
Mobil Ardian pun melaju dengan tenang menerobos kesunyian malam,waktu sudah menunjukkan jam 02.00 pagi,lima belas menit kemudian mobil Ardian sampai di rumah besar,Dia mengeluarkan kartu untuk membuka pintu gerbang.
"Selamat pagi Bang.." kata satpam setelah tahu siapa yang masuk ke dalam.
"Pagi..tolong bawa mobilku ke garasi,biar aku bawa nona muda kedalam," jawab Ardian kemudian.
Satpam membantu membuka pintu,dan Ardian menggendong Lia membawa kedalam.
Sampai depan pintu Ardian bertemu Ibunya yang sudah dari tadi menunggu,mendengar Nona Mudanya kecelakaan orang yang di dalam rumah pun enggan untuk memejam kan mata kembali.
"Gimana Ar...Nona muda?" tanya Bu Arum kepada anaknya.
"Alhamdulilah Bu dia gapapa,cuma terkilir aja, tadi udah ardi urut,tinggal pemulihan aja". jawab Ardian sambil meletakkan tuan putrinya ke tempat tidur.
" Bagaimana Bang..adik?"tanya Mommy Ririn,mommy nya Nona muda.
"Alhamdulilah Mom adik tidak apa apa cuma terkilir, tadi udah abang urut,tinggal pemulihan,mungkin lecet lecet dikit yang perlu di bersihin" jawab Ardi.
Mommy Ririn kemudian mengambil air hangat dan kotak PPPK untuk membersihkan luka luka di tubuh putrinya.Karena dia seorang Dokter makanya pekerjaan itu sangat mudah dan cepat selesai ,kemudian dia menyelimuti putrinya.
"Istirahat dulu Nak,biar kamu cepat sembuh,Mommy sayang ama kamu". sambil meneteskan air mata Mommy Ririn beranjak dari tempat tidur putrinya.
Sampai kapan kamu seperti ini terus,setiap pulang ada aja luka di tubuhmu,entah ditusuk,kaki lecet tangan terkilir...tak terasa air matanya menetes kembali.
Bagi Mommy Ririn hal seperti ini sering terjadi,Putrinya selalu pulang badan penuh luka.Pernah suatu hari Putrinya di bawa ke Rumah sakit dia bekerja dengan luka tusuk di perut,katanya saksi mata habis berantem dengan jambret,untung Putrinya anak yang kuat walau banyak keluar darah tapi dia bisa bertahan.Mommy Ririn hanya bisa menangis melihat keadaan putrinya.
" Kenapa harus seperti ini nak?kenapa harus selalu berurusan dengan preman?"tanya mommy Ririn kepada putrinya.
"Mom..Lia seperti ini kan menolong orang,kalaupun nyawa taruhannya gapapa kan adik bisa langsung naik syurga...tapi tenang aja My..nyawa Lia ada seribu jadi walau tubuh Lia banyak luka dan jahitan .Lia tetap hidup dan kuat yang selalu melindungi Mommy,Oma,Papy,abang,kakak dan orang yang ada di sekeliling Lia.Kata Mommy lia kan malaikat kecil di keluarga Wijaya,jadi lia akan selalu hidup untuk menjaga kalian." jawab Lia sambil tersenyum.
"Maaf Nyonya... istirahat dulu aja,nanti kalau non Lia bangun biar ibuk yang urus" kata Bu Arum kepada majikannya.
"Makasih buk,saya Istirahat dulu...titip adik kecil ya!" kata Mommy Ririn kemudian.
Bu Arum mengangguk,Mommy Ririn pun melangkah meninggalkan kamar putrinya,di depan pintu Mommy Ririn bertemu Ardian.
"Bang..titip adik ya" pinta Mommy Ririn kemudian.
"Baik...Mommy.." jawab Ardian sambil mengangguk.
"Ar...kamu juga tidur sana,dari pulang bertugas kamu belum istirahat,biar ibuk aja yang jaga nona muda" kata Bu arum pada anaknya.
"Ardian di sini aja bu,sambil jaga nona muda" pinta Ardian
"Ga usah bantah...udah tidur sana...ibuk ga mau kamu kecapaian,besok katanya kamu ada Briefing pagi" kata Bu Arum.
"Kamu bilang nona muda kan cuma terkilir,paling besok dia sudah baikan,kamu tahu to kalau nona muda orang kuat?ga usa perlu kamu khawatirkan lagi" kata Bu Arum.
"Dan Ar..ibuk mohon hilangkan perasaan itu jangan biarkan hatimu tersiksa,ibuk ga ingin kamu sakit hati dan kecewa karena seorang wanita,bukalah pintu hatimu untuk wanita lain jangan terlalu berharap sama Dia,kamu harus sadar diri siapa kita dan mereka.Tanpa uluran tangan mereka sekarang kita ga ada apa apanya,mungkin ibuk sudah mati,Ibuk ga ingin menodai hubungan kekeluargaan ini hanya karena perasaan cinta yang salah.Walau kamu ga jujur ama ibuk,tapi ibuk tahu kalau kamu mencintainya" kata bu Arum sambil meneteskan Air mata.
"Ibuk...maafkan Ardian..,Ardian tahu perasaan Ardian salah, Ardian berusaha menghilangkan rasa itu tapi semakin Ardian buang,hati Ardian sakit,Ardian ga tahu harus gimana lagi.." Ardian menangis di pelukan Ibunya.
Di balik pintu Lia mendengar apa yang di bicarakan ibuk dan anak itu,air matanya ikut turun.
"Maafkan gue Bang,gue tahu Abang mencintaiku.. tapi gue tidak bisa membalasnya karena selama ini Abang sudah gue anggap sebagai kakakku sendiri seperti Kak MARCHELO." gumam Lia.
Lia pun menuju kamar mandinya untuk mengambil air wudhu.Sebenarnya waktu bangun dia ingin minum karena haus,tapi sebelum membuka pintu Lia mendengar percakapan Ibu Arum dan Abangnya,akhirnya dia mengurungkan niatnya,dan lebih baik Sholat tahajud dan mengadu kepada Sang Pencipta.
Setelah menuangkan semua perasaan kepada Ibunya Ardian masuk ke ke kamarnya,dan bersih bersih diri,karena habis pulang bertugas dia ga sempet mandi langsung menyusul keberadaan Lia setelah di kabari anak buahnya kalau nona mudanya mengalami kecelakaan.
__ADS_1
Setelah mandi Ardian membentang sajadah dan bersimpuh kehadapan Allah.
"Ya Allah Engkaulah yang selalu membolak balikkan hati manusia,aku hanya bisa berserah kepadaMu,kalau dia bukan jodohku hilangkan perasaan ini,dan pertemukan jodohku.
Setelah bersimpuh kepada Allah Ardian berusaha memejamkan mata,untuk melupakan sejenak beban di hati tapi pikiran dia malah melayang mengenang pertama kali ketemu Nona mudanya.
Sepuluh tahun yang lalu....
" Jangan Bang...ini uang buat beli obat ibuku"seru anak kecil berusaha memperjuangkan uangnya yang di rebut ama preman.
"Diam kamu jangan berisik...ini jatah keamanan gue...buat beli obat ibuk Lo cari lagi lagi sana.
" Jangan Bang ..aku harus segera pulang membawa obat ,ibu ku sakit keras"tangis anak kecil itu.
Orang orang di pasar tersebut hanya bisa melihat dan merasa kasihan,karena mereka takut pada preman pasar tersebut.
Buk...bukk...gubrak.
"Aduh... sakit B******" Umpat preman tersebut yang tiba tiba ada tendangan mengenai dadanya,dan di iringi rintihan suara temannya yang lain.
"Gila...Setan alas...dasar bocah cari mati Lo..?Teriak preman itu lagi setelah dia tahu siapa yang menendangnya barusan.
Ternyata hanya seorang bocah sekitar umur 7 tahun kalau di lihat tinggi badannya.Dan ga nyangka tendangan bocah itu mampu mematahkan tulang rusuknya.
" Hai abang abang kalian ga tahu malu beraninya aja ama bocah ,malu tuh ama tatonya"teriak anak itu lantang sambil mencibir bibirnya.
"B****** kecil jangan ikut campur urusan gue,sana pulang ***** ama emak Lo" jawab preman itu menahan emosi karena ga nyangka bisa di kalahin ama seorang bocah.
*Mau ditaruh mana muka gue pada orang orang yang liat,masak preman kalah ama seorang bocah kecil,
cewek...lagi.Batin preman itu*
"Selama gue liat orang orang yang ditindas berarti itu juga urusan gue" jawab anak itu santai.
Di sisi lain gadis kecil itu ternyata sudah waspada,walaupun dia terlihat santai menghadapi preman tersebut,tapi matanya bener bener jeli dan melihat gerak gerik lawan,ketika pisau mulai mengarah kepadanya,dia pun menghindar dan tak lupa mendaratkan tendangan dan pukulan kearah preman...dan...
PRAKK..ah..jerit preman itu.
Pisau yang di pegang pun terpental dan pergelangan tangan pun patah.
Gadis itu salto dan mendarat dengan sempura,walau ada goresan sedikit di tangan diapun tersenyum..
"Idih...Abang preman udah bikin tangan gue terluka nich...awas Lo bang gue bilangin ama Bokap gue Lo...hik...hik.."teriak gadis itu sambil melihatkan mimik seorang bocah yang kesakitan dan menangis
Orang...orang yang melihat kejadian itu pun mengambil nafas lega,karena gadis itu tidak kenapa kenapa,malah preman yang mereka takuti bisa kalah.Mereka sangat mengagumi keberanian anak itu.
BRUUK...
" Mau kemana Lo bang?...mau melarikan diri?katanya teman?kok ada temannya terluka malah pergi?terus yang bertanggung jawab dengan luka gue siapa?"teriak gadis kecil itu lagi.
Ternyata tiga teman preman itu mau melarikan diri,karena ketua mereka kalah dan ga mungkin bisa melawan gadis kecil itu,tapi tak di sangka gadis itu lebih cepat bertindak,dengan sekali hentakan kaki balok kayu pun melayang di punggung mereka.
"Adik...adik kamu ga apa...apa?" suara dari kerumunan orang...orang muncul seorang bocah laki laki yang muka nya mirip dengan gadis itu.Kalau di lihat mungkin itu abangnya.
Ternyata dia ga sendiri di belakang juga ada lelaki separuh baya menemaninya.
"Hua...hua..sakit kak,gara gara Abang preman itu.." Sambil menunjuk ke preman yang lagi kesakitan.
"Pak jamal tolong telpon polisi biar mereka di bawa ke kantor polisi,karena udah melukai ku" jawab gadis itu kepada laki paruh baya.
__ADS_1
"Makanya dik..lain kali hati hati untung cuma tergores,kalau lebih terus apa yang akan aku katakan pada Mommy dan Oma" jawab anak laki laki itu.
"Lagian baru kali ini kakak liat kamu menangis gara gara luka gores,acting mu bagus juga dik...he..he.."
"Adik kecil ini minum dulu..." tawar ibu ibu sambil menyodorkan botol air minum ke gadis itu.
"Makasih ibu" sambil menerima botol minum itu,terus duduk dan meminumnya ,karena jujur diapun haus setelah berantem tadi.
"Adik..adik baju Lo nanti kotor?duduk kok sembarangan?" teriak anak laki itu pada adiknya yang langsung duduk ga lihat kalau yang di duduki adalah kubangan air yang mulai mengering,walau mulai mengering tapi tetap menghasilkan gambar peta di celananya.
"Maaf..kak keburu haus...he..he" sambil melihat lukisan di celananya.
Ibu yang memberikan minum pun tersenyum.
"Makanya dik tadi ga usah duduk,kan berdiri bisa sambil minum" jawab ibu itu.
"Eh...ga boleh bu?kata MOmmy kita ga boleh makan atau minum sambil berdiri,itu ada haditsnya bu". jawab gadis itu polos.
Ibu itu jadi malu,walaupun masih kecil dia sudah mengerti apa yang boleh dan ga boleh dalam agama.
Beruntung punya anak kecil itu,uda cantik pinter,suka menolong pandai bela diri lagi,mungkin dia anak orang kaya?kalau dilihat pakaian gadis kecil itu sangat sederhana tapi kok ada yang mendampingi,kalau emang kaya gadis itu juga ga sombong.gumam ibu itu.
Beberapa menit kemudian polisipun datang dan menangkap preman itu.
" Adik tidak apa..apa?"tanya polisi itu pada Lia setelah mendengar penjelasan dari warga atas kejadian itu,dan melihat lengan gadis itu tergores,
"Gapapa Pak...tenang aja cuma luka kecil" jawab gadis itu polos.
"Mari bapak antar..." kata pak polisi lagi
"Ga usah pak aku ga sendiri,ini kakak ama pak jamal". jawab gadis kecil itu sambil menunjuk ke kakaknya dan pak jamal.
" Pak temani pak polisi itu aku mau ke anak yang tadi di ganggu preman"kata gadis itu sambil berjalan ke arah bocah laki laki yang sedang memungut uangnya yang jatuh gara gara rebutan sama preman,dan ada sebagian yang sobek.
Pak jamal mengangguk dan menemui polisi tersebut,dia tahu bahasa isyarat yang di berikan pada majikannya kalau dia ga mau jadi saksi yang terlalu ribet menurutnya.
Abang tidak apa apa?"tanya gadis itu ketika sampai di depan bocah laki laki yang di tolongnya,dia lagi sibuk memungut uangnya.
"Terimakasih ..udah menolongku " jawab bocah itu acuh.
"Hai..Lo ga sopan adik gue tanya baik baik kok malah cuek?adik gue uda menolong Lo tahu?dia juga terluka gara gara nolong elo?" teriak kakak gadis kecil itu.
"Terus gue mau bilang apa?gue uda bilang terima kasih,apa itu kurang?apa gue harus bayar bantuan dari adik Lo?" jawab anak itu sambil menangis.
"Uda...udah kakak ngapain sich...ga penting kok di bahas...lagian gue nolong ikhlas kok." jawab gadis itu sambil melihat iba pada anak itu.
"Lagian dia songong dik..kata katanya ga ikhlas". jawab kakaknya lagi.
" Bang itu percuma di ambil uda sobek,apa masih bisa di pake?"tanya gadis itu sambil melihat anak itu masih memunguti uang yang sudah sobek.
"Kalian enak jadi orang kaya,uang yang sobek seperti ini tidak penting,tapi bagi gue walau cuma 2 ribu gini sangatlah berharga,karena kurang 2ribupun aku ga bisa beli obat ibu ku" jawab anak laki laki itu sambil menangis.
"Sudah bang ga usah nangis?ibu abang sakit apa?ayo ga usah diam aja, mari kita ke apotek bang,?" jawab gadis itu kemudian sambil menarik tangan anak laki laki itu.
"Ke apotek?ngapain?" tanya anak itu bengong
"La gimana sich bang katanya mau beli obat?" tanya gadis itu.
"Iya...tapi uangku kurang,di tambah ada yang sobek?jawab anak itu lagi.
__ADS_1
" Udah ..bang katanya bagimu uang 2ribu itu ga penting?makanya dari ga penting aku kasih ke abang aja" jawab gadis itu sambil menarik tangan anak itu lagi...
"Tapi.....