C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB XXVI. : Perpisahan.


__ADS_3

Setelah membaca pengumuman di Akun milik Firman berdakwah akhirnya telpon dari berbagai nara sumber pun berhenti.Para Admin pun bernafas lega.


Tidak kalah sibuknya dengan Maulita Sekertaris Lia ,Dia berusaha menutup akses internet agar tidak terekspos ke dunia maya.Tapi karena pamor seorang Ustad terlalu tinggi sekertaris tidak bisa apa apa dia hanya bisa menutup identitas Majikannya agar tidak di ketahui Publik.


Puncak Acara adalah Dakwah dari Ustad Firman untuk yang terakhir kali dan Doa bersama.Acara pun selesai para jamaah pun pulang kerumah masing masing,Di pesantren tinggal para Santri yang membereskan acara Pengajian tersebut dan Keluarga Lia masih berada ruang keluarga milik Keluarga Firdaus.


Lia dan Firman duduk tidak jauh dari keluarganya berkumpul.Mereka di beri kesempatan untuk berbicara yang terakhir kali dan besok akan berpisah selama Lima tahun.Keheningan malam menemani ******* nafas mereka.Hanya diam dan berperang batin masing masing.Bagi mereka malam itu terasa berat karena malam terakhir untuk bertemu.Baru beberapa hari mereka bertemu setelah Setahun menahan rindu,kini mereka akan berpisah dalam kurun waktu lama.


"Dik...." Firman berusaha memecahkan kesunyian.


"Iya.. ." Jawab Lia sambil menunduk dan menyembunyikan air mata di balik cadarnya.


'Maaf kan Kakak ya..."Kata Firman sambil melihat wajah Lia.


"Kok..Kakak bisa berkata seperti itu,tidak ada yang perlu di maafkan Kak..." Kata Lia masih menunduk.


"Izinkan Kakak melihat wajahmu Dik.." Kata Firman masih memandang Lia.


Firman tahu apa yang di lakukan itu adalah salah karena mereka belum mahram,tapi Firman pun tidak bisa menahan gejolak jiwanya hanya untuk melihat wajah pujaan hatinya yang selalu di rindukan.


Sedangkan untuk Lia buat buka cadar itu bukan masalah,karena jujur Dia belum sepenuh hati untuk bercadar,Dia bercadar bertujuan hanya semata mata menutupi wajahnya agar tidak ada yang mengenal Dia di luar sana.


Tapi di lingkungan keluarga dan anak buahnya dia selalu membuka cadarnya.


Lia mengangguk dan membuka cadarnya.


Subhanallah....


Itulah ucapan pertama yang di ucapkan Firman setelah Lia membuka cadarnya.


Firman terus menatap mata yang coklat,pipi yang putih mulus,Hidung mungil dan mancung serta ada lesung pipi yang menggemaskan.


Firman tidak menyangka Dia bisa melihat wajah itu lagi setelah Setahun tidak bertemu.Ingin hati memeluk dan menyentuh Pipi itu,tapi Dia berusaha mengendalikan karena Dia tahu batasan seoarang Yang bukan Muhrim.


Lia menunduk dan masih mengeluarkan airmata.Firman melihat airmata yang mengalir dari mata indah itu,reflek Dia menghapusnya dengan tangannya.


"Jangan menangis...." Kata Firman dan terasa Airmata pun mengalir juga.


"Tu...Kakak juga menangis" Kata Lia sambil menghapus airmata Firman.


Tangan Lia menyentuh pipi Firman,sedangkan tangan Firman menyentuh pipi Lia.Mereka terdiam dan hanya mata memandang dan saling berbicara .Firman tak kuasa terus menarik kepalanya Lia dan akhirnya kening mereka menyatu.Tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata hanya hati yang berbicara.


Lama mereka terdiam hanya tangis memecah kesunyian malam.


"Dik...tolong jaga hatimu hanya untukku,aku berjanji setelah dari Tarim aku akan menjadikan kamu istriku" Kata Firman masih terisak.


Lia hanya mengangguk.


"Adik akan menunggu Kakak...." jawab Lia.


"Dik...Kakak minta tolong besok anter Kakak di bandara ya..untuk terakhir kalinya Kakak melihat kamu" Kata Firman


"Insya Allah Kak...besok Adik antar ke Bandara" Jawab Lia sambil berusaha menata hati yang sedih.


Setelah sekian lama mereka hanya terdiam,dan hanya mata yang berbicara,Firman mengajak Lia untuk bergabung ke lainnya.


Satu jam kemudian Abah Yusuf mohon pamit supaya Firman bisa beristirahat karena besok Dia akan berangkat ke Tarim.


Sampai di Mension Lia langsung masuk kamar dan merebahkan tubuh nya yang terlalu lelah Hari ini adalah hari yang sangat luar biasa,hari dimana ada kebahagiaan dan airmata.Sepertinya hari ini begitu cepat berlalu.


Di hari ini beberapa jam lalu yang lalu Lia keluar dari sakit,terus Bertunangan terus berpisah.


Lia tidak bisa memejamkan mata hanya tangis yang sangat menyesakkan di dada.


Untuk menenangkan jiwa yang rapuh Lia membuka handponenya dan mendengarkan sholawat yang dinyanyikan Dia dengan Firman.


Lia berusaha memejamkan mata tiba tiba Handpone berdering.Ada panggilan Vidio call dari Firman.Lia menerima video call itu.


Terlihat wajah Firman dengan seuntas senyuman.


"Assalamualaikum...Adik..." kata Firman memulai vidio callnya.

__ADS_1


"Walaikum Sallam Kakak...,belum tidur?besok berangkat pagi..istirahatlah..! Kata Lia.


" Adik lagi apa?kok juga belum tidur?"kata Firman balik bertanya.


"Adik lagi mendengar sholawat kita tadi...dan ini berusaha tidur" kata Lia sambil tersenyum.


"O..ya dik...sama dong, Sholawat kita ini akan sebagai pengobat rindu Kaka nanti di Tarim ya.."


"Sekarang Kakak istirahat besok Kakak harus bersiap"


"Dik...boleh ga Kakak minta sesuatu.."


"Minta apa Kak?"


"Kemarin waktu kamu sakit Kakak sudah membaca Surat Ar Rahman,kini Kakak juga ingin mendengarkan surat Ar Rahman dari bibir kamu ya"


"Baik Kak..Tapi gimana kalau kita sama sama merekam suara membaca Surat Ar Rahman terus kita tukeran"


"Wah...boleh juga tu Dik..nanti sewaktu waktu Kakak bisa mendengarkan suara Adik di kala rindu.." Ucap Firman sambil tersenyum.


Lia menunduk malu.


"Tapi untuk malam ini Kakak pingin mendengar secara live ok...." Kata Firman lagi.


Lia pun menyetujui,kemudian Dia membaca Surat Ar Rahman secara live dan di dengar Firman.Mendengar suara yang merdu Firman pun langsung tertidur.


Setelah selesai membaca Lia melihat ke layar Hp dan melihat Firman sudah tidur,Lia tersenyum.


Ana Uhibuk.


Lia membisikkan kata di hpnya.


Uhibuk aydan.


Lia kaget dan melihat ke arah Layar hp,di sana Firman masih tertidur.


Ach...apa gue terlalu berhayal dia balas kata kata gue,nyatanya dia masih tertidur.


Ach.. indah sekali ucapanmu kak...tapi kenapa besok kita harus berpisah..sanggupkah aku jauh darimu?


Tak terasa airmatanya mengalir.


Mungkin karena capek Dia pun tertidur dan berharap mimpi yang indah.


Di seberang Telpon Firman terbangun dan tersenyum.


Terimakasih Dik...kamu mencintaiku


Kakak harap itu untuk selamanya


tunggu Kakak pulang...


Tak terasa malam pun beranjak pagi.Matahari pagi sepertinya enggan memunculkan biasnya.Seperti perasaan dua hati yang akan terpisah.Mereka berharap waktu berhenti dan tidak ada esok hari,Karena esok hari adalah suatu yang menyakitkan.


Firman hampir terlambat bangun,Kalau tidak di bangunkan Uminya.Dia buru buru dan segera berangkat ke Bandara. Jadwal pemberangkatan pesawat jam 7 pagi.


Di bandara telah banyak orang orang yang kumpul,semua adalah fans Firman.Mereka semua datang hanya untuk melihat untuk terakhir kalinya sang Idola.Banyak Wartawan yang meliput kepergian Firman.Dengan penjagaan yang ketat Firman berjalan dengan tenang dan tersenyum untuk penggemar semua.


Sesekali Firman melihat keadaan sekitar dan berharap sang pujaan hati ada di kerumunan mereka.Tapi harapan demi harapan pun musnah sampai Tack Off.


Dengan langkah gontai Firman masuk kedalam pesawat dan duduk sesuai tiket yang di pesan.


Dia hanya bisa menatap ke luar,harapan untuk bertemu yang terakhir kali tidak kesampaian.


Dik...kenapa kamu tidak datang,aku ingin sekali melihat wajahmu terakhir kalinya,tapi kenapa ...


Firman hanya bisa menangis.


Dia lihat handponenya berkedip kedip dan ada notif pesan masuk.


Dari bidadariku.

__ADS_1


Firman langsung membuka pesan dari Lia.


Assalamualaikum Kakak....


Maaf bukannya aku tidak menepati janji untuk menemui kakak,tapi terus terang aku tidak sanggup akan perpisahan ini kak


Hatiku tidak seluas samudra,yang bisa menerima kenyataan ini.


Tapi di sini aku tetap merindukannmu,


dan selalu menantimu tanpa batas waktu.


Firman membaca notif pesan itu,dan tak terasa air mata mengalir.


Aku juga akan selalu merindukanmu dik...


Ada notif pesan lagi mengirim sebuah foto di mana Dia lagi di take Off dan menunggu.


Ini bukti aku menepati janjiku kak,


aku datang tapi kakak tidak melihatku


Dan akupun tak kuasa untuk melangkah kaki untuk mendekat.


Dan ini aku kirimkan rekaman suaraku untuk pengobat rindu.


Firman tersenyum membaca Pesan tersebut,diapun membalasnya.


Di Bandara tepatnya di bangku penunggu.Lia terdiam menatap kepergian pesawat yang membawa kepergian pujaan hatinya.


"Dik...kita pulang..! Ajak Eel mengagetkan lamunan Lia.


" Sebentar lagi kak..." Kata Lia masih menatap pesawat itu walau sudah menghilang.


Ada notif pesan masuk di Hp Lia.


***Sayang...


terimakasih kamu sudah datang


walau sedikit kecewa karena aku tidak bisa melihatmu.


kamu curang...


kamu melihatku tapi kenapa aku tidak bisa melihatmu.


Tolong kirimi fotomu sekarang


sebagai pengobat rinduku,


Tapi jangan pakai cadar ok....


ini Kakak juga kirimkan rekam suara untuk pengobat rindu juga.


Dayiman sawf ashtaq alyk


'Ana 'uhibuk***.


Lia tersenyum,Eel melihat hanya geleng geleng kepala.


Dasar Bucin...


Lia menoleh ke arah kakaknya


"Biarin bucin,dari pada kakak Jomblo menahun..." kata Lia sambil cemberut.


"Huh...dasar Adik dodol...awas kamu ya..." sambil menarik hidung di balik cadar.


"Aduh..sakit tahu..kak..."


"Biarin....eww.." kata Eel mencibir.

__ADS_1


"Udah ayo kita pulang dari pada orang orang pada lihatin..di kira ada pasien rumah sakit gila kabur..." Kata Eel menarik tangan Lia.


__ADS_2