C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
SADAR SEMENTARA


__ADS_3

Mobil yang di bawa Pak Arif menuju di Rumah sakit Wijaya.Di dalam mobil semua hanya diam dan tidak ada yang mengeluarkan suara.Hanya sesekali ******* suara nafas mereka.


Fatimah hanya diam,ingin sekali kali Dia bertanya tapi melihat wajah tegang Firman dia mrngurungkan niat.


Tadi Azzam udah menyuruh Fatimah untuk kembali ke pesantren agar di bisa istirahat karena nanti malam akan melakukan perjalanan ke Bandung,tapi Fatimah menolak karena Dia penasaran wajah calon istri Firman.


Sampai di depan Rumah sakit Firman langsung turun dan tidak peduli dengan orang orang di sekitar.


Dia langsung menuju ke bagian informasi mau menanyakan tentang Lia,tapi sebelum Dia sampai ke Informasi Dia melihat Mommy Ririn yang berjalan tergesa gesa.


Firman pun mengikuti langkah Mommy Ririn dan ingin mengetahui apa yang terjadi.


"Assalamualaikum Dok..." Firman berusaha menyapa Dokter Ririn.


"Walaikum salam .." Dokter Ririn mengerutkan keningnya karena merasa tidak kenal orang yang menyapa.


Firman menyadari kalau Dokter Ririn tidak mengenalnya karena saat itu Dia pakai masker dan kacamata hitam untuk menghindari pertemuan dari Fans.


Dia langsung membuka masker dan Kacamata.


"Saya Firman..Dok..cucunya Abah Ali" kata Firman sambil menutuk wajahnya lagi takut ada yang mengenalnya.


"Subhanallah...Nak Firman maaf Mommy lupa,kamu sudah kembali dari Tarim?" Kata Mommy Ririn.


"Sudah Dok...Sekitar 6 bulan yang lalu" Kata Firman.


"Enam bulan?udah lama juga ya?apa uda ketemu ama Dede?" Tanya Mommy Ririn.


Firman menggeleng.Mommy Ririn heran selama Enam bulan belum pernah bertemu,ini yang sibuk siapa sich...jangan jangan kejadian Enam bulan dia juga belum tahu?terus tentang kebutaan Dede juga tidak tahu?Monolog Mommy Ririn.


"Apakah kamu ke sini mau nengok Dedek?" Tanya Mommy ga sabar karena merasa waktu terbuang mau mengusir rasanya tidak sopan.


"Dedek...sakit Dok...?" Tanya Firman.


"Panggil Mommy..oke..selama ini orang orang yang terdeket dengan Dedek selalu manggil Mommy oke.."


"Lagian kamu katanya calon suaminya kenapa masih ragu manggil saya Mommy?apa sudah berubah status itu?"


"Maaf waktu saya tidak banyak?kalu kamu mau melihat Dedek ayo ikut saya.." Kata Mommy Ririn sambil melangkah pergi,Dia bukan type orang yang berbasa basi apalagi di saat mendesak seperti ini.


Satu jam yang lalu Tommy menghubungi Kalau putrinya pingsan,kemudian Dia berusaha menyiapkan segalanya.Semenjak tahu penyakit putrinya Mommy Ririn tahu apa yang harus di siapkan.


Setelah Putrinya datang dengan keadaan pingsan di tambah hidungnya berdarah,Mommy Ririn sangat panik dan langsung minta tolong Dokter Joko untuk memeriksanya dan Dia menelpon Opa Markus dan Putranya Eel.


Satu jam terlewatkan tapi keadaan putrinya tidak ada perubahan,kesadaran semakin menurun.Makanya Dia buru buru , baru saja keruang laborat khusus yang biasa di gunakan Putrinya untuk penelitian,Di sana ada Obat yang di buat Putrinya untuk mengatasi penyakitnya.Dan segera ingin di suntikan Obat itu ke dalam tubuh Putrinya.


Ustadz Firman mengikuti langkah Mommy Ririn dengan gundah,karena Dia tahu langkah kaki mereka menuju ruang ICU.


Sebenarnya apa yang terjadi?apa Dia sakit?


Sampai di depan ruang ICU Ustadz Firman melihat seorang laki laki yang tadi berpapasan di lobi dan di sebelahnya ada Riana Manager yang bertanggung jawab di acara pengajian tadi.


"Tomm...udah kamu siapakan semuanya?" Tanya Mommy ririn kepada Tommy


"Udah...Momm sekarang Tuan Markus dan Tuan Eel udah terbang dengan membawa semua alat medis yang di perlukan" Kata Tommy.


"Ya udah...saya masuk dulu harus memberi obat ini segera,semoga obat ini ada reaksinya" Kata Mommy sambil membuka pintu Ruang ICU sambil menoleh ke belakang ,ternyata calon mantunya masih mengikuti.


"O...Ustadz jadi mengikuti saya?maaf saya masuk dulu" Kata Mommy langsung membuka pintu dan belum bisa memberi penjelasan kepada calon mantunya,karena yang terpenting harus segera memberikan obat ke Putrinya.


Kalau sampai Lia mengalami koma yang ke sekian kalinya lagi,kemungkin waktu bangun akan lama,bisa setahun,dua tahun atau bertahun tahun.Karena Kankernya sudah mulai menjalar ke syaraf syaraf otaknya.


Semoga Dokter Markus sudah menemukan obatnya .


Kata kata itu yang di katakan Dokter Joko waktu pemeriksaaan satu jam yang lalu.Dan Opa Markus menyuruh untuk mengambil obat di laborat khusus yang sudah di kerjakan Lia.Opa Markus di beritahu Lia tiga hari yang lalu udah mencoba meracik obat untuk penyakitnya.

__ADS_1


Semoga obat itu mampu membantu merangsang kerja otak agar Bintang kita tetap terjaga dan masih bisa berkumpul dengan kita.


Mommy melangkah masuk dan menemui Dokter Joko yang masih menjaga Putrinya.Dia memberika. obat yang diracik putrinya.


Dokter Joko langsung menyuntikkan obat itu ke selang infus yang tetanam di tangan Lia.


Di luar ruang ICU


"Bu Riana..." Panggil Ustad Firman sambil membuka masker dan kacamatanya.


"Astagfirullahal adzim...Ustadz ada di sini?" Kata Riana terkejut.


"Maaf ini..." Ustadz Firman bertanya ke arah Tommy.


"Saya Tommy Ustadz...asistennya Dede" Kata Tommy memperkenalkan diri.Sekarang Dia bener bener di depan orang yang telah mengacaukan Tuan Putrinya.Orang yang selama ini selalu membuat air mata mengalir di mata indah Tuan Putrinya.


"Jadi...tadi yang Anda gendong itu Dedek?" Kata Ustadz Firman setelah menyadari kalau yang berpapasan di lobi adalah orang yang sedang membawa belahan jiwanya dalam keadaan sakit.


"Maaf Ustadz..saya lakuin itu sangat terpaksa dan bingung,jangan salah paham Ustadz?" Kata Tommy ga enak hati,karena dalam ajaran Islam bukan Muhrim tidak boleh menyentuh dan Tommy tahu apa yang di maksud kata kata Ustad Firman.


"Ya...ga apa apa Kak..saya cuma terkejut kenapa waktu kita bertemu,saya tidak menyadari kalau itu adalah Dedek" Kata Ustadz Firman sambil menyesali ke bodohannya.


"Sebenarnya Dede sakit apa Kak...?" Tanya Ustad Firman nenangis.


"Ustadz maaf walau saya asistennya tak semua saya tahu tentang pribadinya Nona Muda,apalagi tentang penyakitnya.Saya tahu Nona Muda sakit,karena setiap hari dia selalu kesakitan tapi tentang Dia sakit apa Nona Muda ga pernah kasih tahu" Kata Tommy lagi.


Firman akhirnya terdiam.


Dik sebenarnya kamu sakit apa?Apa ini arti dalam mimpi mimpiku selama ini?


Tak lama Mommy Ririn dan Dokter Joko keluar,Dan secara bersamaan Pak Arif ,Asisten Azzam dan Fatimah pun datang.


"Nak Firman....udah ketemu dengan Nak Lia?" Tanya Pak Arif.


Firman hanya menggeleng kepalanya.


"Setelah itu kita pulang dan berangkat ke Bandung karena itu jadwal dakwahmu" Kata Pak Arif lagi.


"Pak...apa tidak bisa di batalkan?"


"Nak jangan gitu nanti Dede bisa kecewa,Tadi Dede pesan Nak Firman harus melakukan sesuai skedul kerja yang sudah di buat,"


"Kapan Bapak ketemu Dedek?"


"Barusan Dede nemui Bapak di alam bawah sadar" Kata Pak Arif.


"Sekarang temuilah dengan hati dan jiwamu,semoga bisa bertemu?" Kata Pak Arif lagi.


"Nak Firman kamu mau lihat Dede?silahkan tolong bantu doa ya..." kata Mommy Ririn


Firman masuk ke ruang ICU,Dia melihat Lia terbaring lemas tak berdaya,banyak selang yang ditempel di tubuhnya.Ini kali kedua Dia melihat Lia seperti ini.Pertama kali waktu kecelakaan dulu dan sekarang....


Dik..kenapa setiap di pertemukan keadaan kamu seperti ini?


apa tidak ada cara yang lebih baik dari ini Dik?Apa kamu tidak mengharapkan kebahagiaan kita?


Sampai kapan Dik?


Aku ingin segera meminangmu?


Airmata Firman menetes,Dan tetesan aitmata itu jatuh ke telepak tangan Lia.Tanpa Firman sadari itu membuat reaksi pada Lia.


Entah yang membuat Lia sadar itu karena pengaruh obat yang sudah bereaksi atau karena air mata Firman.


Lia membuka matanya perlahan lahan dan melihat Firman yang sedang menunduk.

__ADS_1


"Kak..." Panggil Lia lemah.


Firman terkejut kemudian melihat ke arah Lia,karena Dia merasa mendengar suara yang di rindukan.


Firman melihat dengan seksama,mata itu bener bener terbuka.


"Adik...adik kamu sudah sadar?" Kata Firman.


Lia mengangguk dan tersenyum.


"Mungkin emang dengan cara ini kita di takdirkan untuk bertemu Kak...sebenarnya aku malu karena dengan cara seperti kelihatan kalau aku lemah Kak..." Kata Lia lirih.


"Jangan seperti ini Dik..kamu ga lemah?kamu kuat Dik.." Kata Firman sambil mengelus rambut Lia.


"Maaf ya Dik..." Kata Firman lagi.


"Ga apa apa Kak...tapi apakah tidak takut dosa?" Kata Lia meledek.


"Takut Dik,tapi ...." Firman terdiam


"Tapi apa Kak....tolong panggilkan yang di luar kak,biar tidak ada fitnah" Kata Lia.


"Dik...biar tidak ada dosa kita segera menikah ya..." Kata Firman


"Hussh...ga lihat Dede lagi sakit apa?kok malah ngajak merit" Kata Lia sambil menahan sakit di kepalanya.


"Dik...kamu kenapa?apa yang kamu rasakan?" Kata Firman panik melihat Lia kesakitan.


Lia membaca Istighfar dan berusaha meredakan sakitnya.Tapi lama lama sakit di kepala sudah tak tahan lagi.


"Aduh....Aghh..." Lia kesakitan yang amat sangat,darah keluar dari hidung dengan derasnya.


Firman panik dan memecet bel panggilan darurat.


Setelah Bel di pencet,masuklah Opa Markus dan Eel yang baru saja datang langsung masuk ke ruangan Lia.


"Kamu disini..." tanya Eel ke Ustadz Firman.


Sebelum Firman menjawab,Eel langsung melihat ke arah Lia.


"Astaghfirullah...Dek...bertahanlah ..kamu harus kuat" Teriak Eel sambil membersihkan darah dihidung adiknya.


"Opa...opa ini gimana?" Eel semakin panik melihat Lia kejang kejang.


"Udah Opa duga,Bahwasanya Dede membuat obat belum sempurna,dan sayangnya kita tidak punya salinan untuk meracik obat itu lagi,sedangkan Opa lihat obat itu sangat bereaksi bagus untuk kesadaran Dede" Kata Opa Markus sambil mengatur mesin pernafasan.


"Terus kita harus gimana Opa?" Eel masih panik


"Bocah dodol,coba kamu ambil nafas...terus buang ..berpikirlah yang jernih..anggap aja Dede lagi tidur"


"Kalau lagi ada masalah dengan Dede otakmu mesti buntu.." gerutu Opa Markus.


"Ga cuma Eel yang bakal ngeblank kalau lihat keadaan Dede seperti ini,Opa,Mommy,Oma semuanya pasti Seperti Eel" Kata Eel sambil menangis.


"Udah...udah...emang Opa juga gitu,kita pasang alat yang kita bawa,setelah sempat sadar sementara kemungkinan Dede akan sadar lagi lebih lama"


"Di saat kesadarn nanti kita ga tahu akan keadaan Dede selanjutnya,entah Dia masih ingat kita,masih bisa berjalan atau malah ga bangun sama sekali"


"Setelah kita pasang alat,kamu ambil carian infus itu dan telitilah obatbyang di pakai Dede" Kata Opa Markus sambil menepuk Bahu Eel.


Firman mendengar apa yang di katakan Opa Markus madih bingung.


Dik...


sebenarnya kamu sakit apa?

__ADS_1


kenapa kamu jadi seperti ini


Firman menangis


__ADS_2