C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 41 :SALAHKAH AKU JATUH CINTA?


__ADS_3

Hari demi hari pun di lalui,minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan berlalu.Pernikahan Eel dan Natsya semakin dekat,dan waktu Eel merawat Lia pun mulai habis.Sesuai permintaan Lia ,semua tugas di serahkan Suster Ana dan Dr Brian.Dr Brian adalah dokter yang direkomendasi dari Jerman atas permintaan Lia.Lia tahu siapa Dr Brian,Dia adalah si culun yang pernah menjadi teman walau sebentar waktu SMA.Untuk Dr Brian sendiri tidak mengenali Lia.Mungkin karena perubahan fisik yang sangat menyedihkan.Dari Luar Lia adalah sesosok mayit hidup,yang mati segan hidup tak mau.Setelah menjalani Operasi dan kemoterapi Perubahan fisik Lia berubah dratis.Syaraf Motoriknya bermasalah.Dia tidak mampu menggerakkan anggota tubuh dan berbicara .


Brian selalu mendampingi Lia dan sabar memberikan terapi.Terkadang Brian bercerita tentang keberhasilan saat ini karena seseorang,yang selalu memberi motivasi untuk percaya diri dan berhasil.


Lia mendengar hanya tersenyum,karena Dia sendiri tahu siapa yang Dia maksud.


Terkadang Lia berpikir seburuk itukah wajahnya saat ini,sehingga orang orang yang mempunyai rasa dengan Dia aja tidak mengenal.


Waktu itu Tommy pernah berkunjung dan tak mengenal Lia.Dia butuh tanda tangan untuk kelangsungan pabrik.Selama ini Lia hanya bisa menemui Tommy lewat mimpi.Akhirnya Lia sendiri harus memakai telepatinya untuk berkomunikasi.


"Seburuk itukah wajahku Kak...sehingga kamu yang menjadi orang terdekatku setelah keluarga aja tidak mengenalku?" Kata Lia sedih


"Maaf Dek...bukan begitu tapi...." Kata Tommy tidak melanjutkan kata katanya.


"Sudahlah Kak.. ga usah di bahas lagi,Dede tahu kok....gimana kabar Pabrik?"


"Alhamdulilah Dek lancar karena bimbingan kamu lewat mimpi"


"Ini Kakak minta tanda tangannya untuk pengexportan ke Belanda"


"Baik lah....apa persiapan pernikahan Kakak Eel berjalan lancar?" Kata Lia sambil memeriksa dokumen dan menandatanganinya.


"Alhamdulilah lancar dan ini Eel sudah sampai di Jerman,apa belum mengabari?"


"Belum...mungkin Dia repot biarin aja lah..."


"Kakak Ke Pabrik dulu ya.. ada rapat penting hari ini" Kata Tommy


Lia menganggungguk ,Kemudian Tommy pamit.


Sebenarnya rapat di adakan 2jam lagi tapi Tommy berusaha menghindar karena Dia tidak sanggup melihat keadaan Lia yang sangat menyedihkan.


Tommy berhenti di taman Rumah sakit dan menangis disana.


***De...berat banget cobaan kamu..maafkan Kakak tidak bisa menghiburmu.Karena hati Kakak lebih rapuh dari mu.


Lebih baik aku melihat kemarahan kamu,sikap dingin kamu daripada aku melihat kelemahan kamu?


Kakak di sini hanya bisa mendoakan De...semoga kamu seperti sediakala orang yang selalu kuat dan membuat aku jatuh cinta***.


Selama ini Tommy belum pernah melihat dan bertemu dengan Lia selama di rawat di Rumah Sakit.Karena tugas yang menumpuk dan tanggung jawab yang besar di Pabrik.


Untung ada Oma Palupi yang mau menbantu mengurus kantor.Sekarang Tommy baru menyadari betapa berat beban yang Lia pikul selama ini.Dia sekarang aja baru seujung kuku mengambil tugasnya Lia,itu terasa berat.


Mungkin inilah kenapa Abah Yusuf minta tolong untuk selalu mendampingi .


Dari hari ke hari Tommy merasa kedekatan dengan Lia menumbuhkan rasa cinta di hati.Tapi Tommy berusaha menepis perasaan itu karena Dia sadar dengan adanya cinta semakin Dia di jauhkan dari Lia.


Pengalaman yang sudah di alami Ardian Dia tidak mau terualang pada dirinya.Lebih baik Dia mengubur cinta dalam dalam daripada Dia jauh dengan Lia.


Melihat kondisi Lia Tommy sangat sedih.Dia hanya bisa menatap sayu.Setiap kunjungan Dia Tommy hanya sebentar untuk minta tandatangan dan minta pendapat tentang pabrik,habis itu Dia langsung pamit pulang dan terdiam di taman Rumah sakit.Merenung dan menangis karena tidak tega melihat kondisi Lia seperti itu.


Terkadang Tommy menghubungi dengan telepatinya karena tidak sanggup terus menerus ketemu dan melihat keadaan Lia.


Sering Dia di tegur Abah Yusuf jangan sering berkomunikasi dengan telepati karena akan memperburuk keadaan Lia dan memperlambat pengobatan fisiknya.


Tapi Tommy merasa tidak sanggup,sehingga Dia terkadang minta tolong Asistennya untuk mengantar Dokumen yang perlu di tandatangani.


Dengan sikap Tommy tersebut membuat hati Lia sedih karena Orang orang terdekatnya satu demi satu meninggalkannya di saat Dia terpuruk.


Pertama Kakaknya Eel,setelah kembali ke Jerman Eel pun tidak pernah menghubungi Dia,Lia berusaha menghibur diri mungkin Dia sibuk persiapan pernikahannya.


Mommynya juga sibuk karena persiapan Pernikahan Eel.Oma Palupi dan Opa Anton terlalu sibuk di kantor.


Abah Yusuf juga sibuk di pesantren,Davin juga jarang ke Rumah sakit karena banyak acara di Sekolah.


Lia merasa sendiri. .dulu waktu Dia sehat,Dia selalu berusaha menghibur dan memperhatikan mereka,tapi sekarang di saat Dia terpuruk di sini ga ada yang mau menemani.


Hanya Suster Ana da Dr Brianlah yang selalu menemani Dan menghibur Dia.Mungkin hanya profesi mereka makanya mereka perhatian tapi kalau bukan profesinya apakah mereka juga sama?


Lia berusaha berpikir jernih,dan selalu menyemangati diri sendiri.Biarlah mereka meninggalkan diriku,akan aku tunjukkan kalau aku bisa tanpa belas kasihan mereka.


Aku harus sembuh dan menunjukkan kepada dunia kalau Lia bukanlah wanita lemah.


Lia selalu menyemangati diri sendiri dan berusaha menepis rasa kesedihan hatinya.


Tapi terkadang hatinya juga merasa rapuh bila setiap kali melihat berita tentang Firman dan Fatimah.


Hari demi hari mereka kelihatan semakin dekat,dan selalu tampil bersama.Ada rasa sakit yang menjalar nenguasai darahnya.


Mungkin itulah yang di namakan cemburu?


Ya Cemburu adalah penyakit hati yang sangat menyiksa.Dimana Cemburu itu adalah kuman yang ga ada obatnya.


Lia merasa rendah bila di hadapkan kenyataan itu.Apalagi Dia ga mungkin bisa bersaing dengan seorang Fatimah yang notabennya Dia adalah seorang Putri Ulama terkenal di Tarim,Dia sangat Anggun dan terlihat Wanita Sholehah yang pantas dan serasi mendampingi seorang Ustadz Muda.

__ADS_1


Sedangkan Dia apa?Dulu mungkin bisa berbangga hati karena Dia adalah seorang Ratu bisnis dan Ratu kecantikan kalau di lihat dari Versi Modern,walau penampilan Lia selama ini sangat elegan tapi Dia tidak pernah melihatkan auratnya,dan kecantikan Dia sangat alami di tambah sikap dingin yang membuat para pria akan berpikir ulang mendekati sang ratu.


Tapi kalau dilihat Versi Religius Fatimah adalah Ratunya,Mungkin kalau di adu tentang pengetahuan Lia bisa mengimbanginya bahkan bisa mengunggulinya karena IQ nya yang tinggi.Tapi kalau di nilai dari penampilan Lia tidak ada apa apanya.Sedang kan menurut realita orang pertama kali yang di lihat adalah Casingnya.


Dan sebuah casing itulah dimata Netizen Fatimah sangatlah sempurna untuk mendampingi seorang Ustadz.


Itu dulu di saat Lia masih di bilang sempurna menyandang Ratu tapi masih kalah dengan Fatimah.Tapi sekarang boro boro kreteria wanita sholekhah jadi Ratu Bisnis aja Dia sudah turun pamor,dan tidak ada yang bisa di andalkan.


Dengan segala kekurangan diri itulah Lia berusaha kuat dan tegar untuk menghadapi semua cobaan.


Untung masih ada Brian yang dengan tekun dan telaten mendampingi Lia untuk menjalani terapi ,Dia bisa berjalan sedikit demi sedikit kaya bayi,bayi Tua itu istilah Lia menamai dirinya.Bayi yang baru bisa berjalan dan bicara.


Mungkin karena sering menguras energi keadaan tubuh Lia melemah.Walaupun syaraf motorik sudah mulai bekerja dengan baik,tapi kekuatan tubuhnya benar benar lemah.


Terkadang Dia minta bantuan kepada Abah Yusuf di kala energi itu semakin menguras tubuhnya.


Hari hari di rumah sakit Lia gunakan untuk banyak banyak berdzikir untuk menjaga keseimbangan tubuhnya.Dan untuk menghindari perasaan rindu yang begitu besar.


Walau sekeras apapun keinginan diri untuk menepis semua rasa itu tapi godaan setan terlalu kuat untuk selalu melihat dan terus melihat penampilan Firman dan Fatimah di ponselnya.


***Ya Allah...


Begitu berat cobaan yang Engkau berikan ini


Aku sanggup menahan sakit karena penyakit tapi aku ga sanggup menahan kerinduan dan kecemburuan yang sangat menyiksa.


Ya Allah....


maaf kan hambamu ini yang terlalu mengagunggkan ciptaanmu***


"Assalamualaikum...." Salam Suster Ana membuyarkan lamunan Lia.


"Waalaikum Sallam...suster" Kata Lia sambil menutup hpnya.


"Eits...apa yang di lihat sich kok di tutupi?" Kata Suster Ana sambil mengambil ponsel di tangan Lia.


Mungkin karena keterbatasan gerakan Lia,akhirnya ponsel bisa di ambil Suster Ana.


Uh...hanya melindungi sebuah hp aja ga bisa apalagi melindungi keluarga.Gerutu Lia.


Suster Ana melihat perubahan muka Lia setelah melihat ponselnya Dia rebut.Dia tidak tahu apa yang ada di pikiran pasiennya.


Suster Ana sempat melihat ponselnya Lia yang sedang melihat Dakwah Ustad Muda di chanel Youtube.


"Ni...maaf bukannya mau tahu privasi orang,jangan marah?" Kata Suster Ana sambil memberikan ponselnya Lia.


"O..gitu Saya kira karena ada sebuah Privasi,Soal tidak bisa melindungi jangan berkecil hati,yang penting sekarang tetap semangat dan berjuang untuk sembuh agar bisa melindungi semua...semangat..." Ucap Suster Ana memberi semangat.


Suster Ana tahu kehidupan Lia yang sekarang Dia jalani mungkin sangat sulit,karena dulu Lia adalah Wonder Woman keluarga.Itulah yang selalu di ceritakan Dokter Eel kepada Dia.Karena Dia di percaya menjaga Lia ,Dokter Eel menceritakan kehidupan Lia selama ini.Tapi sebatas sebagai pemimpin Rumah sakit.Dia ga berani menceritakan semua pada Orang orang yang baru dikenal.Walau Suster Ana adalah rekomendasi dari adiknya,tapi Eel ga mau gegabah.


Suster Ana juga tidak menyangka kalau ternyata rumor tentang Presiden Direktur yang Dingin dan cantik adalah pasien Dia sekarang.


Tetapi walau Presiden Direktur mereka sedang sakit itulah adalah sebuah rahasia,hanya tim tim khusus yang tahu,apalagi letak ruang pengobatan adalah di lantai 50 di mana lantai yang di khususkan untuk pelayanan anggota keluarga Wijaya.


Waktu Suster Ana di rekrut menjadi Tim khusus itu juga karena di uji coba dengan Presiden Direktur langsung.


"Kalau ingin melindungi semua orang makanya harus tetap semangat menjalani terapi ini,betul ga Sus?" Kata Dr Brian yang tiba tiba muncul di taman.


"Betul itu Nona muda ...kita harus tetap semangat" Kata Suster Ana menyemangati Lia.


"Hush...Dr Brian datang datang nyrocos aja ga ngucapin salam dulu kek..." Kata Lia masih terbata bata pelafasan kalimatnya karena Dia masih dalam proses terapi wicara.


"Ya..maaf..oke dech Assalamualaikum Dokter cantik" Kata Dr Brian sambil membungkuk badannya memberi hormat.


"Kok Dokter cantik sich...aku kan pasien?ni lagi Suster Ana manggil Nona Muda emang aku Bozmu apa?aku kan pasien kalian?cukup panggil nama oke" Kata Lia cemberut dan melihatkan mulut manyunnya yang selama ini di rindukan semua orang.


"Lihat Suster ,pasien kita udah mulai banyak bicara setelah terapinya sukses,siap siap kita mulai dengar suara baritonnya"


"Aku jadi penasaran apakah Dokter cantik seperti ini bisa bersikap dingin dan Arogan?seperti rumor selama ini" Kata Brian.


"Wah Dokter belum lihat sih kalau macan betina bangun dari tidurnya...ih...ngeri? " Kata Suster Ana mengingat waktu Lia marah terhadap Ardian .


"Suster Ana bisa aja...apakah sengeri itu ya ..makanya sekarang aku terkena karmanya,harus banyak diam dan duduk aja" Kata Lia lagi.


"Ha...ha ..ga juga Nona...eh..Lia,maaf tapi apakah saya sopan?" kata Suster Ana sambil menutup mulutnya.


"Sopan aja. emang kenapa?panggilan itu terlalu formal geli gue mendengarnya."


"Udah...udah Suster Ayo kita bawa ke ruang terapi untuk mengetest apakah sudah bisa tanpa kursi roda ini,itu mulut aja sudah ga ada remnya,mosok bagian kaki juga masih aja remnya karatan" Kata Dokter Brian sambil mengetuk ngetuk lutut Lia.


"Sakit..." Kata Dokter Brian lagi.


"Dikit...."


"Coba di gerakin?"

__ADS_1


Lia mencoba menggerak gerakkan kakinya perlahan walau masih sakit dan lemas tapi Lia tetap berusaha,aku harus sembuh.


Dokter Brian mencoba menggerak gerakkan kakinya Lia kembali dan menanyakan tentang kesakitan dimana.


Waktu mata saling memandang,ada getaran lembut yang menusuk di kalbu Dokter Brian.


Ah...mata itu...kenapa mengingatkan diriku pada Dia.


Dokter Brian berusaha fokus,tapi mata itu seperti magnet dan mendorong tangannya untuk memegang pipi Lia.


Suster Ana melihat kejadian itu langsung berusaha memalingkan wajahnya.Rasanya sakit melihat Dokter pujaan hatinya mencintai seseorang.


Selama bekerja sama dengan Dokter Brian merawat Lia,Hari demi hari cinta itu tumbuh dengan sempurna,tapi belum sempat cinta itu bersemi ternyata harus layu sebelum berbunga.


"Dokter Brian....apa apa an ini?" Kata Lia berusaha menepis tangan Dokter Brian.


Mungkin karena terbawa emosi yang kuat,tangan itu spontan menepis dengan kuat.


Dokter Brian kaget karena tepisan tangan itu,dan Dia berusaha menguasai hatinya.


"Maaf..bukan maksud apa apa,tadi aku merasa mata itu mengingatkan ku pada seseorang" Kata Dokter Brian sambil menarik tangannya.


"Tadi tepisan kamu sangat kuat,ternyata motorik yang di tangan sudah mulai berfungsi kembali" Kata Dokter Brian berusaha menutupi kegundahan hatinya.


"Hallo Si culun Brian..aku tidak ingin sebuah cinta mengganggu persahabatan kita oke" Kata Lia sambil mendorong kursi rodanya.


"Untuk terapinya sampai di sini dulu,kalau Dokter Brian tidak bisa profesional lebih baik jangan menjadi Dokter pribadi ku" kata Lia sambil melihatkan sikap dinginnya.


"Mari Suster tolong antar aku ke kamar!" Kata Lia lagi.


Dokter Brian hanya terdiam.Dan mengingat kata kata Lia tadi.CULUN...itu panggilan dia semasa sekolah,Hanya teman teman sekolahlah yang selalu memanggil Dia,tetapi setelah kuliah di Jerman panggilan itu bagaikan tertelan bumi dan tidak pernah ada yang memanggilnya.


Sebenarnya siapakah Dia?apakah Dia pernah menjadi teman sekolahnya?tapi setahu Dia di sekolahnya tidak ada murid dari keluarga Wijaya sendiri.


Setahu Dia Eel yang menjadi cucu itu sekolah di Jerman.Dan pasiennya adalah adiknya Dokter Eel tapi Brian merasa tidak pernah mengenal pasien itu.


Brian merasa gelisah akan kemarahan pasiennya.Ternyata rumor Arogan Presdir Rumah sakit benar adanya.Dia melangakah gontai menuju ruangannya.


Sampai di ruangan Dokter Tim pada kumpul sedang membahas obat yang baru di kirim lewat email oleh Lia.


Hendra melihat perubahan muka Dokter Brian yang tidak seperti biasanya.Kalau habis dari ruangan Lia Dia selalu terseyum.


"Ada masalah dengan Presdir?" Tanya Dokter Hendra kepada Dokter Brian.


"Apa Presdir minta pengganti dariku?" Tanya Dokter Brian.


"La...kamu ini di tanya malah balik tanya?emang kamu bikin kesalahan apa kok takut di ganti?"


"Ga tahu...emang siapa yang menjadi penggantiku?"


"Pengganti?siapa yang akan menggantimu?emang ada masalah apa?"


"Ga ada apa apa...cuma Dia bilang tadi kalau aku tidak profesional kerja makanya mau di ganti"


"Nach...lo..ga mungkin kalau kamu tidak melakukan sesuatu yang membuat dia tersinggung"


"Emang menurut kamu Dia tersinggung?"


"Yach begitulah..sekarang ceritakan apa yang terjadi "


Dokter Brian pun menceritakan dimana dia tidaj sengaja menyentuh pipinya dan menatapnya.


"Ha..ha...pantas saja Dia tersinggung" Kata Dokter Hendra.


"Apa hanya karena aku menyentuh pipinya Dia jadi tersinggung?"


"Bisa jadi...karena Presdir itu orangnya sangat religius dan tidak boleh sembarang orang memegang Dia"


"Tapi menurutku selain itu pasti ada sesuatu yang membuat dia tersinggung dan marah,contohnya tatapanmu adalah tatapan penuh cinta?"


"Aku ...aku ..tidak tahu,waktu aku menatapnya aku mengingat seseorang"


"Maksud kamu mengingat si jutek?"


"Ya begitulah. .Ku rasa istrimu sudah banyak cerita tentang perasaanku"


" Nah...itulah kesalahanmu?kesalahan kamu menatap penuh cinta,itu yang paling di benci Presdir"


"Apa?Emang Presdir tahu kalau aku jatuh cinta dengannya?"


"Brian....kita semua tahu kalau Presdir kita adalah orang yang mampu melihat isi hati kita semua, jadi jangan main main dengan Ptesdir"


"Terus aku harus gimana?Dan salahkah kalau aku jatuh cinta ke Dia?


" Tidak salah sich kalau kamu suka ama Presdir?Bohong kalau semua laki laki tidak akan jatuh cinta dengan Presdir?Tapi kamu harus tahu Brian hal itu sudah tertulis di perjanjian kontrak kerja kita kalau kita tidak boleh jatuh cinta dengan atasan kita"

__ADS_1


"Apakah kamu tidak membacanya?"


Dokter Brian pun mengingat isi perjanjian kontrak itu ya di situ emang di tulis tidak bolfh jatuh cinta dengan atasan kalau melanggar perjanjian jabatan akan di cabut dan kemampuan ilmu ke kedokteran akan di hapus dengan cara pencucian otak.Maka bisa di bayangkan keluar dari sini tidak ada satupun yang akan bisa mempertahankan menjadi Dokter.


__ADS_2