
Tubuh Lia sangat lemah,dan di baringkan di sofa ruang pribadinya.Pak Arif mengecek denyut nadinya.Dan terlihat wajah kecemasannya.Karena Dia tahu Lia terluka sangat parah akibat serangan Firman yang mematikan.Hanya orang orang orang tertentu yang bisa bertahan dengan serangan itu.
Pak Arif hanya bisa menggeleng dan hanya Firman lah yang bisa menyembuhkan Lia.
"Gimana Pak Arif?" Tanya Davin
"Hanya Dia yang bisa mengobati Nak .. " Kata Pak Arif.
"Baiklah saya mau nemui Firman biar mau ngobati Dede" Kata Davin.
"Silahkan...tapi Nak Davin ingat jangan membuka jati diri Nak Lia biar Dia mengetahui sendiri"
"Baik Pak Arif.. insya Allah saya bisa jaga amanah".
Davin pun keluar dari ruang tersebut.Dan menemui Firman.
Setelah acara selesai Firman bergegas untuk mencari jamaah yang jatuh pingsan tadi.Firman tahu kalau keadaan jamaah tadi sangat parah karena serangan yang dia kirim,dan Dia percaya kalau sampai saat ini gadis itu masih pingsan karena hanya Dialah yang bisa menyembuhkannya.
Firman menghampiri karyawan yang dia duga adalah karyawan yang bertugas mengurus acaranya.
" Assalamualaikum...."
"Walaikum salam Ustadz..."
"Maaf apakah lihat jamaah tadi yang pingsan,itu di bawa kemana?"
"Maaf Ustadz kalau ga salah di ruang presdir di lantai 5"
" O kalau gitu makasih ya"
"Assalamualaikum"
"Walaikum salam".
Firman kemudian menuju lift untuk naik ke lantai 5.Sampai di pintu Lift Firman di kejutkan panggilan Fatimah.
" Kak Firman..."
"Ada apa Dik?"
"Kakak mau kemana?"
"Mau menengok jamaah yang tadi pingsan"
"Buat apa Kak?kan Dia seorang perempuan dan bukan muhram Kakak?lagian Kakak juga ga kenal siapa Dia?"
"Emang saya ga kenal Dia Dik,tapi apa salah kalau saya nengok Dia ,karena Dia pingsan waktu acara saya"
"Baiklah Fatimah ikut?"
"Terserah kamu".
Ketika pintu Lift terbuka muncul Davin dari dalam Lift.Davin melihat Firman bersama Fatimah ada rasa kesal di mata Davin.Busa bisanya Adiknya terbaring sakit e...ini malah berduan dengan gadis lain.
Dimata Davin Fatimah adalah bukan wanita Solekhah sejati,karena Davin menganggap Fatimah adalah wanita tak tahu diri yang mengejar cinta laki laki tanpa batas malu.
Firman melihat tatapan Davin ke Fatimah seperti menjadi tidak enak hati.Firman tahu kalau dari awal Davin tidak suka akan kedekatannya dengan Fatimah.
Firman tahu mungkin karena Davin adalah Kakak nya Lia makanya Dia tidak suka kalau Adiknya terluka.
" Maaf Dik Fatimah kamu kembali ke tempat perjamuan dulu ya,saya ada perlu dengan Pak Davin"
"Tapi Kak?"
"Sudah Dik,saya kan pergi sama Pak Davin,kamu tahu sendiri Pak davin tidak mau satu ruang dengan cewek yang bukan muhram jadi kamu ga usah ikut ya tunggu di ruang perjamuan aja" Kata Firman berusaha menenangkan Fatimah.
Fatimah sendiri enggan meninggalkan Firman,karena Dia tahu Firman mau nengokin Jamaah yang pingsan dan seorang gadis lagi.Dia ga mau usaha selama ini gagal hanya gara gar seorang yang tidak di kenal.
Selama ini Fatimah sudah berusaha memperpadat jadwal yang melibatkan mereka berdua sehingga waktu Firman untuk menemui calon istrinya.Dan menurut Dia dengan seringnya Dia muncul di publik bersama Firman pasti calon istrinya akan mundur.Dan Fatimah juga sudah membuat berita bohong kalau Dia dan Firman ada rencana ke depan.Pernyataan itu lagi trending hari ini.Dan Firman brlum mengetahuinya.
"Baiklah kak Fatimah ke perjamuan dulu"
"Assalamualaikum..."
"Walaikum sallam".
Setelah kepergian Fatimah,Firman mengatakan ke Davin kalau ingin menengok jamaah yang pingsan dan ingin membantu pengobatan.Davin juga mengutarakan kalau Dia sedang mencarinya.Mereka pun ke lantai lima.
Karena terlalu fokus tentang kesembuhan jamaah yang pingsan,Firman tidak menyadari kalau ponselnya dari tadi berbunyi.
Azzam merasa putus asa karena Firman tidak bisa di hubungi.Dia merasa frustasi atas berita di sosial media yang memberitakan tentang hubungan Firman dan Fatimah.
Azzam berusaha menghubungi Firman dan pak Arif mereka juga ga ada kabarnya.
Selama ini tentang pemberitaan di sosial media hanya Pak Arif yang bisa mengatasi karena Dialah yang mengetahui seluk beluk di Kota Jakarta ini.
Azzam baru satu tahun ikut Firman Di Indonesia makanya Dia belum pengalaman untuk mengatasi para Wartawan di Indonesia.
__ADS_1
Mungkin kalau di Tarim bisa di atasinya karena Dia sudah mengenal para Wartawan tersebut.
Dari Jauh Riana memperhatikan Azzam yang sedang gelisah kemudian Dia menghampiri Azzam.
" Assalamualaikum...Pak Azzam,maaf kalau mengganggu dari tadi saya melihat Pak Azzam gelisah dan tidak menikmati jamuan yang kami berikan apa ada yang tidak berkenan"
"Walaikum Sallam Bu Riana maaf bukan karena jamuannya,semua jamuannya sangat enak dan baru kali ini acara yang di selenggarakan Bu Riana sangat sempurna"
"Ah..Pak Azzam bisa aja"
"Tapi benar kok Bu.. baru kali ini saya merasakan kalau acara demi acara dan dekor ruangan dan panggung sesuai konsep ceramah yang di bawa".
" Terimakasih Pak Azzam kalau acara yang kami selenggarakan tidak mengecewakan Pak Azzam dan Pak Ustdz"
"Sama sekali ga kok Bu Riana,sepertinya Bu Riana sangat berpengalaman di acara seperti ini"
"Ya kalau soal berpengalaman kami masih kurang ,EO kami juga mencakup dari beberapa acara seperti pernikahan,perpisahan,reuni bahkan acara religi seperti ini,tapi semua juga karena tidak lepas dari bimbingan Presdir kami"
"Presdir Bu Riana?saya kira ini semua nilik Bu Riana?"
"Pak Azzam bisa aja ,saya di sini hanya karyawan tepatnya wakilnya Presdir,cuma kalau yang selalu menyampaikan ide ide kami masih di bimbing Beliau"
"Wah hebat juga Presdirnya Bu Riana ,kayanya Beliau sangat profesional"
"Kalau di bilang pengalaman emang Presdir kami ahlinya,apalagi bukan usaha ini aja yang dia kelola masih banyak lagi ada Pabrik tekhtil,Otomotif,Rumah sakit dan masih banyak lagi"
"Wah keren...Presdirnya ya Bu..mungkin kapan kapan say bis bertemu dengan Pak Presdirnya.
" Ha...ha..bukan Bapak kok Pak Azzam tapi nona muda"
"Nona Muda?" Tanya Azzam tak mengerti.
"Ya..Pak Azzam Presdir kami masih muda malahan usianya masih di bawah saya tapi kepintarannya sebagai pemimpin tidak di ragukan lagi"
"Wah hebat banget ya Bu ..saya jadi penasaran ingin mengenalnya"
"Kalau itu kayanya sulit Pak Azzam karena Presdir kami jarang berinteraksi dengan orang banyak,saya sebagai bawahannya bisa di hitung jari dalam sebulan ketemu Dia"
"Kayanya super sibuk ya Presdir nya"
"Ya begitulah Pak...ingin ketemu aja harus bikin janji dulu udah gitu Dia juga orangnya pilih pilih siapa yang ingin di temui"
"Apakah Pak Arif juga mengenalnya?karena kalau saya lihat Pak Arif sangat akrab dengan Bu Riana"
"Kalau itu pasti dong Pak Arif mengenalnya,karena mereka sudah seperti anak ama Bapak aja."
"O...itu saya cuma lagi bingung telpon Pak Arif dan Ustadz Firman tidak di angkat angkat,sedangkan di depan sudah banyak wartawan minta klarifikasi tentang hubungannya dengan Fatimah"
"O...kalau itu saya tahu mereka di mana?mau saya antar?"
"Boleh...boleh sebelumnya saya mengucapkan terimakasih"
Mereka pun menuju ke lantai Lima untuk menemui Ustadz Firman.
Dalam perjalanan mereka juga banyak ngobrol dan bercerita pengalaman masing masing.
"Maaf Pak Azzam...eh...Kak Azzam" Kata Riana sedikit canggung.
"Ada Dik Riana?"
"Tadi kan katanya mau klarifikasi ke Wartawan tentang hubungan antara Ustadz Firman dan Ustadzah Fatimah?La sebenarnya apa mereka punya hubungan spesial?"
"Apa kamu belum melihat trending topik hari ini tentang pengakuan Ustadzah Fatimah tentang hubungan mereka?"
"Wah kalau itu saya belum sempat lihat,karena bagi saya ga penting selama tidak menyangkut dengan pekerjaan dan pribadi saya" Kata Riana berusaha berbohong,padahal Dia sudah lihat trending topik tersebut dan sempat geram karena begitu teganya Ustadz Firman melupakan Lia setelah dia dekat Fatimah.
"La sebenarnya mereka ada hubungan apa kok harus di klarifikasi?kalau di lihat selama ini kedekatan mereka wajar aja kalau mereka punya hububgan spesial" Kata Riana lagi.
"Itu yang harus saya klarifikasi tapi tentang klarifikasi tersebut setidaknya Ustadz Firman sendiri yang mengumumkannya"
"Karena saya sendiri tidak tahu tentang hubungan mereka sebenarnaya"
"Kalau kata Ustadz Firman Dia sama Fatimah tidak punya hubungan apa apa hanya sebatas rekan kerja"
"Dan Ustadz Firman sudah punya calon istri,dan terus terang saya juga belum pernah menemuinya.
Tidak terasa mereka sudah sampai di depan Ruangan Presdir.
Azzam melihat kanan kiri ternyata di sana banyak di tempatkan beberapa pengawal walau mereka menggunakan baju koko.
Azzam tidak habis pikir begitu kuatnya Presdir mereka.
Di luar ruangan Azzam melihat Pak Arif sedang duduk di sofa.
Azzam langsung menemui PaK Arif dan menceritakan keadaan yang sebenarnya.Pak Arif menyimak yang di ceritakan Azzam.
Kemudian Pak Arif minta tolong kepada Riana untuk mengatasi berita yang beredar di sosial media.Riana menyanggupi dan mengajak Pak Arif di ruang kerjanya.
__ADS_1
Dengan cekatan Riana membereskan semua,Pak Arif juga mengklarifikasi atas dasar perwakilan dari Ustadz Firman.
...Kamu cantik tapi mengapa kamu gunakan akal licik ini.Batin Pak Arif....
Urusan wartawan dan pemberitaan di sosial media pun selesai,Azzam sangat mengagumi kinerja Riana.Pak Arif tahu apa yang di pikirkan Azzam.
" Nak Azzam kalau ada masalah apa apa tentang Sosial media kamu bisa bertanya dengan Riana,karena Dia adalah ahlinya"
"Apa itu benar Dik Riana?"
"Ah..Pak Arif bisa aja,saya bisa seperti ini karena Kak Lia"
"Kak Lia siapa ya?kayanya saya tidak asing nama itu?" tanya Azzam.
"Jelas tidak asing nak Azzam,Lia itu calonnya Nak Ustadz mungkin selama ini selalu mendengarnya"
"O..iya Pak sekarang saya ingat,wah kapan ya Pak bisa kenalan ama calonnya Ustadz?saya jadi penasaran " Kata Azzam.
"Mungkin kalau sudah waktunya Nak,soalnya calon Nak Ustadz orangnya ga mau menonjolkan diri,walau banyak kemampuan yang di miliki"
"Wah terdengarnya sangat hebat ya Pak...makanya Ustadz Firman ga mau berpaling walau di depan matanya ada bidadari"
"Maksud Nak Azzam siapa?"
"Ya...itu Pak Arif,Ustadzah Fatimah siapa lagi,jujur saya menjadi laki laki sangat mengagumi kecantikannya"
"O...itu bagi Bapak buat apa cantik luar tapi kalau dalamnya busuk?"
"Maksud Pak Arif?"
"Sudahlah Nak Azzam suatu saat pasti Nak Azzam akan tahu sendiri,mungkin selama ini Nak Azzam hanya di pesantren jadi tidak tahu kehidupan di luar"
"Kalau ga keberatan belajarlah dengan Nak Riana,pasti Dia lebih bepengalaman"
"Kok saya Pak Arif?"
"Nak Riana Bapak tahu kamu merasa ga enak karena kalian bukan Mahram,tapi apa salahnya selama kalian bisa menjaga diri dan tidak merusak agama saya rasa tidak masalah?"Kata Pak Arif.
Mereka akhirnya mengobrol ke sana kemari,tak lama kemudian Davin keluar dari ruang Presdir dan meminta Pak Arif membantu di dalam.
" Assalamualaikum Nak Firman ada apa?" Tanya Pak Arif setelah masuk ruangan.
Di ruangan tersebut di beri tirai pembatas dan tidak ada yang melihat orang di balik tirai.
"Pak Arif tolong bantu saya memulihkan tenaga ya,Rasanya lemas banget saya ga nyangka Dia begitu kuat" Kata Ustadz Firman.
"Baik nak,Ayo Nak Davin bantu Bapak ya..." Kata Pak Arif.
Mereka berkonsentrasi penuh untuk memulihkan tenaganya Firman.
Di balik tirai Lia juga memulihkan tenaganya kembali setelah di beri pengobatan Firman.Keaadaannya berangsur membaik.Walau tangan dan kaki masih sulit di gerakkan,tapi Dia terus berusaha menyalurkan tenaganya ke syaraf syaraf tangan dan kaki agar mau bekerja.
Setelah melakukan pemulihan tenaga Firman melihat di balik tirai,Dia melihat cahaya di balik tirai tersebut.Dia tahu kalau orang di balik tirai sudah sadar dan sedang memulihkan tenaganya.
"Maaf...apakah anda baik baik aja?" Tanya Firman.
"Ya Ustadz ...terimakasih dan maaf sudah meropatkan Ustadz" Kata Lia terbata bata sambil menutupi suaranya agar tidak kenal Firman.
"Sama sama...apakah ada yang bisa di bantu lagi?" Tanya Ustadz Firman.
"Ga ada Ustadz...terimakasih " Kata Lia sambil berusaha mengambil air minum yang ada di meja.Tapi ternyata syaraf tangannya belum bekerja dengan baik dan akhirnya gelas yang ingin di ambil Lia jatuh ke lantai.
Prankk....
"Anda tidak apa apa?" Tanya Ustadz Firman sambil berusaha membuka tirai.
Dalam hitungan detik,tangan Firman hanpir saja membuka tirai,tapi buru buru Davin mencegahnya.
"Maaf Firman kalian bukan Muhram biar Riana yang membantu di dalam" Kata Davin .
"Betul Nak jangan masuk di dalam takut menimbulkan fitnah." Kata Pak Arif menengahi.
Davin pun keluar dan memanggil Riana untuk bantu di dalam.
Ustadz Firman. pun keluar di ikuti Pak Arif.
Firman duduk di sofa dan merenung barusan yang terjadi.Firman merasa orang yang di tolong adalah orang yang terdekat dalam hidupnya.
Dik..apakah itu kamu?
kalau itu kamu kenapa kamu harus bersembunyi
Dan tidak mau jujur terhadapku
sebenarnya kamu sakit apa?
Karena fisikmu telah berubah.
__ADS_1
Firman menghela nafas panjang,dan melihat ke arah Pak Arif