C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB : XIX :PERJODOHAN


__ADS_3

"Ya..maaf.." kata Davin sambil menggaruk garuk kepala.


Lia menutup laptopnya,dan menyandarkan badan ke kursi.


"Lo udah selesai? Tanya Davin


" Udah...ga mood Dedek ,ada pengganggu.."


"Wah..songong kakak di katain pengganggu.." Sambil melempar kertas ke arah Lia.


Dengan sigap Lia menangkap kertas tersebut.


Hap...


"Ga kena...ga kena.. wekk.." Sambil menjulur lidahnya Lia mengejek Davin.


"Wah..semenjak hilang... indra pendengarmu tajam juga.."


"Ya ...berkat gemblengan Aki ama Nini Kak..."


"Kakak jadi pingin ketemu ama mereka,pingin mengasah ilmu kakak,mosok Kakak kalah ama kamu terus sich dari dulu..."


"Ha.. ha.. kalah apanya Kak?Emang kita lagi bertanding?"


"Ya...kalah..segalanya..."


"Ngaku juga kalau Dedek selalu unggul"


"Dedek...di lawan" Dengan nada sombong Lia meledek Davin.


"Wah..mulai ..mulai sombongnya.."


Drrt...drrrt...


"Hallo Assalamualaikum Abah.."


"O ya..ni Davin ama Dedek dan Oma?"


"Ya..bentar lagi Davin turun"


"Assalamualaikum..."


Davin menutup ponselnya.


"Napa Kak..."


"Abah nyuruh kita turun,katanya mau ngenalin kamu ke Temannya"


"Siapa...?"


"Abah Ali pemilik Pesantren Al Firdaus"


"O...


" La kok O..."


"La mau bilang apa?Wau...gitu?


" Sebentar Dedek bangunin Oma sekalian pulang" kata Lia sambil mendekati Oma Palupi


"Oma cantik...kita pulang yuk..." Lia membisikkan ke telinganya Oma Palupi.


Huahhh.....Oma Palupi menggeliat tanpa sengaja tangannya mendorong muka Lia.


"Aduh...sakit Oma...?Kata Lia berteriak.


Oma Palupi kaget dan terbangun.


" Ada apa Dek...?tanya Oma sambil mengucek ucek matanya tanpa dosa.


"Ni..lihat hidung Dedek...sakit tahu,untung ga patah,bisa bisa Dedek ga cantik lagi .." Sambil mengelus hidungnya yang Mancung.


"O...ya Maaf...ga sengaja, Emang Oma ngapain kamu?" Tanya Oma masih merasa ga bersalah.


"Idih...Oma..tahu Ach....Ayo Kak kita ke bawah,biarin aja tuh Oma tinggal disini biar di temenin Pocong.." Ajak Lia menarik tangan Davin.


"Dek...kamu ga pake cadar?"


"O..ya kak lupa?" kata Lia langsung menggunakan cadarnya.


"Hai...tunggu Oma...! Teriak Oma.


Lia menoleh dan berteriak


" Cuci muka dulu Oma...tar yang ketemu Oma pada lari terbirit birit...apa mau Kakek Pocong merayu Oma..."


Hi...hi...


Lia dan Davin tertawa bersama sama


...Dasar Cucu Dodol,bisa bisanya mentertawakan Omanya....


Oma Palupi pun beranjak ke kamar mandi dan melihat mukanya di cermin.


*Bener juga kata Cucu ku mukaku kaya Kunti...hi..hi..


Bisa bisa pada kalau lihat aku pada lari,terutama Si Ali....


Ah...Ali...kenapa aku masih mengingatmu,padahal kamu dah bahagia dengan keluargamu*.


Oma Palupi mencuci muka dan berusaha menepis bayangan bayangan masa lalunya.


...****************...


Sampai di bawah kaki Lia terhenti,Dia melihat kalau Abah Yusuf sedang duduk dengan bebera Orang dan salah satunya adalah Firman orang yang selama ini sudah mengganggu pikirannya.


"Kak....ga usah kesana ya..." kata Lia sambil menahan langkah kaki Davin.


"Kenapa Dik,...?


" Dedek belum sanggup ketemu dia..."


"La kok belum sanggup?tadi kamu uda bersholawat dengan dia,nyatanya kamu baik baik aja"


"Tadi beda Kak,ada yang aku kerjakan...lha..ini bisa bisa Abah mendengar deru jantungku,...Dede kan malu..." kata Lia menunduk biar Davin tidak melihat mukanya yang memerah.


"Ha...ha..ngaku juga kalau kamu jatuh cinta?ternyata gunung es lagi mencair nich..." Goda Davin.


"Idih...Kakak..." sambil mencubit pinggang Davin.


"Aduh...sakit tahu...dasar dodol..." kata Davin mengelus pinggang.

__ADS_1


"Davin....Dedek....sini kalian kok di situ aja?" Teriak Abah Yusuf.


"Tuh..kan Kakak sich...Abah jadi tahu kalau kita disini" Lia pun cemberut.


"Salah kamu sich...emangnya ga sakit?" Ucap Davin sambil menarik tangan Lia.


"Assalamualaikum..Abah..." kata Davin


"Walaikum sallam...kalian kenapa ga langsung kesini?berantem melulu kerjaannya kaya Tom and Jeri aja .


" Habisnya Kak Davin Abah...suka ganggu Dede Ucap Dede manja supaya Firman tidak mengenal suaranya.


Abah Yusuf mengerut keningnya...


"Idih...Abah ..jelek tahu mukanya.." sambil bergelayut manja di lengan Abah Yusuf.


"Ha..ha...cucu kamu manja sekali Suf...imut melihatnya" Abah Ali berkelekar.


"Tahu...nich ga biasanya kaya gini?biasanya kalau kaya gini itu dia ngeluarin jurus minta sesuatu..."


"Idih...Abah...tahu aja.." Kata Lia tersipu malu.


"O..ya Dek ini kenalin temennya Abah.."


"Assalmualaikum...Abah..nama Saya Andhini.." Kata Lia memperkenalkan diri.


Abah Yusuf melotot dan...mau buka suara tapi melihat sorot mata Lia yang mengitimidasi dari balik cadar,Abah Yusuf langsung terdiam.


Astagfirullah....garang sekali tu bocah....


Abah Ali melihat perubahan dari temennya berusaha melihat dengan mata batinnya,dan sekalian Dia pingin tahu tentang cucu nya Oma Palupi.


Pertahanan anak ini kuat banget,Ana tidak bisa menembusnya.***Batin Abah Ali.


Aduh...ni aki ..aki kenapa pingin tahu isi hati gue sich...wah gue bisa malu nich kalau jantung gue mau copot gara..gara Ustad kece ini***.


Karena merasa gagal menembus pertahanan Lia,Abah Ali pun membuka Suara


"Walaikum salam anak cantik....perkenalkan nama Abah Muhamad Ali...ini cucu Abah namanya Firmansyah,kalian sudah kenal kan..." kata Abah Ali.


Firman sama Lia diam.


Firman lagi menguasai jantungnya yang mulai berlomba lomba.


Aduh..Ya..Allah kenapa ini terjadi lagi,siapa gadis itu Ya Allah..?Dia orang kedua yang membuat jantung bergetar setelah Lia.


Apa ini maksud Pak Davin kalau hatiku lagi bercabang.


Ternyata Dia cucu nya temen Abah,Pak Davin sudah memberitahu belum ya tentang tawaran produsen .


Abah Ali melihat Firman dengan seksama,dia tahu kalau Firman lagi menguasai hati nya .


"Udah besar juga cucu Abah.. sudah berani jatuh cinta,hati hati Zina mata dan hati. "Bisik Abah Ali ke telinga Firman.


"Abah...." kata Firman sambil menunduk malu.


Suasana hati Lia pun tak menentu,diapun takut tak bisa menguasainya.


Tinggg...ting...


ada pesan masuk di hp Lia.


Dedek..oma udah di mobil,cepat oma ngantuk,besok ada meeting..


"O..ya ..Sori Al,ana pulang dulu ya..Palupi uda nunggu di mobil takutnya dia ngambek kalau kelamaan menunggu" Kata Abah Yusuf


"Giman bisa menembus pertahanannya?" Kata Abah Yusuf sambil berbisik ke Abah Ali.


Abah Ali kaget.


"Bukan kamu aja yang ga bisa menembus pertahanannya?Ana juga ,Sudah sering Ana lakukan tapi gagal"


"Berarti kita sebagai orang yang di tetuakan masih kalah ama anak bau kencur..." Kata Abah Yusuf sambil tersenyum dan meninggalkan Abah ali.


"Assalamualaikum....Al..." Teriak Abah Yusuf.


"Walaikum sallam...." Ucap Abah Ali.


Yusuf tahu aja kalau Ana pingin menembus pertahanan anak itu,Dan apa benar dia juga ga mampu menembus pertahanan cucunya?


"Abah ayo kita pulang! " Ajak Firman kepada Abahnya.


"O...iya Ayo..." Kata Abah Ali.


Merekapun berjalan ke tempat parkir dan Pak Arif sudah menunggu.Mobil pun berjalan meninggalkan Sekolah.


"Firman..." Panggil Abah Ali memecah kesunyian.


"Ya...Abah..."


"Gimana pendapatmu tentang cucu temannya Abah?"


"Mmmm....maksud Abah?"


"Maksud Abah..menurutmu gimana Si Andhini?apa bener bener membuat kamu jatuh hati?"


"Idiiih....apaan sich Abah...." Kata Firman sambil memalingkan muka ke arah jalan biar Abahnya tidak melihat mukanya sudah seperti kepiting rebus.


"Ga usah sembunyiin dari Abah,Abah tahu kok tuh pipi yang kaya bakpao udah kaya tomat..." Abah Ali menggoda cucunya.


"Abah..." Firman pun tersenyum kecil dan menunduk.


"Abah tahu Man,Andhini sangat cantik walau di tutupi cadar,dari getaran hatinya Abah tahu Dia anak yang baik,tapi..." Abah Ali menggantung kata katanya.


"Tapi apa Abah...?


" Ada sesuatu yang Abah tak mengerti,sepertinya Dia menahan kesedihan yang amat dalam"


"Abah sudah berusaha menggali sampai dalam tapi Abah tidak bisa menembusnya,sepertinya pertahanan Dia sangat kuat" Kata Abah lagi


"Ha..ha...ternyata baru kali ini Abah di kalahkan Anak kemarin sore?" Kata Firman meledek Abahnya.


"Bisa aja kamu Man,ini pembuktian kalau di atas langit ada langit Man,nach ternyata kemampuan Abah ada yang menandingi walau anak yang bau kencur" Kata Abah Ali.


"Betul ga Pak Arif?" Kata Abah Ali


Pak Arif sedang mengemudikan mobil hanya mengangguk,Dia sebenarnya juga sedang memikirkan sesuatu tapi berusaha menutupinya agar Abah Ali tidak bisa membaca pikirannya.


"Gimana Man...." Kata Abah Ali lagi.


"Apanya Bah...." kata Firman tidak mengerti.

__ADS_1


"Itu...tadi Abah ama Abah Yusuf merencanakan menjodohkan kamu ama Andhini gimana?" Kata Abah Ali.


Uhuk...uhuk..


Firman tersedak waktu minum air putih.


Abah Ali terkejut dan mengeryit keningnya.


"Napa kamu Man?" Tanya Abah Ali.


"Ngg..ga ada apa apa Abah...?


" Jangan coba menyembunyikan dari Abah?"


"Ga ada Bah...Firman pikir pikir dulu Bah,lagian sebentar lagi Firman harus berangakat ke Tarim apa Dia mau nunggu Firman?" Kata Firman


"Nanti coba Abah tanyakan dulu ama Abah Yusuf,kalau kamu setuju kita mengkhitbahkan Dia dulu,dan pernikahan di langsungkan setelah kamu kembali ke Tarim" Kata Abah Ali.


"Terus gimana dengan Umi ama Abi Abah?


" Abah rasa mereka setuju,mana mungkin Abah mencarikan pendamping yang tidak baik"


"Tapi itu juga terserah kamu Firman,Abah ga memaksa yang menjalani semua kamu,Apa perlu Ta A'ruf dulu?tapi waktu Ta A'rufmu juga sebentar karena minggu depan kamu sudah harus berangakat" Kata Abah lagi.


"Beri Firman waktu Abah..." Kata Firman.


"Sebenarnya ada masalah apa Firman?Abah tahu kamu juga jatuh hati sama Andhini?" kata Abah Ali.


"Aku...." Firman terdiam dan bingung mau mulai dari mana.


Haruskah aku bercerita ama Abah?apakah Abah akan marah seperti Pak Davin?


"Firman...." kata Abah Ali membuyarkan lamunan Firman


"Ya...Abah..." Firman menarik nafas panjang.


"Abah ..Jujur Firman sudah jatuh hati sama seseorang,tapi Firman tidak tahu sekarang dimana?" Kata Firman


Firman pun menceritakan kepada Abah Ali tentang Lia, tentang peristiwa satu tahun lalu, tentang mimpi mimpi yang dia alami yang sering ketemu Habib dan memohon untuk membantu Lia dalam Dzikir, tentang jawaban Sholat Istikharohnya,dan Tentang permohonan Khitbah kepada Pak Davin untuk Lia dan di kembalikan kembali karena Pak Davin tahu kalau hatinya bercabang dan ternyata hatinya bercabang pada Adik Pak Davin sendiri.


"Itulah..Abah..Firman bingung,jujur pertama mendengar lantunan Andhini,pertama mendengar Sholawat Andhini,Hati Firman bergetar seperti waktu Firman mendengar lantunan Lia di Mushola sekolah dulu" Kata Firman lagi tak terasa air mata pun mengalir.


"Kamu menangis Firman...?" Kata Abah Ali.


"Ustad juga manusia Abah..."


"Maksud Abah...baru kali ini Abah melihat kamu menangis setelah Setahun yang lalu?Dan sebelumnya kamu pernah menangis di usia kamu SMP waktu kamu menangisi seorang anak gadis yang sudah menolong Umimu dalam keadaan sekarat,dan tiba tiba gadis itu menghilang sehingga membuat kamu terpukul dan kamu melampiaskan dengan naik motor secara ugal ugalan"


"Apa..setahun yang lalu kamu juga menangis karena seorang Lia pun pergi tanpa kabar?" kata Abah Ali lagi.


Firman pun mengangguk.


"Firman coba kamu Sholat Isthikharoh lagi,bagaimana jawaban Sholat itu nanti keputusan Kamu kelak" Kata Abah Ali.


"Baik Abah..."


Mobilpun berhenti di depan Pesantren mereka pun turun kemudian masuk ke Pesantren.


...****************...


Di Rumah Wijaya semua pada turun kecuali Lia,Dia ingin kembali ke rumah Momynya dan sangat merindukannya.Sudah Satu Tahun dia tidak bertemu ama Momy ,Bu Arum dan Kak Ardian.


Gue jadi kangen ama mereka gimana ya reaksi mereka melihat gue...?


Sebelum mobil keluar dari pintu gerbang,Davin mengetuk jendela mobil.Lia pun membuka kaca jendela .


"Jangan macam macam,awas kamu ya..." Kata Davin sambil menarik hidungnya .


"Aduh...Sakit Kak..." kata Lia sambil memegang hidungnya.


"Macam..macam..apa sich kak?Tapi..." Lia langsung terpikir sesuatu...


"Udah dulu Kak...udah malam..." Kata Lia sambil menutup kaca jendela mobil.


"Ayo Pak kita jalan..." Kata Lia ama Pak Jamal.


"Awas kamu ya Dik kalau kamu macam macam" Teriak Davin.


Salah ana kenapa tadi ana ngingetin gitu,bisa bisa Dia ngelakuin sesuatu,apa Ana susul dia ya..


Di dalam perjalanan Lia pun terdiam,tiba tiba Dia merasakan sesuatu yang menjalar di darahnya,Lia berusaha menguasai rasa itu.


Ach...mengapa rasa sakit itu harus muncul di saat begini sich...Gue ga mau Pak Jamal melihat keadaanku.


Dalam diam Lia berusaha membaca Doa untuk mengendalikan diri.


Davin yang mengikuti dari belakang mobil Lia pun berhenti karena merasa mobil itu berjalan sesuai arah ke tempat Mommy nya Lia,makanya Dia memutuskan berbalik arah dan tak perlu mencurigainya.


Dalam pengendalian diri Lia tiba...tiba...


Ciiit....bukk..


Ngiinggg....ngiing...


Suara motor berlomba lomba dan berkejar kejaran membuat darah Lia mendidih,jiwa balap motor bergejolak melihat balapan liar itu.


Awas kalian ya...gue tantang kalian mau macam macam ama gue..


Lia mengepal tangannya.Dan mukanya memerah menahan amarah.


"Pak Jamal ga papa...?Kata Lia melihat ke arah Pak Jamal yang tadi tiba tiba mengerem mendadak gara gara terkejut Balap liar tadi.


" Ga apa..apa Non?" Kata Pak Jamal lagi.


"O..ya Pak tolong putar balik Ke Gang Petruk" Kata Lia


"Mau apa Non..?jangan jangan..."


"Uda ga usah tanya Pak...Bapak tahu sendiri saya mau kesana mau ngapain?"


"Tapi...Non...? Kata Pak Jamal cemas.


" Sudah Pak Jamal ga usah cemas,kaya Pak Jamal baru kenal Lia?"


"Terserah Pak Jamal mau nungguin Lia selesai atau Pak Jamal langsung pulang?"


"Bapak nunggu Non aja ya..." kata Pak jamal.


Dari pada pulang dan berbohong lebih baik nunggu majikannya saja .


"Baik Pak...kalau mau nunggu Lia,seperti biasa Bapak bisa istirahat disana"

__ADS_1


"Baik Non..."


__ADS_2