
Upik hanya geleng geleng kepala,begitu kejam wanita itu.Akhirnya Dia mendekati Abang Es itu.
"Assalamualaikum Bang...ada apa?kenapa putranya tidak segera di bawa ke rumah sakit?" Kata Upik kepada Abang Es.
"Ini Neng..Ibu yang punya kontrakan nagih uang kontrakan,sedangkan Uang yang tadi Eneng kasih masih kurang" Kata Abang Es.
"Emang Abang belum bayar Uang kontrakan berapa bulan?"
"Enam bulan Neng,sebulannya 500 ribu uang dari Neng baru dua juta,tadi Abang ingin memberi satu juta dulu,dan satu jutanya buat berobat anak Saya ,tapi Ibu Hesti tidak mau,dan Dia ingin kami segera pergi dari sini'Kata Abang Es.
" O...gitu..."Kata Upik sambil memeriksa keadaan anak Abang tukang Es.
Dia merasakan denyut nadi anak terasa lemah,dan suhu panas telalu tinggi Dia memperkirakan kalau Anak itu kena Demam berdarah.
Dengan cekatan Upik memberikan obat pereda panas dan Obat untuk menambah trombosit Anak yang terlalu rendah.
"Maaf Bang Rumah sakit terdekat dari sini mana?" Tanya Upik
"Rumah Sakit W,Neng" Kata Abang Es.
Upik langsung menelpon ambulance untuk membawa Anaknya Abang es ke Rumah sakit.
"Eneng tahu Anak Saya sakit apa?"
"Anak Bapak kena Demam berdarah,saya sudah kasih obat penurun panas"
"Bapak harus segera bawa Anak Bapak kerumah sakit"
"Tapi Neng..?"
"Uda ga ada tapi tapian sebelum terlambat,sebentar lagi ambulance tiba"
"Ibu di persiapkan apa yang harus di bawa ,semoga Adik cepat sembuh"Kata Upik memberi perintah.
" E...tunggu kalian mau pergi terus urusan kontrakannya gimana?"Kata Bu Hesti.
"Ibu jadi manusia jangan jahat jahat amat kenapa?kasihan Anak Abang itu butuh perawatan,Ibu mau kalau nanti anaknya kenapa napa Ibu yang di salahin?"
"Ga mau lah..kenapa Saya yang di salahin?"
"Ya Ibu yang di salahin,soalnya uang jatah buat berobat malah Ibu minta buat bayar kontrakan,jadi Anaknya mau berobat tertunda"
"Tapi kan mereka sudah nunggak enam bulan kurang apa coba?"
"Iya Saya tahu Ibu udah baik hati memberi kelonggaran selama enam bulan,jadi apa salahnya untuk saat ini biarkan mereka menyembuhkan anaknya dulu habis itu kita diskusi lagi gimana?"
"Apalagi Abang es udah memberi Dua juta,jadi kurang Satu juta kan?"
"Tapi kan?" Kata Bu Hesti
Upik mengisyaratkan Bu Hesti untuk diam,karena Ambulance yang ditelpon Upik sudah datang.
Upik menyuruh Abang Es untuk segera naik Ambulance,Dia tidak lupa memberi Uang satu juta ke Abang Es itu.
"Pegang dulu Bang,soal di sini biar Upik atasi,nanti kalau masalah di sini sudah selesai Upik kesana" Kata Upik sambil menepuk bahu Abang es.
"Makasih Neng.." Kata Abang es itu.
Mobil Ambulance pun pergi,Upik melihat Bu Hesti dan anak buahnya yang masih disana.Para tetangga mulai berbisik mereka tidak tahu akan terjadi apa,mereka merasa kasihan dengan Abang tukang es kalau di usir mereka mau tinggal di mana?
"Bu Hesti yang Budiman boleh Saya menanyakan sesuatu?" Upik memulai pembicaraannya.
"Silahkan...?"
"Kalau boleh tahu jatuh tempo untuk bulan ini tanggal berapa?" Kata Upik sambil bersedekap dan berjalan mondar mandir di depan Ibu Hesti.
"Hai...Neng apa kamu ga bisa diam,lihat kamu mondar mandir kepala Saya pusing" Kata Bu Hesti.
"Kepala Ibu pusing?kenapa tadi ga ikut sekalian ke rumah sakit?"
"Kepala Saya pusing bukan karena sakit?tapi karena lihat kamu jalan mondar mandir kaya strikaan aja"
"Kalau Ibu Hesti pusing lihat Saya ya jangan di lihat,kan masih banyak yang di lihat tu yang disono bisa,di sono juga bisa" Kata Upik sambil menunjukkan tangannya ke arah yang berbeda beda.
Anak buah Bu Hesti merasa geram karena majikannya sedang di permainkan.
"He...gadis jelek jangan kamu macem macem ama Nyonya besar ya?" Teriak anak buah Bu Hesti sambil mengepalkan tangannya.
"Abang mau apa?mau mukul Saya?salah saya apa?" Kata Upik masih berjalan mondar mandir.
"Kurang ajar kamu menantang Saya ya..?" Kata Anak buah itu sambil melayangkan tinjunya ke muka Upik.
Semua orang menjerit,mereka ga bisa membayangkan kalau bogeman itu mendarat di wajah gadis itu.
Tapi semua praduga mereka meleset bukan wajah bonyok yang diterima gadis itu,tapi suara tulang patah dan teriakan orang kesakitan.
__ADS_1
"Aduh...Sakit B******..." Teriak Bodiguard itu.
"Sakit Bang...?makanya jangan suka main tangan?Abang kira Saya perempuan itu lemah?" Kata Upik sambil melotot.
"Dan kamu Bu Hesti Saya tanya baik baik kenapa Ibu nyolot?"
"Maaf...maafkan Saya..tadi saya bener bener pusing melihat kamu mondar mandir"
"Jatuh tempo masih kurang dua minggu genap enam bulannya"
"Jadi masih kurang dua minggu?kenapa sudah di usir?"
"Karena Saya kesal sudah enam bulan ga bayar bayar alasan ga punya uanglah,minta waktulah,sekarang alasan anak sakit,Saya kan juga butuh uang lagian ini termasuk bisnis Saya,kalau tidak ada uang masuk terus Saya dan keluarga makan apa?karena hanya mengandalkan uang kontrakan aja Saya bisa menghidupi kedua anak Saya"
"Tadinya Saya merasa iba dengan mereka,tapi lama lama Dia nglunjak,dan selalu alasan dagangan sepi" Kata Bu Hesti.
"Oke..oke Saya tahu Bu Hesti sudah baik sama mereka,dan apa salahnya sekarang anak nya sakit Bu Hesti memberikan kebaikan lagi?emang kebaikan Bu Hesti saat ini ga akan di balas Allah dengan nyata,tapi Insya Allah kebaikan itu akan di balas oleh Allah secara perlahan yang penting kita Lilahi ta'ala"
"Ini saya kasih sisa pembayarannya,dan Dua minggu lagi Insya Alalh Saya akan mengajak Abang Es pindah dari sini"
"Dan terimakasih sudah memberi kemudahan kepada mereka"
"Oh..ya ..selama mereka di rumah sakit kemungkinan rumah ini akan Saya tempati dengan adik adaik Saya,jadi mohon ijinkan Saya tinggal disini sampai jatuh tempo sewa kontraknya" Kata Upik.
"Baiklah karena kalian sudah melunasi tunggakkan kontrakan kalian boleh tinggal di sini,nanti kalau ingin memperpanjang beritahu Saya" Kata Bu Hesti.
"Ayo kita kembali " Ajak Bu Hesti kepada Bodiguardnya.
"Tunggu...!" Kata Upik
"Ada apa lagi Neng?" Tanya Bu Hesti.
"Ga ada Bu..cuma Saya mau menolong Abang yang tadi sudah terluka karena Saya." Kata Upik menghampiri Bodiguard Bu Hesti yang pergelangan tangannya patah.
"Mana tangan Abang?" Kata Upik sambil menjulurkan tangannya ke arah bodiguard tadi.
Bodiguard itu ketakutan karena tangannya masih sakit,dan takut di apa apain lagi.
"Abang tenang aja Saya ga mau ngapa ngapain,cuma mau betulin pergelangan tangan Abang" Kata Upik sambil menarik pergelangan tangan Body guard dengan kencang dan terdengar bunyi
Krek....kretek...krek..
Auch....
Bodiguard itu menjerit.Orang orang melihat langsung tutup mata takut Bodiguard itu kenapa kenapa
"Sudah apanya tambah sakit..dodol?" Kata Bodyguard itu.
"Yang benar aja Bang..coba di gerak gerakkan?"
Bodiguard itu lalu menggerak gerakkan tangannya,dan alhasil Dia tidak merasakan sakit.
"Bener..tangan gue ga sakit...makasih ya " Kata Bodiguard itu senang.
"Alhamdulilah...Abang sudah sembuh to?sekarang silahkan pulang kami mau istirahat" Kata Upik mengajak Anak anak untuk masuk kedalam.
Setelah kepergian Bu Hesti dan anak buahnya,tetangga pada bubar.Upik menyuruh anak anak untuk membersihkan diri.Karena keadaan rumah Abang Es sangat minim,Upik memutuskan untuk belanja keperluan rumah dan kebutuhan Anak anak.
Upik minta bantuan Aji untuk menemaninya.Mereka pergi ke pasar dekat kontrakan tersebut,membeli kebutuhan dapur dan keperluan lainnya.
Upi juga membelikan beberapa pasang pakaian untuk anak anak karena Dia tahu pakaian yang mereka pakai sudah tidak layak.
Sedang asyik asyik memilih baju untuk anak anak ponsel nya berbunyi.
("Hallo Assalamualaikum...kamu dimana De?kenapa belum sampai meseon?Bang Ardian sudah nunggu tahu...." Teriak EeL di sebrang.)
("Walaikum sallam...Berisik tahu,telinga Dede sakit nich.." Kata Upik.)
("Biarin...sekarang kamu dimana?")
("Di Jakarta")
(Jakartanya mana?)
(Pokokknya Jakarta...tenang aja Kak..Dede ga kenapa napa cuma ingin menikmati hidup aja,kayanya otak Dede agak gesrek gara gara tidur lama)
(Dari dulu otakmu memang udah gesrek ...baru tahu ya?)
(Idih Kakak awas kamu ya)
Upik langsung menutup panggilannya.
Dia kirim Chat ke Kakaknya.
Jangan ganggu Dede
__ADS_1
Upik melanjutkan memilih baju untuk anak anak setelah itu Dia membayar dan mengajak pulang Aji ,takut mereka kelamaan menunggu.
Sampai di kontrakan Aji membagi baju untuk adik adiknya,Upik kemudian memasak di bantu Dewi.Anak anak kelihatan bahagia karena selama ini mereka tidak pernah merasakan memakai baju baru apalagi di tambah di belikan mainan.Selama ini mereka hanya mencari uang demi sesuap nasi.
Sekarang mereka di manjakan dengan baju baru,mainan baru ,makanan yang tinggal dimakan tanpa harus mencari uang di tengah terik matahari.
Upik melihat hal itu sangat terharu Dia berjanji akan mengurus mereka.Dia kemudian memfoto mereka dan mengirim ke kakaknya.
Aku sangat bahagia ketika melihat mereka bahagia.Jadi ga usah khawatir Dede ga apa apa di sini.Tapi Kakak harus siap siap untuk Dede persulit.
Upik tersenyum melihat kebahagiaan mereka.Dia mengingat waktu terbangun dari koma,Dimana banyak selang yang terpasang di tubuhnya.
#Flazz Back#
Dia melihat kecemasan Keluarganya.
Terimakasih Ya Allah ..Engkau masih memberikan Aku hidup,dan bisa berkumpul dengan keluargaku kembali.
Kakaknya melihat Dia membuka matanya sangat gembira.Semua keluarga yang kumpulpun sangat bahagia.
"De..kamu sudah bangun?" Kata Eel.
Upik tersenyum,Eel dengan cekatan langsung memeriksa keadaan Adiknya.Dia bersyukur semua organ tubuhnya berfungsi dengan baik.
Dia melihat bibir Adiknya manyun tandanya Dia lagi menahan kekesalan.Eel langsung membuka tabung oksigen di mulut Adiknya.
"Nah...gitu dong Kak..engap nich..." Kata Upik merajuk.
"Maaf ..tapikan prosedurnya kan emang gitu takutnya kamu belum stabil" Kata Eel melepaskan selang yang menyambung di paru parunya.
"Kakak lupa Dede tuh Wonder Woman,jadi ya bangun tidur pasti sudah langsung On semua"
"Ya terlalu Wonder Woman sehingga over dosis terus mengakibatkan tidur lama sehingga membuat semua cemas" Kata Eel.
"Emang Dede tidur berapa lama?"
"Lima tahun...sudah puas membuat kami khawatir?" Suara Bariton Dadynya.
"Dady...Mommy..."
"Maaf..Dede sudah bikin kalian cemas..tapi Dede belum puas sich...gimana kalau Dede tidur lagi sampai sepuluh tahun lagi" Kata Upik sambil memejamkan matanya.
"Eits...tunggu bocah dodol jangan gitu dong..kamu ga kasihan lihat Mommy sudah kurus kaya jerangkong" Kata Mommy Ririn.
"Dari dulu bukannya Momy udah kurus karena menahan kerinduan terhadap Dady ?"
"Dasar bocah dodol sakit juga masih saja suka ngledekin orang tua" Kata Eel sambil memencet hidungnya Upik.
"Aduh sakit tahu Kak..."
"Kakak kasihan Dede..lihat tuh hidungnya udah kaya pinokio" Kata Dady Hendra sambil mengelus hidung Putrinya.
Mereka sangat bahagia orang yang selama ini mereka rindukan telah bangun dari mimpi panjangnya.
Eel dan Opa Markus terus memantau kesehatan Lia.Mereka juga mengabarkan di Indonesia kalau Lia udah kembali.
Enam bulan sudah dari Lia bangun dari koma,Perkembangan kesehatannya semakin membaik.Dia sudah bisa berjalan dan beraktifitas.
Sesekali Dia menguji IQnya sendiri apakah masih seperti dulu atau udah tumpul karena tidur panjangnya.
Dia bersyukur ternyata IQnya masih sama ,malah meningkat.Dan pengendalian dirinya pun semakin sempurna.
Mungkin karena di saat koma jiwanya terus membaca Alquran agar ada tameng pada tubuhnya di saat Dia lemah.
Setelah merasa semua baik baik aja Lia memohon ke Kakaknya untuk kembali ke Indonesia dan ingin mengembalikan kembali kejayaan Wijaya yang sempat pudar karena tidur panjangnya.
Eel dan keluarganya menyetujuinya,karena mereka juga berharap kejayaan Wijaya kembali seperti dulu.
Mereka tidak perlu khawatir karena di Indonesia juga banyak yang menyayangi Dede bahkan melindunginya.
Setelah kesepakatan bersama Lia kembali ke Indonesia,dan Dia sengaja merubah identitas sementara dan merubah wajahnya tanpa sepengetahuan keluarganya.
Maka sekarang Dia dengan penampilan buruk rupa dengan wajah penuh jerawat,dan mengganti nama dengan Upik.
# Flas Back Off #
Tanpa terasa waktu beranjak cepat ,dan malam mulai merambat.Upik belum sempat melihat keadaan putranya Abang Es karena Dia asyik menemani Anak anak itu untuk bermain.
Karena terlalu sibuk menemani anak anak Dia tidak mendengar notif Wa masuk dari Abang Es.
Eneng bisa ke sini ga?Abang orang udik dan tidak mengerti tentang urusan rumah sakit,ni Amar di bawa keruang ICU terus di pasang selang,Abang takut dia kenapa napa.
Upik menghela nafas panjang,apakah separah itu Anak si Abang?sedangkan Dia sudah memberikan obat yang Dia bikin sendiri untuk mengatasi trombosit turun,dan selama ini sudah di buktikan sangat manjur.
Apakah otakku udah tumpul karena sudah tetidur lama?atau obatnya salah?
__ADS_1
Upik sangat frustasi dan takut kalau obat yang di berikan salah.Dia langsung bergegas ke Rumah sakit dan meminta Aji untuk menjaga Adik adiknya.