
Mobil Pak Jamal pun melaju ke arah Gang Petruk,dan berhenti di sebuah rumah kecil.
Di depan rumah itu berjajar Motor motor yang biasa buat Balapan.
Ternyata mereka masih saja kumpul,gue kira tanpa Gue mereka akan melupakan tempat ini
"Assalamualaikum..." Lia mengucap salam.
"Wallaikum Sallam.." Jawab di dalam bersamaan.
Pintu pun buka,muncul sesosok Pria yang Gemuk dan bercambang di dagunya.
"Siapa..." Kata Pria itu setelah melihat Gadis bercadar di depannya,dan tak mengenali.
"Hai Bro apa kabar?Cambang loe banyak banget hi.. jorok...dan ni badan bola apa tong..?Tolong di kondisikan dong Bro.." Kata Lia santai.
"Hai...jaga omonganmu..?" Kata cowok itu
"Santai Bro...jangan emosi..." Kata Lia sambil memegang cambang cowok itu.
"Jangan macam...macam loe ya.." Cowok itu marah marah sampai terdengar didalam.
"Siapa Dut..." Teriak orang di dalam.
"Ini Lho ada cewek gila,tampangnya aja berhijab tapi kelakuannya minus,kata Cowok gendut itu.
Ada beberapa langkah kaki menuju pintu.
" Emang Siapa Dia...?"Kata mereka.
Dari arah pintu muncul Dua cowok yang tingginya sama Lia yang satu agak kurus tapi yang satu padat berisi cuma rambutnya yang tidak di kondisikan.
Idih tampang mereka kaya Preman...kenapa sich kalian berubah kaya ga terurus dan kaya ga punya semangat hidup.
Dan kamu Dik.. tampang loe kaya orang peskitan.Perasaan Gue baru Satu tahun ga kesini tapi mereka banyak berubah.
Lia diam dan memandangi mereka,sesekali memegang jidatnya.
"Anda Siapa?" Kata cowok Gondrong dingin.
"Mmm...Gue mau cari ACHEL?"
"ACHEL ga ada disini?" Jawab cowok itu dingin.
"Nggg...Kalau Diki? " Kata Lia pura pura ga kenal.
"Siapa kamu?kenapa cari saya..?" kata Diki kaget karena Dia merasa tidak kenal dengan gadis bercadar.
Lama lama Dia memandang gadis itu sampai dengan matanya yang tidak tertutup,Diki merasakan getaran hati yang lama sudah terkubur,mata itu....
Diki berusaha menguasai hati dan perasaannya,dan masih bersikap dingin.
"Maaf saya ga kenal kamu?" kata Diki.
"Silahkan pergi!" ucap Dikki lagi
Emosi Lia pun mulai memuncak,tadi Emosinya sudah bisa di kendalikan setelah melihat rumah kecil yang di rindukan,tapi ini berharap teman temannya mengenal Dia tapi nyatanya semua sudah melupakannya.
Apakah tak sepenting itukah diri Gue sehingga kalian melupakan Gue.
"" Ku harap Nona mau pergi karena kami tidak mengenal Anda..."Kata Diki membalikkan tubuhnya untuk menghindar tatapan gadis bercadar yang telah mengganggu perasaannya.
"Secepat itukah loe melupakan gue DIKI KURNIAWAN?
" Mana janji loe akan menemani gue di saat suka maupun duka?
"Mana janji loe ga akan tertipu kalau gue merubah penampilan gue,loe tetap mengenali gue? " Kata Lia emosi.
Diki pun berhenti,Dia membalikkan badan dan melihat gadis bercadar,Dia amati dari atas ke bawah dan berhenti di mata gadis itu yang tidak tertutup cadar.Hatinya bergetar,jantungnya pun berlomba,selama satu tahun hatinya beku semenjak hilangnya ACHEL,
Dan selama ini hati hanya bergetar bila menatap Achel,Apakah dia Achel...,apakah dia kembali?
"Chel..ini kamu..." Diki berusaha mendekat dan memegangi wajah Lia.
"Lepaskn katanya Loe ga kenal gue,...hiks...hiks.." kata Lia pura pura menangis,
"Achel...ni bener bener loe...?" kata Diki sambil menarik cadar Lia.
"Hushh.. jangan buka cadar gue! Kata Lia sambil menepiskan tangan Dikki.
" Mmn ..maaf gue cuma mastiin apa ini bener loe...?
"Bukan ...?perkenalkan nama gue MARCHELIA ANDHINI,kalau di rumah gue dipanggil LIA kalau di geng TIGER gue di panggil ACAHEL" gaya Lia sambil berlagak memperkenalkan diri.
Semua mendengar perkenalkan diri Lia bukannya menyambut tangannya malah bertiga menubruk Lia bersamaan dan memeluk Lia sehingga Dia merasa terkunci pergerakannya.
Semua menangis bahagia,karena ketua yang xi rindukan telah kembali.Anak anak Geng Tiger yang ada di dalam pun pada keluar karena mendengar keributan.Tapi setelah melihat mereka berempat berpelukan dan menangis mereka diam dan tidak mengerti apa yang terjadi.
__ADS_1
"Uuu...udah...gue ga bisa nafas tahu..." Lia pun berteriak dan berusaha melepaskan pelukan mereka mereka"
"Ah.. kalian semua pada lebay.. baru setahun gue ga kesini udah kaya bayi minta Susu pada Induknya,gimana kalau gue mati?kata Lia membuat temen temennya terkejut.
" ACHEL...." teriak mereka bersamaan
Lia yang diteriakin malah bingung,
Kompak juga kalian ha...
"Jangan sekali kali loe bilang gitu Achel! gue ga suka" Kata Dikki berteriak
"Lihat gue,...lihat Rizal...lihat Pandu...dan no lihat anak anak Tiger ..,kita semua ga ada semangat hidup semenjak loe ga ada kabar?Apa loe ga sayang ama kite kite ...hah.."Kata Dikki penuh emosi dan terduduk lemas.
Rizal mendekati Dikki dan berusaha memapahnya untuk duduk di kursi.
Rizal paling tahu sahabatnya semenjak kecelakaan yang nenimpa Achel kemudian Achel tidak ada kabar sama sekali,Dikki sangat terpuruk dan tidak pedulikan keadaannya.
Lia pun terdiam dan berusaha menjelajahi hati yang paling dalam milik Dikki.
Ach...Dik..*kenapa loe jadi seperti itu?selama ini gue cuma nganggap gue sahabat gue.
Gue ga tahu gimana kalau loe tahu isi hati gue?apakah loe akan gila atau loe akan mati?
Gue hanya pergi setahun aja loe udah kaya orang gila
Apa gue terlalu ngasih harapan palsu ke loe?sedangkan gue merasa sikap gue wajar aja sebagai seorang sahabat?
Ya Allah...kenapa telah banyak orang hati aku patahin?sedangkan hatiku pun patah karena seseorang*.
Lia hanya terdiam,dan tidak tahu harus gimana.
Lia hanya frustasi,dan emosi Lia pun mulai menjalar dan mengalir ke darah lagi
Tahu gini gue ga akan kemari....
Lia hanya mengepal tangannya,ingin sekali memukul diri sendiri karena telah mematahkan hati seseorang.
"Hai Pan....kunci Valen mana?gue kangen ama Valen gue?" kata Lia berusha merendamkan emosi,
Malam ini gue mau menyalurkan emosi gue,gue mau melepaskan beban gue...
Pandu kaget...
"Udah ga usah bengong mana kunci gue?loe rawat Valen gue kan?
"Siapa yang mau ikut bersenang senang ma gue..?ayo..ikut gue" Kata Lia ga peduli tatapan Izal sama Dikki.
Lia mengambil kunci di tangan Pandu.
"Gue titip Bapak gue ya. .! kata Lia lagi,sambil berjalan menghampiri Pak jamal.
" Pak...tunggu di sini ya...Dedek mau bersenang senang dulu.."
"Tapi Non...hati Non lagi ga baik baik aja,apa kita pulang aja! besok ada meeting di Pabrik? kata Pak Jamal mengkhawatirkan keadaan majikannya.
Dia tahu Nona Mudanya lagi di selimuti emosi gara gara Balap liar tadi di tambah penyambutan temannya yang merusak suasana hati,karena Dia tahu Nona Muda tidak suka ada yang bersedih,apalagi bersedih karena dirinya.
" Tenang aja Pak...Dedek ga papa.."
"Nanti kalau Kak Davin telpon bilang Dede lagi bersenang senang" kata Lia langsung menghampiri motornya.
Sampai di area parkir Lia menghampiri Motornya yang sudah lama Dia tinggalkan
"Hai Valen...
" How are you?"
"Malam ini kita bersenang senang Valen,udah lama loe ga nemenin gue semenjak kecelakaan dulu.."
"Loe baik baik aja kan?"
"Pasti Bang Ardian udah merawat loe dengan baik..."
*Ach..gue jadi kangen ama Abang.
Apakah kamu baik baik aja Bang?
Apa gue juga telah mematahkan hati loe?
Apakah loe juga seperti Dikki?
Gue harap Loe tidak seperti itu ya*?
Lia pun mulai menjalankan Valen dengan kecepatan sedang,itu bagi Lia sendiri,tapi bagi yang mendengar itu adalah kecepatan tinggi bagi orang yang lagi Emosi.
"Hai..Dik..lihat Achel bawa motor kaya kesetanan..Loe ga susul Dia?gue takut dia kenapa napa?" Kata Pandu menunjukkan rasa khawatir,karena Dia tahu dengan kecepatan seperti itu kalau hati Achel sedang campur aduk.
__ADS_1
Setelah itu Pandu pun beranjak pergi dan menuju ke motornya untuk menyusul Achel.Anak Tiger lainnya ikut menyusul Pandu takut akan terjadi apa apa dengan Ketuanya yang baru kembali.
"Gimana Dik...loe mau ikut nyusul mereka?apa loe mau menemani Pak Jamal?"
"Gue juga takut terjadi kenapa napa anma Achel" kata Izal sambil mengambil kunci motornya.
"Zal...tunggu gue ikut?gue juga takut kalau Dia kenapa napa.." kata Dikki juga mengambil kunci motornya.
Sedangkan di jalan yang lenggang,Lia pun melaju motornya dengan sangat kencang,sekali kali dia berteriak teriak.
"Ayo Valen kita bersenang senang kita lupakan kalau kita pernah mematahkan hati banyak orang,dan kita lupakan juga kalau kita pun telah patah karena seseorang...ha...ha..."?Teriak Lia sambil melaju kencang,di saat ada tikungan dia pun melakukan Line the bike dengan sempurna.
" Ha.. ha. Valen lihatlah..walau gue udah lama ga pegang loe ternyata gue masih jago juga ya.. "Teriak Lia sambil melakukan jumping wheelie kaya Valentino Rosi.
Dengan melakukan aksi yang berbahaya Lia pun merasa beban yang menindih pun pudar,hanya dengan ini lah dia mengendalikan emosi daripada Dia harus menyakiti dirinya sendiri.
Sedang asyik dengan kegilaannya tiba tiba dari arah belakang ada motor yang berusaha menyalipnya.
Nguinggg...bum...bum...
Lia pun terkejut.
Busyet dach...cari mati tu anak...pingin nantang gue?Batin Lia langsung menacap gas menyusul penantang yang barusan mendahuluinya.
Karena jiwa lagi kuasai emosi,tanpa pikir panjang Lia pun menyusul Motor yang di depannya .Akhirnya terjadi balap membalap yang tidak bisa di hindari.
Motor yang mendahului Lia pun terkejut,ga menyangka ada yang bisa menjajarinya.
Hebat jug tu anak..aku dapat lawan sepadan.Ach..Rio kenapa kamu ga cerita kalau di klub kita uda ada pengganti ku.Batin orang di motor yang jadi pesaingnya Lia.
Lia dengan konsentrasi penuh pun mulai mengimbangi lawan,tadi naik motor cuma pelepas emosi,sedangkan sekarang dia pun mulai menguji andrenaline nya lagi di balap motor.
Achhh...hebat juga loe...bisa menyeimbangi gue...gue penasaran?Ach. .ternyata selama setahun ada yang bida nandingi gue.
Busyet dah.. ini kan masuk finish area balap?kenapa gue ga nyadar sich....wah bisa bisa gue di cincang ama mereka karena uda mengganggu acara mereka.
Ach...nasi sudah mrnjadi bubur,kalau ada apa apa gue hadapi,semoga nasib baik mendukung gue.Batin Lia sambil meluncur ke garis finish dengan bersamaan sama penantang.
Tepuk tangan pun bersahut sahutan,dan meraga kagum dengan dua pembalap motor yang berhasil menyelesaikan garis finish secara bersamaan.Mereka pun penasaran siapa kah yang bisa menyamai jagoan dia yang selama bertahun tahun tidak ada yang menandingi.Apakah Rio.. ?yang jadi penantangnya?tapi motornya beda yang di pakai Rio tadi.
Dari arah belakang Motor Rio datang,dan terheran heran di garis finish ada dua motor.
Siapa dia?yang satu Firman terus yang satunya siapa ya...kalau di lihat motornya gue kaya kenal,tapi siapa ya....Batin Rio.
Rio pun turun,sambil melihat lawannya Firman.Dia berhenti dan melihat motor yang di pakainya.
*Kaya ga asing ni motor.
Busyet dach...ni anak kaya detektif aja lihatnya*.
"" Hai...uda lihatnya? Tu sampai bola mata loe mau copot aja?Teriak Lia pada Rio.
*Busyet dach...galak juga tuh bocah ..
Tapi sebentar kaya gue kenal suaranya*.
"Hai...siapa loe. kok mengacaukan balapan gue ama Dia?" kata Rio sambil menunjukkan ke arah lawan Lia tadi.
"Ha..ha . .Rio...Rio ternyata kemampuan loe ga nambah nambah ya...masih kalah dengan si pecundang itu.." kata Lia Sombong.
"Busyet dach...sombong amat siapa sich loe...?
" Gue tidak sombong kenyataannya gue bisa menyeimbangi dia kan?
"Huh. ..lagak loe...coba buka helm loe biar gue tahu muka sombong loe?' kata Rio emosi.
" Sabar Yo....Aku di katain pecundang ga papa...,nyatanya emang iya kan? Dia bisa menyeimbangi sampai garis finish? Kata cowok itu sambil membuka helmnya.
Kak Firman. ..
Lia bersuara pelan dan kaget.
Wah.. ga nyangka kalau seorang ustadz jago juga balap motornya .Aduch...apa Dia ngenalin gue ya...? Batin Lia sambil membentengi batinnya agar tidak bisa di tembus Firman.
"Ga bisa Man...gue harus tahu siapa Dia yang sudah merusak ini semua.." kata Rio sambil menatap tajam Lia.
"Ayo...buka helm loe?atau gue buka paksa?kata Rio lagi memberi aba aba ke anak buahnya.
Lia melihat gelagat ga enak.Anak buah Rio banyak sedangkan dia seorang diri,ditambah ada kekuatan Firman bisa bisa dia kehahisan tenaga seperti setahun yang lalu di villa.
" Hai...Yo...ternyata loe ga berubah ya...suka main keroyok...okelah gue buka helm ini,bukan berarti gue kalah Yo...tapi gue ga mau pada terluka" kata Lia sambil membuka helmnya.
*Ach...bodo amat Dia mau ngenalin gue,Dia. mau benci gue ,Dia mau menolak perjodohannya.
Busyet dach..kenapa gue beharap perjodohan ini sich....kaya Dia mau menerimanya*.Runtuk Lia frustasi.
Pelan pelan Lia pun membuka helmnya.
__ADS_1
Setelah helm di buka Rio pun terkejut,semua yang hadir ikut terkejut apalagi dengan Firman dia pun bener bener terkejut.