C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 49 BERITA SOSIAl MEDIA


__ADS_3

Setelah sepeninggalan Zainal,Firman menghabiskan makan siangnya sambil menghubungi Lia.Tapi no telpon yang di hibungi tidak aktif.


Firman merasa bersalah apa yang telah terjadi.Dia telah melupakan hari pernikahan yang selama ini Dia nanti.


Tapi semua kandas karena kelalaian Dia sendiri.Firman berusaha menghubungi Pak Arif dan ingin tahu keadaan Lia di indonesia.


(Assalamualaikum...Pak Arif)


(Walaikum salam Nak Firman...tumben telpon Bapak,ada masalah dengan Abi?)


(Alhamdulilah Abi baik baik aja walau masih Koma Pak,Firman telpon cuma ingin tahu keadaan Adik gimana?Ini Firman sudah coba hubungi tidak bisa)


(Maaf Nak..beberapa bulan ini terus terang Bapak sudah lepas komunikasi dengan mereka)


(Apa karena di hari Pernikahan saya telah mengingkari?)


(Bisa jadi Nak...semenjak hari itu keluarga Nak Lia seperti menjauh)


(Maafkan Firman Pak...Firman yang sudah ingkar)


(Kalau minta maaf jangan ama Bapak Nak...minta maaflah sama keluarga besar Mereka)


(Firman tahu Pak,tapi ini beberapa kali Firman hubungi tidak bisa)


(Terus bagaimana dengan Abah Ali Pak?kenapa Abah ga hubungi Firman?)


(Sebenarnya Abah ingin menghubungi Nak Firman,dan Abah ingin kalian menikah lewat Online dimana kamu mengucapkan ijab kobul lewat Daring,tapi Nak Lia melarang ,Dia tidak ingin Nak Firman terbagi pikirannya.Dan kami sepakat menunggu Abi Hasan sembuh)


(Kami selaku orang tua hanya pasrahkarena kalian yang menjalaninya)


(Cuma Abah Ali kecewa karena Nak Firman sendiri tidak mengingat pernikahan itu,dan tak pernah memberi kabar)


(Firman tahu Pak...kalau Firman salah,waktu itu Firman benar benar kalut dan bingung,apalagi melihat Umi sedih)


(Dalam pikiran Firman hanya kesembuhan Abi biar Umi tidak sedih)


(Untung ada Fatimah yang menemani Umi dan selalu menghibur Umi,maka sampai saat ini Umi masih kuat menunggu Abi sadar)


(Maka Firman sangat berterima kasih pada Fatimah dan untung waktu itu Fatimah punya inisiatif ikut Firman)


(Jadi tentang pemberitaan di sosial media itu benar?)


(Pemberitaan apa Pak?soalnya selama di sini Firman ga pernah berurusan dengan awak media?)


(Jadi Nak Firman ga tahu tentang rumor selama ini?La Azzam gimana?)


(Ana bener bener ga tahu Pak?selama ini Azzam sering bersama Fatimah,dan Saya fokus kesembuhan Abi?)


(Kalau gitu sekarang lihatlah pemberitaan itu,terus coba kamu klarifikasi menurut Bapak mungkin karena pemberitaan itu Nak Lia langsung menarik diri dari kami)


(Baik Pak...saya akan coba melihat pemberitaan itu,dan mencoba klarifikasi)


(Salam buat Abah dan Nini Pak dan sampai kan salam maafku untuk mereka)


(Assalamualaikum...)


(Walaikum salam...)


Firman mengakhiri panggilan telponnya,kemudian membuka berita sosial media yang di maksud Pak Arif.


Di laman akun gosip di beritakan kalau Ustadz Firman gagal menikah karena Abinya kecelakaan.Di akun di tulis


Pernikahan tanpa restu...


Membawa petaka...


Di laman berikutnya Firman menemukan tentang kebersamaan Dia dengan Fatimah makan bersama.Di sini Firman menyadari letak kesalahan Dia ,karena di tempat umum mereka jalan berdua dan memberi kesan kalau mereka ada hubungan istimewa.


Di laman Yang lain membuat Firman yerkejut,ternyata obrolan santai mereka antar Umi dengan Fatimah juga menjadi sorotan.


#***FlazBack On yang menjadi sorotan Publik#


"Assalamualaikum Umi...wah kayanya lagi asyik nich..ngobrolin apa kalau boleh tahu? Tanya Firman


" Kepo...ya..." Kata Umi Hajar sambil tersenyum.


"Wah Umi Ana sekarang gaul ya..." Kata Firman.


"La..iya lah mosok Umi harus ketinggalan jaman?umur boleh tua tapi jiwa tetap muda,betul ga Fat?" Tanya Umi hajar ke Fatimah.


"Betul itu Umi" Kata Fatimah sambil mrmbetulkan selimut Abi Hasan.


"Lihat tu Firman calon mantu idaman"


"Udah cantik,pintar ngaji ,sholekhah,walau tahu kamu sudah punya calon istri Dia masih mau nemeni Umi dan Abi di sini" kata Umi Hajar memuji Fatimah.


"Umi...kenapa bahas itu sich..." Kata Firman


"La Umi ngomong kenyataan kok,mana calon istri kamu yang jadi kebanggaan Abah kamu?dari semenjak kecelakaan sampai sekarang Dia tidak menengok walau sekedar basa basi"


"Ini sudah satu setengah bulan tapi nyatanya Dia ga oernah kesini?" Kata Umi Hajar.


"Sudahlah Umi...cinta ga bisa di paksakan,Kak Firman lebih mencintai calon istrinya dari pada Fatimah"


"Tapi Fat...Umi ga setuju kalau Firman dengan Dia,Walau hubungan mereka sudah lama walau LDR,tapi nyatanya selama ini Dia jarang nemui Umi dan abi semenjak mereka tunangan"


"Bisa di hitung jari Dia menemui Umi,dan alasan selalu sibuk,Emang Dia robot yang harus bekerja terus tanpa lelah." Kata Umi Hajar .

__ADS_1


#Flaz Back Off***#.


Firman menghela nafas panjang,Dia heran obrolan di dalam ruang tunggu kenapa bisa ter ekspos ke publik.


Mungkinkah yang membuat Lia menjauh karena berita ini?


Lebih baik aku tanyakan Azzam tentang ini semua.


Firman kemudian menelpon Azzam dan menyuruh nemui Dia di cafe.Sambil nunggu Azzam datang Firman berusaha nelpon Lia lagi tapi tetap sama tidak bisa di hubungi.


Dik...maafkan Kakak


pasti kamu marah dengan Kakak


Firman merasa gelisah dan terus berusaha menghubungi Lia,walau hasilnya nihil terus.


...****************...


Di ruang meeting Rumah sakit,Zainal dan dokter dokter sejawat yang menjadi Direksi terpenting di Rumah sakit sedang mengadakan rapat yang di pimpin Presiden Direktur langsung.


"Assalamualaikum...terimakasih kalian semua sudah kumpul disini" Kata Presiden Direktur yang ternyata adalah Eel.


Eel langsung dari Jerman menuju Itali karena desakan adiknya yang ingin membantu kesembuhan Abinya Firman.


"Walaikum sallam...Pak Pres Dir" Kata mereka serempak.


"Baik saya to the point aja sehubungan dengan kondisi Pasien atas nama Abi Hasan yang sampai saat ini belum ada perubahan,maka dari itu kami selaku dari perwakilan pusat akan mendatangkan Dokter terbaik" Kata Pres Dir.


"Alhamdulilah Pres Dir...kalau boleh tahu siapa ya apakah beliau sudah ada di antara kita?" Tanya Zainal.


"Iya..Pres Dir, siapa Dokter itu?apakah kemampuan Dia seperti Dokter Lia?" Tanya Dokter Ridwan sebagai Dokter senior Rumah sakit.


"Betul Pres Dir...siapa ya..?" Tanya mereka sehingga ruang meeting terdengar ricuh.


"Tenang...tenang...Saya akan memberitahu Dokter tersebut,kita semua tahu Dokter yang jadi andalan kita adalah Dokter Lia maka dari itu Rumah sakit pusat mengirim Dia ke sini untuk membantu kesembuhan Pasien"


"Pres Dir bukannya Dokter Lia sedang sakit?"


"Alhamdulilah Dokter Lia sudah sembuh,dan sudah bisa melakukan aktivitas,dan Saya harap kalian semua bisa di ajak kerjasama selama Dia disini"


"O..ya selama ini siapa yang menjadi penanggung jawab keadaan Pasien?" Tanya Pres Dir.


"Saya..Pres Dir" Kata Dokter Zainal.


"Okay..Dok saya harap mau kerja sama ya dengan Dokter Lia,dan tolong bawa catatan rekam medis pasien ke ruangan saya"


"Terimakasih atas kerja sama kalian,dan pertemuan sampai di sini dulu,Assalamualaikum..."


"Walaikum sallam...".


" Sudah selesai Kak?" Tanya Lia.


"Sudah Kakak kasih tahu dan sebentar lagi Zainal menyiapkan semuanya" Kata Eel.


"Makasih Kak..Kakak emang IS THE BEST.." Kata Lia sambil memeluk Eel.


"Biasa dech..kalau ada maunya pasti kaya gini...ga malu tuch ama suster Ana?"


"Biarin aja..kan udah lama ga kaya gini..apalagi semenjak Kakak menikah udah ga pernah kasi kabar?" Kata Lia masih bergelayut manja di badan Eel.


"Wah ga nyangka ya..Bos terkenal dingin dan jutek bisa manja kaya gitu?" Kata Suster Ana garuk garuk kepala.


"Baru tahu ya Sus.. kalau Bos kamu tu kaya gini..." Tanya Eel.


"Emang baru tahu kok Dok?selama ini yang sering saya lihat Macan betina yang kehilangan mangsanya" Kata Suster Ana.


"Lo kok Macan betina sich Kak..serem amat?Dede kan anak baik hati yang tidak sombong?" kata Lia sambil menjulurakn lidahnya.


Melihat kelakuan adiknya Eel langsung menarik hidung Mancung Adiknya.Jujur diapun rindu kebersamaan mereka,rindu kejailan adiknya..


"Aduh.. sakit tahu..dasar Kakak Dodol" Kata Lia dan menarik hidungnya Eel.


Aksi tarik menarik pun terjadi.Suster Ana melihat kelakuan Kakak adik yang ada ada aja.


"Sudah..sudah hidung uda pada merah semua masih aja di lanjutin?mau sampai kapan?mau sampai kaya pinokio apa?" Teriak Suster Ana


Mendengar teriakan Suster Ana ,Eel dan Lia pun berhenti,tapi Lia masih duduk di pangkuan Kakaknya.


Beberapa menit kemudian Ruang pres Dir di ketok dari luar.


Tok...tok.


"Masuk " Kata Eel.


Lia langsung berdiri dan melihat siapa yang datang.Ternyata Dokter Zainal yang membawa Rekam medik Pasien.


"Silahkan duduk Dok?" kata Eel.


Lia masih memperhatikan Zainal dan mengkerut keningnya.


Banyak perubahan aja ni anak


Dulu waktu kecil kelihatan lemah banget.


Zainal merasa sedang di perhatikan langsung melihat ke arah Lia.Ketika mata saling beradu Zainal merasakan sengatan listrik,dan jantungnya berdengup cepat.


Ya Allah...

__ADS_1


ada apa demgan diriku?


apakah ini hukumannya kalau aku tidak jaga pandang?


Ach...siapa gadis itu?


Tatapanku mengingatkan aku pada seseorang


tali siapa?


Dokter Zainal walaupun sudah dua tahun bergabung di Rumah Sakit ini tapi belum pernah ketemu dengan Pres Dir.


Karena hanya orang orang tertentu yang bisa ketemu,di saat ada meeting bulanan.Sekarang di ruangan ini Dia di hadapkan sendiri dengan Pres Dir dan kata berita beredar Sesosok Pres Dir adalah orang yang sangat ramah tetapi tegas.


"Mana Rekam Mediknya Dok!" Tanya Eel membuyarkan lamunan Eel.


"Ini Pres Dir" Kata Dokter Zainal sambil menyerahkan file rekam medik pasien.


"Panggil aja saya Dokter Eel aja,biar kelihatan akrab aja" Kata Eel sambil menerima rekam medik tersebut dan membacanya.


Kemudian Rekam medik tersebut di berikan oleh Lia yang sedari Berdiri memperhatikan Dokter Zainal.


"De...kamu duduk aja,sayanglah pada kaki,kamu baru aja sembuh jangan di forsir" Kata Dokter Eel menegur Lia.


Lia melihat ke arah Eel dan menerima Rekam Medik tersebut kemudian membacanya.


"De..duduk ngapa...?" Kata Dokter Eel.


"Sebentar bawel..." Kata Lia masih asyik membaca Rekam Medik tersebut.


Suster Ana hanya geleng geleng kepala,Lia orang yang susah di tebak.Baru beberapa menit yang lalu Dia bisa bersikap manja dengan kakaknya.Tapi sekarang setelah memegang file Dia bisa berubah nenjadi Arogan.


"Maaf Dok baca sambil duduk ya,kaki Dokter belum boleh untuk menompang beban terlalu lama" Kata Suster Ana berusaha membujuk Lia untuk Duduk.


Dia tidak ingin terapi yang di lakukan atasannya selama ini jadi sia sia.


Lia melirik Suster Ana kemudian Dia mengambil posisi duduk di depan Dokter Zainal.


"Ni Puas..kalian?" Kata Lia masih sibuk melihat Rekam Medik tersebut.


Setelah membacanya Lia menanyakan tentang kondisi pasien dari tensi,denyut jantung ,hasil lab,hasil sitiscan dan lain lain.


Walaupun Dia sudah membaca Rekam Medik tersebut tapi Lia ingin tahu semua dari Dokter penanggung jawab.Sekalian Dia mau mengetest kemampuan Dokter muda yang menjadi kebanggaan Rumah sakit yang di pimpin Kakaknya.


"De..sebelum introgasi harusnya kamu perkenalkan diri dulu,jangan membuat Dokter Zainal jadi minder dan gugup menjawab pertanyaanmu,dan kurangi gaya intimidasimu bikin orang nge per aja" Kata Eel sambil melihat Zainal yang kelihatan gugup di depan Lia.


Dokter Zainal sendiri masih berusaha mengatur diri karena jantungnya terus menari,dan keringat dingin membanjiri tubuhnya.


Astaghfirullah...


baru kali ini aku menghadapi orang sedingin ini


Ternyata lebih baik menghadapi Dosen yang killer dari pada orang ini.


"Dede kira DokterZainal sudah tahu siapa saya kan?" Kata Lia masih memperhatikan Dokter Zainal.


"Gimana Dok kok diam saja?pertanyaan saya kan wajar to seperti pertanyaan Dokter kepada suster Anda,tapi kenapa Anda sebagai Dokter ga bisa menjawab pertanyaan Saya?"


"Bagaimana Dokter bisa melakukan operasi dengan baik?kalau Dokter sendiri aja belum bisa mengontrol emosi Dokter,Saya kira Dokter paham kan bagaimana pengendalian diri dan Emosi?" Kata Lia masih bersikap dingin.


Dokter Zainal berusaha menenangkan hatinya,selama ini Dia lah yang paling menguasai pengendalian Emosi waktu di pesantren,tapi kenapa di hadapkan dengan seorang Dokter seperti yang di depannya Dia bisa mati kutu.


Selama ini Dia menganggap hanya Ayahnyalah yang mampu membuat Emosi Dia berantakan,tapi nyatanya ada juga orang yang bisa mengacaukan Emosinya dan ini lebih parah.


"Dede kasihan Dia,jangan seperti itu" Kata Eel menegur Lia karena Dia tahu pasti Adiknya mengacaukan emosi Dokter Zainal.


"Emang Dede nglakuin apa?lihat Dede ga ngapa ngapain,dan wajarkan pertanyaan Dede?Suster Ana juga bisa menjawab pertanyaanku kan?" Kata Lia masih melihat Dokter Zainal.


"Jadi Laki tuh jangan lemah dan jangan suka jadi pecundang" kata Lia memprovokasi Dokter Zainal.


Dokter Zainal menatap Lia,kata kata itu mengingatkan Dia pada Gadis kecil yang pernah menolongnya waktu kecil di Pesantren.


"Napa kok lihat lihat jaga pandang tahu.." Kata Lia dengan nada keras.


Dokter Zainal menunduk dan malu karena baru saja ketahuan menatap wajah Dokter cantik itu.


"Ach...lama banget sich...jawab kaya gitu aja,Saya keburu lapar tahu"


"Kak,Dede makan dulu dari turun pesawat tadi Dede belum makan,Kakak juga tega ga nyiapin makanan dulu kek,malah ini dihadapin orang pecundang seperti Dia bikin emosi aja"


"Dede mau makan?Biar Kakak pesenin nanti biar di kirim sini aja" Kata Eel.


"Ga mau ?Dede mau makan di luar aja...o Ya ..Dua jam lagi siapakan ruang meeting dan panggil orang laborat ama Farmasi untuk meeting dengan Dede" Kata Lia sambil berdiri.


"Ayo..Sus kita cari makan dulu lapar Nich..." Kata Lia mengajak Suster Ana.


"Ga pakai kursi roda Dok?" Tanya Suster Ana.


"Ga usah...Dede sudah sembuh,lagian cari makannya ga lebih dari dua jam kan?kaki Dede masih kuat kok" Kata Lia sambi melangkah ke arah pintu.


Eel hanya geleng geleng kepalakarena keras kepala Adiknya.


"Sudah sana Suster turutin aja maunya,dari pada taringnya keluar" Kata Dokter Eel sambil mempraktekkan gaya macan mau menerkam.


Suster Ana dan Dokter Zainal tertawa.


"Ha..ha..Dokter bisa aja,saya pergi dulu Dok...takut keburu taringnya keluar nanti ga ada yang menjinakkan pawangnya lagi pergi entah kemana" Kata Suster Ana langsung mengejar Lia yang sudah hilang di balik pintu.

__ADS_1


__ADS_2