C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB VII. Obat Untuk Ibu.


__ADS_3

Gadis kecil itu terus menarik tangan anak laki laki itu ke arah apotik yang tidak jauh dari tempat itu.


"Adik...Pak jamal gimana?" teriak kakaknya.


"Kak,temenin pak jamal dulu dan pastikan aku ga bolak balik ke kantor polisi"jawab gadis itu masih memegang tangan anak itu.


" Tangan kamu terluka?"tanya anak itu ketika sampai ke apotik dan sempet melihat ke tangan gadis mungil itu.


"Oh...ini iya ,tapi gapapa luka dikit,bentar lagi sembuh" jawab gadis itu sambil memegang tangan yang terluka.


"Tapi ntar kalau ga di obati bisa infeksi" kata anak laki itu khawatir.


"Tenang aja tar gue obati,kebetulan kita di apotek kan sekalian beli obat tanganku" jawab gadis itu santai.


"O ya bang mana resep obatnya?" tanya gadis kecil itu kemudian.


sambil melihat resep itu dahinya mengernyit,?


"kok ada tulisan seperti ini?tanya gadis itu sambil menunjukkan resep.


" O..itu tandanya aku baru bisa beliin 3 obat,karena aku bisa belinya satu satu"jawab anak laki itu.


"La yang ini?" sambil menunjukkan nama obat yang lainnya


"Belum?" jawab anak laki laki itu sedih.


"Sama sekali?" tanya gadis itu lagi


anak itu cuma mengangguk.Aku ga punya uang kalau buat nebus semua sambil meneteskan air mata.


"Sudah...sudah anak laki kok cengeng...dari tadi gue lihat Lo nangis terus?jawab gadis itu sambil menepuk pundaknya.


Aku nangis karena sedih ga bisa bantu ibu yang sakit,mungkin kamu ga pernah merasakan apa yang aku alami,sehingga kamu menuduh aku cengeng.


" Kak maaf mau beli obat ini"kata gadis itu sama petugas apotik.


"Yang mana dik?" tanya petugas apotik


"la yang di resep kak,kok yang mana?apa harus aku sebutin satu satu namanya?


ACE INHIBATOR......satu persatu gadis itu menyebut nama obat di dalam resep,yang membuat tercengang pegawai apotik.Mereka heran anak seumuran itu bisa membaca resep,sedangkan mereka yang lulusan sekolah farmasi baru bisa baca resep sedikit,apa orang tuanya seorang dokter?ga mungkinlah..kalau anak dokter kenapa bajunya sangat kotor dan mau berteman dengan anak pedagang asongan.Karena pegawai apotik tahu siapa anak laki laki yang bersama gadis kecil itu.


" Baik dik...berarti ini beli semua...?tanya pegawai apotik.


"iya..." jawab gadis itu datar.


"Total Rp.750.000,-" kata pegawai apotik


"Dik kok beli semua?apa ga mahal?aku ga punya uang segitu?" tanya anak laki laki itu bingung,karena ga punya uang buat menebus obat.


"Bawel...."


"Uang bisa di cari kali bang...tapi sakit apa juga mau di cari juga?" jawab gadis itu sambil mengeluarkan hpnya.


"Kak..pembayaran pake QR ya.." jawab gadis itu.


"Ini di scan dulu dik?kata pegawai apotik kemudian.


" iya..."jawab gadis itu sambil memainkan hpnya...


"Ni kak berhasil..." jawab gadis itu kemudian sambil menunjukkan layar hpnya kepada pegawai apotik.


Pegawai apotik mengangguk.


"Di tunggu ya dik...!"


kata pegawai apotik sambil menyodorkan bill nya ke gadis kecil.


"Makasih kak...."jawab lia terus mengajak anak laki laki itu duduk.


" Kamu kok menebus obat itu semua?aku ga tahu bisa mengganti uang segitu banyak nya berapa tahun?"kata anak laki itu.


"Uda ga usa di pikirkan,dengan Lo mau merawat ibumu sampai sembuh aja ,gue sudah sangat ikhlas,karena Syurga di bawah telapak kaki ibu oc.." jawab gadis itu sambil menggoyang goyangkan ekor kudanya.


"O ya Bang kita belum kenalan nich...nama Lo siapa?'tanya gadis itu kemudian.

__ADS_1


" Nama gue MARCHELIA ANDHINI panggil aja LIA,yang tadi kakakku namanya MARCHELO biasa di panggil EEL"kata gadis itu mengulurkan tangan tanda perkenalan.


"ARDIAN.." jawab anak laki itu dengan singkat,dia masih bingung bagaimana bisa mengganti uang gadis itu.


"nggg...maaf MAR.."


"Lia bang panggilannya..." kata lia waktu tahu anak itu tidak fokus mendengar dia menyebut namanya.


"Maaf Dik Lia..tadi kamu mengeluarkan uang segitu banyaknya,nanti kalau di tanya orang tuamu gimana?" tanya Ardian


"Ha..ha..jadi dari tadi Abang tidak fokus dengan nama gue hanya karena memikir uang itu?kan gue bilang ga usah di pikirin,kalau orang tuaku tanya tinggal bilang aja bantu orang gitu aja kok repot".


" Orang tuamu ga marah..?tanya Ardian lagi.


"Buat apa marah bang,kan manusiawi gue membantu teman iya kan?kalau mereka marah jadi percuma dong selama ini kalau mereka selalu menasehati harus membantu sesama yang membutuhkan" jawab Lia.


"Lagian Bang dengan tadi aku melakukan transaksi pasti keluarga tahu kalau gue habis mengeluarkan uang banyak" jawab Lia santai.


Karena gue tahu pasti di hp oma,kakak,mommy dan poppy udah ada notif pembayaran dari rekening gue,batin Lia.


"Udah ah..bang laper nich...gue mau cari makan". kata Lia kemudian.


" Abang di sini dulu nunggu obatnya,sambil nunggu kak Eel takut nanti nyariin gue"sambil bangun dari duduknya.


"Tunggu dulu..." Ardian menahan lia berdiri.


"Kenapa...?tanya lia.


" Celana mu kotor?"sambil menunjuk ke celananya.


Lia baru sadar emang tadi lia sembarang duduk terus alhasil celananya membuat peta.


"O...ini gapapa,bisa di tutupi ini" kata lia sambil membuka jaketnya dan mengaitkan ke pinggangnya sehingga celananya yang kotor tertutupi.


"Gini keliatan ga?" sambil memutar badannya.


Ardian menggeleng.


"Oc..gue jalan dulu" kata lia sambil meninggalkan Adian.


...****************...


Ardian menoleh,


"Lagi cari makan katanya" jawab Ardian.


Ardian melihat ke Eel,dan menunduk lagi.Ardian takut kalau Eel tahu barusan adiknya mengeluarkan uang banyak untuk beli obat ibunya.


"Atas nama Ardian.." panggil pegawai apotik memanggil namanya.


Ardian pun berdiri dan mengambil obat ke kasir.


"Uda di bayar ?" tanya Eel kemudian.


Ardian mengangguk.


"Maaf aku belum bisa ganti uangnya?kamu jangan marahi adikmu yang sudah mengeluarkan uang banyak untuk ibu aku,tapi aku janji akan ganti" kata Ardian kemudian


"Ha...ha..he bro santai aja kali,ga usah di pikirin ,lagian gue tahu apa yang adik gue lakuin ,walau gue marah pun dia tetep akan ngelakuin" jawab Eel sambil menepuk pundaknya.


Ardian sangat terkejut dan ga nyangka kalau Eel ga marah karena adiknya uda ngeluarin uang banyak untuk orang yang baru di kenal.Ternyata masih ada orang kaya tapi masih peduli dengan sesama dan tidak sombong.


"Halo kakak ..gimana uda beres kan...?tanya lia sambil menyodorkan Batagor buat kakak dan Ardian.


Eel menerima batagor ,sambil tangannya menggunakan bahasa isyarat.


" Ha...ha...tenang aja ini makanan ga gue racunin,paling paling sambalnya gue kasih 10 sendok"sambil makan batagor.


"awas Lo ya kalau perut gue bermasalah,gue aduin ma mommy" jawab Eel mulai memakan batagor.


Eel tahu ga mungkin adiknya untuk saat ini bakal jahil,karena posisi mereka ada di luar rumah yang harus saling menjaga.Kalau di dalam rumah Eel ga bisa pastiin pasti dia tak luput dari kejahilan adiknya.


"Rencana selanjutnya kita kemana?" tanya Eel kemudian sambil memakan batagornya.


"Ke rumah bang Ardian" jawab lia sambil makan batagor dan belepotan di mulutnya.

__ADS_1


"Hai kebiasaan Lo makan ga bisa pelan pelan,jorok..." jawab Eel sambil mengambil tisu di kantong jaket dan mengelap mulut adiknya.


"Makasih.. " jawab Lia


"Gimana bang habis ini ke rumah Abang ya.. " tanya lia sambil melihat Ardian yang cuma bengong dan tidak makan batagornya.


"Abang tidak suka batagor?" tanya lia kemudian karena melihat batagornya masih utuh.


"Nanti aja di rumah buat ibuk" jawab ardian


Ardian tahu ibuk pasti belum makan,dan menunggu ardian bawa makanan.


"O. .tenang aja gue tadi udah beliin ibuk bang ardian makanan dan udah gue taruh di mobil,udah makan aja !" jawab lia.


Ardian pun akhirnya makan batagor karena sejujurnya dia juga laper,dari semalam cacing cacing di perut minta makan,tapi ardian ga punya uang buat beli makanan lagi.


Setelah selesai makan batagor mereka pun menuju ke parkiran untuk ke rumah Ardian,tadinya Ardian menolak karena malu rumahnya jelek dan kumuh sedangkan tamunya adalah anak orang kaya.Tapi dengan desakkan lia dan pengertian Eel,Ardian pun mengalah dan meng iyakan,karen ardian tidak ingin menyinggung perasaan mereka yang sudah membantu masalahnya.


Mobil pun melaju sangat halus dan menuju ke rumah ardian,Ardian memandu jalan ke arah rumahnya.Mobil pun berhenti di depan gang sempit,Ardian pun menstop mobilnya,dan langsung turun.


"Uda sampai sini aja ya,rumahku masih jauh dan masuk ke gang sempit itu" ardian tidak mau menyiksa sahabat barunya masuk ke gang sempit dan sangat tidak layak di lewati orang kaya seperti mereka.


Bukan Lia namanya kalau dia akan menuruti kata orang lain,dengan santainya dia turun dari menarik ardian,


"Uda ayo...kepalang tanggung sampai sini !ajak lia.


" Kakak ma pak jamal sini aja biar aku yang kesana"kata lia kemudian.


Ardian pun mengalah dan tidak bisa bilang apa apa,bener kata Eel walau kita melarang pun tapi tetep di lakuin juga.dasar anak keras kepala .runtuk ardian.


Merekapun melangkah masuk ke dalam gang sempit itu,bener kata Ardian tempat begitu kumuh dan tak layak,banyak sampah di got,banyak lalat berterbangan,lia hanya geleng geleng kepala ga bisa membayangkan kalau hujan turun pasti bakal banjir dalam hitungan detik.


Ardian berharap lia ga akan kuat melihat pandangan ini dan bakal balik ke mobilnya.Tapi ternyata dugaannya salah bukannya balik,tapi gadis itu tetep melangkah dengan ringan tanpa rasa jijik,dan akhirnya sampai juga di depan rumah ardian.


Sampai depan rumah banyak tetangganya yang datang dan memanggil ibunya.Ardian pun panik dan bingung...


"Ibu...ibu bangun ni Ardian bu...Ardian pulang bawa makan ma obat bu....ayo bangun bu...." teriak ardian sambil menggoyang tubuh ibunya.Tapi ibunya hanya diam.


Ardian pun menangis dan takut di tinggal ibunya.


"Udah bang jangan nangis,gue benci ama cowok nangis.." kata lia sambil menarik tangan Ardian.


"Biarin Lo benci gue,biarin gue jadi cowok cengeng,loe bisa bilang begitu karena Lo belum tahu rasanya di tinggalin seorang ibu,uda pergi sana...!usir ardian.


Bukannya pergi,lia malah narik tangan ardian dengan kuat,dan akhirnya ardian terjatuh.


Ardian berusaha bangkit dan ingin menarik lia,tapi Ardian kalah cepat..


" Diam di situ!"hardik lia menunjukkan muka galak seperti singa kelaparan.Ardian baru kali ini melihat wajah lia yang garang secara dekat,tadi waktu lia menghadapi preman dia tidak sempet melihat karena dia sedang sibuk dengan memunguti uangnya.


Tetangga Ardian pun di buat terkejut gadis kecil yang cantik dan imut itu bisa melihatkan muka seram yang menakutkan,mereka bertanya tanya siapa dia sebenarnya.


Lia dengan santainya melangkah ke ibunya ardian dan memeriksa denyut nadinya.


Sangat lemah,dia mengalami serangan jantung dan menutupi jalan pernapasannya.gumam lia.


"Bapak...bapak bisa minta tolong bawa ibuk ini ke depan gang,di situ ada mobil saya,biar kami bawa ke rumah sakit" kata lia tanpa minta persetujuan ardian.


"Halo Assalamualaikum pak,tolong siapkan mobil kita menuju ke rumah sakit..." kata lia sambil menelpon seseorang.


"Halo assalamualaikum....My tolong siapkan ruang operasi ini aku bawa pasien serangan jantung,tunggu 15 menit aku akan sampai kesana" kata lia lagi setelah memencet nomor.


"Apa 15 menit?apa orang itu bisa bertahun?" jawab orang di sebarang


"Mommy tenang aja di mobil ada alatnya to.?nanti biar aku lakukan tindak pertama" jawab lia kemudian,dan langsung mematikan telpon sepihak.


Bocah dodol kebiasaan ga sopan ama orang tua matiin telpon seenak perutnya sendiri,runtuk di seberang telpon.


Maaf mom bukan ga sopan,tapi aku di kejar waktu,aku takut kalau ibu itu tidak bisa bertahan dan kasihan abang itu...sambil menghembus nafas panjang dan melihat ke ardian ,tak terasa air matanya pun menetes.


"Ayo bang kita jalan kasihan ibuk..." ajak lia sambil menarik ardian.


Ardian pun berdiri dan patuh apa kata lia,di pikirannya bener bener bercabang ga tahu mana yang harus di selesaikan?


Di depan gang ,mobil pak jamal dan Eel uda bersiap dan membantu warga yang mengangkat ibunya ardian.

__ADS_1


Semenjak di telpon lia mereka tahu apa yang harus di lakukan,apalagi telpon lia yang kedengaran sangat urgent,makanya mereka sudah menyiapkan tempat untuk pasien dan menyiapkan alat medis yang ada di mobil.


Kebetulan keluarga mereka adalah keluarga dokter,Mommy mereka seorang dokter spesialis jantung di rumah sakit terbesar.Mommy mereka meninggalkan alat medis untuk pertolongan pertama bila ada keadaan urgent,walau mereka masih kecil tapi mereka adalah anak anak genius,Dengan usia Eel 12 tahun dia sudah mengerti akan ilmu kedokteran yang dia pelajari dari perpustakaan mommy nya,Eel sangat bercita cita ingin menjadi seorang dokter seperti maminya,sedangkan Lia adalah anak umur 5tahun,tapi tingkat kejeniusannya di atas rata rata,dan melebihi dari kakaknya.Dia juga menyukai ilmu kedokteran,pengetahuannya melebihi kakaknya,selain membaca buku mommy nya dia pun sering membantu mommy nya di rumah sakit,tadinya mommy nya khawatir kalau anaknya akan bikin masalah,tapi setelah berkali kali putrinya membantu pekerjaannya,mommy pun percaya dan putrinya pun bisa di andalkan.Selain tahu ilmu kedokteran lia pun jago bela diri ,semua ilmu beladiri udah di kuasai,Eel juga menguasai beladiri karena harapan Poppy Nya dia anak laki laki tertua yang harus bisa melindungi keluarga.Harapan Poppy nya Eel akan di masukkan kemiliteran,tapi harapan orang tua tinggal harapan, Eel tidak suka masuk kemiliteran tapi dia lebih suka di ilmu kedokteran.Beda dengan adiknya yang lebih suka berantem,tak jarang dengan seusia segitu dia sering di libatkan dengan berantem dengan preman,jambret ,rampok.


__ADS_2