
Sudah tiga jam Lia tidak sadarkan diri.Entah lagi tidur atau masih pingsan semua tidak tahu.Firman dengan setia menemaninya.Dia membaca sholawat dan membaca Alqur an di samping Lia.Terkadang Air matapun menetes.Tetesan air mata mengenai pipinya Lia.
Pelahan lahan mata Lia terbuka setelah merasakan tetesan hangat di pipinya.
Dia melihat Firman menemaninya sambil memegang tangan dan membaca Surat Ar Rahman.
Mata Lia di tutup kembali dan di buka kembali.
Ya Allah mungkinkah ini mimpi
Lia berusaha menggerakkan jari jemarinya yang di genggam Firman.Firman terkejut karena merasa ada jari jari yang bergerak kemudian Dia melihat ke arah Lia.
"Dik kamu udah bangun?" Tanya Firman.
Lia tersenyum.
"Saya tidak mimpi kan Kak?"
"Kamu tidak mimpi ini Kakak di sini,cepat sembuh ya..." Kata Firman sambil mencium jari jemarinya Lia.
Lia mengangguk dan berusaha untuk bangun.
"Kamu mau apa Dik?"
"Aku ingin duduk Kak,cape tiduran terus" Kata Lia .
"Tunggu Kakak panggil Dokter dulu ya kamu udah boleh bergerak apa belum?"
"Aku ga apa apa Kak?Kakak lupa aku juga seorang Dokter lo?"
"Ga..itu beda,Kakak harus memanggil Dokter Brian" Kata Firman sambil memencet Bel.
"Terserah Kakak aja dech..." Kata Lia sambil cemberut
"Jangan cemberut gitu dong,bikin Kakak ingin mencium bibir kamu"
"Hush..dasar.Ustadz mesum..apa apa an sich Kak"
"He..he. ga apa apa kan mesum dengan calon istri"
"Kok calon istri?"
"La ya calon istri,Adik lupa dulu sebelum Kakak ke Tarim kita sudah bertunangan,dan Kakak berjanji setelah kembali akan meminangmu"
"Nah. ..janji itu akan Kakak tepati sekarang,dulu Kakak ga tahu yang mengingkari itu kamu atau Kakak?Kamu selalu bersembunyi dan alasan yang tak masuk akal"
"Kok tak masuk akal to Kak?"
"Ya tak masuk akal,kamu sakit dan tidak ingin Kakak tahu dan bersedih,Kakak mencintai kamu bukan di saat kita bahagia aja,tapi Kakak mencintai kamu juga di saat kamu bersedih "
"Maaf kan aku kak" Kata Lia sambil mencium tangannya Firman.
Di saat mereka melepaskan rindu tiba tiba Dokter Brian masuk dalam ruangan.Dokter Brian melihat cinta mereka begitu besar.
Dokter Brian tidak menyangka kalau saingan cinta Dia adalah kakak kelas dulu waktu di SMA dan Dia sebagai wakil ketua Osis.
Mungkin emang harus ku hapus cinta dalam hati ini,asal kamu bahagia..
"E...Dokter Brian silahkan! tolong periksa bidadariku yang cantik ini ya" Kata Firman sambil mengusap rambut Lia penuh kasih sayang.
Firman tahu Dokter yang di depannya adik kelasnya dulu dan telah menyimpan rasa untuk calon istrinya.
Ternyata ketakutanku kenyataan Dik,pesaing cintaku terlalu banyak dan mereka orang orang hebat semua.
Dulu Bang Ardian ,Ferdinan ketua Osis,terus teman kamu di Gang motor,terus ini Brian.
Masih berapa orang lagi Dik aku harus mengalahkan mereka.
"Permisi Ustadz saya periksa dulu" Kata Dokter Brian gugup.
"Jangan panggil Ustadz kalau di sini,saya lagi tidak berdakwah ,panggil nama ga apa apa kalau ga salah dulu kamu adik kelasku ya"
"Benar Ustadz...e..Kak Firman" Jawab Dokter Brian sambil memeriksa keadaan Lia.
"Gimana Bray..Gue ga apa apa kan?gue boleh duduk kan?" Kata Lia sambil meletakkan stetiskop di dadanya karena dia ga mau bersentuhan dengan laki laki lain selain Firman dan saudaranya.
"Alhamduliah sudah membaik tapi jangan Duduk dulu,cukup Bednya yang di naikan saja Ketua" Kata Dokter Brian berusaha profesional.
"Terima kasih...Bray besok lagi bawa Suster Ana kemari ya" Kata Lia.
"Baik Ketua...apa ada resep yang perlu kami buat Ketua?" Kata Dokter Brian berusaha menyetabilkan dengup jantungnya.
Lia mengangguk dan menyebutkan nama nama obat yang harus di berikan Dia.
Kemudian Dokter Brian keluar dari ruang perawatan Lia.
Firman kemudian membantu Lia untuk membuat posisi Lia biar nyaman.
"Dik...suara kamu ketus banget ama Dokter tadi"
"Biasa aja kali Kak mungkin kebawa antara atasan dan bawahan?"
"Mungkin ya..tapi kalau dengan Dokter Hendra kamu biasa aja,malah seperti teman"
"Kakak kayanya curiga ya...mungkin kalau ama Dokter Hendra aku sudah terbiasa Dia ikut aku sudah lama,tapi Dokter Brian bergabung di sini baru beberapa bulan gantiin Kak Eel."
"Bisa jadi ya Dik.. tapi sudahlah ga usah di bahas ga penting,yang penting hubungan kita selanjutnya"
"Gimana Adik udah siap menjadi Istriku?"
__ADS_1
Lia Diam..dan ga bisa jawab apa.Di sisi lain Dia bahagia karena itulah impian Dia selama ini ingin menjadi Istrinya Firman,tapi mengingat penyakitnya Dia tidak tega melihat Firman sedih,apalagi kalau di minta untuk punya anak Dia tidak sanggup karena resiko begitu besar.
"Kenapa Dik kamu masih ragu akan keseriusanku?"
"Tidak Kak...tapi..."
"Jangan pakai alasan dengan penyakitmu Dik,Kita yakin setiap penyakit pasti ada obatnya."
"Kamu juga seorang Dokter hebat pasti menemukan cara untuk penyembuhan itu kan?"
"Mungkin Kak. ...?"
"Kok mungkin sich...kamu harus yakin ini demi aku,Kakak sangat mencintai kamu dan tidak ingin berpisah dengan kamu lagi ...please" Firman memohon sambil menciumi tangan Lia.
"Hush....jangan gitu dong Kak..nambah dosa tahu,kita bukan mahram" Kata Lia sambil menarik tangannya.
"Makanya kita segera menikah ya...biar halal" Kata Firman sambil tersenyum.
"Mmmm...gimana ya..."
"Jangan menolak lagi Katanya ga mau nambah dosa lagi" kata Firman sambil menaruh telunjuknya di bibir Lia.
Lia tersenyum dan mengangguk.
"Alhamdulilah...akhirnya Macan Betina jinak juga" Kata Firman
"Kok macan betina sich...." jawab Lia sambil manyunkan bibir.
"Jangan menggoda Kakak dong..." Kata Firman sambil menutupi bibirnya Lia dengan selimut.
"Maaf Kak..sudah biasa,tapi Kakak sich Viktor melulu,Kak Davin ama Kak Eel kalau Dede seperti ini ga masalah"
"Itu lain Dik...mereka Saudara kamu,sedangkan Kakak....kamu tahu sendiri,coba kalau kamu begitu ama yang lain seperti Bang Ardian atau Dokter Brian mungkin mereka melihatnya akan lain"
"Lagian walau Kakak itu Ustadz tapi Kakak juga manusia yang penuh hawa N****."
"Makanya kita segera menikah ya...Kakak takut setan lebih kuat" Kata Firman sambil mengelus rambut Lia.
"Baik Boz...tapi ada syaratnya"
"Apa..?"
"Tidak di publikasikan"
"Kenapa ga mau di publikasikan Dik?apa tidak menimbul fitnah?"
"Dede belum siap di hujat?"
"La kok di hujat kenapa?"
"Lihat penampilan Dede belum bisa menjadi wanita Sholekhah,Dede belum bisa pakai Syar 'i Dede malu menjadi istri Ustadz"
"Kakak ga malu ?"
"Ngapain malu?lagian kalau kamu di beri pertanyaan tentang amalan, Kakak percaya kamu masih bisa menjawabnya"
"Mungkin kalau kamu di suruh Kakak mewakili dakwah ,Kakak yakin kamu juga bisa"
"Idih....Kakak ga mau ah..kalau Dede suruh dakwah,malu...."
"Kok malu bukannya sebagai CEO selalu berinteraksi dengan banyak orang"
"Itu beda Kak...dunia bisnis ama religi beda,lagian kalau di dunia bisnis aku terkenal wanita berdarah dingin,La kalau di lingkup Kakak akubseperti itu bisa bisa mereka kabur semua"
"Makanya mulai sekarang belajar tersenyum ya...jangan kaku kaku amat punya muka" Kata Firman sambil menoel pipi Lia pakai selimut.
"Iya..iya Pak Ustadz...Kakak ga ada Dakwah hari ini?"
"Ada sich...tapi Kakak masih berat ninggalin Adik,udah Kakak batalin tapi mereka ga setuju" Kata Firman.
"Lho kok di batalin sich...ga boleh itu mah! Dakwah itu salah satu jalan Allah,udah sana Kakak harus Dakwah"
"Dede ga mau di jadikan kambing hitamnya" Kata Lia manyun lagi,tapi kemudian Dia menarik selimutnya untuk menutupi bibirnya.
Firman lihat reaksi Lia langsung ketawa.
"Kakak tinggal ga apa apa?"
Lia menggeleng kepala.
"Baik Kakak pulang dulu dan nanti biar Dokter Brian yang jaga kamu"
"Jangan...biar Suster Ana aja"
" La kok jangan?bukannya Dokter Brian Dokter pribadi Dede?"
"Dede ga mau dekat yang bukan muhrom,nanti nambah dosa lagi,udah nambah dosa di hadapan Allah,nanti juga nambah dosa di depan calon Suamiku yang harus DeDe pertanggung jawabkan"
"Kamu bisa aja...Tapi kan Suster Ana hanya seorang Suster bukan Dokter?bagaimana Dia bisa mengontrol penyakit kamu"
"Kakak lupa Dede kan seorang Dokter,lagian ni mulut uda bisa buat bicara walau pelan pelan,jadi Dede masih bisa memberi intruksi kepada Suster Ana."
"Terserah Dede yang terbaik mana,Kakak pulang dulu ya..jangan kabur lagi dan menghilang"
"Siap Boz...." Kata Lia sambil mengancungkan jempol nya.
Tiba tiba ponsel Lia berbunyi dan tertera nama Tommy di sana.Firman melihatnya dan merasa tidak kenal dengan nama itu.
"Bisa minta tolong Ponsel Dede?dari siapa?"
__ADS_1
"Tommy..." Kata Firman sambil memberikan ponselnya dan kelihatan cemburu.
Lia tahu perubahan mukanya Firman.
"Dia Asistenku Kak..rekomendasi Abah Yusuf,nanti Dede kenalin ya karena Dia yang akan membantu Kakak untuk persiapan pernikahan nanti" Kata Lia sambil mengangkat telponnya dan meloud speakernya
****"Hallo Assalamualaikum Kak Tomm....ada apa?"
****Walaikum sallam De,kamu tidak apa apa?Kakak denger dari Tim kamu bermasalah?
***Dede ga apa apa Kak tenang aja,ini udah ada yang jagain tenang aja"
***O...ya siapa?Suster Ana?apa Dokter Brian?"
****Bukan mereka"
***"Terus Siapa?Nyonya ama Tuan Eel kan belum balik?"
***"Orang yang special di hati Dede?"
***"Sejak kapan Dede punya orang special selain Firman?apa Dede udah pindah ke lain hati"
***Kak Tommy....awas kamu ya...sejak kapan Dede bisa seperti itu,Orang special Dede ya cuma satu Ustadz Firman ga ada yang lain." kata Lia sambil melihat Firman dan tersenyum.
***Wah...Kakak ketinggalan cerita nich..kamu sudah baikan ama Ustadz
***Emang Kita berantem kok baikan sich....Lagian Kak Tomm kemana aja kok ga ke tempat Dede,malu ya punya Adik cacat?"
***Bukan bukan seperti itu,kerjaan menumpuk,Kakak bukan Dede yang bisa menyelesaikan pekerjaan hanya sekali kedipan mata"
***Kenapa ga minta bantuan Dede?
***Maaf De,Kakak ga ingin mengganggu pemulihan Kamu
***O...tak kira Kakak malu punya Adik yang lumpuh
***Ga...lach..ini kalau Kakak kesana sekalian bahas Pabrik gimana?ganggu ga?"
***Ga lach..sekalian Dede mau kenalin Kakak ama Kak Ustadz,Dia lagi di sini tapi jangan lama lama Dia mau pergi katanya
***Oce.. Kakak kesana dan bilang ama Kak Ustadz Suruh nunggu ya.
***Assalamulaikum....
***Walaikum salaam...
Lia mematikan ponselnya,dan tersenyum pada Firman.
"Maafkan Kakak yang sudah berprasangka buruk ya" Kata Firman sambil mengecup kening Lia.
"Hush...nambah dosa"
"Maaf...kelepasan" Firman tersenyum.
"Nanti sehabis Dakwah Kakak akan membahas tentang pernikahan kita dengan keluarga besar ya,takut kelepasan lagi"
"Terserah Kak Firman,nanti bisa minta tolong Kak Tommy biar Dia yang mempersiapkan Ya" Kata Lia
"Tapi Kak...nanti kalau Dede udah sembuh,mungkin kita juga jarang ketemu,soalnya pekerjaan Dede sudah menumpuk banyak,terutama kantor yang memegang Oma ,Lia tahu sedikit demi sedikit ada penurunan saham"
"La kok bisa De,bukannya dulu Group Wijaya di pegang Oma Palupi mengalami kemajuan?"
"Ya..emang dulu Oma Palupi sangat nengesankan,tapi sekarang di Era milineal ini banyak perusahaan perusahaan saingan memiliki kualitas yang sangat bagus"
"Sedangkan selama yang pegang Lia,Oma jarang ikut campur mengelola perusahaan jadi mungkin Dia kurang berpengalaman di Era Milineal ini."
"Kakak ga masalah,Kakak pasti akan selalu mendukung,tapi jangan lupa Adik juga harus fokus ke penyembuhan dulu ya" Kata Firman.
Sambil menunggu kedatangan Tommy,Firman mempersiapkan bahan untuk dakwahnya nanti malam,sesekali Dia berdiskusi dengan Lia.Lia pun memberikan point point penting untuk tambahan Dakwahnya.
Firman sangat bangga dan bersyukur banget,walau jalan yang di tempuh berbeda tapi Lia bisa diajak diskusi tentang Dakwahnya.Mungkin kalau Dia yang di ajak diskusi tentang bisnis Dia tak akan sanggup dan tak akan mengerti.
Ya Allah...
terimakasih Engkau telah menciptakan seseorang yang begitu sempurna.
Berikan Dia umur panjang
dan ijinkanlah kami untuk selalu bersama
Dan hanya maut yang memisahkan.
Karena kecapean Lia tertidur.Firman membetulikan selimut,kemudian menelpon Pak Arif untuk menjemputnya di Rumah sakit
Firman juga tidak lupa menghubungi Suster Ana untuk menjaganya.
Beberapa menit kemudian Tommy datang,dan memperkenalkan diri sebagai asisten Lia.Tommy ga berani membangunkan Lia yang sedang tertidur.
Firman kemudian membahas tentang pernikahannya dengan Lia.Tommy mengerti karena Dia tahu itu adalah tugasnya.
Setelah mendapatkan kesepakatan bersama Firman pamitan karena Pak Arif sudah menunggu di bawah.
Tommy juga sekalian pulang,Dia hanya memberikan catatan pekerjaan yang perlu di tanda tangani dan butuh solusi.
Mereka turun bersama setelah berpamitan dengan Suster Ana.Firman mencium kening Lia sambil berbisik.
"Maaf Kakak nambah dosa lagi,Kakak pulang dulu tidur yang nyenyak ya,jangan pergi lagi"
"I LOVE U"
__ADS_1
Suster Ana yang melihat hanya tersenyum,ternyata seorang Ustadz bisa seromantis itu.