
Busyet dach.. napa dia bisa datang sih.. wah bisa bisa dia lihat muka gue kaya singa.batin lia
Ga nyangka muka kamu bisa segarang gitu.batin Firman setelah melihat Lia yang memukul lawannya dengan emosi.
Setelah melihat siapa yang datang Lia berusaha mengendalikan emosi yang sudah ke ubun ubun,tapi dengan keras pengendalian dirinya ternyata dia tidak bisa menguasainya,sampai membuat dadanya sesak,akhirnya tanpa pengendalian lagi Lia pun menarik tubuh Dimas dan membantingnya
Ughhh.. krak..
Dimas terjatuh dan merasa tulang punggungnya patah,darah segar pun mengalir dari tubuhnya,melihat keadaan Dimas sahabatnya Rian tidak bisa berbuat apa apa karna kondisinya juga pasca pemulihan dari kecelakaan kemarin.
"Adik hentikan...jaga emosi kamu...lihat lawanmu sudah tak berdaya.." Teriak Firman berusaha menghentikan Lia
"Mau apa kamu?mau membela b******* itu,lelaki semua sama selalu menganggap wanita lemah..."
"Kamu tahu mereka hampir aja mau berpesta dengan tubuhku...apa kamu mau membelanya..?"
"Atau mungkin kamu juga mau ikut menikmati tubuhku ha...katanya seorang Ustad?tapi nyatanya Ustadz cabul.." Teriak lia sambil melayangkan tendangan ke arah Firman.
Karena kurang persiapan dan tidak kepikiran kalau mau diserang akhirnya tendangan Lia pun mengenai bahunya.Untung walaupun dia seorang Ustadz tapi dia juga di gembleng Abinya beberapa ilmu kekebalan tubuh,makanya walaupun tendangan telah mengenai bahu Firman tidak merasakan apa apa hanya bergeser posisinya.
"Astaghfirullah...keras juga tendangan dia ,dadaku terasa nyeri,sepertinya tendangannya juga di aliri tenaga dalam yang kuat,sebenarnya siapa dia.Batin Firman.
" Busyet dach...keras juga tuh bahu,dia tak bergeming,padal gue mengeluarkan sedikit tenaga dalamku,tapi kalau orang orang biasa pasti patah tu bahu,gue juga merasakan ada aliran tenaga dalam di tubuhnya."Batin Lia menahan kekesalan.
Tahu musuhnya masih bertahan emosi lia pun tambah memuncak dan tidak bisa di kendalikan,Lia pun menyerang Firman lagi,dan pertempuran pun tidak bisa di hindari. Terkadang Lia yang terkena pukulan,tekadang Firman yang terkena tendangan.Ternyata mereka sama sama lawan tangguh,dan belum ada yang tumbang satu pun.
Pak Arif yang kaget melihat Lia,dan berusaha mengingat siapa gadis itu,tapi belum mengingat siapa gadis itu,Dia melihat perkelahian Firman dan gadis itu.
"Astaghfirullah Firman..kamu bisa membunuh gadis itu kalau dia menggunakan tenaga dalamnya....tapi siapa gadis itu...dari tadi ku lihat dia bisa mengimbangi gerakan Firman....Batin Pak Arif.
Ditempat perkelahian Lia semakin membabi buta di tambah emosi yang memuncak tanpa sadar dia mengeluarkan jurus yang tidak boleh di keluarkan di depan orang orang awam.
Pak Arif terkejut dan mengenali Jurus itu,secepat kilat Pak Arif melompat dan mendorong Firman agar tidak terkena jurusnya Lia,dan Dia berusaha menaan jurus Lia.
" Menyingkirlah nak Firman biar bapak yang hadapi,tolong kamu bantu doa pengendali emosi dan Surat Ar Rahman kamu kirimkan ke gadis itu,cepat....!perintah Pak Arif.
Firman pun mengangguk dan mundur dari Area pertarungan,mengambil posisi Dzikir.Sedangkan Pak Arif masih menahan serangan dan membalikkan serangan ke Lia.
Lia pun kaget dan serangannya berbalik arah,dengan kekuatan yang melebihinya.
"B*******....kau tua bangka..bosan hidup kamu ya.." umpat Lia dengan emosi sambil memegang dadanya yang terasa nyeri,darah segar keluar dari bibirnya.
"Tahan nak...kuasai dirimu baca surat pengendali emosi yang di ajarkan Abah yusuf cepat..." kata Pak Arif.
Lia mendengar sempet kaget,kenapa Pak tua itu tahu tentang Abah Yusuf,
"Ach....kenapa gue lupa doa itu,kepala gue pusing dan mau pecah...dan suara itu...apa yang di lakukan oleh Ustad cabul itu..ah....ah...
Lia memegang kepala nya yang terasa sakit....
" Aduh...hentikan...hentikan sakit..."Pekik Lia.
Firman dan Pak Arif masih membaca doa...
Dengan menahan rasa sakit di kepala. ..Lia berusaha meninggalkan tempat itu dan mengajak pergi anak buahnya.
"Ayo pergi dari sini...." Teriak Lia
"Baik boz...." jawab Mereka serempak.
Mereka pun keluar dari vila itu dan tidak ada yang berani mengucapkan satu patahpun,takut nona mudanya tambah marah,Baru kali ini mereka melihat kemarahan nona muda yang tidak terkendali.
"Mana kuncinya ...?" kata Lia sampai di luar Vila.
"Tapi..non...." Kata Jery cemas.
"Uda jangan membantah... sini.." kata Lia sambil merebut kunci di tangan Jery.
"Bilang ke Bang Jack suruh datang ke markas ada yang harus gue omongin..?kata Lia.
" Mana Kak Davin...."tanya Lia sambil melihat kanan kiri tapi dia tidak melihat yang di cari.
__ADS_1
"Tadi sudah di antar sama Andre ke Vila Dahlia biar tidak terlihat ama musuh nona muda" kata Jefri
"O ya..udah bilang sama Kak Davin suruh nunggu di sana sampai gue datang....tapi kalau sampai malam gue ga pulang ,Kak Davin suruh pulang ke Jakarta,dan memberitahu keluarga gue ,kalau gue sini baik aja. .
" Dan satu lagi kasus ini jangan di laporakan polisi,kalau bisa jangan sampai di ketahui publik..Gue ga mau masalah ini di perpanjang karena mereka adalah keluarga Alexander...
Ah...ah....." tiba tiba..Lia memegang kepala lagi dan mata nya merah membara.
"Cepat loe pergi...." teriak Lia sambil memegang kepala yang sakit.
"Tapi..non..." Jery cemas dan harus bagaimana melihat nona mudanya kesakitan.
"Sudah jangan membantah... kalau loe mau selamat...gue tidak yakin bisa mengendalikan ini semua....jangan salahkan gue..." perintah Lia.
Aduh....akh...akh ...sambil memegang kepala Liapun menuju ke mobil dan tancap gas.
Jery hanya bisa menatap sedih dan ga tahu apa yang dia lakukan dan dia juga ga tahu nona muda pergi kemana.
Dengan langkah gontai Jery mendekati mobil anak buahnya dan mereka juga pergi meninggalkan vila.
Sedangkan Firman dan Pak Arif selesai membaca doa,dan membuka mata tapi tidak melihat gadis itu.Firman panik dan mencari keberadaan gadis itu tapi yang di cari tidak ada.
Ach....aduh...
Firman mendengar suara kesakitan,dan mencari arah suara tersebut.
Firman melihat keadaan Roy yang semakin lemah karena banyak mengeluarkan darah ,Firman melihat luka Roy,dan dia pun terkejut karena luka tersebut bukan karena pukulan tapi karena hantaman tenaga dalam,diapun berusaha mengobati dengan berdoa dan menyalurkan hawa murni untuk menutupi luka dalam.Mungkin untuk Orang awam yang tidak mengerti ilmu ke batinan hanya melihat Firman membaca doa dan mengelus dada Roy,Roy pun hanya merasakan sesuatu yang menyiksa di dadanya yang semakin kuat dan sakit. Karena dia tidak bisa menahan rasa sakit akhirnya dia pingsan.
Selesai mengobati Firman mengambil nafas panjang,dan peluh bercucuran.
"Siapa dia...luka dalam yang di berikan pun sangat sulit di tutup.Batin Firman.
Pak Arif juga tidak kalah sibuk membantu anak buah Roy yang juga terkena tenaga dalam,Pak Arif hanya geleng geleng kepala setelah tahu jenis luka yang di alami orang orang di depannya.
" Kenapa dari dulu kamu belum bisa nengendalikan Nak..nak?untung tenaga yang kamu keluarkan sedikit sehingga orang orang yang terkena tidak terlalu fatal,tapi Bapak pun kewalahan menutupnya,karena tenagamu tidak bisa Bapak tandingi,hanya Yusuf lah yang bisa nenandinginya.Batin Pak Arif.
"Untuk sementara ku tutup dengan tenaga dalamku walau hanya bertahan 2 hari,tapi habis ini aku akan minta tolong Yusuf untuk membantuku.Batin Pak Arif lagi.
" Assalamuslaikum Pak Arif..."kata Firman mendekati pak Arif yang sibuk menyembuhkan anak buah Roy.
"Sudah pak,untuk Dimas luka fisik aja,dan ada beberapa tulang yang patah dan harus segera di bawsh di rumah sakit,sepertinya gadis itu membanting hanya dengan tangan kosong,tapi untuk Roy tadi saya sedikit kesulitan menutup luka dalamnya,karena sepertinya luka itu sulit di tembus,padahal luka dalamnya tidak terlalu parah,hawa murniku sepertinya di tolak,tapi Alhamdulilah sedkit saya atasi walau harus menguras tenaga,cuma ga tahu bertahan berapa hari,apalagi tubuhnya tidak memiliki perlindungan apapun" Kata Firman.
"Ya sudah nak kita pasrahkan sama Yang Maha Kuasa aja" Kata Pak Arif sambil memukul bahu Firman.
"Udah kamu telpon Ambulance?kasihan mereka harus segera di tangani tenaga medis?" kata Pak Arif lagi.
"Sudah..pak sebentar lagi mereka kesini" kata Firman.
"Kak Firman...." panggil Rian
"Iya ada apa dik?ada yang sakit?" kata Firman mendekati Rian,mukanya pucat.
"Ga ada kak,gimana temen temen gue?" tanya Rian.
"Mereka ga papa cuma butuh perawatan aja"
"Ga usah khawatir sebentar lagi Ambulance ke sini membawa mereka" kata Firman.
"Makasih ya kak,gue ga tahu kalau loe ga dateng,mungkin gadis itu sudah membunuh kita semua" kata Rian sedih.
"Jangan sedih...sebenarnya kalian ada masalah apa?sampai gadis itu kalian culik sampai jauh kesini membawanya..." kata Firman
"Gue ga tahu pasti kak,yang punya masalah Dimas ama Roy,katanya tadi di kelas di pencundangi gadis itu,mereka ga terima akan kekalahan makanya mereka berencana menculik dan memberi pelajaran,tapi nyatanya kesialan malah berbalik ke arah kita,kami ga menyangka kekuatan dia dan punya anak buah seorang preman" kata Rian
"Apa bener kalian mau memperkosa gadis itu?tadi dia sempat teriak teriak kalau dia akan di buat ajang pesta ***?" kata Firman.
"Yach....begitulah kak,temen temen gue selalu melampiaskan nafsu mereka apalagi jujur gadis itu bener bener cantik dan menggiurkan,gimana menurut Kak Firman sebagai laki laki normal?"
"Subhanallah....istighfar dik...jangan ngikuti hawa nafsu..." Firman geleng geleng kepala.
"Ha...ha...muka loe lucu,ga usah nyembunyiin hasrat loe,kita sesama lelaki tahu kalau di hadapi dengan wanita seperti itu,Iman sebesar apapun akan runtuh ,betul ga Pak Ustad...." Kata Rian sambil tertawa.
__ADS_1
Firman yang di ledek Rian hanya diam,Jujur kata kata Rian emang tidak bisa di salahkan,selama ini Imannya bener bener kuat walau banyak gadis cantik yang berusaha menggodanya,dia bisa bertahan,tapi dengan gadis itu yang baru dia kenal tiga hari hatinya pun goyah.
Nguing...nguing...
"udah ayo ...itu Ambulance sudah datang" Firman berusaha mengalihkan pembicaraannya.
Petugas Medis pun berdatangan dan mengangkat Roy ,Dimas dan anak buahnya.
Firman membantu Rian mendorong kursi Rodanya,
"Kak..boleh gue numpang mobil?tadi gie kesini ama mereka,sedangkan sekarang kondisi gue ga memungkinkan bawa mobil sendiri" kata Rian.
"O...boleh aja mari.." ajak Firman.
Mereka kemudian masuk ke mobil Firman,Firman membantu Rian untuk masuk ke mobil.Kemudian mobil Firman keluar dan kembali ke Jakarta.
Firman duduk di sebelah Pak Arif dan melamun memikirkan gadis itu.
Kamu dimana dik?apa kamu baik baik aja?apa kamu sudah bisa menguasai diri?tadi ku lihat dan ku merasakan kalau kamu bener bener tersiksa,kenapa kamu harus pergi?kenapa kamu tidak memberi kesempatan membantumu?apakah ini arti dari mimpiku kalau aku harus membantu?
Sebenarnya kamu siapa dik?kamu selalu mengganggu tidurku?kamu selalu menggetarkan hatiku....tapi sekarang kamu pergi aku tidak tahu apa kita besok bertemu lagi.Semoga kamu baik baik aja dik,Aku merindukan mu....
Tak terasa Air mata Firman menetes.
Pak Arif melihat Air mata Firman .
"Istighfar nak.....kita pasrahkan pada Yang Kuasa...semoga besok di pertemukan kembali,dan semoga dia baik baik aja"
"Kalau ketemu bantulah dia untuk mengendalikan emosinya,semoga dengan bantu doa dia bisa mengontrol emosinya" kata Pak Arif.
'Kak...."Rian memanggil Firman.
'"Napa Dik...? tanya Firman
"Apakah habis ini gue akan di laporkan ke kantor polisi?
" Maksudmu?"
"Ya...kak Firman tahu kalau gue ama temen temen gue sudah berbuat salah dan melanggar hukum jadi wajarkan kalau gue di laporkan je polisi?
" Menurut kamu gimana....?
"Ya...gue mohon jangan di laporin ke polisi dan belum siap..." kata Rian sambil menangis.
"Ha...ha...katanya banyak yang takut padamu?nyatanya tentang Polisi aja langsung ketakutan?
" Jujur gue takut n ga mau hidup di penjara seperti Opa gue?
"Rian...rian kalau saya mau dari tadi kita lewat kantor polisi sudah kita turunkan kamu,tapi buat apa?itu bukan hak saya?tapi kalau gadis itu menuntut ya saya ga bisa bilang apa apa...karena dia adalah korban" Kata Firman
"Menurut loe gadis itu laporin ga?
" Wach kalau itu saya ga tahu soalny saya ga kenal dia.
"Dia adik kelasmu.."
"ya kalau itu saya tahu,tapi saya ga kenal dia cuma sebatas temen satu sekolah.
" Semoga aja dia tidak laporin gue ke polisi"Kata Rian.
Di Vila Dahlia...
"Assalamualaikum Tuan Davin?" kata Jery.
"Walaikum sallam...Jery,mari masuk ...!
" Mana Adikku?apakah dia baik baik saja?kata Davin.
"Maaf tuan ,nona muda pergi dan ga bilang mau kemana...
" Dia tadi nenyampaikan kalau Tuan Davin suruh nunggu sampai malam,tapi kalau sampai malam belum kembali Tuan Davin suruh pulang ke jakarta dan memberitahu kalau nona baik baik aja.
__ADS_1
"Nona juga berpesan kasus ini jangan di laporkan ke pihak yang berwajib dari pada memperkeruh suasana,karena mereka keluarga Alexander..." kata Jery
"Apa keluarga Alexander?kenapa ga di laporin aja biar keturunan Alexander pada membusuk di penjara...seperti mereka membiarkan Nenek cicit Ku Membusuk di penjara mereka..." Kata Davin penuh emosi.