C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
Bab 72.Akhir dari sebuah cerita


__ADS_3

Semua yang hidup pasti akan mati,dan kita sebagai manusia tidak akan tahu kapan ajal akan menjemput.


Hanya waktu yang akan menjawabnya.


Seperti halnya Lia dengan Firman mereka pun tidak akan tahu kapan kebahagiaan itu akan berakhir.


Setelah proses pernikahan yang sangat mendadak,mereka pun menjalani kehidupan Rumah tangga yang bahagia,apalagi di tambah lahirnya sepasang anak kembar yang merupakan buah hati cinta mereka.


Zana dan Zain..


Itulah nama mereka,dengan paras yang sangat sempurna karena berasal dua bibit yang sempurna pula.


Allah pun maha adil,dengan lahir nya mereka adalah pelengkap kebahagiaan mereka.


Zana adalah anak yang lahir pertama kali walau beda satu menit dengan kembarannya Zain.


Zana merupakan seorang putri yang menjadi duplikat Abi nya,dari wajah dan tutur katanya adalah versi perempuan Ustad Firman,sedangkan Zain sang adik itu duplikat dari Lia.


Dia berwajah tampan seperti Lia versi cowok,dinginnya galak nya juga sama persis Lia.


Walau muka sama tapi Dia musuh bebuyutan Lia,karena setiap saat Zain selalu membuat emosi,dan menguras tenaga nya kalau Zain dapat hukuman.


Karena setiap di hukum Zain selalu melawan Lia lewat telepati.


Walau musuh bebuyutan Zain tak pernah mengurangi rasa sopan santunnya,walau Umi nya nyebelin tapi Dia sangat sayang.


Dengan usia yang sangat muda Dia sudah berfikiran kritis,Dia mulai mencari bagaimana Dia lahir.


Gara gara Dia sempat mendengar pembicaraan para ustadzah yang sangat kagum akan perjuangan Umi nya melahirkan Dia dengan kembarannya.


Tidak bisa membayangkan bagaimana melahirkan secara normal dengan jeda satu menit.


Itulah yang memicu Zain untuk selalu melindungi Umi nya.


Apalagi setelah genap lima tahun,Zain selalu bermimpi aneh ,dalam mimpinya Zain bertemu seorang Kakek yang menuntut Zain bisa menjalankan amanat dan meneruskan kemampuan Umi nya.


"Cucu ku sudah waktu nya kamu menjadi pengganti Umimu,jagalah Abi mu,zana,pesantren dan usaha usaha umimu"Kata Kakek itu.

__ADS_1


"Kakek...selama ini mereka selalu di lindungi umi,kenapa harus Zain"Tanya Zain bingung.


"Cucuku karena waktu Umi sudah habis jadi mulai sekarang tanggung jawab ada di tanganmu"Kata Kakek itu sambil melangkah jauh .


"Kakek...kakek .."Zain terus memanggil tapi kakek itu sudah menghilang.


"Kakek..."


"Zain...zain..kamu kenapa?"Teriak Zana sambil mengguncang bahu Zain.


"Nana...Kakek itu mana?"Tanya Zain sambil mengucek matanya.


"Kakek mana?kamu bermimpi ketemu kakek itu lagi?"Tanya Nana karena selama ini Zain selalu cerita tentang mimpinya.


"Iya Na..tapi kali ini mimpi itu sangat aneh,aku harus tanya Umi"Kata Zain sambil beranjak dari tempat tidur nya.


"Tunggu Zain Umi lagi keluar..."Teriak Zana tapi teriakan nya hanya angin lewat karena Zain menggunakan ilmu lari cepat.


"Ah...Zain di dalam rumah mengapa harus pakai ilmu itu sih,,,"gumam Zana sambil keluar kamar Zain.


Tapi ternyata Allah punya takdir tersendiri dan firasat itu pun tidak berlaku.


Setelah melahirkan si kembar dan sekarang mereka berumur lima tahun,Lia merasakan kalau tubuhnya pun semakin membaik,dan Dia tidak merasakan sakit sama sekali.


Setiap malam Dia selalu mengucapkan puji syukur karena telah di berikan kesempatan untuk merawat kedua anaknya sampai usia lima tahun.


Ya...kalau boleh meminta Lia ingin bersama dengan si kembar sampai mereka menikah,dan ingin menua bersama Firman.


Tapi dengan melahirkan si kembar firasat itu semakin pudar,kemampuannya pun semakin lemah.


Apalagi setiap pembangkangan Zain,kemampuannya sedikit demi sedikit mengikis.


Dia tidak tahu kalau kemampuan yang mengikis itu berpindah ke Zain.


Hari berganti hari Lia merasakan tubuh nya ringan dan seperti terlepas dari beban,Dia menjalani kehidupan yang sangat normal.


Seperti pagi itu Dia melakukan aktifitas seperti biasa,Dia semakin cantik dengan penampilan nya dan awet muda.

__ADS_1


Firman pun merasakan kalau perubahan istrinya sangat cepat,tapi ada yang dia tidak mengerti,entahlah jiwanya terasa kosong dan merasa belahan jiwanya akan pergi.


Dia tidak tahu kenapa perasaan itu ada,padahal Lia istrinya selalu di ,sampingnya apalagi setiap malam mereka selalu mengarungi kebahagian bersama,berbagi peluh bersama,tapi Firman merasa kalau kebersamaan itu sebentar lagi akan hilang.


Firman tidak tahu tentang firasat itu karena Dia melihat istrinya baik baik saja.


Firman menatap istrinya yang sedang memasak,Dia tidak tahu kenapa Dia enggan pergi padahal jadwal pagi hari sangat padat.


"Lo Kak..masih di sini?bukannya harus mengisi kajian pagi ini?"Tanya Lia


"Iya Dek..."Kata Firman sambil memeluk Lia dari belakang.


"Idih Kakak kenapa sih?"Jawab Lia sambil mengecup bibir Firman dan melanjutkan masak nya


"Entahlah Dik...rasanya Kakak takut kehilangan kamu"Kata Firman masih memeluk Lia dari belakang.


"Hush..Dedek meyelesaikan ini dulu "Kata Lia masih sibuk di dapur walau gerakan nya tidak leluasa karena Firman masih memeluknya.


Walau sangat buru buru akhirnya Lia menyelesaikan pekerjaannya kemudian dengan santainya Firman menggendong Dia ke dalam peraduan mereka.


Mereka pun melakukan ibadah bersama layak nya pengantin baru.


Setelah selesai melakukan ibadah bersama mereka pun saling membersihkan diri dan kemudian bersama sama menuju Masjid pesantren untuk menjalankan Sholat Subuh berjamaah.


Firman memandang tubuh istrinya yang mulai menghilang di balik pintu untuk saf perempuan.


Ada perasaan kehilangan Di hati nya dan dia rasakan semenjak semalam,karena Dia merasakan perubahan dari Istrinya seperti bukan Lia sebenarnya.


Firman hanya menggeleng kepala dan berusaha menghilangkan pikiran buruk itu.


Dia mulai masuk Masjid dan menjadi iman para santrinya.


Setelah menikah Dia di beri kepercayaan oleh Abah Ali untuk memimpin pesantren nya di bantu istrinya.


Selama menjadi istri Firman Lia pun sesekali mengisi kajian di luar pondok di saat Dia tidak di sibukkan kegiatan kantor nya.


Setelah melakukan sholat berjamaah para santri pun belajar kitab yang di pimpin Firman.

__ADS_1


__ADS_2