C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB XXX Dari Hati ke Hati


__ADS_3

Suasan ruang kerja pun mulai hening,hanya ******* nafas mereka berdua.


Ardian merasa canggung untuk memulainya karena Dia merasa bersalah.


Dengan kekuatan penuh Ardian berusaha memulainya.


"Dek...." kata Ardian


"Hmmm.." Kata Lia sambil memainkan jarinya di laptop.


"Maafkan Abang ya.. "


"Abang tahu Abang salah.. "


Lia terdiam dan menatap ke Arah Ardian.


Ada segurat kekecewaaan dan kepedihan yang di sembunyikannya.


Lia tidak bisa menahan emosi,Dia langsung marah dan mengungkapkan kekesalannya.Dari Ardian pergi tanpa pamit,Ardian tanpa kabar,Dari kesedihan Bu arum,Sampai keberadan Anjani dan Mutiara.


Walau Lia tahu apa yang terjadi dengan mereka dari penggalian pikiran masing masing,tapi Lia ingin mendengar sendiri cerita dari Ardian.


Ardian pun menceritakan bagaimana pertemuan dengan Anjani,Waktu itu Dia mabuk dalam keputus asaan mencari keberdaan Lia Lima tahun yang lalu.


#Flaz..Back..on #


Di saat itu Ardian mabuk dan berjalan tak tahu arah akhirnya Dia terjatuh.Anjani kebetulan lewat situ melihat keadaan Ardian setengah sadar.


Anjani bingung harus bawa kemana,akhirnya dia putuskan untuk membawa Ardian di kost kosannya yang tidak jauh dari tempat itu.


Sampai di kamar kos Anjani berusaha membaringkan tubuh Ardian,tapi tanpa sadar Ardian menarik dan menciumi Anjani sambil meracau memanggil nama Lia.


Anjani berusaha menolak tapi apa daya badannya kalah besar akhirnya dia pasrah dan terjadi sesuatu yang tidak di inginkannya.


Keesokan harinya Ardian bangun dan melihat keadaan dia dan seorang gadis satu kamar dengan keadaan yang memalukan.


Ardian marah dan berteriak sehingga Anjani pun terbangun.


Anjani pun terkejut dengan kejadian tersebut,tapi apalah apa daya nasi telah menjadi bubur,dan kehormatan yang selama ini dia jaga sudah di ambil oleh orang asing.


Anjani menangis.Ardian melihat Anjani seperti itu bukannya kasihan malah marah marah dan merasa di jebak.


"Dasar l*****...apa tujuanmu ha...ingin menjebakku dengan muka polosmu?"


Anjani tidak terima di katakan seperti itu,Dia menunjukkan bercak di seprai kalau Ardian telah merenggut kesuciannya.


"Kamu hargai berapa keprawananmu?silahkan tulis berapa yang kamu mau" Kata Ardian sambil mengeluarkan cek di dompetnya.


Anjani merasa terhina dan menampar Ardian.


"Tuan...saya tidak terima apa yang Anda katakan,saya bukan P******* yang seperti Anda katakan,silahkan pergi dari sini dan semoga kita tidak berjumpa lagi" Kata Anjani marah dan merasa harga dirinya terkoyak.Walau Dia miskin tapi Dia tidak pernah punya pikiran untuk menjadi P*******.


Ardian akhirnya pergi tanpa pamit.


Semenjak peristiwa itu Anjani dan Ardian tidak pernah ketemu,Anjani menjalani hidup seperti biasa tapi apa yang terjadi dalam cinta satu malam itu membuahkan hasil.Anjani di nyatakan hamil.Anjani bingung dan kalut.


Kehamilannya tercium oleh ibu kos dan mengusirnya karena mereka menganggap Anjani adalah Perempuan kotor,dan Dia tidak mau menjadi bahan omongan orang kalau dia menyimpan seorang P*******.


Anjani pun pergi dan tak tahu tujuan arah.Dia merasa lelah dan ingin mengakhiri hidupnya.


Di tempat sepi Anjani mematung di tengah jalan dan berharap ada mobil yang menabraknya.Karena jalur itu adalah jalur cepat dan pasti mobil yang lewat akan menggunakan kecepatan tinggi.


Beberapa menit kemudian,Ada mobil yang melintas dan Anjani sudah bersiap diri supaya mobil itu menabrak dirinya.


Ciit....bruk...


Suara Rem mobil mendadak.Orang dalam mobil pun terkejut.


"Busyet dach...semoga orang tadi ga kenapa napa?lagian mau cari mati?kok berdiri di tengah jalan" runtuk orang itu sambil membuka pintu dan melangkah mendekati korban yang di tabraknya.


"Hai...non ..kamu ga pa pa?" teriak Orang itu setelah tahu yang di tabrak adalah seorang perempuan.


Orang itu berusaha membalikkan tubuh korban dan terkejut melihat siapa yang dia tabrak.


"Kau...." orang itu panik waktu melihat ada darah segar keluar dari kaki korban.

__ADS_1


Dia langsung menggendong dan membawa ke Rumah sakit terdekat.


Laki laki itu adalah Ardian yang baru pulang dari bertugas,dan yang di tabrak adalah Anjani cewek yang pernah bersama dalam satu malam.


"Sitt...kamu gila pa...mau bunuh diri?sebenarnya apa yang terjadi?" Ardian panik sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Mereka sampai di Rumah sakit terdekat dan segera membawa Anjani ke UGD untuk mendapatkan tindakan.


Satu jam kemudian Dokter memanggil Ardian untuk menemuinya di ruangan.


Tokk...Tokk...


"Masuk..."


"Silahkan Pak Ardian!"


"Maaf Dok gimana keadaan pasien?"


"Pak Ardian tenang aja Istri Bapak tidak apa apa,cuma ada luka di pelipisnya sebentar lagi membaik"


"Tapi..."


"Tapi apa Dok...?dan maaf Dia bukan istri saya,tadi saya tidak sengaja menyrempetnya."


"Oh..maaf Pak Ardian saya kira Bu Anjani Istri Bapak?"


"Anjani Dok..."


"Ya ...nama pasien adalah Anjani,kami menemukan identitas korban dari identitas yang di bawa"


"Ibu Anjani sedang hamil Lima bulan,Gara gara benturan itu ada luka dirahimnya,dan itu membuat kandungan lemah,maka dari itu Bu Anjani harus Bed rest dan ga boleh banyak pikiran,mungkin akhir akhir ini Dia mengalami goncangan batin yang sangat kuat"


"Jadi biar untuk saat ini Dia di rawat di sini,cuma kami bingung mau hubungi di mana dan siapa yang akan bertanggung jawab ini semua"


"Biar Dia di rawat di sini Dok...dan biar saya yang bertanggung jawab"


"Baiklah Pak Ardian jadi kami lega dan maaf bisa di bantu Administrasinya ya..."


"Baik Dok...saya undur diri dulu"


Ardian pun menuju ke bagian Administrasi karena Dia sangat bersalah atas kejadian itu,Apalgi waktu mendengar Hamil,Ardian meyakinkan kalau itu adalah anaknya.Karena di hitung dari peristiwa itu adalah kejadian lima bulan yang lalu dan Gadis itu masih suci.


Apalagi itu darah dagingku


Akan ku beri pelajaran karena ingin membunuh calon anakku.


Satu minggu Anjani di rawat di Rumah sakit,Ardian setiap hari menemaninya ,karena dia merasa itu adah darah dagingnya dan harus bertanggung jawab.


Selama satu minggu dia sudah mengurus surat kepindahan ke Kota Aceh.Sempet Dia tolak Enam bulan lalu,karena dia ingin selalu melindungi Lia.Tapi kini sudah Enam bulan Lia tidak ada kabar dia memutuskan pindah tugas meninggalkan kenangan bersama Lia.


Soal Ibunya Ardian percay kalau Keluarga wijaya akan menjaga Ibunya.


Ardian jug mengurus surat pernikahan bersama Anjani yang sedang mengandung anakny.Tapi sengaja tidak di publikasikan.


Dia pun mengunci semua data pribadinya supaya tidak terlancak oleh keluarga wijaya.Karena Dia adalah Tiem Hacker yang sangatdi andalkan di keluarga Wijaya.Maka Dia yakin tidak akan ada yang bisa membobol pertahanan data kecuali Lia yang turun tangan.


#Flaz back off#.


Andrian menyudahi ceritanya,dan Dia yakin walau Dia tidak bercerita Lia tetap sudah tahu apa yang terjadi lewat jalan pikirannya.


Keheningan pun menyelimuti kembali suana ruang kerja tersebut.


Lia sekali kali menghembuskan nafas dengan berat.


"Bang...Dedek tahu apa yang Abang rasakan sekarang,tapi Dede mohon jangan kau sakiti Anjani"


"Dia gadis baik baik...Dia hadis yatim piatu yang tinggal di panti asuhan"


"Jangan bilang Abang ga pernah cari tahu siapa dia?"


Ardian menggeleng kepala,mungkin karena rasa benci dari awal,dan menganggap Anjani menjebak Dia,Ardian langsung tutup mata dan hati .Yang ada adalah hanya kebencian.


"Bang...Dedek tahu selama ini Abang mencintai Dedek melebihi cinta seorang Kakak,tapi Dedek mohon lupakan cinta itu Bang"


"Selama ini Dede hanya menganggap Abang sebagai Kakak Dede,Tidak lebih dan tidak kurang"

__ADS_1


"Dede mohon lepaskan rasa itu,sekarang ada Mutiara dan Anjani yang punya hak untuk Abang Cintai"


"Kalau Abang masih seperti itu,Dede sangat kecewa dan Dede merasa bersalah telah merebut hak seseorang"


"Dan Abang tahu apa yang akan Dede lakukan kalau Dede telah merebut hak seseorang?" Kata Lia tegas.


Ardian tahu apa yang akan di lakukan Lia kalau Dia merasa telah mengambil hak seseorang,Dia akan memotong jarinya sendiri,Dan itu pun akan Dia lakukan kepada musuhnya.


Mungkin terlalu kejam terdengarannya.Tapi itulah sosok pemimpin Wijaya yang terkenal Dingin dan kejam,dan semua orang takut membuat masalah dengan Group Wijaya.


Alexander Group yang menjadi musuh bebuyutan memilih mundur dan mencari cara bagaimana bisa menghancurkan Group Wijaya.


Ardian mengangguk dan berjanji akan memperbaiki hubungan dengan Anjani.


Sekeras apapun hati Ardian,tapi bila Lia yang memohon Dia akan luluh karena dia tidak tega kalau Lia sedih dan kecewa.


Ardian memandang Lia dengan seksama.Setelah Lima tahun berpisah ternyata telah merubah segalanya.Lia yang tambah Dewasa,Tegas dalam mengambil keputusan dan Sikap dingin yang berlebihan.


Dulu Lia yang penuh keceriaan dan kekonyolan sekarang seperti hilang di telan bumi.


"Bang....,sekarang istirahatlah dan temui istrimu di kamar mu,tar jam tujuh jangan lupa makan malam bersama" kata Lia menyadarkan lamunan Ardian.


Ardian pun undur diri.


Setelah Ardian pergi Lia langsung memegang kepalanya yang tadi terasa sakit dan dia tahan agar Ardian tidak mengetahui kalau dia lagi sakit.


Dia mengambil obat di laci.


Sampai kapan aku harus ketergantungan obat seperti ini.


...****************...


Waktu jam makan pun mulai semua penghuni mension duduk di ruang makan yang besar.


Semua pada kumpul tanpa terkecuali,mau satpam,pelayan atau Boz besar mereka makan bersama.


Acara makan malam itu sekalian merayakan kehadiran Ardian yang lama menghilang dan telah kembali membawa istri dan anak nya.


Anjani sangat canggung dengan jamuan makan tersebut,karena seumur hidupnya Dia tidak pernah diperlakukan begitu istimewa,Selama menjadi istrinya Ardianpun Dia tidak pernah di lakukan seperti itu.


Mungkin kalau tadi Ardian tidak datang dan minta maaf ,untuk makan malam ini Dia tidak akan hadir,karena Dia takut kalau kenyataannya Ardian punya hubungan dengan Lia.Dan dia pasti akan di lempar keluar dan memisahkan dia dengan Mutiara.


Tapi ternyata apa yang ditakutkan itu tidak terjadi.Tapi Dewi fortuna telah memihaknya.


Dengan perubahan Ardian yang sangat drastis Dia akhirnya merasakan di cintai maupun mencintai.


Makan malam berlangsung sangat meriah banyak canda tawa yang menghiasi ruangan itu.Kehangatan kekeluargaan pun terasa.


Tommy sesekali melirik Nona mudanya,Dia tahu kalau Nona mudanya lagi merasakan sakit


Dulu sebelum Ardian pergi,Hanya dialah yang tahu tentang keadaan Lia.Tapi mungkin karena waktu yang memisahkan ,kepekaan itu telah hilang.


Dan sekarang hanya Tommylah yang tahu keadaan Lia.Karena dia yang setiap hari menemani kemana Lia berada.


Usia Tommy tidak jauh beda dengan Ardian.Dia adalah Santrinya Abah Yusuf sekalian anak angkatnya.


Abah Yusuf meminta Tommy untuk menjaga Cucunya.Tadinya Tommy menolak karena dia harus setiap hari bersama dengan seoarang yang bukan muhrimnya.


Apalagi dia seorang laki laki yang normal dan tidak munafik kalau harus mengakui kecantikan seorang Lia.


Tapi karena kepercayaan Abah Yusuf,Tommy harus menghilangkan rasa itu.Dab untuk Lia sendiri sudah meyakinkan kalau Dia hanyalah seorang Kakak.


Dan Lia sendiri pun sudah bertunangan.


"Maaf Nona muda apakah Nona muda sudah selesai?Karena masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan" Kata Tommy tiba tiba,karena dengan kata kata itu dia akan mengajak Lia untuk beristirahat.


Tommy sudah melihat keringat dingin mengalir di tubuh Nona mudanya karena menahan sakit.


Lia pun beranjak pergi


Tommy mengikutinya dari belakang.


"Jangan terlalu di paksakan Nona muda,beristirahatlah...." Kata Tommy sambil membuka pintu kamar Lia


"Makasih Kak Tom...perhatiaannya"

__ADS_1


"Assalamualaikum"


"Walaikum sallam"


__ADS_2