
Layar Proyektor pun menyala di situ terlihat Firman Sholawat dengan Siti Fatimah,yang menjadi pasangan bersholawat Firman selama ini.
Lia memandang mereka dengan tatapan iri.Mereka pasangan sempurna dan religius.Sedangkan aku...
Siapalah aku..
Aku bukanlah siapa..siapa
Aku hanyalah secuil debu yang akan mengotori bajumu
Aku hanyalah duri yang selalu menyakitimu
Biarkan aku mencintaimu dalam diam.
Lia menangis dan berusaha menguasai hatinya.Lia sadar di bandingkan Fatimah dia tidak ada apa apanya.Fatimah terlalu sempurna .
"Dek...." Tommy berusaha memanggil Lia.
"I ya...Kak.." jawab Lia sambil menghapus air matanya.
"Kamu menangis?"
"Kamu merindukan Dia?"
"Kenapa ga kamu temui dia?
" Dia kan berjanji akan menikahimu setelah kembali" Kata Tommy
"Belum saatnya..Kak" Lia menggeleng.
"Apa..Macan Betina " Tanya MC kepada Mutiara yang di beri kesempatan bersholawat dengan Firman.
"Lihat..Mutiara mengatakan Macan betina" Teriak Tommy,sontak mata Lia dan Riana melihat ke arah monitor.
Di situ terlihat Mutiara sedang memegang micnya untuk siap bersholawat.
"Apa betul Pak Ustad kata gadis kecil ini kalau Ustad sangat menyukai Sholawat Man ..Ana.." Tanya MC kepada Ustad Firman.
Firman sangat terkejut waktu Gadis kecil itu ingin bersholawat bersama dengan lagu yang sangat dia sukai karena lagu itu adalah kenangan Dia dengan Orang di cintainya.
"Iya...saya sangat suka sekali dengan sholawat itu" Kata Firman sambil tersenyum.
"Muti...tahu darimana kalau Ustad suka Sholawat itu?"
"Muti..tahu dari Tante macan betina" jawab Muti.
"Macan betina...." Ustad Firman kaget kata kata polos dari gadis kecil itu.
"Kok bisa di bilang Tante Macan Betina" Tanya MC Penasaran dan ingin tahu seperti apa wajahnya.
"Ya...itu julukan Tanteku di keluarga kami,soalnya kalau ada yang menyinggungnya Tanteku langsung marah dan kaya macan....Aum...aum" Kata Muti sambil memperagakan seekor macan sedang mengamuk.
Semua penonton tertawa dengan tingkah Mutiara.
"Baiklah...para Jama ah mari kita saksikan Sholawat Ustad Firman dengan gadis kecil kita Mutiara...Apakah suaranya bisa menyaingi Ustadzah Fatimah? mari kita lihat aja penampilan mereka" Ucap MC mempersilahkan Ustad Firman dan Muti.
Ustad Firman pun bersholawat dengan Mutiara,walau masih kecil suaranya bener bener bagus,dan Ustad Firman sangat terkesima.
Dengan bersholawat" Man ana " Ustad Firman terlena dan merasa Dia sedang bersholawat dengan Orang yang selama ini dia rindukan.
MAN ANA MAN ANA MAN ANA LAULAKUM
KAIFA MA HUBBUKUM KAIFA MA ATAFDAKUM
KULLAMA ZADANI FI HAWAKUM WAJDI
QULTU YA SADATI MUHJATI TAFDAKUM
LAU QOTHO’TUM WARIDI BIHADDI MADLI
QULTU WALLOHI ANA FI HAWAKUM RODLI
MAN ANA MAN ANA MAN ANA LAULAKUM
KAIFA MA HUBBUKUM KAIFA MA AHWAKUM
Tiba tiba terdengar suara perempuan yang sangat di rindukan,Ustad Firman berusaha bangun dari mimpinya.Dia memukul pipinya tapi ternyat itu bukan mimpi,Suara itu nyata...
Adik...kamu dimana...
Para Jamaah juga terlena dengan sholawat itu,mereka mencari asal suara itu.Semua memandang ke arah Ustazah Fatimah kalau mungkin suara itu berasal dari suara emasnya.
Tapi ternyata dari pihak Ustazah Fatimah juga bingung dan mencari suara itu berasal.
Tante cantik...
Mutiara mengucap lirih dan melihat ke arah Bundanya.Bundanya memberi kode untuk diam .
Suara misterius itu pun menghilang.
"Kolaborasi yang sangat sempurna..." Ucap MC tersebut
"Sayang dengan kolaborasi yang sempurna kita tidak tahu siapa yang memiliki emas itu..."
"Ayolah...Ukhti yang di sana tunjukkan wajahmu...kita ingin melihat dan mengenalmu" Kata MC itu.
Para Jamaah pun berharap dan menanti ada seorang gadis yang akan menampakkan diri.
Lama nenanti ,tapi harapan sia sia ternyata tidak ada yang masuk ke aula itu.
"Ustad...kalau ga salah suara Ukhti itu suara yang sama waktu Ustad bersholawat di acara perpisahan Ustad yang mau terbang ke Tarimkan? " kata Jamah yang ada di depan.
Ustad Firman terdiam.
"Ya..betul...ni Ana masih menyimpan rekaman itu" Ujar salah satu jamaah yang lain.
"Ya...ya...suaranya mirip...Asyik..Dia kembali..." Teriak Para Jamaah.
"Gimana Ustad apakah dugaan kami salah?siapa Dia Ustad?kami benar benar ingin mengenal dia?" Kata para Jamaah.
"Bisa jadi itu suara Dia....tapi saya ga tahu sekarang Dia kemana?semenjak saya pulang dari Tarim kami belum bertemu" Kata Ustad Firman sedih.
"Lihat Ustad Firman menangis...." Kata Jamaah lagi.
"Ustad kalau boleh kami tahu siapakah Dia Ustadz?bisa jadi orangnya ada di sini yang sedang bersembunyi?"
"Mungkin ada kata yang akan di sampaikan Ustad,bisa mengetuk hatinya untuk memperlihatkan wajahnya" Kata Jamaah lain dan di iyakan jamaah lainnya.
"Wah.. ini judulnya Curhatan seorang Ustadz" Celoteh MC sambil tersenyum.
"Ukhti yang penuh misteri dengarkan Ustad tampan akan mengungkapkan isi hatinya" Kata MC lagi.
Firman terdiam dan dalam kebimbangan haruskah dia mengungkapkan perasaan di sini,atau hanya Diam.
Tapi Firman lelah untuk nenahan perasaan rindu yang amat menyiksa dalam kesibukan kerjanya.Firman tahu selama ini Pak Arif memberikan jadwal yang padat agar Dia tidak mengingat Lia.Firman pura pura menikmati pekerjaan itu,dan mungkin dengan ke pura pura an itu Firman ingin tahu alasannya.Tapi sampai detik ini Dia tak pernah tahu apa alasan itu.
Sekarang Firman yakin kalau dia ada di sini
"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh"
"Maaf kalau kata kata saya tidak pantas untuk saya sampai kan disini,Karena Ustad juga manusia yang punya rasa sayang dan cinta"
"Mungkin semua penasaran akan pemilik suara itu ,Suara yang selama ini saya rindukan,suara yang selama ini memberi semangat untuk menjadi Ustad yang lebih baik,Suara yang selalu menemani tidur dan mimpi saya"
"Dia adalah Tunangan saya..."
semua para Jamaah terkejut,dan hari ini adalah Hari patah hati berjamaah.
Ternyata Ustadz sang idola sudah memiliki Tunangan.
"Tunangan Ustadz?kapan itu kenapa semua nya tidak tahu" Tanya Jamaah masih Syok.
"Iya..kapan Pak Ustadz,kok tidak di publikasikan sich.."
"Maaf kalau ini membuat semua terkejut,kami Tunangan di malam pelepasan saya,Dia tidak mau di publikasikan karena akan mengganggu Privasinya"
"Ustadz apakah Dia juga seorang Ustadzah?"
__ADS_1
"Dia bukan seorang Ustadzah,tapi saya tetap mencintainya"
"Dan saya mencintainya bukan karena status tapi saya mencintai karena Allah"
So...sweet...
"Ayo..Ukhti..tolong keluarlah Ustad Firman mau melamar Ukhti" kata MC.
"Betul ga Ustadz?apakah Ustadz siap kalau Ukhti keluar terus melamar di depan kita kita" Canda MC lagi
"Mmm...Insya Allah saya siap melamarnya,Tapi... " Kata Kata Firman menggantung.
"Tapi apa Ustadz?apakah Ustadz ragu?" tanya MC lagi.
"Bukan...bukan ragu,malah saya yakin 100%,tapi apakah Dia mau di lamar di tempat umum seperti ini,bisa bisa Membangunkan Macan betina yang sedang tidur" Kata Firman sambil membayangkan kemarahan Lia yang pernah dia lihat.
Kemarahannya seperti gadis buta tadi.
"Wauw...fakta yang Unik...calon seorang Ustadz bukan seorang Ustadzah tapi seorang Macan betina.. Ha...ha..." Ucap MC sambil tertawa di ikuti para jamaah.
Di ruang Proyektor Perasaan Lia campur aduk,tadi waktu mendengar Firman sholawat tanpa sadari mulut pun ikut bersholawat dan larut dalam kerinduannya.
Dan saat Firman mengungkapkan perasaannya ,ingin rasanya dia berlari dan memeluknya.
Tapi Lia menyadari kalau hal itu tidak pantas di lakukan,Biarkan aku mencintaimu dalam Diam.
Kak...
Maafkan Aku...
Aku takut kamu kecewa
karena kekuranganku
Aku tak pantas memilikimu.
"Dek..sampai kapan kamu sembunyi seperti ini?" Tanya Tommy.
"Ga tahu kak..?aku masih takut kalau kecewa?Aku tidak pantas untuknya Kak..."
"Dia terlalu sempurna...dan aku belum siap" Jawab Lia sambil meneteskan airmata.
"Kenapa kamu pesimis gitu Dek?Kakak rasa tidak ada kekurangan darimu?"
"Tapi Dia lebih sempurna Kak?
" Maksud kamu Fatimah?"
"Iya..Kak..Dia cantik,pintar ngaji,pintar Sholawat,Wanita Sholehah,lemah lembut,dan Penurut sedangkan aku Kak..?
" Kakak tahu sendiri aku pemarah,pembangkang ,kasar tidak bisa di atur"
"Apa tidak mengecewakan orang seperti aku dekat dengan seorang Ustadz yang sebagai panutan?"
"Kakak bisa lihat sendiri tadi bagaimana para Jamaah mencemooh aku sebagai Macan betina"
"Mungkin kalau yang mengatakan itu di lingkungan kita yang penuh kekerasan aku akan bangga,malah aku akan tunjukkan taringku "
"Tapi kalau di lingkungan Mereka kata kata itu adalah bahan olokan yang sangat menyakitkan Kak"
"Sudah lah...Kak aku lelah...mungkin aku bukan jodohnya"
" Jalan kita bertolak belakang "
Lia menghempas kan badannya ke sofa dan merasa letih,kepalanya mulai sakit lagi dan semakin berdenyut .
Augh...augh...
Lia kesakitan di kepalanya ..
"Dek...dek...Kamu kenapa?" tanya Tommy Panik.
"Kak...kak...Kak Lia kenapa?Jangan bikin kita takut Kak?" Teriak Riana sambil mengguncangkan tubuh Lia.
Tapi Lia tak beraksi,mukanya pucat dan ada darah keluar dari hidungnya.
"Astaghfirullah...Ayo..Ri kita bawa ke Rumah Sakit,kamu telpon Asep untuk menyiapkan mobil" Kata Tommy sambil menggendong Lia.
Riana pun menelpon Asep sambil mengikuti langkah kaki Tommy.
Mereka turun lewat Lift lansung menuju Loby.
Ustad Firman bertemu mereka dan berusaha menyapa,tapi karena terlalu panik mereka ga peduli tentang sekililingnya,karena yang di pikirkan waktu itu adalah harus segera ke Rumah Sakit.
Ustad Firman hanya bisa geleng geleng kepala karena sudah di abaikan.Matanya sempat melihat Lia dalam gendongan Tommy,tapi karena langkah kaki Tommy yang terlalu panjang makanya Ustad Firman tidak bisa melihat wajah gadis yang di gendong.
Di saat mereka berpapasan,jantung Firman berdenyut kencang.
Ada apa dengan jantung ku Ya...Robb..
Apakah Dia ada di sini?
"Assalamualaikum ..Kak Firman?" Kata Fatimah membuyarkan lamunannya.
"Walaikum Sallam..Fatimah kok kamu di sini? Tanya Firman.
" Saya ke sini nyariin Kakak,soalnya Doa penutup akan di mulai" Kata Fatimah.
"Kakak..ga apa apa kan?Apa Kakak udah ketemu gadis itu?" Tanya Fatimah hati hati.
"Kok kamu nanya gitu Fat?"
"Ya...mungkin saja Kak gadis itu di sini dan menyuruh Kakak menemui di sini biar tidak ketahuan publik"
"Ga bakal sampai segitunya kali Fat....walaupun Dia tidak mau ketahuan Publik,bukan berarti Dia bakal nemui aku diam diam Fat,pasti Dia minta Pak arif suruh nemeni aku dan Dia biasanya pergi sama asistennya"
"Walau dia bukan dari lingkungan pesantren,Tapi Dia juga tahu batas seorang muslim Fat..."
"Kak...sebenarnya apa sih keistimewaan Dia di mata Kakak?Dia kan bukan religius,dan bukan seorang Ustadzah"
"Bagiku Dia sangat istimewa Fat,emang Dia bukan anak seorang Kyai besar,tapi Dia bisa nenjaga kehormatannya.
" Emang Dia bukan Ustadzah...tapi Dia sudah hafal Alqur an 30 juz"
"Dan satu lagi keistimewaannya dia tidak akan nencariku sendirian seperti karena dia tahu batasan muhram dan bukan muhram" Kata Ustad Firman sambil masuk ke gedung aula.
Gara gara Gadis itu.. Kak Firman menjauhiku
Dulu di Tarim dia sangat perhatian
dan mengistimewakanku
sekarang...aku harus bersaing dengan orang yang ga ku kenal
sebenarnya seperti apa sih gadis itu
kayanya dia bener bener istimewa di hati Kak Firman?
Fatimah pun melangkah ke gedung aula.
Acara pengajian pun Usai.Para Jamaah meninggalkan gedung itu dengan tertib.
Di dalam Aul masih ada beberapa jamaah dan Ustad Firman bersama kedua pengikut setianya.Anjani dan Mutiara masih di dalam gedung dan keluar menunggu sepi dulu karena dia tidak mau anaknya berdesak desakan dengan Jamaah lainnya.
"Bunda...Muti ingin bersalaman dengan Ustad Firman dulu" Kata Muti sebelum meninggalkan Aula itu.
"Boleh.. tapi kalau Ustad Firman sibuk jangan di ganggu" Kata Anjani lagi.
"Bunda apa minta tolong Kakek Arif aja,tadi kan Kakek yang bantu kita masuk"
"Baiklah...kayaknya Kakek Arif sedang tidak sibuk" Kata Anjani sambil menggandeng Muti ke tempat Pak Arif.
"Assalamualaikum Pak Arif..."
"Walaikum salam nak Anjani..."
"Maaf Pak ini Muti ingin pamitan ama Pak Ustadz,bisa di bantu Pak?"
__ADS_1
"O...bisa ..bisa Ayo Anak cinta ikut Kakek ya.." Kata Pak Arif sambil menggandeng Muti.
Ustad Firman melihat Muti di gandeng Pak Arif dia langsung menghampiri mereka.
"Assalamualaikum...Adik cantik,kok belum pulang?" Kata Firman .
"Walaikum sallam Om Ustadz,Ni Muti mau pulang,Mau salim ama Om Ustadz" Kata Muti malu malu kucing.
"O..Adik cantik mau salim...sini !" Kata Firman sambil menyodorkan tangannya..
"Adik cantik kapan kapan kita ketemu lagi ya,atau mau ngaji ama Om Ustadz?" Tanya Ustadz Firman.
"Ngaji Om..?Muti mau Om,berarti Muti bisa bertemu dengan Om Ustadz setiap hari"
"Apa tidak ngrepoti Ustadz?kan jadwal Ustadz padat?" Tanya Anjani.
"Ga apa ap Bu..selain berdakwah saya juga sempetin ngajar di pondok pesantren,jadi nanti Muti datang ke pondok apa Om Ustadz yang kerumah?"
"Gimana Bund...boleh kan Muti ngaji ama Om Ustadz?" Tanya Muti.
Anjani bingung memberi keputusan karena takut suaminya tidak menyetujui.
"Boleh ya Bund..nanti biar Muti ijin ama Papa kalau ga Tante cantik " Kata Muti sambil merajuk.
Di tengah kebingungan Anjani ,Ardian datang menjemput mereka.
"Anjani,Muti...." Teriak Ardian.
"Papa...." Teriak Muti sambil berlari memeluk Papanya.
"Ayo kita pulang Nak.." Kata Ardian sambil mencium pipi Muti.
"Papa ...Muti kenalin ke Om Ustadz ganteng ya.. " Kata Muti sambil menarik tangan Ardian menemui Ustad Firman.
"Papa ini kenalin Om Ustadz ganteng!" Kata Muti.
Ardian melihat Firman
"Kamu..."
"Abang.."
"La..ternyata Papa udah kenal Om Ustad ganteng?" kata Muti.
"Ini...Putri Abang?" Tanya Firman.
"Iya...Ni putriku dengan Anjani" Kata Ardian.
"Gimana kabarnya Bang?lama ga pernah ketemu?"
"Alhamdulilah baik...gimana kabar kamu udah menikah?Tanya Ardian.
Selama Dia pergi dan kembali di sini,hubungan Dia dengan Lia semakin renggang,hanya hubungan formalitas antara bawahan dengan atasan,jadi Ardian pun ga pernah tahu kalau Firman dan Lia sudah Tunangan.
" Saya belum menikah Bang..tapi kami sudah tunangan?" Kata Firman
Firman heran dulu bukannya Ardian adalah orang terdekat Lia,malah dia menganggap mereka punya hubungan khusus.Tapi Dia pun lega kalau Ardian sudah punya istri dan punya anak,berarti saingan untuk mendapatkan Lia sudah berkurang.
"Tunangan....?" Ardian terkejut.
Jadi Firman sudah punya Tunangan?terus Apakah Lia tahu kalau orang yang di sayanginya memiliki Tunangan?Apa karena ini Lia jadi sering sakit sakitan?
Kalau kenyataannya Lia sakit karena hati kecewa,Ardian tidak bisa terima dan rasanya ingin membunuh Ustad itu.
Pak Arif melihat gelagat Ardian yang salah paham terhadap Firman akhirnya menengahinya.
"Nak Ardian...Tunangan Nak Firman adalah Nona Muda,Apa Nak Ardian belum tahu tentang ini?" Tanya Pak Arif.
"Apa.. Dedek udah tunangan sama Firman?Kapan Pak?Kok saya tidak tahu?" Kata Ardian terkejut.
"Anjani apa kamu juga sudah tahu kalau Dedek sudah bertunangan?"
Anjani menggeleng.Karena selama tinggal di Mesion mereka,Anjani jarang kumpul dengan Lia.Karena Anjani tahu kalau Lia orang super sibuk dan ga bisa di ganggu.Waktunya hanya sebentar membantu Mutiara menghafal surat pendek,tapi selain itu Dia jarang di rumah.
"Aduh...maaf Ustad saya tidak tahu kalau kamu sudah tunangan ama Dedek"
"Jujur setelah saya pergi selama Lima tahun ini,hubunganku sangat renggang,dan jarang berkomunikasi"
"Apalagi sekarang Dia sudah memegang sepenuhnya Wijaya Group,waktunya sangat sibuk dan kita jarang komunikasi"
"Tapi syukurlah Ustadz kalau emang kalian sudah bertunangan,tolong jangan sakiti Dia..karena dari dulu Dia sangat mencintai Ustadz"
"Yach.. dulu sebelum saya memutuskan pergi,Dia pernah berharap ingin punya Kekasih seorang Ustadz dan bisa merubah sifatnya Dia." Kata Ardian
Ustadz Firman mendengarkan dengan seksama.
Dik...kalau kamu mencintaiku kenapa sampai detik ini kamu tidak memberi kesempatan untuk bertemu denganku
Sepertinya kamu berusaha menjauh dariku
Tapi kenapa Dik....
"Assalamualaikum Ustadz mobil sudah saya siapkan ,Nanti malam kita harus berangkat ke Bandung karena acara di mulai jam Tujuh Pagi" Kata Azzam menyadarkan lamunan Firman.
"Baiklah..tunggu sebentar ya.." Kata Firman sambil menghampiri Ardian.
"Maaf Bang...saya pamit dulu mau persiapan buat besok ke Bandung". Kata Firman sambil berjabat tangan dengan Ardian.
" Ba...." Belum selesai mengucapkan kata untuk Firman tiba tiba telpon Ardian bunyi.Tommy menelponnya
Kring...kring...
"Hallo..."
"Iya..ya..Gue segera kesana?"
Ardian langsung menutup telponnya dan lupa berpamitan dengan Firman.
"Ayo Anjani...kita Ke Rumah Sakit Dedek kritis" Kata Ardian
"Apa..Dede Kritis?" Teriak Anjani langsung mengikuti langkah Ardian sambil memegang Tangan Mutiara.
Firman baru saja melangkah ke mobil langsung membalikkan badan mengejar Ardian.
"Ustadz..Ustadz Firman..." Teriak Azzam melihat Firman berlari mengejar Ardian.
Pak Arif mendengar teriakan Ardian tentang Keadaan Dedek langsung menelpon Tommy.
Setelah memastikan ke Tommy Pak Arif mengejar Firman dan memberi kode ke Azzam untuk mengikutinya.
Firman terengah engah mengejar Ardian.Tapi ternyata mereka sudah tidak kelihatan
Dik...apakah yang di maksud itu kamu...?
"Assalamualaikum...Nak, Kamu ga apa apa?" Tanya Pak Arif setelah bisa menyusul Firman.
"Firman ga apa..apa Pak, tapi tadi Bapak dengar sendiri apa kata Bang Ardian siapa yang kritis Pak?Apakah Dia?" Kata Firman menahan tangis.
"Ayo..Nak Firman tenang aja..kita susul ke Rumah sakit Ya.." Kata Pak Arif.
"Pak Arif tahu kalau Adik di rumah sakit?"
"Bapak tidak tahu Nak..tapi coba kita cek yang sakit siapa?"
"Tapi Rumah sakit mana Pak?
" Nak Firman lupa setiap keluarga Wijaya sakit,mereka ke rumah sakit mana?"
"Oh..ya Pak..ayo kita kesana!" Kata Firman langsung membuka pintu mobil yang sudah di sampingnya.
"Ayo..Zam kita ke rumah sakit" Perintah Firman.
"Ke Rumah sakit?Siapa yang sakit Kak?" Tanya Fatimah heran.
"Calon Istriku.." Jawab Firman datar.
Mobil Firmanpun melaju di jalan raya menuju Rumah Sakit Wijaya.Karena Azzam belum hafal jalan di Jakarta ,Pak Arfif menggantikannya agar cepat sampai di tempat tujuan.
__ADS_1