
"Adikkk...."
"Kak..Kak Firman ga apa apa?" Tanya Fatimah waktu mendengar jeritan Firman di kursi belakang.
Pak Arif juga langsung menghentikan mobilnya.
Firman yang tersadar langsung duduk dan memegang kepalanya.
Ternyata hanya mimpi,tapi bener bener nyata.
Firman mengingat mimpinya.
Dalam kegelapan Firman melihat Lia yang terduduk sendiri dengan tatapan kosong.
"Adik...kamu ga pa..pa..?" Tanya Firman sambil mendekati Lia.
Lia menoleh dengan tatapan sendu.
"Kakak tolong aku .." kata Lia dengan suara pelan.
"Dik...kamu kenapa..?" Jawab Firman berusaha mendekat,tapi entah mengapa semakin Dia mendekat semakin jauh jarak antara mereka.
"Kak...Firman tolong aku...Hiks...Hiks..."
suara tangis Lia semakin menjauh,Firman berusaha menolong tapi ....
"Kak...Firman.." Fatimah berusaha mendekati Firman.
Firman tersadar dan berusaha menjauh dari jangkauan Fatimah.
"Jaga tanganmu Dik.. " Kata Firman
"Aku Ga pa..pa.."
"Maaf Kak...tadi Fatimah khawatir Kakak kenapa kenapa,muka Kakak pucat sekali" Jawab Fatimah sedih.
"Nak Firman beneran kamu Ga apa apa?" Tanya Pak Arif dengan tatapan cemas.
Firman menggeleng kepala.
"Pak..tolong anterin ke Mesion Wijaya dulu ya.." Pinta Firman.
"Tapi Nak...Abah dan Abi sudah menunggu"
"Ga pa..pa..Pak,mungkin kalau alasan ke Mesion Wijaya mereka tidak keberatan?" Kata Firman dengan penuh keyakinan karena keluarganya tahu kalau Dia mengunjungi tunangannya.
Tunangan...?
Firman merasa bersalah karena selama ini Dia ga pernah kasih kabar ke Lia.Karena kesibukan kesibukan di pesantren di tambah lagi Dia mulai terjun di dunia Dakwah yang pernah dia jalani di Indonesia.
Selain itu dalam Agama islam pun di larang untuk berpacaran mau segi sering ketemu ataupun LDR.
Maka Firman memutuskan untuk tidak memberi kabar lewat Handpone.Dia hanya bertanya kabar lewat Abah,Abi maupun Uminya.
Firman bahagia ternyata walaupun tanpa kabar,Lia masih sering datang ke pesantren Abahnya.
Dengan modal kepercayaan itulah Firman yakin kalau Lia akan selalu menunggunya.
Tapi suatu hari Dia di sudutkan para fans tentang kedekatannya dia dengan Fatimah.Mereka mengira bahwa hubungan mereka lebih dari sekedar teman dan relasi kerja.
Firman tidak pernah menanggapinya.Tapi di luar dugaan Fatimah malah memberikan jawaban untuk minta doa para Fans,semoga berjodoh dengan Firman.Sontak semua fans dari berbagai dunia mendukungnya karena selama ini mereka bener bener pasangan yang serasi.
Firman pun memanggil Fatimah dan di temani Manager mereka.
"Dik...Fatimah kenapa kamu bilang seperti itu
pada saat konferensi Pers kemarin?"
"Maaf Kak..apa aku salah kalau minta doa kepada mereka agar kita berjodoh?Kita sudah lama saling mengenal,kita juga bekerja sama di Sholawatan,mereka pun sangat senang kalau kita Sholawat bareng,dan mereka pun mendukung kedekatan kita sampai ke jenjang pernikahan"
"Jadi apa salahnya Kak,kalau kita menikah ,kita berjuang ditempat yang sama yaitu berjalan di jalan Allah menyerukan Sholawat bersama" Kata Fatimah penuh percaya diri.
Kalau orang mendengar mungkin ga akan percaya kalau itu adalah anak seorang Habib,yang terkenal sopan santun dalam tutur katanya,lemah lembut dan pendiam.
Tapi soal cinta Dia tak punya malu.
Firman menggeleng.
"Maaf Dik Fatimah...Kakak sudah bertunangan dan berjanji akan menikahi nanti kalau Kakak pulang ke Indonesia" Jawab Firman.
"Tunangan...?emang itu betul Kak Azam?" Tanya Firman pada managernya.
"Maaf Dik,Kak Azam juga baru tahu semalam,Firman memberi tahu karena soal konfrensi Pers kemarin?" Kata Azam.
Walau sebagai Manager Firman,Dia tak pernah menanyakan hal hal pribadinya,cuma dulu sebelum mereka di sibukkan kegiatan dakwah Azam sering mendengar suara wanita yang sedang melantunkan ayat suci AlQur an,Dan Azam mengira itu suara dari Yoe tobe yang banyak menyuguhkan Murottal Alqur an yang baik.
Tapi semalam Firman menceritakan kalau sebenarnya Dia sebenarnya sudah bertunangan,dan ingin menikahi setelah kembali ke negara asal.
Firman pun memperlihatkan prosesi pertunangan mereka.
"Tapi Kak..pertunangan kan bisa di batalkan?apalagi kalian sudah lama berpisah?apa Kakak percaya Dia masih setia?" Tanya Fatimah.
"Dalam sebuah hubungan kita harus saling percaya,itu adalah kuncinya"
"Dan aku percaya Dia di sana akan selalu menunggu"
"Tapi kak..."
"Sudahlah Dik...ku mohon jangan paksa Kakak,dari awal kedekatan kita hanya Kakak Adik aja tidak lebih,masih banyak laki laki lebih baik dari Kakak,Kamu Wanita sholehah pasti banyak yang mau menjadikan istri" Kata Firman berusaha menjelaskan ke Fatimah.
"Maaf Kak. ..dari awal kita ketemu Fatimah sudah jatuh cinta ama Kakak"
"Apakah aku salah mengharapkan lebih?"
"Maaf Dik Kakak ga bisa..."
"Hati Kakak udah buat Dia sampai kapanpun" Jawab Firman menegaskan.
"Tapi Kak kalau seandainya Dia yang telah mengingakari ,Apakah masih ada peluang untukku?"
Firman hanya terdiam.Mungkin benar kata Fatimah,Lia di sana tidak seperti Dia yang hanya tinggal di pesantren.Tapi kalau Lia mungkin memilik banyak temen,entah di club motornya atau kantornya.
Firman menyadari kalau Lia adalah wanita yang banyak mengidolakan,seperti cerita Rio selama bergabung di club motor banyak yang jatuh hati padanya,karena sikap dinginnya semua tidak ada yang berani mengungkapkannya.
Bagaimana dengan kantornya?Firman tidak tahu.Abah Ali cuma bercerita semenjak di pegang Lia perusahaan Wijaya berkembang pesat.
Cuma gimana hubungan dia dengan relasi kerjanya,apakah ada yang bisa menarik hatinya?
"Gimana Kak...?" Tanya Fatimah membuyarkan lamunan Firman.
"Mmm...Kakak belum tahu karena kakak tidak pernah memikirkan itu,kamu kan tahu kita tidak boleh Suudzon terhadap oran lain?
" Iya...Kak Tapi kan itu baru seandainya ?"
"Sudah lah Dik untuk saat ini Kakak masih percaya,tapi kalau itu terjadi pikir belakangan aja,toh...itukan belum terjadi?"
"Sudahlah besok kamu jadi ikut ke Indonesia?Kalau jadi istirahatlah...!besok perjalanan kita sangat jauh" Kata Firman
Firman pun meninggalkan Fatimah di susul Azam di belakangnya
"Assalamulaikum"
"Walaikum sallam".
Fatimah pun melangkah pergi,dan mencoba untuk tidur,karena mulai besok dia akan memperjuangkan cintanya dan merebutkan Firman dari tunangannya.
Mungkin dengan adanya Dia ikut,Dia akan ada kesempatan kalau emang benar benar Firman di tinggalin tunangannya.Karena bagi Fatimah empat tahun itu adalah waktu yang lama untuk menanti seseorang.
Mobil yang membawa mereka sudah sampai di Mesion Wijaya.
Pak Arif turun dan menanyakan ke Satpam Mesion Wijaya.
Tidak lama Pak Arif kembali ke Mobil.
" Gimana Pak...?" tanya Firman tidak sabar.
"Kata satpam belum pulang,kalau pulang biasanya malam "
"Ni Bapak di kasih nomer telpon asistennya,kalau pingin ketemu harus bikin janji dulu" Kata Pak Arif menyodorkan kartu nama seseorang.
Fatimah hanya diam dan mendengarkan saja, dia tidak terlalu berpikir kalau yang mereka maksud adalah tunangan Firman.
Mungkin kalau dia tahu bisa bisa Fatimah akan merebut kartu namanya.
"Ya udah Pak..kita pulang dulu aja ke Pesantren,nanti Ana coba hubungi asistennya,kasihan tuh Azam kelelahan" Kata Firman sambil melihat Managernya di kursi belakang sedang tidur dengan pulas.
Mobil Pak Arif meninggalkan Mesion Wijaya dan menuju Pesantren.Di sana sudah banyak orang yang menunggu kedatangannya.
Satu minggu sudah Firman di Indonesia,semenjak kedatangannya banyak tamu entah dari Abah Ali atau para jamaah dan fans fans Firman pun berdatangan.
__ADS_1
Firman pun di sibukkan kedatangan mereka.Ternyata berita kedatangan Firman cepat menyebar,dan mereka berbondong bondong untuk menemui Firman.
Abah Ali juga sudah mempersiapkan pengajian Akbar penyambutan kedatangan cucu tercinta.
Pengajian Akbar tersebut di sambut dengan antusias para penggemarnya.Tamu tamu dari luar kota pun mulai berdatangan.
Karena di sibukkan dengan acara pengajian tersebut Firmanpun lupa akan rencananya menelpon asisten Lia.
Pengajian Akbar di mulai,Firman dan Fatimah melantunan sholawatan bersama.
Mendengar suara mereka para fans menikmati dengan seksama.Ada sebagian para fans memposting kolaborasi mereka.
Kolaborasi mereka menjadi tranding,banyak komentar negatif dan positif yang mereka berikan
***Pasangan yang serasi dan sama sama punya talenta
Jodoh yang sangat cocok karena sama sama cucu kyai besar
Semoga takdir menyatukan mereka
Kolaborasi kurang sempurna,masih bagus kolaborasi Ustad dengan gadis misterius Empat tahun yang lalu***
Netizen yang memberi komentar akhirnya mengunggah sebuah video yang di ambil empat tahun lalu waktu acara pengajian pelepasan Firman di Tarim.
Nitizen pun ramai berkomentar
Emang Kolaborasi yang sempurna,tapi sayang kita tidak tahu siapa gadis itu
Empat tahun kita mencari siapa Dia tapi kaya di telan bumi
Ayolah...Ustad beritahu kita siapa gadis itu?
Bagi Ustad siapa yang pantas di ajak kolaborasi gadis misterius itu apa Ustadzah Fatimah?
Banyak komentar komentar yang membanjiri dunia maya.
Azam yang sekali kali memonitor perdebatan di dunia maya hanya geleng geleng kepala.
Azam pun membuka video empat tahun yang lalu.Dia memperhatikan dengan seksama.
Azam bisa merasakan suara Firman bener bener menjiwai dan membawa perasaan yang dalam dengan gadis itu.
Emang beda suaranya di video ini Firman bener bener menuangkan semua perasaanya,tapi kalau dengan Fatimah dia hanya bersholawat saja tanpa penjiwaan yang lebih.
Siapa gadis misterius itu?Apa aku coba tanya Pak Arif ya?
Dengan keputusan yang bulat Azam pun mencari keberadaan Pak Arif.
"Assalamualaikum Pak Arif..."
"Walaikum sallam nak Azzam,ada yang bisa Bapak bantu?"
"Maaf Pak saya cuma mau tanya tentang video ini?" Kata Azzam sambil memperlihatkan video yang di ambil empat tahun lalu.
Pak Arif melihat dan kemudian tersenyum.
"Gimana Pak...?kalau boleh tahu siapa gadis itu?" tanya Azzam penasaran.
"Apakah penting nak?"
"Ya...buat bahan jawaban kalau netizen bertanya lagi,karena saya kira mereka masih penasaran dengan gadis itu"
"Kalau buat jawaban untuk netizen lebih baik ga usah Nak,biar Nak Firman yang menjawabnya"
"Berarti Bapak tidak mau memberitahu?"
"Bukan begitu,masih ada yang berhak dengan jawaban itu yaitu Nak Firman sendiri,jadi kalau ada waktu coba tanyakan langsung ama Nak Firman"
"Maaf Nak Bapak tinggal dulu,masih ada yang harus Bapak kerjakan,O..ya tolong sampai kan ke Nak Firman di tengah tengah dakwah jangan lupa membaca Surat Ar Rahman" Kata Pak Arif berusaha menghindar dari pertanyaan Azzam.
"O..ya waktu dakwah jangan lupa kamu rekam ya..buat dokumentasi Bapak,dan tolong nanti di buatkan Live ya di nomornya Bapak"
"Buat apa Pak?kan Bapak di sini?"
"Bapak ada perlu sebentar,jadi nanti tidak bisa melihat secara langsung,Bapak uda kangen mendengar dakwah dari Nak Firman" Jawab Pak Arif dan mohon undur diri.
"Assalamualaikum.."
"Walaikum salam"
Pak Arif keluar dari pesantren dan mengemudikan mobilnya ke rumah sakit milik Keluarga Wijaya untuk menengok Lia.
Tapi apa yang di dapat dari Abah Yusuf,Dia memberikan kabar kalau Lia masuk Rumah sakit dan masih Koma.
Mendengar kabar itu Pak Arif berencana langsung menyampaikan kabar ke keluarga besar Abah Ali.
Tapi karena waktu yang tidak memungkinkan,Pak Arif pun menahan diri tidak bercerita karena mereka sedang sibuk dengan pengajian akbar tersebut.
Pak Arif memutuskan untuk menengok sendiri dan ingin mencoba apa yang di sarankan Davin waktu itu.
"Pak Arif bisa bantu Davin?"
"Bantu apa Nak?"
"Bapak bujuk Firman untuk membaca Surat Ar Rahman,dan nanti suaranya di rekam dan rekamannya kita coba di telinganya Dedek"
"Semoga dengan mendengar suaranya Firman Dede bisa bangun dari koma,seperti kejadian empat tahun lalu waktu Dedek kecelakaan"
"Pak Arif masih ingat kan?"
Pak Arif mengangguk.
Sampai di Rumah sakit Pak Arif langsung menuju ke kamar Lia.
Disana sudah pada kumpul dan pada menangis.
"Assalamualaikum..."
"Walaikum sallam"
"Arif...silahkan"
"Ada apa Suf?kok kalian tegang banget?" Tanya Pak Arif bingung.
"Cucuku Rif..." Abah Yusuf menangis
"Emang ada apa dengan Nak Lia?dia baik baik aja kan?" Kata Pak Arif sambil melihat ke orang orang yang menunggui Lia.
"Opa...Dedek belum meninggal?Opa harus bantu Dedek?" Teriak Eel histeris.
"El...kamu sabar ya...bukan kamu aja yang kehilangan,Opa juga kehilangan ,semua juga kehilangan"
"Kamu sendiri kan yang selama ini menjaga Dedek,
" Kamu sendiri yang menyuntikkan obat ke Dedek
"Tapi apa selama sepuluh hari ini Dedek sama sekali tidak meresponkan?" Hibur Opa Markus sambil menangis.
"Apa? Nak Lia meninggal?" Tanya Pak Arif.
Mereka semua diam.
"Sudah...sudah masih ada satu cara yang akan kita lakukan semoga ini berhasil" Kata Davin menenangkan mereka semua
"Cara apa Kak?" Tanya Eel gembira ternyata ada secercah harapan mengembalikan Dedeknya.
"Pak Arif apa sudah bawa pesanan saya?" Tanya Davin kepada Pak Arif.
"Maaf Nak Bapak belum mendapatkan rekaman itu,tapi Bapak sudah bilang sama Manager Nak Firman untuk Live dan semoga dakwah nya bisa di denger Nak Lia"
"Tapi coba saya hubungi lagi takut kalau Managernya lupa" Kata Pak Arif sambil nenelpon Azam.
***Hallo Assalamualaikum...Nak AZam"
"Walaikum sallam Pak Arif
Apa sudah kamu sampaikan ke Nak Firman?
Ini baru mau saya sampaikan pak,maaf tadi lagi sibuk.
***Boleh saya bicara dengan Nak Firman?
Boleh Pak...sebentar ya.
Assalamualaikum Pak Arif
Wawaalaikum saalam Nak Firman
Pak Arif dimana?kok tidak dampingi saya
__ADS_1
Maaf Nak Bapak lagi keluar sebentar menengok kerabat yang sakit
Siapa yang sakit Pak***?
Pak Arif berhenti dan melihat ke semua orang.
Abah Yusuf menggeleng tanda tidak boleh memberitahukan keadaan Lia yang sebenarnya.
***Kerabat jauh Bapak Dia sedang koma
Nak Firman Bapak bisa minta tolong ga?
Minta tolong apa Pak***?
Tolong bacakan Surat Ar Rahman dan kirimkan Doa buat orang yang sedang koma ini ya.
Kirim Doa kemana Pak?Saya kan tidak tahu Dia siapa dan wajahnya gimana?
" Ngg...bayangkan aja Nak Lia gimana?
"Ach...Bapak lucu kenapa saya harus membayangkan Lia sedangkan Lia aja ga sakit?
" Ya...anggap aja yang sakit Non Lia gimana?Kan Nak Firman udah lama ga kirim doa buat Nak Lia to?
Baiklah Pak saya kirim doa sekarang,ini masih ada waktu Lima belas menit sebelum saya dakwah.
Oya terimakasih ya Nak
Nanti tolong Live ke bapak ya,Bapak pingin mendengar Dakwah Nak Firman.
***Siap Pak biar nanti bisa di atur oleh Azzam.
Oh..ya ni sekarang saya mulai kirim doa ya Pak
Baik Nak***..***silahkan
Pak Arif...kalau boleh saya pingin lihat wajah yang sakit
Hush...jaga mata Nak...pasiennya perempuan
Bapak aja cuma di luar kamar jadi Bapak tidak tahu wajah pasiennya.
Oh..ya uda Pak bercanda...
Kita mulai ya Pak***...
Firman pun mulai konsentrasi dan memberikan kiriman doa,Dia berusaha menjelajah ke alam pikir orang yang sakit itu.
Semakin berusaha Firman semakin tenggelam di tempat gelap,dimana tempat yang sama waktu dia lihat Lia dalam mimpi beberapa hari yang lalu.Firman mencari dalam kegelapan.
Di sebuah tempat yang tidak jauh dari dia berdiri,Dia bisa melihat sebuah sinar yang menyorot seorang wanita.
Firman mendekat dan semakin jelas siapa wanita itu yang sedang menangis.
Dik...apakah itu kamu
Gadis itu menoleh
***Kakak...tolong aku...Adik takut disini..
Kak.. tolong bawa aku keluar dari sini
Baik Dik tenang..ayo ulurkan tanganmu mari kita pergi darisini
Tidak kak...jangan mendekat kita belum muhrim kak..
Adik tenang aja habis ini kakak janji akan melamarmu dan menikahimu
Ayo kita pulang Dik...
Tidak kak...jangan mendekat***..
Firman berusaha mendekat dan berusaha menggapai tangan Lia.
Tapi anehnya setiap kaki melakah posisi Lia pun jauh ke belakang,
***Dik..ayo Kamu jangan mundur seperti itu
AYo kita pulang
Kak..ku mohon jangan mendekat,karena dengan kaki kakak melangkah posisi Adik akan menjauh.
Adik takut...
Terus kakak harus bagaimana menolong kamu
Coba bacakan Surat Ar Arahman Kak
Semoga dengan cara itu Adik bisa keluar dari sini.
Baiklah...kakak akan membaca Surat Ar Rahman buat adik***.
Firman pun membaca surat Ar Rahman dan sekarang dia tidak ragu untuk di kirimkan doa ke siapa.
Sedangkan di Rumah sakit Abah Yusuf,Pak Arif juga berkosentrasi untuk membantu pengiriman Doa ke Lia.
Setelah Lima belas menit,mereka menyelesaikan prosesi tersebut.
***Maaf Pak Arif saya sudahin dulu acara akan dimulai
Baik Nak Firman ,Nak Firman ga apa apakan?
Ga apa apa Pak cuma badan lemes sedikit
Maafkan Bapak Nak Firman,gara gara permintaan Bapak Nak Firman kehilangan tenaga
Ga apa apa semoga kerabat Bapak cepat sadar.
O...ya tunggu Nak Firman Bapak bantu dari sini untuk memulihkan tenaga Nak Firman Ya
Nak Firman bersiaplah***...
Pak Arif mulai memberikan tenaga dari jarak jauh di bantu Abah Yusuf dan Davin.
Setelah selesai pemulihan tenaga Firman pun mulai berdakwah dan Azam mengatur Live di Hpnya Pak Arif.
Selama Dakwah berlangsung orang yang di Rumah sakit harap harap cemas dan berharap dengan cara ini bisa membangunkan macan betina yang sedang tidur.
Eel memegang tangan Lia,dan berharap ada pergerakan dari tangan Adiknya.
Davin juga gusar karena tidak ada respon dari Adiknya.
Firman dalam Dakwahnya tiba tiba bergumam dan memejamkan matanya.
Adik bangunlah....Kakak merindukanmu.
Untung Gumaman itu tidak terdengar para jamaah,karena tanpa sadar Dia pun menjauhkan mic dari mulutnya.
Dari gumaman Firman itu menimbulkan reaksi dari Lia.Jarinya mulai bergerak walau masih pelan.
Eel terkejut karena Dia merasakan gerakan halus dari tangan Lia.
"Opa tangan Dedek bergerak.." Kata Eel langung mengecek denyut nadinya.
Opa pun melangkah dan memeriksa jantung Lia .Suara denyut jantungnya pun masih melemah dan tanda tanda kehidupan pun tidak ada..Opa Markus frustasi...
"Hai...cucu Dodol kamu bangun ga?kalau ga bangun jangan salahkan Opa, kalau jurnal hasil penelitian Opa akan Opa jual ke Rumah sakit XXX ,mereka menawarkan harga tinggi gimana?" Opa emosi.Dia mengeluarkan kata kata yang pernah menjadi perdebatan sengit di antara mereka.
"Bener kata Opa,Eel juga akan menerima pekerjaan dari Rumah sakit XXX yang menjamin hidup Eel seumur hidup" Eel pun tidak kalah emosi.
"Hai Adik dodol,Dengarkan Kakak kalau kamu tidak bangun jangan salahkan Kakak malam ini juga Kakak akan kembali Ke Tarim dan Kakak ga peduli dengan sekolah punya Wijaya." Davin juga mengeluarkan Emosi.
"Adik kalau Kamu tidak bangun Abang juga akan meninggalkan kota ini dan tak akan kembali" Kata Ardian.
Pak Arif hanya geleng geleng dan tidak mengerti tentang keluarga Wijaya.Baru kali ini ada orang sakit tapi malah di omelin.
Dan itulah keunikan keluarga Wijaya,dengan luapan emosi masing masing menimbulkan reaksi dari Lia.
Mesin jantung pun mulai memperlihatkan respon,kalau Lia mulai sadar dari koma,tapi matanya masih terpejam.
"Cucu Dodol kalau kamu tidak bangun,jangan salahkan Oma kalau Oma akan berhenti minum Obat yang kamu berikan?" Teriak Oma Palupi dari depan pintu.
Dari Teriakan Oma Palupi bener bener memberi respon yang sangat baik.
"Berisik tahu...." tiba tiba ada suara yang keluar tapi pelan dan melemah.
Mereka semua menoleh dan melihat ke arah Lia.Tapi yang di lihat hanya terdiam dan masih memejamkan mata.
"Kenapa kalian lihatin gue...?Ga pernah lihat bidadari baru bangun dari tidur?"
__ADS_1
Kata kata itu meluncur dari bibir yang mata masih terpejam.