C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB II: M O S ke 2


__ADS_3

Hari ini MOS yang ke dua.Acara hari ini adalah memperkenalkan kegiatan extra di sekolah,seperti karate,futsal,basket,karya ilmiah,kegiatan agama,paskibra,Pencinta Alam dan pramuka.


Para pengurus Osis satu satu memperkenalkan kegiatan extra sekolah sambil membagi formulir biar anak-anak kelas X mengikutinya.


"Ya...lo ikut apa?" tanya kayla


"Entahlah..semua gue suka..tapi sayang kita harus pilih 2 aja...?" jawab Lia.


"Lo ikut kegiatan agama ya nemenin gue?"


"Gak ..ah gue mau ikut basket ma karate aja?lo tahu sendiri gue ga seneng ama hal hal yang tidak menguras keringat".


" Tapi kan Lo dulu juga sering ngikut lomba Baca Alquran ,marawis jadi juara lagi?"desak kayla agar sahabatnya mau masuk extra bersamanya.


"Ga..ah....,dulu gue mau ikut lomba kan karna sekolah,bukan karna gue suka,gue ingin ikut Extra yang gue suka aja" jawab Lia.


Sebenarnya gue juga seneng sich ikut marawis tapi pasti pengurusnya si Firman tengil itu,batin Lia.Daripada gue setiap hari melihat dia mendingan tidak usah.


"Ini kesempatan Lo pingin dapetin anak alim,katanya Lo pingin punya cowok ustadz,nah..kebetulan kegiatan ini yang bertanggung jawab kak Firman anaknya ganteng,alim dan bener-bener ustad dia kan udah sering dakwah kemana-mana,banyak yang jadi penggemarnya".


" Gua aja mau ikutan di extra ini biar bisa ketemu Ustad Firman langsung.


..ha...ha..."Jawab kayla sambil berkhayal kalau seandainya jadi pacarnya.


Lia cuma diam,jujur sich semenjak pertemuan di mushola kemarin hati Lia jadi gimana gitu tidak karuan,jantungnya rasanya pingin copot,dan tidak bisa tidur


.


Sampai sampai semalam dia lampiaskan kegalauan hatinya kembali ke basecamp untuk ngikuti balap motor.


Kalau gue ikut kegiatan ini bisa-bisa gue stres trus ga bisa mengendalikan perasaan,Lagian orang nya tengil, sombong mentang mentang dia sudah terkenal kali ya.batin Lia.


"Hai..gimana ya.gabung ya?"tanya Kayla lagi.


Lia geleng kepala.


" Kalau gue gabung terus Doi kecantol gue gimana?kita saingan dong"


" Udah Lo aja gue doain Lo dapet mengambil hatinya".Lia menjawab sambil mengacak acak rambut kayla.


"Kebiasaan Lo,nanti gue mau pake hijab biar Lo tidak mainin rambut gue lagi". ucap kayla dengan nada kesal,kebiasaan sahabatnya ini suka mainin rambut kayla.


" Ha..ha muka Lo lucu kalau mayun.."ujar lia sambil ketawa.


"Hai.. bercanda aja...sudah kalian isi belum formulirnya?"kata Serly ketus di depan Lia dan kayla.


" Biasa kali aja kak..jangan suka marah-marah nanti cepat tua...ha. .ha. "ucap Lia sambil mengulurkan formulirnya.


" Kurang ajar anak baru macem-macem ama gue ya,Lo tidak tahu siapa gue?"bentak Serly.


"Saya tahu kakak adalah anak kelas XII kakak sekertaris Osis,terus kakak ketua cheerleader iya kan" jawab Lia santai.


"Emang bener apa lo yang katakan,tapi ada yang belum Lo sebut,gua adalah putri dari salah satu pemilik yayasan ini Pak Hutama,kamu mengerti gua adalah Serly Hutama,dan ingat Lo kalau macem-macem gue bisa bilang ke bokap gue kalau Bea Siswa Lo suruh cabut dan Lo tidak akan bisa sekolah sini." Bentak Serly.


"Oh,ya..kak..hi..serem...kalau di cabut nanti biaya sekolah gua gimana?" sambil memasang mimik muka yang dibuat buat seperti orang ketakutan,padahal dalam hati Lia emang gue pikirin.


Baru anak Hutama sudah bangga padahal cuma punya saham 15%,bisa -bisa kalau dia anak pemilik saham tertinggi wah sekolah ini jadi apa?batin Lia.


"Udah..udah napa Serly?" tanya suara dari belakang.


Ternyata Ferdinan dari tadi melihat Pertengkaran mereka,kemudian segera menghampirinya,Ferdinan takut kalau di biarkan bisa-bisa Lia dalam bahaya,karena Ferdinan tahu bagaimana sikap Serly yang tidak mau di salahkan.


"Sayang...ni lo anak baru cari gara-gara ama gue, dah dari awal dia nabrak gue terus ni ngatain gue tua." ucap Serly sambil bergelayut manja di depan Ferdinan.


Ferdinan merasa risih ,dari kelas X Serly emang selalu berusaha mencari perhatian,tapi entahlah Ferdinan tidak pernah tertarik ,apalagi melihat gaya Serly dia bener-bener muak.


"Kamu sudah mengisi formulir nya?" Tanya Ferdinan sambil melihat Lia,dia tidak peduli ama Serly yang selalu cari perhatiannya.


"Sudah.." sambil mengangguk tanpa ekspresi apapun.

__ADS_1


Ya Allah..matanya.. batin Ferdinan sambil berusaha menenangkan perasaannya,ketika mata beradu Ferdinan bener-bener tidak bisa menguasai pertahanannya sebagai cowok dingin dan super cuek.


Matanya bener-bener lembut tapi kenapa ekspresinya begitu dingin.batin Ferdinan.


"Ayo Ser..kalau sudah kita kumpul di ruang senat untuk memilah milah pilihannya mereka". ajak Ferdinan pada Serly.


Ferdinan sengaja menghindar dari Lia agar perasaannya bisa segera teratur kembali.


" Yang lainnya boleh istirahat dulu"jelas Ferdinan kepada anak anak M O S lainnya.


" Ketua Osis kita ganteng..tapi dingin".ucap kayla setelah Ferdinan pergi.


"Katanya Firman yang ganteng kok ini pindah ke lain hati sich?" tanya Lia.


"Siapa bilang pindah ke lain hati,Ustad Firman lebih ok...tapi tidak di pungkiri sich kak Ferdinan juga ok,mereka kan juga idola sekolah sini,kalau kak Ferdinan adalah Bintang lapangan sedangkan Ustad Firman adalah Bintang Masjid...he..he" jawab Kayla sambil tertawa".


"Bintang Masjid?"tanya Lia sambil mengerut keningnya,


" La mau bilang apa kalau ustad Firman jago di bidang keagamaan?"ujar Kayla sambil senyum-senyum.


"Au..ah aku mau sholat dulu kita suruh istirahat to,katanya kamu pingin jadi pacar ustad ayo kita sholat mungkin lo akan bertemu sama pujaan hati" ajak Lia


"nggg..gue laper pingin ke kantin,tapi ok lah.. mungkin kata Lo ada benarnya juga buat ngambil hati Ustad Firman..ha..ha"


Mereka berdua menuju Mushola,sampai di mushola sudah mulai penuh.


Sholat berjamaah di mulai dan yang menjadi imam adalah Pak Rizky guru agama mereka.


Kemudian dilanjutkan tausiyah dari Ustad Firman.Semua pada menyimak dengan seksama,termasuk Kayla.Padahal selama ini dia bener-bener anti kalau ada ceramah,pasti ujung ujungnya tidur,tapi ini dia bener-bener hebat bisa mengikuti sampai selesai.


Emang suara ustad Firman sangat menyejukkan hati banget,sambil memejamkan mata Lia mendengar apa yang di sampaikan sama ustad Firman dan tak lupa dia masuk ke dunia khayalannya.


"Lia..lia ayo kita makan gue laper nich..!ajakan Kayla membangunkan khayalannya.


" ih....ganggu sich..lagi enak enakan mengkhayal Lo berisik"


"Dua..duanya.." sambil memanyunkan mulutnya,dan kemudian menjitak kepala Kayla.


"Aduh sakit tahu,kebiasaan kalau tidak mengacak rambut pasti jitak kepala." Dengus kayla kesal


"Ayo gue laper kita ke kantin.." ajak kayla


"Lo aja sana gue belum laper". Tolak Lia


" Lo mau kemana?"tanya kayla.


"Biasa belum baca Al Qur an" jawab Lia sambil melangkah ambil air wudhu.


Kayla keluar dari Mushola menuju ke kantin karena cacing cacing perut udah teriak karna kelaparan.


Didalam Mushola Lia membaca Al Qur an,tanpa dia sadari ada sepasang telinga mendengarkannya di balik tirai penghalang shaft putra dan putri.


Mungkinkah dia Bidadari surgaku?batin Firman sambil menyimak ayat al Al Qur an yang dilantunkannya,dan kagum dengan pembacaan yang fasih dan tidak ada yang salah.


"Man. .di tunggu di ruang senat.." ada Wa masuk di hp Firman.


"Ya tunggu sebentar," Balas firman.


Firman sebenarnya enggan untuk beranjak dari mushola masih ingin mendengar kan suara itu,tapi karena ada tugas yang harus dia selesaikan sebagai pengurus Osis,dia lalu bangkit dan pergi ke ruang senat.


Beberapa menit kemudian Lia pun selesai membaca Al Qur an,terus kembali ke Aula.


Tiba tiba ada suara getar di saku bajunya,Lia melihat ada panggilan dari omanya.


Sambil membetulkan handset di telinganya Lia pun menjawab panggilan tersebut.


"Assalamualaikum Oma,ada apa?"


"Hari ini kamu pulang jam berapa?tanya omanya di sebrang sana".

__ADS_1


" Belum tahu oma mungkin sebentar lagi".


"Ada apa Oma? Ada yang bisa dibantu?"


"Dasar bocah gemblong ini hari apa?Kamu ada rapat dengan klien tahu" Jawab Oma sambil mengeluarkan suara baritonnya.


"Iya..iya Oma Lia ingat tahu,jangan teriak teriak telingaku sakit,ni lia pake handset".


" O ya uda oma cuma ingetin doang,takutnya kamu lupa,ini soalnya klien penting"jawab omanya dengan suara santainya.


"Kalau penting kenapa bukan Oma aja sich"


"Cucu gemblong yang bikin proposal siapa,jadi yang bertanggung jawab ya kamu" jawab Omanya.


"Uda tidak usah berdebat pokoknya rapat di mulai jam 2,apa perlu Pak Jamal menjemput ke sekolah" lanjut omanya dengan tegas.


"Tidak usah nanti belalang tempur Lia taruh mana?" jawab lia akhirnya mengalah.


kalau di jemput terus sepeda kesayanganku gimana?bisa bisa di beri ke pemulung oleh pak satpam,gerutu lia .


Bel berbunyi tanda masuk.


."Uda dulu ya oma aq masuk dulu,nanti pasti dateng tepat waktu ok"


"Assalamualaikum.." sambil memutuskan panggilan.


"Walaikum salam ." cucu gemblong tidak sopan memutuskan telpon orang tua seenaknya,sambil geleng geleng kepala.


Di aula acara di mulai dengan pembagian kelompok Extra yang sudah di pilih.Para pengurus Osis memanggil satu persatu siswa terus di kumpulkan sesuai kelompok.


Di meja panitia Firman sangat berharap gadis yang sudah 2 hari ini mengganggu pikirannya mengikuti kegiatannya ,tapi sayang dia tidak tahu namanya makanya harap harap cemas semoga nama salah satu siswa yang merupakan milik gadis itu.


Setelah nama nama siswa siswi di sebut satu persatu yang mengikuti extra selesai harapan Firman Pun kandas ternyata gadis itu tidak memilih kegiatan ekstraknya,tapi mengikuti kegiatan Basket sama karate.Sayang Firman tidak ikut andil di kegiatan tersebut.Karena bagi pengurus hanya di wajibkan satu memikul tanggung jawab,dulu emang waktu kelas X dan XI Firman ikut kelas karate juga,tapi setelah kelas XII dia fokus di kegiatan agama.


Lain halnya dengan Ferdinan dia sangat gembira sekali karena gadis pujaannya ikut di kegiatan Basket jadi ada waktu untuk lebih mendekatinya,mengenalnya lebih dalam,sambil tersenyum dia sudah membayangkan akan kebahagiaan itu.


Jam menunjukkan jam 13.30 Lia pun panik,


kemarin kan tidak sampai jam segini,ini kok ya tidak pulang pulang to,batin Lia.Wah bisa di pelototi oma ini,gimana ini?


"Ada yang mau di tanyakan lagi?" tanya Ferdinan.


semua diam karena merasa sudah cukup jelas apa yang dilakukan waktu ikut kegiatan Extra.


"maaf kak saya mau tanya?" tiba tiba ada suara siswa yang mengulurkan tangannya


Ferdinan melihat asal suara itu dan ternyata anak itu yang bertanya membuat jantungnya berhenti sesaat,setelah bisa mengatasi perasaan dan jantungnya Ferdinan pun menjawab


"mau bertanya apa?"


"maaf kak ini selesai jam berapa ya?kan di jadwal cuma sampai jam 13.00,sedangkan ini sudah lewat 45 menit". tanya lia tanpa berdosa.


" Lia..apa apaan sich Lo,bikin masalah aja!"tanya kayla sambil menaruh telunjuk jarinya di bibir lia biar temennya diam.


"Cari masalah apaan sich gue kan nanya apa ga salah ni udah lebih 45 menit dari jadwal sebelumnya,lagian kita kan sudah besar jadi pasti tahulah apa yang di katakan tadi tentang extra ini."


"Lo..Lo pade enak pulang langsung tidur,langsung nge mall sedangkan gue harus kerja cari uang,kalau gue terlambat bisa bisa di pecat gue dari pekerjaan ,terus gue makan apa?"kata lia sambil meninggikan suaranya sehingga semua denger apa yang lia katakan.


" Hai gadis miskin buat apa Lo curhat ma kite..kite itu nasib Lo kenapa di lahir kan miskin,apa Lo minta belas kasih kite biar Lo dapet simpati"teriak Serly sambil berkacak pinggang.


"Sorry kak gue emang miskin tapi gue tidak sudi minta belas kasian,terutama sama Lo .." teriak lia.


"Udah lah..sorry kak ketua osis gue pamit pulang dulu keburu telat kerja" sambil ngeloyor pergi,tidak peduli mau di ijinkan pulang apa tidak


tidak peduli pada liatin bodo amat,yang penting gue segera ke kantor daripada oma marah marah batin lia.


"Non lia.."teriak seseorang memanggil dari belakang.


" Pak jamal ..ngapain kesini ?teriak lia sambil menoleh ke arah suara.

__ADS_1


__ADS_2