C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 63 RATU JALANAN KEMBALI


__ADS_3

Ketua geng kaget ternyata laju motornya bisa di imbangi dengan gadis itu.Di sisi lain Upik semakin menggila,setelah bisa menyusul Ketua geng Dia mulai melakukan aksi dan kecepatannya.Dia melakukan gerakan gerakan yang biasa Dia lakukan waktu balap motor.


Jiwa balap motornya kembali,Dia mulai melampiaskan semua beban beban yang ada pada dirinya.Dalam bayangannya Dia melihat Firman dan Fatimah sedang menggandeng Assifa.


Ach....


Loe bisa bahagia dan melupakan gua..


kenapa gua ga bisa...


Teriak Upik sekencangnya,Dia melakukan Jumping dan melaju ke star.Beban di pundaknya terlepas,waktu dia mendarat mulus.Ya..mulai sekarang Dia harus fokus dan fokus membenahi keluarga Wijaya dan melupakan apa arti cinta yang sebenarnya.


Tepuk tangan dari penonton sangat riuh,mereka melihat aksi yang barusan sangat keren.Bagi pecinta balap senior moment seperti ini sudah terlewat tujuh tahun lalu dimana ratu jalanan telah fakum dari balap motor.


Tapi ini ada gadis yang mereka belum kenal ternyata bisa menggantikan posisi ratu jalanan itu.


Rio dan para senior yang lain melihat aksi tersebut mengingatkan ketua geng mereka.


"Gue jadi kangen ama Achel" Gumam Izal.


"Bener Zal aksi tadi mengingatkan ratu jalananan kita" kata Pandu menimpali


"Menurut Loe gimana Dik?" tanya Pandu lagi.


Dikki hanya diam,Dia membayangkan sekilas apa yang baru Dia lihat.Aksi yang di perlihatkan gadis itu adalah aksi yang biasa di lakukan Lia setiap melakukan balap motor.


De..kenapa bayangan loe selalu hadir.


gue sengaja datang kesini untuk menumpahkan rindu untuk kamu


gara gara gadis gila tadi pagi.


Dikki sengaja ngajak gengnya untuk kembali kumpul untuk mengenang Lia.Sudah sekian lama Dia berusaha melupakannya.


Dia sengaja masuk kepolisian agar Dia di sibukkan oleh pekerjaan dan bisa melupakan gadis itu.


Apalagi beberapa tahun lalu Dia mendengar Lia akan menikah dengan Ustadz Firman makanya Dia menerima pindah tugas Di luar jawa,untuk melupakannya semuanya.


Di luar Jawa itulah Dia berusaha melupakan semua tentang harapan dan cinta.Sampai akhirnya Dia berjumpa dengan Madina gadis lugu dari Palembang.Kelembutannya mengingatkan Diki pada Lia waktu Dia menjalankan Versi kelembutan.


Waktu itu Dikki tidak sengaja melihat Lia memberi tausiyah di sebuah yayasan panti,Lia menggunakan Jilbab dan terkesan feminin memberikan tausiyah dan selalu tersenyum.


Dikki tidak menyangka di balik sifat tomboi Lia Dia juga menyimpan kelembutan yang hakiki.


Dikki ingin sekali melihat Lia seperti itu terus,pernah sesekali Dia menanyakan kenapa tidak feminim aja.


Jawaban Lia cuma satu bukan karakter Gua,dan Gua akan berubah kalau ada yang tulus mencintai Gua.


Semenjak itu Dikki ga pernah lagi melihat Lia yang feminim,Tapi Dia tetap bahagia karena hari harinya selalu bersama Lia yang tomboi.


Tapi suatu hari Dia di kejutkan kalau Lia akan menikah dengan Ustadz Firman orang yang sangat di kagumi para umat muslim.


Dikki hanya pasrah mungkin hanya Utadz Firmanlah yang bisa merubah Lia.Dia harus ikhlas yang penting orang yang Dia cintai bahagia.


Setelah bertugas beberapa tahun di Palembang dan bertemu dengan Madina kemudian Dia memberanikan diri untuk melamarnya dan menikahinya.


Sekarang hidup Dia bahagia,walau menikahi Madina hanya karena mengingatkan Dia pada Lia di Versi Feminim,tapi Dia tetap berusaha mencintai istrinya.


Dan ternyata pilihan Dia tidak salah Madina Istri yang baik dan sholekhah dan kebahagiaannya bertambah atas kehadiran seorang anak dan sudah berumur Dua tahun.


Dan hari harinyapun Dia jalani tanpa mengingat Lia,Dia ada tawaran untuk pindah tugas di Jakarta akhirnya Dia ambil.Mengingat kedua orang tunya semakin tua yang butuh perhatian Dia yang hanya anak semata wayang.


Tapi gara gara peristiwa tadi pagi waktu bertugas,kantornya di telpon kalau ada preman sedang menyiksa anak jalanan dan kebetulan preman itu adalah sebagian kecil orang yang Dia cari sebagai komplotan penjual obat obatan dan senjata ilegal.


Makanya Dia turun tangan untuk meringkus perman itu.Tapi ternyata Kelima preman itu sudah di lumpuhkan oleh orang gila.


Saat mata saling menatap,Diki merasa mengenali orang gila itu.Ya..mata itu mengingatkan Dia pada Lia.


Tapi Dia juga tidak berani mengatakannya,karena takut salah.Apalagi wajahnya juga bukan wajah Lia.


mungkin karena gua terlalu merindukan loe De?


Setelah selesai tugas Dikki mulai mengumpulkan gengnya untuk balap motor mereka setuju untuk bernostalgia.


"Keren..." Teriak Pandu.


"Hai Dik..gimana kalau loe tanding ama Dia,itung itung buat latihan gitu,sudah lama kita ga balap motor mumpung ada lawan yan sepadan" Kata Izal.


"Gue lagi males..." Kata Dikki.


"Bilang aja loe takut kalah? kalau di lihat lihat sich kemampuannya setara dengan Achel" Kata Pandu.

__ADS_1


"Ayolah Dik...masak polisi kalah ama perempuana?" Kata Izal memprovokasi Dikki.


"Auh...gue males.." Kata Dikki lagi.


"Hai..mba temen gua mau ajak tanding gimana?" Teriak Rio tiba tiba.


Sontak semua yang ada di disitu melihat ke arah Rio.Upik mengerutkan keningnya.


Apakah mereka mengenal gue?


"Hai loe..di tantangin ama senior ?berani ga?" kata ketua geng.


"Siapa takut?" kata Upik setelah berpikir sejenak.


"Hai senior katanya Dia setuju" Teriak Ketua tersebut.


Dengan terpaksa Dikki mengikuti saran mereka.Padahal Dia kesini akan bernostalgia bukan untuk balapan.


Sudah lama Dia tidak ikut balap motor semenjak Lia vakum dari balap motor.


Upik dan Dikki mengambil posisi kemudian mereka pun melaju dengan kencang.Mereka mulai adu skil satu sama lain.Dikki merasa Dia benar benar bernostalgia dengan Lia ,karena semua trik yang di keluarkan lawan adalah triknya Lia.


Tapi mau di kata apa,walaupun Dikki tahu titik kelemahan setiap trik yang di lakukan,Dia masih kalah cepat.Akhirnya kemenangan di raih Upik.


"Ha...ha...ternyata kemampuan loe masih sama Dik,loe masih lelet kaya keong" Teriak Upik sambil mengancungkan jempol ke bawah.


Dikki terkesima atas teriakan Upik,gaya dan ejekannya mengingatkan Dia kepada Lia.


"Lia..." Gumam Dikki sambil melihat ke arah Upik yang sedang tersenyum.


Senyumnya seperti senyum Lia.


"Bro..ni gue kembaliin motor loe..dan terima kasih ya udah minjemin gue" Kata Upik sambil melempar kunci motor pada pemiliknya.


"Semuanya gue balik dulu...by..by.." Teriak Upik sambil melangkah pergi meninggalkan area balap motor.


"Tunggu..." Teriak Ketua geng


"Kalau gue antar gimana?" Tawar ketua geng kepada Upik.


"Terimakasih...tapi maaf ga usah,temen gue udah nungguin" Kata Upik sambil melangkah pergi.


Dia sengaja tidak mau menerima tawarannya karena Upik sadar mereka bukan muhrim.Walau Dia tahu cewek balap motor itu kurang etis di mata agama,tapi Dia juga tahu batasannya.


mungkin emang Hamba tidak pantas untuk berjodoh dengan Ustadz


nyatanya di saat Hamba Emosi ,bukannya Hamba lari bersujud kepada Engkau


tapi Hamba malah terjun di balap motor


ampuni Hambamu ini Ya Allah...


Bumm...bemm..


Suara motor bersahutan di belakang Upik.Dia tahu di belakang adalah Dikki Cs yang dulu menjadi anak buahnya.Tapi mungkin saat ini mereka sudah melupakan Dia.


"Neng..boleh kami anyerin?ga baik cewek cewek pulang sendiri malam malam?" Kata Izal.


Upik berhenti dan memperhatikan mereka berempat.Wajah mereka tidak ada yang berubah,cuma mungkin perubahannya adalah mereka bertambah dewasa.


"Mmmm..boleh sich...tapi kalau gue pegang motor sendiri gimana?dan Loe boncengan ama Pak Polisi aja" Kata Upik karena Dia tahu jam segini mungkin akan susah mendapat taxi Online.


Izal melihat ke Dikki,dan semua heran kenapa gadis di depan tahu kalau Dikki adalah seorang polisi.


"Tadi kita sempat bertemu..di saat Gue bertugas" Kata Dikki.


"O..." Kata mereka berjamaah.


"Okey dech..ga masalah,kita ikut si Neng dari belakang ya" Kata Izal sambil melempar kunci kearah Upik.


Upik menerimanya,dan mulai menaiki motor Izal.Di dalam perjalanan Upik teringat akan bascampnya dulu Dia penasaran apakah bascampnya masih ada dan apa kabar dengan Valenku.


Upik menjalankan motor ke arah bascampnya.Dikki cs mengikuti dari belakang dan merasa heran karena jalan yang mereka tuju adalah bascamp mereka.


Banyak pemikiran pemikiran yang tak terduga di benak masing masing.Tentang siapa gadis itu.Upik sendiri melaju motornya dan berhenti di depan rumah yang pernah menjadi bascampnya dulu.


Masih sama dan tidak banyak berubah?


Upik melihat kearah rombongan Dikki Cs dan juga berhenti di depan bascamp mereka.


"Ternyata kalian menjaga bascamp dengan baik,gua rindu tempat ini" Kata Upik sambil menangis.

__ADS_1


"Tunggu..tunggu..sebenarnya kamu Siap?dan kenapa tahu tempat tongkrongan kita." Kata Pandu.


"Hai..gendut..mentang mentang badan loe bisa kurus,apa itu juga membuat otak loevikut dangkal" Kata Upik lagi.


"Gimana khabar Valenku loe rawat dengan baik ga?" Kata Upik tidak memberi kesempatan Pandu menjawab dan semakin membuat Dikki cs melongo.


"Hush..kalian kaya kebo dungu..ga usah bengong mana kunci bascampnya?Gua mau masuk!" Kata Upik sambil menengadah tangannya di depan Rio.


"Tunggu..apa loe Achel?" Kata Dikki membuka suara.


"Iya kenapa?kalian udah nglupain gue?kalian nganggap gue udah mati ya?" Kata Upik sambil melotot.


"Tapi wajah lle..." Kata Izal hati hati takut gadis di depannya terkejut.


Upik menyadari kalau mereka ga akan kenal mukanya,Dia kemudian membuka topeng yang selama ini Dia pakai.


Semua terkejut apa yang mereka lihat.Gadis di depannya membuka topeng kulit dan yang menutupi dan mereka terbelalak saat melihat siapa di balik topeng itu.


"Achel..." Teriak mereka serempak sambil berlari memeluk Upik.


Melihat gelagat mereka Upik langsung melompat,dan orang yang mau memeluknya saling bertabrakan.


Auh. auh..


Teriak mereka berjamaah.


"Ha..ha..kalian masih kaya anak kecil aja,ingat di rumah udah pada punya buntut(ekor/istilah kerennya anak)" Kata Upik sambil geleng geleng kepala sambil melangkah ke dalam.


Dikki Cs pada bangun dan mengikuti Upik masuk ke dalam bascamp.


"Achel..achel tunggu ini bener kan loe?" Tanya Pandu setengah berlari.


"Berisik tahu...emang ini gue ,kalian anggap gue udah mati?"


"Udah..sana gue haus ada minuman kan?" Kata Upik memerintah Pandu.


Dengan sigap Pandu menuju kulkas dan memberi minuman kepada Upik.


Upik duduk di sofa tempat biasa Dia biasanya kalau beristirahat.Dikki berdiri di depannya berdiri sambil bersedekap dan melihat Upik dengan melotot,Izal dan Rio berkacak pinggang.


Upik merasa seperti seperti penjahat yang sedang diintrogasi .Dia hanya diam dan pura pura tidak tahu.


"Kalian ngapain pada berdiri di situ?emang gue penjahat yang patut di introgasi?" Kata Upik sambil minum yang sudah di siapkan Pandu.


"Selama ini loe kemana?" Tanya Dikki.


Upik mengeryitkan kening.


"Ga salah Dik..bukannya loe yang tiba tiba menghilang terus kembali kembali sudah bawa anak?"Tanya Upik.


Dikki hanya diam,memang apa yang di katakan Achel adalah benar,karena frustasi dengar Achel akan menikah makanya Dia langsung menghilang membawa luka yang amat dalam.


" Sudah ga usah di bahas yang penting sekarang gue udah di sini,apa kalian ga merindukan gadis cantik ini"Kata Upik.


"Narsis loe..." Teriak Izal sambil melempar bantal sofa ke arah Upik.


"Ha...ha..ha.." Semua tertawa melepas kerinduan.


Mereka semua bercerita tentang pekerjaan yang sudah di jalani,tentang pasangan mereka.Upik mendengar dengan seksama,tapi kantuknya tidak bisa Dia tahan.Dimana dari tadi pagi sehabis turun dari pesawat Dia ga bisa istirahat.Mata lama lama pun terpejam dengan damai.


Dikki Cs melihat Achel tertidur,mereka akhirnya diam.


"Ni gimana masak kita tinggalin Achel sendiri di sini?" Kata Rio kemudian setelah semua terdiam.


Waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari.


"Iya nich..kalau kita masih bujang ga apa apa ga pulang?tapi ini ..." Kata Pandu menggantung.


"Udah kalian pulang dulu sana...gue di sini sendiri ga apa apa,kasihan anak bini kalian nungguin" Kata Achel masih terpejam.


Semua melihat ke arah Achel yang masih terpejam.Mereka hanya geleng geleng kepala ternyata kebiasaan lama masih melekat "bicara sambil tidur".


Mereka pun bergegas untuk pulang,karena mereka semua tahu walau masih dalam tidur tapi Achel mengucap seperti itu adalah kesadaran Dia.


" Eits..tunggu Pandu kunci Valentino kamu taruh di tempat semula to?"Tanya Achel masih terlelap.


"Masih Chel...nanti pagi sebelum kerja gue kesini bawaain sarapan ,rumah gue yang paling deket dari bascamp" Kata Pandu lagi.


"Ya sudah sana...gua mau tidur,besok pagi ga usah kesini ,gua pasti udah pergi salam buat anak bini kalian,kapan kapan kita kumpul sambil kenalkan bini kalian okey..." Kata Achel .


"Baik Chel...Assalamualaikum..."

__ADS_1


"Walaikum sallam..."


Dikki Cs meninggalkan Achel sendiri,mereka kembali ke tempat masing masing.Sedangkan Achel masih tertidur,tapi jiwanya masih berdzikir entah di mana hanya orang orang pilihan yang melihat itu semua.


__ADS_2