
Di sela sela mengajar Firman selalu melihat bayangan Lia yang tersenyum dan melambaikan tangannya.
Firman berusaha fokus mengajarnya karena masih banyak materi materi yang harus di sampaikan anak didiknya.
Dia melihat kedua anak kembar nya yang juga mengikuti kajiannya.
Firman tersenyum dan bersyukur karena Allah telah memberikan kebahagiaan yang sempurna dalam mengarungi rumah tangganya.
("Assalamualaikum Kak...dedek pamit ya..mau mengisi kajian di kampung sebelah")Pesan masuk yang di kirim Lia.
(Ga menunggu Kakak antar?)
(Ga usah Kak..dekat kok nanti Dede pulang sore ya)
(Lo kok sore Dik?biasanya cuma dua jam?)
(Ih...Dede mau jalan jalan dan sudah lama ga bikin heboh semua orang)
(Kamu ngapain?ga usah aneh aneh ah..)
(Siapa yang aneh aneh kak,tapi tenang aja Dede ga bikin masalah kok...Dedek Sayang Kakak...dan maaf kalau selama ini belum bisa membuat kakak bahagia...Assalamualaikum)
(Walaikumsalam ..Dik kok ngomong gitu?)
Ga ada jawaban dari Lia.
"Maaf Pak Ustad ada yang kami tidak mengerti?"Kata salah satu santrinya.
Firman pun meletakkan ponselnya lalu menyimak pertanyaan dari santri nya.
Dia pun mulai menjelaskan dan lupa akan ponselnya
Si kembar pun mengikuti pelajaran seperti biasa,dan tidak ada firasat apapun dan menganggap semua biasa biasa saja.
Sedangkan di Tempat lain,Lia mulai memberi kajian di kampung sebelah seperti biasa selama Dua jam Dia berkumpul dengan ibu ibu.
Kemudian di tutup makan bersama setelah itu Lia pamit dan menuju mobilnya.
Karena tempat kajiannya hanya sebuah kampung kecil dan di Masjid pinggir jalan yang tidak punya parkir mobil,makanya mobilnya Dia parkir di sebrang jalan yang terdapat taman bermain dan lapangan yang biasa ramai berkumpul nya anak anak bermain.
Dengan langkah lebar Lia mulai menyebrang karena Dia rasa sepi tanpa ada kendaraan.
Sampai di tengah Dia melihat anak kecil yang sedang mengambil bola,dengan langkah cepat Lia menghampiri anak kecil itu agar segera menyebrang karena takut ada mobil atau motor yang lewat dengan kecepatan tinggi.
Tanpa Lia sadari ternyata ada truk dengan kecepatan tinggi melaju kencang .
"Awas...."Teriak orang orang yang melihat Lia yang kurang sekian detik tertabrak.
Lia melihat truk itu hanya bisa tersenyum...
"Astagfirullah...Kakek"
Bruk....
Tubuh Lia pun terpental sampai depan Masjid tempat Dia memberi kajian.
Ibu ibu jamah yang melihat menjerit waktu melihat ustadzah nya tergeletak.
Tapi yang mereka herankan walaupun Tergeletak Ustadzah itu bisa tersenyum dengan mata terpejam.
__ADS_1
"Subhanallah..Ustadzah...Dia begitu tenang dan ikhlas"Ucap Para jamaah .
"Sudah...sudah kita harus segera memanggil ambulan,dan bagaimana dengan truk itu apa sudah tertangkap?Ucap Pengurus Masjid yang mengundang Lia untuk kajian.
"Pak Romli..Saya sudah berusaha menghubungi Ustadz Firman tapi tidak di angkat"Ucap salah satu warga nya.
"Kamu coba hubungi lagi,biar tubuh ustadzah di bawa ke rumah sakit dulu
Mobil ambulance pun membawa ke rumah sakit terdekat,sedangkan warga terus menghubungi Ustadz Firman tapi tidak kunjung diangkat juga.
"Gimana Wan..sudah ada kabar dari Ustadz Firman?"Tanya Pak Romli pada wawan orang kepercayaannya.
"Belum Pak apa Saya langsung ke pesantren aja?"Kata Wawan.
"Boleh juga Wan..kalau gitu gegas kamu pergi sana,takut terlambat memberi kabar"Kata Pak Romli.
"Baik Pak saya pergi dulu"Pamit wawan langsung naik sepeda motor nya.
Di Rumah sakit....
"Gimana Sus..."Tanya Dokter jaga yang menangani Lia .
"Tidak ada respon Dok"Kata suster yang mendampingi nya.
"Coba siapkan alat kejut,kalau ada respon segera kita pindahkan ke Rumah Sakit pusat,di sini perlengkapan masih kurang "Titah Dokter.
"Satu...Dua..Tiga..."Dokter jaga itu mulai menggunakan alat kejut jantung untuk merangsang fungsi jantung.
Tit...
"Alhamdulilah..."Suara Suter dan Dokter bersamaan
"Sus..kamu hubungi Rumah sakit pusat untuk menyiapkan ruangan segera karena ada pasien kritis"Perintah Dokter jaga.
Tanpa mereka sadari Pasien yang mereka tolong adalah pemilik rumah sakit yang selama ini tidak mereka ketahui,karena semenjak Lia menjadi istri nya Firman Dia jarang meninjau ke Rumah sakit.
Urusan Rumah sakit Dia pasrahkan dengan Dokter Hendra,selama ini Dia hanya memantau dari rumah sakit .
Singkat cerita Lia pun di pindahkan ke Rumah sakit pusat yaitu Rumah sakit di mana Dokter Hendra menjadi kepala Direkturnya.
Dan seperti apa yang di katakan Lia dengan suaminya lewat chat Dia akan jalan jalan dan akan menghebohkan semua orang.
Mungkin di katakan jalan jalan adalah pemindahan tubuh Lia dari Masjid Dia mengadakan kajian ,terus di rumah sakit cabang dan kini harus di pindahkan ke rumah sakit pusat yang memerlukan waktu Dua jam dalam kecepatan tinggi.
Bagaimana dengan Wawan yang ingin memberi kabar ke pesantren?
Setelah satu jam Wawan terjebak macet akhirnya Dia bisa menjalankan sepeda motor nya,entah sudah di tuliskan takdir kalau pemberian kabar duka itu selalu ada kendala.
Wawan berhenti sejenak karena ponsel nya bergetar.
(Assalamualaikum Pak Romli...maaf saya belum sampai di pesantren terjebak macet ,tadi ada iring iringan sekelompok Mahasiswa )
(Baik Pak nanti akan saya sampaikan ke Pak ustadz )
Wawan pun melajukan motor nya ke arah pesantren yang sangat lengang.
Dia menghampiri salah satu santri yang sedang menuju ke masjid karena sebentar lagi sholat Dhuhur di laksanakan
"Assalamualaikum Mas...mau tanya Pak Ustadz ada?"Tanya Wawan.
__ADS_1
"Walaikumsalam oh...ada Pak,tadi kayanya sedang istirahat di rumah nya,mari saya antar"Kata Santri itu.
Wawan langsung mengikuti langkah santri itu,baru berapa langkah terlihat Ustadz Firman dan si kembar sedang menuju masjid.
"Assalamualaikum...Lo Kak Ali kenapa ga ke Masjid?ini sudah waktunya Sholat lo?"Tanya Zana sama Ali .
"Eh..walaikum salam .. Mba Zana ini Saya antar tamu ada perlu sama Pak Ustadz"Jawab Ali.
"Assalamualaikum Pak Ustad"Kata Wawan.
"Walaikum Salam ..mau bertemu saya?kita sholat jamaah dulu ya..sudah masuk waktu sholat soal nya"Kata Ustadz Firman sambil menepuk bahu Wawan.
"Tapi Pak Ustadz..."Kata Wawan berusaha mengatakan kabar duka dengan Firman.
"Setelah Sholat baru kita bahas Mas..jangan menunda Sholat ya Mas...mari.."Ajak Ustadz Firman sambil mendorong Wawan agar ikut sholat berjamaah.
Wawan mengikuti langkah Ustadz Firman,Dia bingung bagaimana menyampaikan berita duka ini .
Ah..Ustadz apa tidak ada firasat tentang istri Anda..sepertinya Ustadz tenang tenang aja,
Zain melihat ke arah Wawan,Dia merasa ada sesuatu yang ingin di sampaikan ,Di saat Zain berkonsentrasi ingin mengaduk aduk pikiran Wawan ..
"Ayo Zain segera masuk itu sudah mau di mulai"Kata Zana sambil mendorong Zain agar segera masuk ke Masjid.
Terpaksa Zain masuk dan berbaur dengan para jamaah di Masjid,Zain berusaha sholat dekat Wawan agar segera tahu tujuan wawan ke pesantren,karena di lihat Wajah Wawan sangat frustasi dan ingin segera menyampaikan berita yang di bawa.
Sholat Dhuhur di laksanakan dengan khusuk di lanjutkan ceramah dari Ustadz Firman yang biasa di lakukan setiap rutin.
Wawan semakin gelisah di tambah Pak Romli mengirimkan pesan kalau keadaan Ustadzah kritis.
Astaghfirullah...
Teriak Wawan mengagetkan para Santri dan semua menoleh ke arah Wawan.
"Paman ada apa?dari tadi Zain lihat sangat gelisah?"Tanya Zain tiba tiba karena Dia masih penasaran atas berita yang di bawa Wawan.
Selama ini Zain ga pernah peduli dengan orang orang yang menemui Firman biasalah orang orang yang selalu meminta Firman untuk melakukan kajian di luar.
Tapi saat ini Zain tidak tahu kenapa Dia penasaran dengan orang yang ingin bertemu Firman.
"Ada apa Mas...maaf habis kajian ini ya"Kata Firman dan ingin melanjutkan kajian nya yang sempat terputus karena teriakan Wawan.
"Maaf Pak Ustadz bila saya tidak sopan memotong kajian ini,tapi ada yang lebih penting yang harus saya sampaikan"Kata Wawan memberanikan diri.
"Maaf Mas apa ada yang lebih penting mendengarkan Saya menyampaikan ilmu ini ke semua orang"Kata Firman masih belum punya firasat apapun.
Walaupun dari pagi bayangan istrinya selalu terlihat dan tersenyum dan melambaikan tangan,tapi Firman tidak mengindahkan bayangan itu dia hanya beranggapan kalau Dia merindukan istrinya walau baru berpisah beberapa jam lalu.
"Saya tahu Ustadz kajian ini sangat penting bagi kita semua,hidup dan mati seseorang hanya Allah yang tahu,dan kita hanya menunggu kapan waktu itu datang dengan penuh ke ikhlasan...tapi apakah Ustadz tidak menyesal di saat detik detik terakhir orang yang selalu menemani Ustadz di saat susah dan senang sedang menjemput ajalnya sendiri"Kata Wawan sambil mengusap air matanya karena Dia mengingat Ustadzah Lia waktu tertabrak dan tergeletak tak berdaya tapi masih memperlihatkan senyum nya pada semua orang,Dia masih ingat waktu Ustadzah Lia membantu Ibunya yang sakit dan mengulurkan bantuan sampai ibunya sembuh.
Apa benar kata orang ,orang baik pasti di panggil Allah dengan cepat,itulah yang terjadi dengan Ustadzah Lia sekarang.
"Maksud kamu apa Mas?"Tanya Firman yang tiba tiba mengingat istrinya.
"Maksud Saya adalah segera lah Ustadz ke Rumah sakit Wijaya karena di sana Ustadzah sedang kritis,dari habis kajian Ustadzah mengalami kecelakaan kemudian kami bawa ke rumah sakit terdekat dan akhirnya di rujuk ke rumah sakit pusat karena alat medis yang kurang lengkap"Kata Wawan menahan air matanya.
"Apa Umi kritis?kenapa kalian tidak segera mengabari kami?"Teriak Zain langsung berdiri Dia emosi,jadi ini jawaban jawaban dari mimpinya,dan ini juga Zain merasa telepati nya mencari keberadaan Umi tidak bisa ketemu.
"Maaf Nak tadi kami sudah berusaha menghubungi Ustadz Firman tapi tidak di angkat,makanya saya susul kesini"Kata Wawan merasa bersalah.
__ADS_1
"Umi..kenapa di saat begini Umi masih jahil menutupi pandangan ku kenapa Umi..."Zain menangis Dia menyesal tidak mempunyai firasat apapun tentang Umi nya.
Dan Zain tahu ini adalah skenario Uminya agar Dia bisa pergi dengan tenang.