Adik tahu siapa saya...?" Kata Orang gila itu sambil membisikkan sesuatu agar mereka merapat jadi satu.


Anak jalanan itu tadinya takut dengan orang gila itu,tapi setelah di perhatikan mereka tahu Siapa orang gila itu,yaitu orang yang telah memberi mereka uang.


"Kalian tidak tahu Siapa Saya ya....hua...hua...Siapa Saya...siapa saya..." Tiba tiba orang gila itu menangis sambil duduk depan anak jalanan yang sudah berkumpul.


"Ketua Dia hanya orang gila...kita cabut aja dari sini" Ucap salah satu preman.


"Baik kita tinggalkan tempat ini dan jangan lupa bawa anak anak" Perintah ketua preman itu.


Salah satu preman itu mendekati anak jalanan dan melewati orang gila tersebut yang masih mengacak rambutnya.


Anak jalanan pada ketakutan karena preman itu mau membawa mereka.


"Eits...Abang mau kasih tahu Siapa saya kan?makanya Abang mendekat kesini?" kata Orang gila itu tiba tiba bangun dan menghalangi preman itu mendekati anak anak.


"Abang jangan pergi dulu kasih tahu siapa Saya...Hua. hua..." tangis Orang gila semakin kencang.


Ketua Preman geram,Dia menyuruh anak buahnya yang lain untuk mendekati anak jalanan biar orang gila itu di atasi anak buahnya yang lain.


"Hai orang gila minggir loe..! Gua ga ada urusan ama loe?" Teriak Preman pertama.


"Idih...Abang jangan marah dong..nanti kalau marah gantengnya ilang"


"Lihat brewok Abang bikin geli dan imut...Saya suka" Kata Orang gila itu masih merayu Preman satunya,tapi matanya tak luput mengawasi preman yang lainnya.


Orang gila itu melihat pergerakan kedua preman untuk mendekati anak jalanan.Sekali jentikan jari,balok di depannya melayang dan Dia lemparkan ke arah Preman tersebut.


Auch... Aduh sakit...B******..


Sumpah serapah keluar dari mulut preman itu.


Orang gila itu melihat Kedua Preman ambruk tanpa sebab Dia tertawa dan tepuk tangan.


"Ha...ha...hore.. Abang jatuh..Abang jatuh..."


"Hei...Bang...cemburu ya...kalau Saya sedang merayu temennya,tenang aja habis ini Saya akan merayu Abang"


"Tapi kok Abang jatuh duluan sich...malu ama badan Yang gede"


"Lihat Bang, temen Abang marah tuh...karena Saya pilih Abang..habisnya Abang ganteng sich..sambil mencolek brewok Si preman.


Ketua Preman marah merasa di permainkan sama orang gila.Tapi Dia juga heran kenapa Kedua anak buahnya tiba tiba jatuh,dan terkena balok kayu,Siapa yang melempar balok kayu itu?


Ketua Preman memerintah Anak buahnya untuk mengepung orang gila dan Dia yang harus membawa salah satu anak jalanan sebagai jaminan.


Orang gila itu tahu yang di pikirkan ketua preman,Dia mengirim suara yang hanya di denhar anak jalanan.


Lindungi adik kalian yang paling kecil,lempari mereka dengan benda yang ada di sekeliling kalian...ayo bersatu melawan mereka.


Anak jalanan itu mendengar suara tapi tidak melihat orangnya,tapi mereka sadar apa yang harus mereka lakukan.Mereka harus melindungi satu sama lain dan bersatu melawan preman.


Merka melihat ketua Preman mendekat,mereka serempak melempari dengan berbagai barang.


Ketua Preman terkejut karena mendapat serangan bertubi tubi dari anak anak jalanan itu.


Dia marah tapi tak bisa menghindar dari serangan itu.Orang gila itu melihat Ketua Preman kalang kabut dengan serangan dari Anak anak jalanan bersorak dan bertepuk tangan.


"Hore...terus lempar..terus...kalian hebat...Saya mau juga ikutan Aach...kayanya seru permainan kalian" Sorak Orang gila.

__ADS_1


Dia mengambil kaleng kosong dekatnya,dan melempar ke arah Ketua Preman dan lemparannya kena di kepala Ketua preman


"Hore...kena..." Tepuk tangan Orang gila.


" B******...kenapa kalian diam aja,bantu Gue..." Teriak Ketua Preman.


Salah satu anak buahnya mau membantu Ketuanya tiba tiba Orang gila itu menjulurkan kakinya dan Kaki preman itu kesandung.


"Ups...kenapa kok tiduran situ..capek ya..." Kata Orang gila merasa tidak bersalah.


"Kaki loe..dodol.." Kata Preman.


"Apa kaki saya?emang kenapa dengan kaki saya?kaki saya masih di sini ?lihat cantik kan?Apa Abang terpesona kaki Saya?" Kata Orang gila itu sambil menyibak roknya dan bergaya seorang putri.


Kalau di lihat dari penampilannya Dia bener bener orang gila sudah memakai rok di tambah celana panjang,rambut acak acakan di tambah muka cemong kemana mana.


"Hai orang gila enyahlah loe dari sini!" Teriak si preman sambil menangkap Orang gila.


Orang gila itu masih tertawa dan madih beputar dengan gaya seorang putri.


Preman yang berusaha menangkap orang gila terjerembab karena orang gila itu bisa menghindar dari tangkapan itu.


"Abang jatuh...Abang jatuh..." Kata Orang gila itu sambil tepuk tangan.


Ketiga preman yang lain melihat temannya jatuh langsung serempak menangkap Orang gila tapi...tidak di sangka sangka orang gila itu bisa menghindar.


"Gak kena..ga kena" Tepuk sorak Orang gila itu sambil berjingkrak di depan para Preman yang sambil saling menindih.


"Jangan bergerak...tempat ini sudah di kepung" Teriak seseorang dari arah pintu luar.


Ternyata para polisi sudah datang dan mulai menangkap para preman.


Orang gila menghela nafas lega,akhirnya pekerjaannya selesai.


Kebiasaan mesti polisi datang akhir sebel...


Para polisi berhasil meringkus para preman ,komandan polisi menerintah anak buahnya untuk membawa preman preman iyu ke mobil tahanan.


Para preman melihat ke arah orang gila tersebut,mereka heran kenapa orang gila itu bisa diam saat para polisi datang.


"Napa lihat..lihat" kata orang gila itu melotot ke arah preman.


"Kau..." Teriak Ketua Preman.


"Iya kenapa?heran Saya tidak gila?" kata Orang gila itu.


"Gimana Bang akting Saya sempurna kan?wah habis ini Saya mau ikut audisi jadi artis ah..nanti jangan lupa follow saya ya Bang..!kata Orang gila itu tersenyum mengejek.


"Idih Abang ancam Saya...?Pak polisi lihat Abang preman itu ancam Saya?" Kata Orang gila itu sambil berlindung di belakang Komandan Polisi.


Karena Dia lebih tinggi,orang gila itu menunduk kepalanya biar wajah nya ga kelihatan.


"Sudah bawa orang itu ke mobil tahanan!" Perintah Komandan Poisi.


Setelah para preman itu pergi,orang gila itu keluar dari persembunyiaannya,Dia memandang Komandan polisi itu dan terkejut ketika tahu siapa yang menjadi komandan polisi tersebut.


"Dikki...?" Kata Orang gila itu.


"Kamu mengenal Saya?" Tanya Komandan Polisi.


"Eng....Ga pak Pol..maaf Saya cuma baca nama Anda Doang,maaf kalau Saya tidak sopan?" Kata Orang gila itu sambil menelangkup tangannya minta maaf.


Dia ga mau jati dirinya di kenal orang dulu,


Semoga Dikki ga ngenal gue,Batin orang gila itu sambil memukul mulutnya.


"Bener kamu ga kenal Saya?" Selidik Komandan polisi karena Dia merasa panggilan itu sangat familiyar,dan tatapan matanya mengingatkan Dia pada seseorang entah Siapa?


"Bener Pak Pol,lagian mana mungkin seorang Komandan Polisi mengenal orang udik kaya Saya,lagian Saya juga baru aja menginjakkan kaki di Jakarta ini,ga mungkinlah Saya kenal Pak Pol" Kata Orang gila itu.


"Nama kamu Siapa?"


"Nama Saya Upik...bukan Upik Abu,tapi dengan penampilan Saya kaya gini mungkin pas kali ya di bilang upik Abu" Kata Upik sambil membersihkan mukanya yang cemong.


"Kenapa kamu berdandan seperti ini?" Tanya Komandan Polisi.


"Saya penampilan kaya gini gara gara kalian sich"


"Kok gara gara kami?" tanya Komandan polisi tak mengerti.


"Ya..iyalah gara gara kalian,salah siapa kalian datangnya terlambat?kalau Saya berpenampilan seperti biasa bisa bisa Saya yang di tindas dengan lima preman itu,emangnya Saya Wonder woman" Kata Upik lagi melihatkan wajah cemberut.


Diki melihat gaya cemberut gadis itu seperti familiyar,tapi entah siapa?.


"Maaf tadi kami kena macet,ada kecelakaan lalu lintas yang terjadi di tengah perjalanan" Kata Diki menjelaskan.


"Biasanya pakai motor?apa sudah pensiun jadi pembalap?" Kata Upik keceplosan.

__ADS_1


Diki kaget dan heran kalau gadis itu tahu kalau Dia suka balapan motor,padahal itu adalah kenangan masa lalu yang ingin Dia kubur.


"Sebenarnya kamu Siapa?" tanya Dikki sambil mencengkeram lengan Upik.


"Aduh...Pak Pol sakit tahu..bisa di lepas ga?" Teriak Upik.


Diki sadar dan melepaskan cengkeramannya


"Maaf...." Kata Dikki.


"Sudahlah Pak Saya pergi dulu,Ayo Adik adik kita pergi dari sini" Kata Upik mengajak anak anak jalanan keluar dari gudang tersebut.


Dia tidak mau Dikki semakin curiga dan mengintrogasinya.


"Tunggu dulu! Kamu belum jawab pertanyaan Saya?"


"Maaf Pak lain kali aja,Saya masih ada urusan..Assalamualaikum..." Teriak Upik.


Anak anak jalanan mengikuti langkah Upik.Sekarang mereka tidak tahu mau kemana?hanya kepada Upiklah mereka bergantung sekarang.


"Kak..kakak yang baik" Panggil salah satu dari anak Jalanan kepada Upik.


"Ada apa Dik?" Tanya Upik


"Maaf habis ini kita mau kemana?" Tanya anak jalanan.


"Aduh...Kakak lupa ..oh..ya kita mau kemana ya?" Kata Upik,gara gara ketemu Dikki pikirannya jadi Eror.


"Kami manut Kakak" Kata mereka serempak.


"Ke rumah Kakak juga boleh" Kata mereka lagi.


Upik garuk garuk kepala dan berusaha memikirkan yang terbaik.


"Kakak mau tanya Uang yang tadi Kakak kasih apakah masih ada?" Tanya Upik.


"Masih Kak..kami sembunyiin di tempat yang aman" Kata Mereka serempak.


"Kalau gitu gimana kalau kita ambil dulu terus kita cari tempat tinggal,terus terang Kakak juga pendatang jadi ga punya tempat tinggal" Kata Upik.


"Baik Kak kita ambil dulu uangnya kami taruh di sana" Kata Anak jalanan itu sambil menunjukkan pohon besar tidak jauh dari gudang tua.


Mereka berjalan ke pohon besar tempat mereka menyimpan uang uang mereka.Setelah uang di ambil mereka pasrahkan uang itu ke Upik.


"Wah Kakak ga enak ,kenapa Uangnya di kasih Kakak lagi?"


"Ga apa apa Kak,kami percaya kalau Kakak mau melindungi kami"


"Gini aja Uang ini di pegang kamu ya" Tunjuk Upik Kepada anak yang besar.


"Nama kamu siapa?" Tanya Upik sambil menyerahkan uang itu.


"Dewi Kak..." Kata anak itu.


"Dewi uang ini kamu pegang dulu,nanti kalau buat bayar apa apa Kakak minta kamu ya" Kata Upik.


"Kok Dewi yang pegang Kak?bukan Kakak aja" Tanya Dewi.


"Dewi kamu kan anak yangnpaling besar,jadi kamu lah yang menjadi pemimpin adik adikmu,sama di bantu kamu..." Kata Upik menunjukkan anak laki laki yang paling besar.


"Nama kamu siapa?"


"Aji Kak" Kata Anak laki laki itu.


"Oke mulai sekarang kalian berdua yang bertanggung jawab atas Adik adik kalian,Kakak di sini hanya bantu aja" Kata Upi lagi.


"Oh..ya untuk dagangan kalian yang tadi buat melempar para Preman gimana?"


"Kami harus setoran setiap dagangan yang kami bawa dua ratus ribu" Kata Aji.


"Yang bawa dagangan tadi berapa orang?"


"Lima orang Kak"


" Baik Dewi kamu keluarin satu juta untuk setoran yang rusak tadi dan Aji kamu yang anterin uang setoran itu,habis itu kita kerumah Abang es yang tadi Kakak duduk,kalian ingat kan?"


" Iya Kak kami ingat dan tahu rumahnya"


"Kalau kalian tahu oke kita kesana sama sama,Aji kamu kesana sendiri apa Kakak antar?"


"Aji kesana sendiri aja,itu di sebrang" Kata Aji sambil menjukkan sebuah warung.


"Ya udah kamu kesana ,kakak tunggu disini,dan bilang mulai besok adik adik kamu libur dulu ada urusan yang mendadak" Kata Upik.


Aji mengangguk kemudian menuju warung tempat Dia dan adik adiknya menyetor hadil jualan asongan.


Setelah itu mereka menuju kontrakan Abang tukang es.Upik sangat miris melihat kehidupan kanan kiri pemukiman penduduk yang begitu kumuh.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan rumah Abang es,tapi di sana terjadi keributan.


Upik melihat seorang ibu ibu marah marah dan menunjuk ke Abang Es,di sebelahnya Dia melihat seorang wanita sambil memeluk anaknya yang lagi sakit.


__ADS_2