
"Firman...." kata Abah menyadarkan lamunan Firman.
"Eh.. iya ...Abah...?maaf..."
"Kamu kenapa?"
"Ga..pa pa..Abah Rumah sakit ini mengingatkan aku pada seseorang" kata Firman yang tidak bisa menyembunyikan apapun dari Abahnya.
"Maksudmu..gadis kecil itu?
" Iya...Abah...maaf"
"Sudah itu masalalu,kalau kamu berjodoh pasti ketemu lagi " kata Abah Ali.
"Tapi Abah...bagaimana rencana melamar Lia?" Kata Firman.
"Allah maha Tahu Firman,kita hanya bisa merencanakan,Abah berharap kamu berjodoh dengan cucu sahabat Abah,tapi kalau tidak berjodoh mau gimana lagi"
"Berharap dan berdoa semoga gadis kecil yang menolong kamu adalah Dia juga...ha..ha..kan kamu tidak merasa bimbang.." kata Abah Ali sambil menepuk bahunya.
Firman berjalan mengikuti Abah Ali,dalam hati pun membenarkan kata Abahnya.
Ya..semoga gadis kecil itu juga kamu Dik,sama waktu hatiku bergetar Dua kali dalam penampilanmu yang berbeda.Karena Allah selalu memberikan kemungkinan kemungkinan yang terjadi dan di luar batas kemampuan kita.
Meraka berjalan di ruang VVIP,disana sudah menunggu Abah Yusuf,Pak Davin,dan ada beberapa orang yang Firman belum tahu.
"Assalamualaikum Yusuf..." Abah Ali menghampiri mereka.
"Walaikum sallam Ali...akhirnya kamu datang juga,hai Nak Firman makasih semalam sudah membantu cucu bandel saya..." kata Abah Yusuf sambil memeluk Firman.
"O..ya Al masih ingat mereka kan?" kata Abah Yusuf sambil menunjukkan orang orang yang di dalam.
Abah Ali melihat mereka,Dia berusaha mengingat.
"Aku Anton Tuan Ali...masih ingat?"kata Laki laki di sebelah Abah Yusuf.
" Anton...?"Abah Ali kaget.
Tidak menyangka akan bertemu Pria itu,Pria yang sudah merebut Palupi darinya,Pria uang menjadi suami Palupi.Ternyata prediksinya salah,tadi Dia berusaah menata hati kalau sampai bertemu Palupi,tapi ini di luar dugaan yang tidak di harapkan.
Abah Ali mengenal Anton ,karena dulu setiap bertemu Palupi dialah yang selalu mendampingi Palupi.
"Oh...iya Kak Anton..." kata Abah Ali sambil menjabat tangan Anton.
"Hai Kak Ali masih ingat ga ama ana..." kata seseorang yang memakai baju Dokter.
Abah Ali mengerut keningnya.
"Ana Markus...Kak..yang suka ganggu waktu kencan kalian...bener ga Ka Anton....Ha...ha...? Kata Markus sambil menjabat dan memeluk Abah Ali.
" Wah...Markus...?ya...ya...sekarang kamu sudah sukses ya...ni lihat lah sudah jadi dokter
"Gimana kabar kamu?Udah menikah?anak berapa?sekarang tinggal di mana?" kata Abah Ali bertanya.
"Idih...nich bertanya atau introgasi sich...satu..satu dong" Kata Markus sambil menepuk bahu Abah Ali.
"Ha...ha....maaf..." kata Abah Ali.
"Ga..pa...pa..tetap ana jawab"
"Khabar ana baik,Ana uda menikah,anak Ana satu Cowok,Ana tinggal di Jerman" Kata Markus kemudian.
"Wah,hebat kamu ya...itu anak kamu?" kata Abah Ali menunjukkan seoarang anak Muda seumuran Firman juga memakai baju Dokter.
"O...itu..bukan?anak Ana udah menikah dan udah punya anak"
"Berarti itu cucu kamu?wah..ikut juga jadi dokter ya?"
"Ha..ha..bukan Al..yang ngikut jejak ana jadi dokter cuma anak Ana,tapi cucu Ana ga mau jadi Dokter tapi dia milih di kemiliteran"
"Itu Cucu Palupi.." Kata Markus berbisik.
"Sini El..kenalin ini temen kita para generasi Tua..." Kata Markus memperkenalkan Eel.
"Wah...ganteng juga cucu kamu Kak Anton...,Ga bisa bayangin gimana wajah cucu perempuan kalian" Kata Abah Ali sambil memeluk Eel.
"Ha...ha..jangan bilang kamu belum lihat wajah Cucu kami yang cewek ya..." kata Markus.
__ADS_1
Abah Ali menggeleng.
"Gimana mau lihat,ketemu aja sekali waktu perpisahan sekolah cucu Ana,itu aja dia pakai cadar,mungkin cucu Ana yang pernah lihat wajahnya.." Kata Abah Ali sambil melihat ke arah Firman.
"Ini cucu kamu Kak Al...tampan juga" Markus mengajak salaman ke Firman.
"Boleh juga kamu Pak Ustadz,bisa membuat cucu Ana klepek klepek" kata Markus sambil berbisik ke telinga Firman.
"Hush...ngomong apa kamu Markus ke cucu Ana"
"Rahasia... " Kata Markus sambil tersenyum.
Tiit...Tiiit...
Tanda bahaya dari kamar Lia.
Salah satu Suster keluar dari kamar.
"Ada apa suster?" Kata Markus .
"Maaf Dok...pasien mengalami kesadaran menurun.." kata Suster panik.
"Apa...,Ayo..El..!" Dokter Markus pun masuk di susul Eel dari belakang.
Abah Yusuf dan Anton pun lemas mendengar Perkataan Suster.
Davin juga terkejut,dan sadar Dia harus kuat dan harus menghibur Abah Yusuf dan Opa Anton.
"Sudah...Abah..Opa...kita berdoa semoga Dedek ga kenapa..napa.." Davin berusaha menghibur mereka dan melirik ke arah Firman.
"Firman...bisa bantu Bapak..." kata Davin kepada Firman.
"Bantu kirim Doa ya ke Dedek,coba buktikan kalau kamu bener bener sayang ama Dia" Pinta Davin lagi.
Abah Yusuf tersadar,dan hampir lupa untuk mengirim Doa.
"Bener juga kamu Vin,..Ayo nak Firman tolong bantu Abah ya" Kata Abah Yusuf kemudian keluar dari Ruang VVIP menuju ke Mushola.
Firman dan Davin mengikuti dari belakang.
Abah Ali pun merasa canggung.
"Tuan Ali.. " Anton berusaha mencairkan suasana.
"Oh....iya Kak Anton,Mmm...maaf jangan panggil Tuan ya...lebih baik panggil nama aja" kata Abah Ali.
"Mmm...baik Al.."
"Kamu masih mengurus Pesantren Firdaus"
"Iya..Kak..itu Pesantren keluarga,mungkin setelah Firman dari Tarim dia yang melanjutkan mengurus Pesantren itu"
"Cucu kamu mau ke Tarim?"
"Iya. .Kak..tiga hari lagi Dia berangkat ke Tarim."
"Al...Kata Kak Yusuf kalian mau menjodohkan cucu kami ama cucu kamu,apa itu benar?kata Anton lagi.
" Iya Kak rencana awal juga gitu,dan ternyata mereka sudah kenal dan sepertinya mereka saling menyayangi" Kata Abah Ali.
"Tapi apa ga salah Al...tiga hari lagi cucumu ke Tarim,sedangkan ke Tarim kan ga cuma sehari atau dua hari kan?"
"Terus hubungan mereka bagaimana?"
"Maaf Kak, Firman di Tarim selama lima tahun,soal perjodohan kita serahkan mereka berdua,kalau mereka mau nanti biar Firman melamar dia,dan setelah pulang dari Tarim Firman akan meminang dia,Apalagi Kakak tahu usia mereka masih muda bila di nikahkan sekarang" Kata Abah Ali.
"Ya...semua tergantung cucu ku Al...cuma aku takut dia akan terluka karena kepergian cucumu,Cucuku sangat berharga bagiku dan keluarga wijaya"
"Asal kamu tahu Al...cucuku adalah penerusnya Palupi...jadi kamu tahu resikonya gimana?"
"Maksud kakak...?
" Cucuku adalah pengganti Palupi,pengganti sebagai CEO Wijaya group,Pengganti Sebagai pelindung dan kepala keluarga Wijaya"
"Jadi kamu tahukan maksudnya?Dia bukan wanita rumahan,dia bukan wanita yang harus mendampingi cucumu bila berdakwah " Kata Anton lagi
"Maaf Kak kalau boleh tahu kenapa harus Andhini yang jadi penerus, bukannya cucu cowok kalian banyak?"
__ADS_1
"Kalau untuk itu aku ga bisa jawab Al...mungkin takdir,seperti Palupi yang harus di takdirkan menjadi CEO setelah saudara laki lakinya pada menyerahkan tanggung jawab ke Palupi"
"Dan semenjak itulah hanya keturunan Palupi yang berhak menjadi CEO" Kata Anton menjelaskan.
"Maaf kalau saya ikut campur,kenapa bukan Putra kalian yang meneruskan ini semua,sedangkan Andhini usianya masih dini"
"Terlalu rumit untuk di jelaskan Al..tapi baiklah akan aku jelaskan dan ku harap setelah ini kamu bisa di pertimbangkan perjodohan ini,dan mungkin dengan penjelasanku ini kamu juga bisa memaafkan Palupi"
Anton mengambil nafas dalam dalam kemudian bercerita.
"Semenjak kami menikah hubungan ku ama Palupi masih sebatas Majikan dan pengawal,Aku sadar kalau Palupi ga akan pernah mencintaiku,Aku menerima pernikahan ini karena Tuan besar dan balas budiku kepadanya.Berbulan bulan bahkan bertahun tahun kehidupan rumah tangga kami hanya sebuah status"
"Sampai Tuan besar meninggal pun hubungan kami tetap sama,Dalam hatiku terasa sakit bila mengingat itu semua,tapi aku sadar siapa diriku,dan aku ingat tujuan Tuan Besar menikahkan ku dengan putrinya adalah supaya aku bisa melindunginya,dan akan mengurangi pertumpahan darah yang meluas"
"Waktu itu Tuan besar hanya berpikir kalau Palupi menikah dengan kamu maka keluarga Firdaus akan terancam,dan Tuan besar takut tidak bisa melindungi kalian,maka dari itu Tuan Besar menyuruh aku menikahi putrinya karena aku ga punya siapa siapa"
Anton terdiam dan berusaha mengenang kenangan pahit di masalalu.
"Tuan besar pun mengirim anak anak laki lakinya keluar negeri dan Dia fokus menjaga Palupi di sini"
"Dan Palupi memberikan perjanjian denganku kalau tidak ada kontak fisik di antara kita,untuk menghindari adanya keturunan dari kita"
"Aku menyutujuinya..karena aku menikah juga karena Tuan besar,tapi malam itu....aku ingat tepat Tiga tahun kami menikah...kalau ga salah waktu itu kamu mengadakan pesta pernikahan di sebuah Hotel"
Anton pun terdiam dan Abah Ali mengingat pernikahannya di selenggarakan di hotel atas pemintaan keluarga Aisyah,
"Maaf Kak Anton...bukannya waktu itu pihak kami tidak mengundang keluarga Wijaya.. ?kenapa Kak Anton tahu tentang pernikahan itu?"
"Ha...ha...kamu tuh terlalu polos atau lugu Al...?kok bisa bisa nya mudah di perdaya oleh semua orang" Kata Anton sambil tertawa.
"Maksud kakak....?"
"Jadi kamu sampai sekarang belum tahu Istri kamu siapa?"
"Istri saya Aisyah...putra Haji Syamsul "
"Ha...ha...Ali..Ali kalau itu semua tahu,tapi apakah kamu tahu tentang kedekatan Aisyah dengan Palupi?"
Abah Ali cuma menggeleng.
"Aisyah itu sahabatnya Palupi waktu di pesantren,dan sangat dekat seperti saudara,Palupi juga pernah bercerita tentang hubungan kalian,waktu itu Aisyah selalu mendukung hubungan kalian,tapi setelah hubungan kalian putus Aisyah selalu menghibur dan menenangkan dia ,anggap aja kalian tidak berjodoh itulah nasehat yang selalu di berikan kepada Palupi"
"setelah itu Palupi benar benar tegar dan selalu berdoa untuk kebahagiaanmu kelak,Suatu hari Aisyah bercerita dia di jodohkan dan memperlihat foto kamu ,Palupi sempat kaget dan berusaha kuat,Aisyah bercerita kalau dia sangat mencintaimu dan berharap menjadi istrimu"
"Kamu tahu bagaimana perasaan dia waktu itu...?tentunya sakit?hancur? itulah yang di rasakan,tapi Palupi harus berusaha tersenyum demi sahabat"
"Dan malam itu Aisyah memohon kepada Palupi kalau pernikahannya ingin di adakan di Hotel Wijaya,Palupi tidak bisa mengelak demi sahabat Dia pun mengabulkan permintaannya,bukan hanya hotel yang dia berikan untuk menyelenggarakan pernikahan kalian,Tapi semua persiapan dari EO,pakaian ,dekorasi,Palupi yang mengaturnya"
"Aku yang selalu di sampingnya untuk selalu menjaganya sangat sedih ,apalagi terkadang aku melihat dia menangis"
Anton terdiam lagi dan tak terasa airmata pun menetes mengingat betapa rapuhnya waktu itu seorang Palupi.
"Dan di malam pernikahanmu,aku tidak tahu haruskah aku bahagia?atau haruskah aku nenyesalinya?"
"Karena malam itu Palupi mabuk berat,Dia masuk club yang di Hotel,Dia minum..mungkin karena Dia tidak pernah mabuk,hanya minum dua gelas dia pun sudah meracau,aku berusaha menyadarkannya tapi tidak bisa,Dia bener bener mabuk,maka dari itu aku bawa dia ke kamar ,Di situlah Palupi hilang kendali dan merayuku,aku berusaha menahan gejolak,tapi kamu tahu sendiri kita sebagai laki laki tidak akan tahan akan godaan seperti itu,apalagi di mata hukum dan agama hubungan kami syah,maka waktu itu persetan dengan perjanjian itu ,kami pun melakukan hubungan layaknya suami istri"
"Mungkin waktu itu aku bahagia karena akhirnya aku bisa memiliki Palupi se utuhnya,Tapi hari itu juga adalah Hari terakhir aku dekat dengan Palupi,karena Dia marah dan mengusir aku agar tidak mengganggu Dia"
"Waktu itu aku frustasi dan ga tahu harus bagaimana.. tapi aku tetap menjalankan perintahnya untuk menjauh,dan aku tetap menjaganya dari kejauhan"
"Sampai pada akhirnya Palupi hamil,dan aku bahagia sekali,walau dari jauh aku tetap menjaganya dan berharap Palupi tidak menggugurkan kandungannya"
"Doaku terkabul Palupi merawat kehamilan sampai melahirkan putra kami ...Disaat dia melahirkan aku memohon ke dia untuk bisa dekat sama anakku,Dia mengabulkan"
"Hari hariku hanya aku fokuskan ke putraku sampai Dia besar ternyata Dia tidak tidak berminat menjadi CEO,Palupi sempat frustasi dan marah karena tidak ada yang bisa di harapkan untuk meneruskan Wijaya Group,sampai akhirnya Putra kami menikah dengan seorang Dokter."
"Dengan pernikahan Putra kami Palupi berharap kelak cucunya yang akan menggantikan posisinya,Akhirnya Kami punya cucu laki laki dan perempuan"
"Dan kamu tahu sendirikan harapan Palupi Cucu laki laki kami EEL bisa menggantikan Palupi,tapi ternyata dari kecil Dia menolak untuk menjadi Pemimpin tapi Dia ingin menjadi Dokter seperti Mommynya,"
"Dan harapan kami hanya kepada cucu perempuan kami ternyata semua karakter yang kami harapkan sebagai pelindung ada Di dia semua"
"Aku ingat waktu itu Palupi di culik oleh musuh besar kami,dan aku berusaha menolongnya,tapi waktu itu kami kalah,dan aku pasrah kalau waktu itu nyawaku cukup sampai disitu,tapi tidak disangka sangka Dedek menyelamatkan kami sekali gebrakan Alexander pun bisa dia kalahkan dan kemudian kami masukkan ke dalam penjara sampai sekarang"
"Dan kamu tahu Al...gara gara peristiwa itu,nyawa Dedek pun terancam,Pihak Alexander pun mencari keberadaan Dedek,maka semenjak itu Dedek selalu merubah penampilan agar bisa mengecoh Pihak Alexander"
"Sampai di sini Al..aku rasa kamu paham akan maksud tentang perjodohan ini....kamu pikir kembali kalau di sekeliling dedek adalah penuh bahaya,dan sewaktu waktu akan mengancam Dedek bahkan Cucumu bisa terkena dampaknya.
__ADS_1