C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 51 CINTA LAMA BERSEMI KEMBALI


__ADS_3

(Hallo Assalamualaikum Nal..ada apa?")


(Walaikum sallam, Maaf Man...bisa ketemu?kamu ke ruangan Saya ya!)


(Baik Nal..Ana kesana sekarang ya)


(Baik saya tunggu)


(Assalamualaikum ...)


(Walaikum sallam..)


Firman menutup ponselnya dan memperhatikan bangku yang tadi Dia lihat ada Lia di sana.


"Zam...gadis yang duduk di sana mana?" Tanya Firman sambil menunjuk kursi yang kosong.


"Aduh maaf Man..tadi Ana ke kasir dulu bayar tagihan kita jadi ga lihat mereka dimana?" Kata Azzam merasa bersalah.


"Ach..sudahlah Zam anggap aja bukan Dia,Ayo ke ruang Dokter Zainal dulu! " Kata Firman sambil mengacak acak rambutnya sendiri.


Mereka berjalan ke arah lift dan naik ke lantai lima di mana ruang para dokter ada di lantai tersebut.


Firman dan Azzam sampai di didepan ruangan Dokter Zainal.Sebelum masuk Firman bertanya pada asistennya.


"Assalamualaikum Sus...maaf Dokter Zainal ada?"


"Walaikum Sallam Pak..Dokter Zainal baru aja masuk ke ruang meeting"


"Apakah lama?"


"Kemungkinan Pak soalnya meeting bersama Presiden Direktur " Kata asisten tersebut.


"Kira kira berapa jam ya?"


"Saya kurang tahu,kalau boleh tahu nama Anda siapa nanti biar saya kasih tahu dengan Dokter Zainal"


"Saya Firman Sus..tadi Dokter Zainal telpon, suruh saya kesini tapi kok malah meeting" Kata Firman kecewa.


"Kayanya meeting dadakan Pak,soalnya tadi perencanaan ada meeting satu jam lagi tapi Presiden Direktur minta meeting di majukan"


"Makasih Sus..nanti jangan lupa Dokter Zainal suruh hubungi saya"


"Insya Allah...Pak"


"Assalamualaikum..."


"Walaikum sallam"


Firman dan Azzam pun pergi dan menuju ke ruang perawatan Abi Hasan.


"Kok ga jadi Man...?" Tanya Azzam.


"Dokter Zainal ada meeting dadakan dengan Pres Dirnya,udah kita ke tempat Abi Hasan dulu kasihan Umi belum istirahat" Kata Firman lagi sambil melangkah ke pintu lift untuk menuju ke ruangan perawatan.


...**Apakah yang di katakan Firman tadi benar ya kalau dia melihat calon istrinya?...


...Dan apakah Dokter Zainal meeting dengan Pres Dir itu juga calon istri Firman?Batin Azzam**....


Azzam tidak bisa berfikir jernih tidak bisa membayangkan kalau calon istri Firman datang mengunjung.Bagaimana perasaan Fatimah pasti sakit.


...**Kasihan kamu Fat...kalau kamu akan kecewa lagi.Maafkan aku bila ga bisa bantu kamu ,aku takut nambah dosa ,...


...Kamu terlalu terobsesi dengan Firman Fat.....


...padahal kamu tahu kalau Firman sudah punya calon Istri kenapa kamu masih nekat mengejar Firman**?...


*Di Ruang Meeting*


"Gimana sudah paham apa yang baru saja saya katakan?" Tanya Lia .


"Sudah Dok..." Kata mereka serempak.


"Baik kalau sudah jelas,Dokter Zainal saya minta Rekam Medik terbaru dari Pasien?"


"Ni Dok..Rekam mediknya,data kami ambil baru sepuluh menit yang lalu"


"Terima kasih..." Kata Dokter Lia sambil memeriksa Data Rekam mediknya.


"Apa ini sudah kamu ambil sampel darahnya?"


"Maaf belum Dok..?"


"Nanti Dokter ambil dulu sampelnya sekalian bawa ke ruang Laborat ya"


"Dan tolong bilang sama keluarga pasien kalau besok malam kita akan melakukan operasi"


Besok Dok...?" Tanya mereka.


"Iya..kenapa?kasihan Pasien sudah terlalu lama Koma,semoga bisa di selamatkan dan bisa kumpul dengan keluarganya ,kalau tidak bisa di selamatkan kita mau gimana lagi Allah berkehendak lain"

__ADS_1


"Dan juga ga mungkin Saya lama lama di sini,masih banyak pekerjaan yang menunggu Saya" Kata Lia sambil memegang kepalanya yang tiba tiba sakit.


...Aku juga ga tahu sampai kapan batas kekuatanku untuk bertahan....


Lia berusaha menutupi rasa sakit dengan membaca Rekam medik kembali,Pandangan matanya mulai buram.


"Maaf kita Akhiri dulu meeting kali ini "


"Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. " Lia menutup Meeting.


"Walaikum salam warahmatullahi wabarakatuh" Ucap mereka serempak.


Dan satu persatu mereka meninggalkan ruang meeting tinggal Dokter Zainal,Dokter Eel dan Suster Ana.


Eel melihat ke arah Lia tidak seperti biasanya Lia mempercepat meeting nya padahal meeting kali ini adalah pembahasan mengenai obat yang perlu di jelaskan secara rinci.


"De kamu ga apa apa?"


"Aku ga apa apa Kak?kenapa ada yang aneh?"


"Ga seperti biasanya kamu Meeting secepat ini?"


"Kan sudah tidak ada yang di bahas lagi?lagian biarkan mereka istirahat nanti habis maghrib mereka sudah harus bekerja lagi untuk membuat obatnya"


"Dan kayanya Dede juga sedikit lelah Kak?biar Dede istirahat dulu" Kata Lia sambil menutup rekam mediknya.


"Dokter Zainal besok pagi setelah sarapan pagi temui saya di ruangan ya ,jangan lupa kamu komunikasi dengan keluarga mereka" Kata Lia sambil beranjak dari duduknya.


"Ya udah kamu istirahat dulu Dek..muka kamu pucat banget,Kamu sudah minum obat?" Tanya Eel.


"Udah Kak,dan kebetulan Dokter Brian juga sudah mengirimkan obatnya lagi" Kata Lia


"Sus..kursi rodanya mana ya?"


" Sebentar Saya ambil dulu " Kata Suster Ana


"Kamu ga apa apa kan De?"


"Ga apa apa"


"Kok tumben pakai kursi roda?"


"Aku harus menyimpan tenaga Kak buat besok,lagian ni kaki sudah kebih dua jam buat bekerja,terasa sakit" Kata Lia jujur.


"Subhanallah...Kakak lupa,maaf Dek Kakak tidak mengingatkan kamu?" Kata Eel menyesal.


Dari turun pesawat sampai sekarang Lia sudah bekerja Empat jam,makanya daya tahan tubuhnya mulai menurun.


"Maaf Dok ..tadi saya sudah mengingatkan Dokter Lia untuk beristirahat,tapi Dokter Lia...."


"Sudahlah Kak..jangan salahkan Suster Ana semua salah Dede,Tadi Suster Ana sudah ngingetin cuma Dede aja yang mengabaikannya,mana ada Suster Ana bisa bantah kalau Dede bilang ga mau ya Dia pasti manut manut aja" Kata Lia memotong pembicaraan Suster Ana.


"Betul Dok...kalau Saya membantah bisa bisa macannya bangun" Kata Suster Ana berusaha bercanda.


"Wah..Suster Ana mentang mentang sudah menjadi Asisten Saya lama mulai berani ngledek atasan ya..." Kata Lia membalas candaannya.


"Iya nich...Suster Ana berani juga ngledeknya,sekarang aja Saya mau bercanda ama macan betina takut kalau di makan Ha...ha...ha" Dokter Eel menimpali candaan mereka


Dokter Zainal yang mendengar candaan Kakak beradik hanya geleng geleng kepala,ternyata rumor kalau keluarga Presiden Direktur adalah Keluarga berdarah dingin tapi nyatanya mereka tak ubah satu keluarga yang penuh komedi.


"Sudah...sudah..kepala Dede pusing nich...mau istirahat dulu ya ..." kata Lia sambil memegang kepalanya.


"Ayo Sus ..tolong antar ke kamar dulu,sampai jumpa nanti malam ya Kak" Kata Lia sambil mendorong kursi rodanya ke arah pintu.


Suster Ana membantunya dan mendorong Lia ke kamarnya.


Setelah kepergian Lia Dokter Eel memegang keningnya dan menata hati yang cemas.Entah kenapa beberapa hari ini Dia merasa cemas dan gelisah.


Dokter Zainal melihat keadaan Dokter Eel jadi ikut cemas.


"Dokter Eel tidak apa apa?"


"Tidak apa apa Dok,cuma cemas mikirin Dedek" Kata Doter Eel.


"Emang ada apa dengan Dokter Lia?saya lihat Dia baik baik aja?cuma emang saya lihat Dia agak pucat sich...mungkin karena kecapek an. karena tadi setelah turun dari pesawat Dia belum istirahat" Kata Dokter Zainal menenangkan hati Dokter Eel.


Semoga aja Dok..hanya kekhawatiranku aja,dan semoga benar Dede hanya kecapek an?" Kata Dokter Eel.


"Oh ya Dok...besok waktu operasi saya minta tolong ingetin Dede ya tidak boleh lebih dua jam untuk melakukan operasi,kalau belum selesai bisa di gantikan Dokter Zainal ya..Saya yakin Dokter bisa" Kata Dokter Eel lagi sambil menyandar di kursinya.


"Maaf Dok..kalau boleh tahu sebenarnya ada masalah apa dengan Dokter Lia?" Kata Dokter Zainal.


Dokter Eel menatap Dokter Zainal.


"Dokter tidak tahu...?"


Dokter Zainal menggeleng.Dokter Eel menarik nafas panjang.


"Begini Dok...Dokter Zainal pernah dengar Dokter terbaik di Rumah sakit kita lagi sakit,Dan Dokter tahukan kalau Dokter terbaik itu adalah Adik saya,Dia terkena kanker otak yang sangat langka dan belum ada yang bisa menyembuhkannya" Kata Dokter Eel.

__ADS_1


"Kanker Otak Dok?tapi apakah sudah menjalani operasi?" Tanya Dokter Zainal.


"Operasi sudah kami lakukan,tapi dengan melakukan Operasi keadaan Adik semakin parah"


"Satu Tahun yang lalu Dede pingsan dan koma,akhirnya kami melakukan operasi"


"Setelah sadar ternyata hasil operasi membuat Dede mengalami kebutaan"


"Kami pihak keluarga merasa frustasi,berbagai obat sudah kami berikan"


"Tapi bukan mengurangi tapi malah membuat sakitnya semakin parah"


"Akhirnya kami membujuk Dede untuk merekomendasi obat yang harus di konsumsi Dia,karena kami yakin dengan kemampuan Dia pasti ada solusinya"


"Dengan berbagai cara dan bujuk rayu akhirnya Dede menyetujui untuk membuat obat yang di konsumsi Dia sendiri"


"Enam bulan pengobatan berhasil,Dede bisa melihat lagi,cuma fungsi motoriknya semakin lemah,hari harinya hanya Dia habiskan di kursi roda"


"Jiwa Dede rapuh dan tidak punya semangat hidup ,itu juga mempengaruhi imun tubuhnya"Cerita Dokter Eel sambil menangis.


" Terus gimaan Dok..." Tanya Dokter Zainal penasaran.


"Selama sakit Lia selalu menghindar dari pertemuan dengan Firman,Dia takut kalau Firman tahu akan penyakitnya,Dia takut Firman akan sedih"


"Padahal kita semua tahu kalau Adik kami sangat merindukan Firman,setelah Empat tahun Firman belajar di Tarim dan Dia telah mengikat Adikku dengan Khitbah"


"Tapi mungkin Allah mempunyai rencana lain ,tiba tiba Firman muncul di Rumah sakit dimana Dede di rawat,Dia terlihat sedih waktu tahu Dede sakit."


"Firman memberi semangat untuk Dede agar Dia mau menjalani terapi motoriknya,Dan Firman berjanji akan segera menikahinya"


"Dengan motivasi dari Firman akhirnya Dede mau menjalani terapi,Dia mau jalani karena tidak ingin di anggap wanita lemah,dan dia juga tidak mau Firman menikahi Dia hanya kasihan"


"Setelah tanggal pernikahan ditentukan semangat Dede sangat besar dan Dia ingin sembuh"


"Tapi kita sebagai manusia hanya bisa punya perencanaan,dan Allahlah yang akan menentukannya" Kata Dokter Eel panjang lebar.


"Terus apa yang terjadi Dok?" Tanya Zainal semakin penasaran.


"Tiga hari sebelum Pernikahan Abi Hasan mengalami kecelakaan,Firman langsung menyusul Ke Itali,Dan yang paling di sesali Firman tidak memberi kabar sama sekali"


"Dede tahu dari Pak Arif yang minta tolong untuk meminjam Pesawat pribadi kami,dan Dede mengijinkan"


"Waktu itu Dia sangat kecewa kenapa Firman tidak menghubungi Dia,tapi Dia selalu menghibur hatinya mungkin karena lagi tertekan Firman lupa mengabarinya"


"Berhari hari Firman tidak memberi kabar,sampai di hari pernikahan Dia juga tidak menghubungi Dede"


"Untung Dede sudah menyuruh Pak Arif dan Asistennya untuk membatalkan pernikahannya"


"Dia tidak peduli apa kata orang tentang gagalnya pernikahan Dia,yang di pikirannya adalah membuat Firman nyaman dengan membantu semua fasilitas yang di perlukan Abi Hasan di sini"


"Kamu tahukan pengaturan di Rumah sakit ini untuk Abi Hasan?itu semua pengaturan dari Dede untuk mengabdi ke calon mertuanya." Kata Dokter Eel.


"Jadi Dokter Lia adalah calon istrinya Firman?" Tanya Dokter Zainal kecewa.


"Iya..Dok..Firman adalah calonnya Dede,Saya tahu Dokter kecewa kan? karena Dokter mencintainya" Kata Dokter Eel sambil memandang Dokter Zainal.


"Dokter Eel bisa aja..Saya jadi malu" Kata Dokter Zainal sambil tertunduk malu ,pipinya yang putih terlihat merah karena malu.


"Lihat tuh..Pipinya sudah kaya udang rebus..Ha..ha.." Dokter Eel tertawa lepas.


"Dokter..dokter..ngapain harus malu,bukan Dokter aja yang jatuh cinta pada Adik Saya tapi hampir semua orang pasti akan jatuh cinta padanya"


"Jujur mungkin kalau tidak ada ikatan darah antara kami Saya juga akan jatuh cinta dengan Dede" Kata Dokter Eel.


"Dokter benar..pesona Dokter Lia tidak bisa saya pungkiri dari kecil sampai sekarang masih sama" Kata Dokter Zainal jujur.


"Apa jangan jangan sampai sekarang Dokter Zainal tidak punya pasangan karena menanti Dede?" Kata Dokter Eel menebak.


Dokter Zainal menunduk.Jujur apa yang di katakan Dokter Eel adalah benar.Dulu waktu belajar di pesantren Abah Yusuf Dia telah jatuh cinta dengan gadis kecil itu,tapi Dokter Zainal sadar waktu itu masih anak anak dan Dia anggap hanya cinta monyet.


Tapi setelah Lia meninggalkan Pesantren,hari harinya terasa hampa tidak lagi mendengar perdebatan antara Dia dengan Lia.


Semenjak di pesantren Lia adalah musuh bebuyutannya,musuh dalam mengambil hati Abah Yusuf.Mereka selalu berantem danbterus berantem.


Waktu itu Zainal anggap mungkin Dia merindukan karena tidak ada lagi yang di ajak berantem.


Keluar dari pesantren Zainal mulai melupakan gadis kecil itu Dia hanya fokus belajar dan terus belajar akhirnya seperti ini.


Dia tidak peduli apa itu cinta dan tidak peduli dengan gadis gadis yang mengejar Dia.


Tapi semenjak pertemuan kembali dengan Lia,hati Zainal mulai terusik apalagi gadis itu masih saja mengacaukan pikirannya sehingga membuat dia Emosi dan akhirnya berantem.


Tapi setelah mendengar kalau Gadis kecilnya sudah punya calon suami,membuat hati sakit dan terluka.


......Kenapa kamu sematkan cinta itu lagi......


...kalau kemudian kamu akan torehkan luka ini kembali....


"Dok...dokter Zainal tidak apa apa?" tanya Dokter Eel membuyarkan lanunan Dokter Zainal.

__ADS_1


"E...saya tidak apa apa Dok...maaf" Kata Dokter Zainal gugup.


__ADS_2