C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB XXII. KESALAHAN


__ADS_3

Suara Adzan Shubuh mulai terdengar,Firman sudah sampai di depan Pesantren.Dia berharap Abah ALi tidak melihatnya.Dia berjalan pelan pelan supaya tidak terdengar.


Firman melalui pintu belakang agar seluruh penghuni pesantren tidak melihat Dia dengan pakaian penuh darah.Masuk halaman pintu belakang semua aman aman saja,dan tidak ada yang melihat .Dengan pelan pelan Dia membuka pintu dan...


"Dari mana kamu...?" suara Abah Ali dengan nada tinggi.


"Assalamualaikum...Abah..." Firman terperanjat dan menunduk karena menyadari kesalahannya.


"Kamu habis balap motor lagi?mana janjimu?terus apa ini bajumu penuh darah?kamu berkelahi?" kata Abah mengintrogasi.


Mungkin dengan sedikit melihat relung hati Firman ,Abah Ali bisa mengetahui tanpa bertanya,Tapi Abah Ali tidak melakukannya karena Dia tahu pasti cucunya akan membentengi dan Dia harus berjuang keras untuk menembusnya.


"Saya...." Firman masih bingung mau cerita darimana,ada perasaan bersalah karena sudah melanggar peraturan Abah.


"Sudah..sana bersih bersih dulu,terus berjamaah...nanti bicarakan lagi" Kata Abah Ali karena menyadari kalau harus menjadi Iman para Jama ah,dan harus memberi Tausiah kepada para Santrinya.


Firman menurut,dan pamit menuju kamarnya.


Dia merebahkan badannya dan berusaha mengingat barusan yang terjadi.


"Jangan lama-lama waku Shubuh cuma sebentar" kata Abah Ali dari luar.


"Baik Abah..." Firman pun melangkah menuju kamar mandi dan mulai bersih bersih diri.Dia berharap besok ada kabar baik tentang Lia.


Kegiatan Shubuh pun di mulai,Abah Ali memberikan Tausiah kepada Santrinya,sesekali Abah melihat Firman yang diam dan khusuk dengan Dzikirnya.


Apa yang dilakukannya?sepertinya Dia mengirim Doa ke seseorang.


Abah Ali pun melanjutkan Tausiahnya,dan sekali kali memberi pertanyaan pada santrinya.Dia tidak ingin mengganggu Firman yang sedang melakukan Dzikir.Biasanya Dia selalu minta tolong Firman menjelaskan dengan para Santri menggunakan bahasa anak muda.Tapi untuk saat ini sepertinya jiwanya rapuh dan bener bener sedang berduka.


Tausiah selesai,para Santri meninggalkan Masjid satu persatu dengan tertib.Tinggal Abah Ali dan Firman yang masih di dalam.Abah Ali pun berkonsentrasi penuh untuk menembus dinding yang di buat kokoh oleh cucunya.Abah Ali merasa kesulitan,karena dinding itu terlalu kuat apalagi di tambah empunya sedang melakukan Doa.Abah Ali cuma melihat serenteng peristiwa Firman memeluk seorang perempuan yang berlumuran darah dan menangis.Mungkin ini adalah sebuah dosa yang di lakukan cucunya yang di sesali.


Sebenarnya siapa gadis itu...sepertinya kamu sangat menyesali dan bersedih.


Batin Abah Ali.


Abah Ali beranjak keluar Masjid dan menuju pondokannya.Dia tahu mungkin Firman butuh waktu lama untuk berdzikir.


"Assalamualaikum Umi..."


"Walaikum salam Abah...."


"Kok tumben baru pulang?Firman mana?"


"Masih di Masjid,mungkin dia masih lama di sana"


"Emang ada masalah apa?" Kata Umi Aisyah sambil menyiapkan sarapan pagi.


"Abah tidak tahu dia lagi berdzikir,mungkin merenungi kesalahannya" kata Abah Ali sambil menikmati sarapan pagi.


"Dia ada salah apa?"


"Dia semalam balap motor lagi" kata Abah Ali.


"Apa....balap motor?" Umi Aisyah kaget dan tersedak.


Uhukkk...Uhuk...


Abah Ali langsung memberikan minum ke Umi Aisyah.


"Makanya kalau makan pelan pelan,dan ga usah banyak tanya dulu Umi " kata Abah sambil mengelus punggung Umi.


"Maaf Abah Umi penasaran,dan lagi mulai kapan Firman balap motor?kok kita ga tahu?"


"Itu sudah tiga tahun yang lalu Abah..." Kata Umi lagi.


"Udah makan dulu....nanti kalau Firman sudah datang suruh sarapan dan temui Abah di ruang kerja Abah"


"O...ya persiapan Pengajian untuk pelepasan ke Tarim sudah selesai Umi" kata Abah Ali.


"Udah Abah tinggal tamu undangan yang belum terorganisasi,Umi bingung mau mengundang siapa saja?"


"Kita undang kerabat dan sahabat aja,nanti kalau Firman udah selesai studi baru kita adakan pengajian Akbar."


"O...ya Abah mau mengundang Yusuf,Sahabat Abah"


"Yusuf...Abah... siapa ya?Umi kenal?"


"Ya..Yusuf?Maulana Yusuf..Umi kenal,Dia temen Umi waktu di Pesantren"


"Maksudnya Yusuf kakaknya Palupi?" Kata Umi terkejut dan menutup mulutnya karena telah melakukan kesalahan menyebut nama Palupi,yang di larang keras menyebut nama itu di depan Abah Ali.


"Iya..." Jawab Abah Ali datar.


Dia tidak ingin memperlihatkan ke istrinya kalau Dia sudah memaafkan Palupi,karena sebuah kesalah pahaman.


"Dan Abah sama Yusuf berencana menjodohkan Firman dengan cucunya" Kata Abah Ali lagi.


"Menjodohkan Abah?Ga salah?" Umi terkejut.


Karena selama ini Abah ga mau denger tentang keluarga Yusuf apalagi Palupi.Tapi ini tiba tiba mau menjodohkan dengan cucu dari Palupi,


Apakah Abah sudah melupakan dan memaafkan Palupi.Batin Umi Aisyah.


"Umi...itu sudah masa lalu,sekarang kita melangkah kedepan aja" kata Abah Ali memberi pengertian karena tahu yang istrinya pikirkan.


Maafkan aku Aisyah,jujur aku merasa bersalah dengan Palupi,dan aku ga ingin kamu kecewa,karena dalam lubuk hatiku yang dalam masih ada nama Palupi di sana.


"Abah sudah tanya Firman?Dia yang menjalaninya Abah..."


"Sudah Umi...tapi Firman minta pikir pikir dulu,Dia masih mengharap cintanya yang hilang" Kata Abah Ali .


"Umi...Abah ke ruang kerja dulu,nanti kalau Firman datang suruh kesana ya"


"Assalamualaikum"


"Walaikum salam"


Umi Aisyah memberesi meja makan.


"Assalamualaikum Nini.." Ucap Firman


"Walaikum sallam..kamu sudah selesai nak?" kata Umi Aisyah


"Sudah Nini..,Abah mana?


" Abah di ruang kerjanya,kamu suruh menemuinya,tapi makan dulu ni Nini sudah menyiapkan sarapan"


"Makasih..Nini.."


Firman pun makan dengan perlahan,sebenarnya Dia tidak selera makan masih memikirkan keadaan Lia,sampai sekarang Pak Davin juga tidak memberi kabar.


Umi Aisyah melihat cucunya seperti ada beban dalam hati,dia pun bertanya

__ADS_1


"Nak...kamu ada apa?kalau ada masalah coba cerita ama Nini?


" Ga ada Nini...Firman ga apa apa,mungkin Firman capek Nini,menjelang keberangkatan Firman harus menyelesaikan dakwah dakwah Firman yang sudah terjadwal "


"Nini tahu...kamu jangan terlalu memaksakan diri,nanti kanu sakit"


"O...ya kata Abah semalam kamu balap motor lagi?kenapa Nak?" Kata Umi Aisyah


"Maaf..Nini Firman salah.."


"Uda...ga pa..pa pasti kamu ada alasannya kan?"


"Uda selesain dulu makan kamu,baru temuin Abah di ruang kerjanya ya...Nini mau ke belakang sebentar.."


"Assalamualaikum..."


"Walaikum sallam"


Firman menyelesaikan makannya kemudian dia menuju ke ruang kerja Abahnya.


Tok...tok...


"Assalamualaikum Abah..."


"walaikum sallam,masuk..."


Firman masuk dan duduk di depan Abah.Abah melihat Firman dan berusaha menelusuri hati cucunya.


"Firman...kamu tahu kenapa Abah memanggil kamu disini?" kata Abah Ali memulai pembicaraan mereka.


"Ya ..Abah Firman salah sudah melanggar peraturan Abah tentang balap motor"


"Kalau kamu tahu itu adalah suatu pelanggaran,kenapa masih kamu lakukan?"


"Maaf Abah,tadinya Firman pikir cuma buat acara perpisahan dengan anak anak motor,tapi..."


"Tapi akhirnya apa?kamu berantem ?"


Firman menggeleng.


"Kalau ga berantem apa?pulang pulang bajumu penuh darah?terus siapa gadis yang kamu peluk?" kata Abah dengan nada tinggi.


"Itu...." Firman terdiam dan entahlah kenapa airmata nya selalu menetes bila mengingat kejadian semalam.


Adik...gimana kabar kamu?apakah kamu sudah sadar?


"Firman...kenapa kamu diam" kata Abah kesal.


"Abah...gadis yang Firman peluk itu adalah cucu Abah Yusuf,semalam Dia mengalami kecelakaan di area balap motor"


"Apa ...Dia juga suka balap motor?Abah ga percaya?"


Abah spontan mengambil telpon dan berusaha menelpon Yusuf untuk mencari kebenarannya.


Tut...tut...


"Halo Assalamualaikum...." Jawab Abah Yusuf di seberang.


"Walaikum sallam Yusuf..."


"***Hari ini kamu ada waktu ga?ada yang pingin aku omongi"


"Aduh maaf Al...ana ga bisa,cucu ku masuk Rumah Sakit ,dan sekarang masih tak sadarkan diri"


" Cucuku di Rumah sakit milik keluarga Wijaya,kamu tahukan..


"Ya..udah ana kesana sekarang,


" Assalamualaikum***...


Abah Ali memutuskan sambungan telponnya.


"Ayo kita kerumah sakit sekarang! " Ajak Abah Ali.


"Nengok Lia kan Bah?gimana kabarnya Dia?apa Dia baik baik aja?" Firman pun panik.


"Apa Lia...?bukannya cucu Yusuf Andhini?" kata Abah Ali tak mengerti.


"Iya...Bah..namanya MARCHELIA ANDHINI, Dia lah orang yang Firman rindukan selama ini,orang yang ingin Firman lamar tapi di tolak Pak Davin"


"Maafkan Firman Abah..kalau Firman telah memeluk bukan muhrim,karena waktu itu Firman panik,dan bingung lihat Dia kesakitan" kata Firman menunduk dan menangis.Rasanya jiwanya ikut menghilang di saat Lia mulai hilang kesadarannya.


"Ayo..kita ke Rumah sakit sekarang.." Abah ali memeluk Firman dan mengajak ke Rumah sakit.


Sampai di Ruang tamu mereka berpapasan dengan Umi Aisyah yang mau memberi Tausiah para santriwatinya.


"Abah...Firman kalian mau kemana?" Kata Umi Aisyah.


"Mau nengok temennya Firman yang semalam kecelakaan?" kata Abah Ali sengaja tidak memberitahukan adalah cucunya Yusuf ,takut istrinya berpikiran tidak tidak.


Abah Ali pun masih was was kalau di sana ketemu Palupi,apakah Dia bisa menahan gejolak hatinya.


"O..ya udah ati -ati ya kalian...Assalamualaikum..." kata Umi Aisyah.


"Walaikum sallam" jawab Abah dan Firman bersamaan.


Abah Ali dan Firman pun melangkah keluar dan di depan Pak Arif sudah menunggu di mobil.


" Arif..kita ke Rumah sakit Wijaya ya.." Kata Abah Ali


"Lia di bawa kesana Abah?" kata Firman.


"Ya...Lia di bawa ke rumah sakit milik keluarganya"


"Jadi Lia itu cucu dari keluarga Wijaya Abah....? tanya Firman tak mengerti.Karena selama ini setahu Dia Lia orang yang ga punya dan selalu di hina kemiskinannya.


" Ha...ha...Firman..Firman katanya cinta?katanya sayang?tapi kenapa kamu tidak tahu keluarga Lia sebenarnya?"


"Maaf Abah...selama ini Firman hanya tahu Dia anak seorang sopir dan Dia bekerja paruh waktu setelah pulang sekolah untuk membiayai keluarganya" Kata Firman


"Wah..ternyata unik juga ya...kehidupan cucu dari keluarga Wijaya,nanti coba Abah tanyakan ama Yusuf soalnya Abah juga masih penasaran tentang dia suka balap motor" kata Abah Ali


"Firman tadinya juga ga percaya Abah..kalau yang jadi lawan Firman adalah Dia"


"Maksudnya...?Tanya Abah Ali


Firman pun menceritakan pertemuan dengan Lia dan kejadian kecelakaan semalam.


" Ha.. ha.. "Abah Ali tertawa setelah mendengar cerita Firman.


" Abah.. kok malah tertawa?ap ada yang lucu?"Firman tak mengerti.


"Lucu aja...dulu kamu di kenal Raja jalanan,e...sekarang bisa di kalahin ama anak kemarin sore" kata Abah Ali.

__ADS_1


"Ternyata kekalahan Raja jalanan turun temurun kepada cucunya ya....ha...ha...." kata Pak Arif tiba tiba


Firman pun terkejut,


"Maksud Pak Arif....? kata Firman


" Arif.....awas kamu ya...." kata Abah Ali memberi tinju ke arah Pak Arif.


"Tanya aja ama Abah kamu sendiri,...ha...ha..." Pak Arif pun tertawa terpingkal pingkal.


Firman pun merengek minta di beri penjelasan ama Abahnya.Belum sampai menjelasin mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di Rumah Sakit Wijaya.


Abah Ali menarik nafas panjang,Dia pun selamat dari desakan cucunya.Bisa bisa malu kalau cucunya tahu tentang masa lalunya.Dimana dulu Dia juga pernah di kalahkan oleh Palupi yang sekarang jadi Omanya Andhini.


Ach...Palupi..kenapa di saat aku sudah bisa melupakan dirimu kini kamu pun hadir kembali dalam hidupku.


Aku ga tahu apakah hari ini kita bertemu di Rumah sakit ini.


Abah Ali dan Firman pun turun dari mobil dan masuk ke Lobi,sedangkan Pak Arif memakirkan Mobilnya ke area parkir.


Sampai di depan Rumah sakit,Firman berhenti dan mengingat kejadian di masa lalu.


***Flass back on


"Jambreet...."


"Ada apa Umi. ..?


" Aduh Firman ...tas Umi di jambret itu kan isinya Uang Yayasan untuk keperluan anak panti...aduh gimana ini?


"Umi tenang ya. .Firman akan mengejar jambret itu" Kata Firman menenangkan Uminya,dan Dia minta ijin pada Uminya untuk mengejar Jambret.


Firman pun berlari dan mencari jambret yang mengambil tas milik Uminya.


Di ujung jalan sempit di bawah jembatan,Firman melihat perkelahian antara penjahat dengan seorang gadis kecil yang umurnya dbawah Dia.


"Hai..anak kecil... ..pergilah...ga usah main dengan kita kita,lihatlah loe sendiri dan kita berlima" Kata Jambret itu.


"Ha. .ha mau loe berlima kek,bersepeluh kek ,gue ga takut,dan gue ga akan pergi sebelu loe serahin tas itu ke gue" kata gadis itu.


"Kurang ajar...sombong juga loe bocil. ..belum pernah ngrasain bogem gua..hah..." Teriak jambret sambil menyerang gadis itu.


Si gadis pun menghindar dan bener lincah sekali gebrakan jambret itu pun jatuh,teman teman jambret itu pun membantu,mereka mengeroyok gadis kecil itu.


Pertarungan yang tidak sepadan,Lima jambret yang badannya besar besar melawan gadis kecil.Orang orang hanya bisa melihat dan berharap gadis itu tidak kenapa napa.


Firman melihat pertarungan yang tidak sepadan itu akhirnya membantu


"Paman jadi orang tahu malu napa?kenapa melawan seorang gadis kecil aja harus main kroyok" kata Firman.


"Hai. .itu kan tas Umi saya...sini kembalikan" kata Firman lagi setelah melihat tas Uminya di salah satu jambret itu.


"Hai...bocah ingusan...mau tas ini...ayo ambil ! " kata jambret itu memainkan tas yang dia bawa.


Firman emosi langsung menyerang ke arah jambret itu.Walaupun ilmu bela diriny tidak bisa di ragukan lagi,tapi karena emosi gerakan dia pun tidak beraturan dan mampu di patsh kan lawan.


Gadis itu melihat orang yang membantu nya kewalahan,langsung berteriak...


"Kak kendalikan emosimu ...konsentrasi...."Teriak gadis itu masih melawan empat preman.


Firman mendengar teriakan gadis itu,sambil menangkis serangan musuh dia pun berusaha mengendalikan emosinya...di tengah pengendalian emosi Firman terancam akan tendangan yang bertubi tubi,tendangan terakhir mengarah ke kepalanya dan...


Ugh.....


mata Firman terpejam pasrah akan tendangan itu...tapi waktu membuka mata Dia melihat salah satu jambret jatuh di hadapan nya dengan mulut sobek dan darah mengalir dari bibirnya.


" B******...kau ya bocah S*****" Teriak jambret itu setelab menyadari kalau tendangannya mengenai temannya sendiri.


"Ha....ha...Bang..ga salah ...mukul teman sendiri" Kata Gadis itu sambil berkacak pinggang.


Firman pun melihat ke empat jambret yang melawan gadis kecil itu pada jatuh tersungkur.


Jambret itu pun marah melihat teman temannya telah kalah dan dia kalap mengeluarkan pisau dan berusaha menusuk Firman,mendapat serangan mendadak Firman pun pasrah...tadi dia selamat dari tendangan tapi apa sekarang dia akan selamat dari pisau si jambret.


"Awas...." teriak Gadis itu sambil mendorong Firman.


Jleb....Ach...


pekikan dari Gadis itu sambil memegang perutnya.


"B*****...teriak Gadis itu sambil menarik pisau di perutnya dan melempar ke arah Jambret ,


Ach..


Teriakan jambret itu dan akhirnya tersungkur.


Firman terkejut dan baru sadar waktu melihat gadis itu pun Ambruk dan mengeluarkan banyak darah....


" Dik...adik....kamu ga pa pa.."kata Firman mengguncang tubuh gadis kecil itu.


"Firman....kamu ga apa apa" kata Umi Zahra nenghampiri anaknya.


"Firman ga apa apa Umi,tapi lihat Adik ini yang sudah menolong kita..." Kata Firman sambil menunjuk ke arah gadis yang bersimbah darah.


"Astaghfirullah...Ayo Firman segera kita bawa ke Rumah sakit" ucap Umi Zahra panik.


"Bapak ibu tolong telpon Ambulance kita harus bawa anak ini" Kata Umi Zahra lagi.


Orang orang pun segera menelpon ambulance,selang beberapa menit Ambulance pun datang dan membawa gadis itu.


Firman dan Umi Zahra menemani sampai di Rumah sakit,dan gadis itu langsung di bawa ke ruang Operasi.Sebelum masuk ke dalam ruangan Operasi Firman menyelipkan alqur an kecil ke gadis itu,dan berharap dengan Alqur an itu bisa menyelamatkan nyawa gadis itu.


Operasi berlangsung lama,Umi Zahra dan Firman harap harap cemas,Karena ada urusan yang sangat mendadak Umi Zahra pun harus kembali ke Yayasan.Makanya tidak bisa menunggu sampai Operasi selesai.


Firman pun sedih dan tidak tahu harus bagaimana ,ingin sekali menunggu sampai operasi berhasil .Tapi Umi Zahra melarang dan berjanji besok menengok lagi.


Firman pun mengangguk.Umi Zahra menuju ke bagian Administrasi untuk membayar tagihan gadis yang menolongnya.


"Assalamualaikum...Sus...saya mau membayar tagihan anak yang baru di operasi karena luka tusuk ,Saya yang bertanggung jawab semuanya" Kata Umi Zahra


"Maaf ibu,untuk tagihan pasien yang baru saja masuk sudah terbayar semua..." kata Suster itu.


"Sudah terbayar....oleh siapa?"


"Oleh keluarganya sendiri Ibu...tadi ada sopir yang memberitahu"


"Maaf kalau boleh tahu dimana keluarganya...saya ingin mengucapkan terimakasih karena gadis itu sudah menolong saya" kata Umi Zahra.


"Maaf ...Ibu untuk yang itu kami tidak bisa memberitahu soalnya permintaan dari keluarga pasien" kata Suster


"Baik sus...terimakasih"


***Flass back Off****

__ADS_1


__ADS_2