C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
Bab 75.


__ADS_3

Iring iringan pembawa jenazah mulai memadati area pemakaman.


Tak bisa di hindari kepadatan dan kemacetan di area pemakaman itu.


Semua dari kalangan pun berkumpul jadi satu,entah itu dari anak jalanan,anak motor,Dokter,polisi,kaum ulama semua kumpul jadi satu di area tersebut.


Pengawal pengawal keluarga wijaya pun kewalahan,walau sudah di bantu oleh para TNI dan Polisi.


Mereka semua yang merasa kehilangan sosok seorang wanita tangguh yang selama ini melindungi mereka berbondong bondong untuk menghadiri upacara pemakaman.


Banyak yang berdesak desak an karena mereka ingin melakukan penghormatan terakhir.


Walau sempat terjadi kericuhan,tapi alhamdulilah semua bisa di atasi.


Akibat teriakan Zana dan Zain yang tiba tiba mereka pun seperti terhipnotis ,akhirnya semua pengunjung pun berbaris teratur untuk memberi penghormatan terakhir.


Para keluarga mengijinkan mereka karena itu adalah bentuk cinta mereka pada sang Ustazah.

__ADS_1


Proses pemakaman pun akhirnya selesai tepat jam 00.00,bertepatan hari ulang tahun Sang Ustazah.


Tinggal keluarga inti yang melakukan penghormatan terakhir dan menyanyikan lagu Mabruk alfa mabruk untuk terakhir kali.


Hanya hujan air mata yang mengalir di ucapan Ulang tahun tersebut.


Firman tak kuasa menahan air matanya,karena ini semua bagai mimpi.


Baru semalam Dia masih bermanja dengan sang istri,baru tadi pagi Dia makan masakan Sang Istri,tapi sekarang Dia hanya bisa melihat gundukan merah yang menjadi tempat peristirahatan istrinya untuk terakhir kali.


Dik...kenapa kamu tidak memberi firasat apapun...dulu setiap kamu ada apa apa Kakak selalu merasakan apa yang terjadi pada dirimu,tapi kenapa untuk saat ini kami tidak memberi firasat apapun....apa kamu sudah melupakan Kakak Dik...


Tidak jauh beda dengan Firman,Zana dan Zain pun merasa terpukul,karena di Usia dini mereka harus di tinggalkan dengan Umi nya.


Mereka pun menangis di pelukan sang Nenek,dan hanya air mata yang terus mengalir.


Eel ,Davin ,dan Ardian pun tak luput dari kesedihan.

__ADS_1


Beberapa kali mereka pingsan,karena kesedihan yang tidak bisa mereka tahan.


Walau badan mereka kekar,fisik mereka kuat,tapi dengan kepergian adik tercinta membuat mereka rapuh.


Para istri mereka hanya bisa memeluk dan menguatkan,mereka baru tahu ternyata titik kelemahan mereka ada di Sang Adik tercinta.


Suasana pemakaman semakin dini hari semakin mencekam,di tambah suara isak tangis berbaur menjadi satu.


Suara Abah Yusuf dan Abah Ali yang melantunkan Doa pun tak luput dengan deraian air mata.


Walaupun mereka seorang Ustadz dan tahu menangisi orang meninggal itu tidak lah di benarkan,tapi apa hendak di kata hati mereka terasa kosong karena sebagian hidup mereka telah pergi.


Mereka tak menyangka cucu dan seorang murid yang di banggakan akan pergi mendahului mereka yang sudah renta.


Mereka tidak menyangka dulu Cucu harus berjuang karena penyakit yang mematikan tapi dengan keridhoan Allah penyakit itu bisa di sembuhkan,tapi sekarang hanya tertabrak truk cucu yang katanya wonder woman nyatanya harus meninggal dengan sangat menyedihkan.


Tanpa terasa hari pun semakin pagi,suara adzan subuh pun berkumandang,mereka yang ada di pemakaman pun beranjak satu demi satu meninggalkan seorang Istri,ibu,cucu dan teman seperjuangan.

__ADS_1


Di pemakaman hanya tetes embun yang menemani,kelopak bunga kamboja pun ikut berguguran mengisyaratkan bahwa mereka pun ikut berduka akan kepergian seorang wonder woman yang selalu di ingat sepanjang masa.


....Tamat...


__ADS_2