
Lima tahun kemudian.
Dari hari ke hari,bahkan tahun ke tahun setiap di dunia pasti berubah.Itu juga terjadi di kota Jakarta.Semakin hari kepandaian manusia semakin meningkat.Generasi ke genersi menciptakan kemajuan yang berbeda.
Itu yang di rasakan seorang gadis yang baru turun dari pesawat.Dia melihat banyak perubahan di bandara tersebut.
Dia menghela nafas dan berteriak
Jakarta I ' m Coming
Orang orang melihat gadis itu menggelengkan kepala dan menganggap gadis itu tidak waras.
"Hai..Non..kalau gila jangan disini,ganggu orang aja?udah jelek gila lagi..." omel salah satu pengunjung di bandara.
Gadis itu hanya tersenyum dan terus melangkah kakinya,Dia merasa haus kemudian menghampiri tukang es di pinggir jalan.
"Bang..esnya satu ya" Pinta gadis itu.
Si Abang penjual Es melihat dengan seksama gadis pembeli itu.Gadis itu merasa di perhatikan dengan tatapan curiga langsung membuka suara.
"Abang..kenapa lihat Saya seperti itu?takut kalau Saya ga bayar esnya?" Kata Gadis itu sambil mengeluarin uang 20ribuan.
"Maaf Non..bukannya curiga,Abang takut di bohongi karena dari tadi banyak preman preman yang minta ini itu tapi ga mau membayarnya,sedangkan Saya butuh uang untuk berobat anak Saya" Kata si Abang sambil membuat es pesanan gadis itu.
"Emang anak Abang sakit apa?"
"Sudah panas dua hari,kami belum ada uang untuk membawa berobat" Kata Abang Es itu.
"Isti Abang?"
"Dia di rumah sambil buka warung kecil kecilan,pendapatan kami hanya cukup buat makan sehari hari aja" Kata Abang itu.
Gadis itu hanya diam sambil menyedot esnya,Dia melihat ada orang yang sedang berlari dari kejauhan terdengar teriakan Jambret.Tanpa dosa kaki Gadis itu langsung di julurkan membuat orang yang berlari itu kesandung.
"B*ng***" Teriak orang itu.
"Ups...maaf Bang ga sengaja,tadi kaki Saya kram" Kata Gadis itu tanpa dosa masih menyedot es nya.
"Gadis jelek,loe nantangin gue" Kata orang itu marah.
"Lo kok nantangin to Bang..tadi Saya kan sudah minta maaf " Kata Gadis itu masih santai minum es nya.
"Banyak bacot loe..awas loe ya kalau ketemu lagi" Kata Orang itu sambil bangun dan ingin berlari karena Dia mendengar teriakan jambret.
Dengan sigap Gadis itu melempar syalnya dan alhasil syalnya menyambar kaki orang itu,akhirnya orang itu jatuh lagi.
orang itu meringis kesakitan karena lututnya dua kali terkena aspal.
"Loe..bener bener nantangin Gue" Teriak orang itu sambil menunjuk gadis itu.
"Lo..nantangin gimana Bang?wong saya ga ngapa ngapa in,Abang sendiri tu kali yang lagi haus makanya ga bisa bangun" Kata Gadis itu santai.
"Awas Loe ya..." Teriak orang itu berusaha berdiri karena syal gadis itu sudah mengikat kakinya tanpa Dia sadari.
"Kok ga jadi bangung Bang?lemas ya Bang?haus?ni mau minum?makanya Bang siang bolong gini ga usah lari lari cape n panas" Kata Gadis itu sambil menyodorkan minumnya.
"Puih....ga sudi gue minum bekas loe..,da jelek muka banyak jerawat menjijikkan" Kata Orang itu meludah.
"Idih..GR kali kamu Bang..siapa mau kasih minum ke Abang,wong saya mau nambah karena haus" Kata Gadis itu sambil memberikan gelasnya ke Abang tukang es.
"Jambret...jambret..." Teriak orang orang dari arah belakang.
"Itu Dia jambretnya" Kata Orang orang yang melihat laki laki masih terduduk di depan sana.
Orang orang pun berlari dan mengeroyok jambtet yang kakinya sudah terikat Syal gadis itu.
"Sudah...sudah...Abang...Abang..tenang,
kasihan si Abang ini Dia sudah tidak berdaya,Jambret kan manusia Bang,negara kita kan negara hukum bawa aja ke kantor polisi" Kata Gadis itu melerai amukan warga.
Untung Dia cekatan dan mampu melumpuhkan warga yang mengamuk,karena hampir aja Dia terkena bogem mentah mereka.
Gadis itu menghampiri jambret itu.
"Maaf Bang Syal Saya nyangkut di kaki Abang" Kata Gadis itu tanpa dosa.
Si Jambret mengutuk Dia dalam batin
Gadis jelek awas loe ya..gara gara loe gue jadi tertangkap seperti ini.Suatu hari bakal gue bikin mampus loe
"Hai Bang..kalau ngatain orang jangan di batin ,ungkapin aja nanti terkena TBC baru tahu rasa" Kata Gadis itu sambil tersenyum.
Busuet dach...tahu aja gue katain...
"Bang silahkan bawa aja Dia ke kantor polisi,dan ini tasnya punya siapa?" tanya gadis itu.
__ADS_1
"Tas itu punya Saya..." Kata Seseorang dari belakang kerumunan.
Mata melihat seorang gadis berjilbab yang menggandeng seorang gadis kecil sekitar empat tahun usianya.
Gadis itu terkejut setelah tahu siapa yang sudah di tolongnya,Dia juga melihat ada gadis kecil dalam genggamannya.
"Terimakasih sudah menolong Saya..." Kata Wanita berjilbab itu.
"Iya sama sama lain kali hati hati di tempat umum seperti ini" Kata Gadis itu.
"Ini buat ucapan terimakasih,dan makasih nasehatnya" Kata Wanita itu sambil menyodorkan uang beberapa lembar seratusan.
"Terimakasih...Saya ikhlas menolong" Kata gadis itu menolak pemberian uang itu.
"Kalian tidak apa apa?" Tiba tiba ada suara di belakang mereka.
"Tidak apa apa Abi,Untung ada Tante itu yang membantu Bundha?" Kata Gadis kecil itu.
Laki laki itu melihat ke arah gadis yang menolong putrinya dan mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih sudah menolong Fatimah dari jambret itu,dan terimalah sebagai ucapan terimakasih kami" Kata laki laki itu.
"Eh...kalau ga salah Ustadz Firman kan?" Tanya Ibu ibu yang ikut berkerumun itu.
"Oh..iya itu Ustadz Firman," Kata mereka sambil menunduk hormat kepada Ustadz Idolanya.
"Wah kalau gitu kita boleh minta foto bareng Ustadz,mumpung di sini" Kata mereka.
"Boleh..boleh silahkan" Kata Ustadz Firman ramah.
"E..tunggu dulu Ibu..ibu..boleh Saya minta waktu sebentar untuk berbicara dengan Ustadz ganteng ini?" Kata Gadis itu sambil menyibak kerumunan Mak mak rempong.
"E..si Neng jangan gitu dong antri sana..." Teriak seorang Ibu yang merasa di dorong gadis itu.
"IBu..ibu..mpok mpok..maaf nich...Saya bukannya ingin foto baren ama Ustadz ini,Saya cuma mau ambil Uang yang tadi di kasih ke Saya" Kata Gadis itu tak tahu malu.
"Idih si Eneng..tadi katanya ga mau dan ikhlas,kok ini di minta lagi"
"Eng...setelah Saya pikir pikir apa salahnya uang Saya ambil,Ustadz Ganteng ini kan terkenal,dan banyak duit jadi Saya rasa uang yang di berikan ke Saya tidak ada apa apanya"
"Bolehkan Ustadz Saya ambil uangnya?kalau bisa sich di tambah Ustadz kan ga akan kehabisan uang hanya untuk memberi sedikit uang ke orang kecil seperti Saya" Kata Gadis itu.
Ustadz Firman mengeluarkan Uang satu gepok ke arah Gadis itu.
"Wow...makasih Ustadz ternyata Ustadz baik banget,padahal tadi Saya menolong juga ga habisin tenaga,Ini Ustadz ikhlas kan?" Kata Gadis itu sambil mendekatkan diri ke arah Ustadz.
Jarak dia antara mereka sangat dekat,apalagi tinggi mereka hampir sama,Gadis itu menghembuskan nafas ke muka Ustadz dan mengerlingkan matanya.
"Hai gadis gila kenapa kamu dekat dekat dengan Ustadz Firman?ga tahu sopan santun?" Teriak Ibu ibu di kerumunan itu.
Mereka sangat geram dengan sikap
absurd gadis itu.
"Ga tahu malu kan di samping ada Ustadzah Fatimah," Kata Ibu ibu yang lain.
"Maaf Ustadzah sengaja,lagian Ustadnya ganteng sich..." Kata Gadis itu sambil berlalu.
"Makasih Ustadz duitnya...Assalamualaikum...Bye.." Pamit Gadis itu tanpa dosa.
Ibu ibu yang melihat tingkah gadis itu sangat geram.
"Gadis tidak tahu malu,udah jelek mukanya minus lagi kelakuannya" Kata Ibu ibu itu geram.
"Sudah Ibu..ibu jadi foto ga?jangan suka menilai orang karena fisiknya,toh nyatanya Dia sudah membantu Fatimah dari jambret" kata Ustadz Firman mengingatkan Ibu Ibu itu.
"Ustadz kenapa tadi memberikan uang begitu banyak kepada gadis itu" Tanya seorang Ibu yang sedang berfoto dengan Ustadz.
"Ga apa apa semoga dengan uang itu bisa di gunakan dengan sangat bermanfaat" Kata Ustadz Firman sambil tersenyum.
"Sudah dulu ya Ibu..ibu Saya pergi dulu soalnya hari udah semakin terik,kasihan putri Saya" Kata Ustadz Firman.
Ibu ibu itu mengangguk dan meninggalkan tempat itu,tapi tiba tiba mereka di kejutkan segerombolan anak anak jalanan.
"Tunggu Ustadz" Teriak anak jalanan itu.
Ibu ibu yang tadi ingin pergi meninggalkan Ustadz Firman,mereka mengurungkan niatnya dan ingin melihat apa yang terjadi sekalian berjaga jaga kalau mereka macam macam dengan Ustadz idolanya.
"Kami mengucapkan terimakasih karena Ustadz telah membagi uang kepada kami" Kata salah satu Anak jalanan itu.
"Bagi Uang?" Tanya Ustadz Firman tidak mengerti.
"Iya..kata Kakak yang disana Dia memberikan uang kepada kami dan Dia bilang itu dari Ustadz" Kata salah satu mereka sambil menunjuk ke arah seorang gadis yang sedang membantu Abang tukang es memberesi dagangannya.
Gadis itu menoleh dan tersenyum.
__ADS_1
Senyuman gadis itu mengingatkan Firman pada seseorang yang selama ini Dia rindukan.
De...gimana kabar kamu sekarang?
"Abi ayo kita pulang!" Ajak Putrinya sambil menarik tangan Ustadz Firman.
"E...iya sebentar..Abi bicara dulu sama Kakak kakak ini ya" Kata Ustadz Firman sambil mengelus kepala putrinya.
"Adik..adik semoga uang yang kalian terima bisa bermanfaat buat kalian ya,Ustadz tinggal dulu" Kata Ustadz Firman ke anak jalanan itu.
"Terimakasih Ustadz..Assalamualaikum..." Ucap Anak anak jalanan.
Ibu ibu yang melihat itu bernafas lega ternyata apa yang di pikirkan mereka tidak kenyataan.Mereka juga malu dengan apa yang pernah mereka ucapkan dengan gadis buruk rupa itu,ternyata gadis buruk rupa itu berhati mulia karena uang yang Dia dapat dari Ustadz Dia berikan kepada anak anak jalanan.
Di tempat Abang jualan es Gadis itu membantu memberesi dagangannya karena Dia ingin membawa anaknya berobat.
"Gimana Bang..udah semuanya" Tanya Gadis itu.
"Udah neng..makasih banyak udah ngasih uang ke Abang juga bantuin beresin" Kata Abang Es.
"Ga apa apa Bang...namanya orang hidup pasti tolong menolong" Kata Gadis itu.
"Kalau boleh tahu siapa nama Eneng terus tinggal dimana?"
"Nama Saya Upik Bang,bukan Upik Abu lo..."
"Tinggal Saya belum tahu Bang,maklum dari kampung pingin merantau aja kesini,tadi baru aja turun dari angkutan terus kesini cari minum" Kata Upik.
"Ga dari naik pesawat to..." Tanya Abang Es curiga,karena setahu Dia tempat jualannya dekat area Bandara bukan terminal.
"Bukan Bang tadi saya naik angkot dan turun di depan Bandara,lagian lihatlah Bang tampang Upik apa ya pantas naik pesawat " Kata Upik merendahkan diri.
"Ya siapa tahu Neng,tampang ga menjamin tidak mampu membayar tiket pesawat,buktinya Neng dapat Uang cuma cuma malah di bagi ke orang lain" Kata Abang tukang es masih merapikan barang dagangannya.
"Kalau itu mah...ga masalah Bang,Saya nolong ikhlas kok,uang Saya ambil karena ingat Abang butuh biaya untuk Anak Abang" Kata Upik Dia sambil melihat ke arah Firman yang sedang di kerumuni anak anak jalanan yang tadi Dia kasih Uang.
Ternyata kalian sudah menikah dan punya Anak. semoaga kalian bahagia.Batin Upik sambil meneteskan air mata.
Si Abang Es melihat Upik sedang memandangi Ustadz Firman.
"Wah si Eneng naksir ya ama Ustadz Ganteng itu,"
"Idih Abang...ga lah Dia kan udah punya istri dan Anak,lagian mana ada Ustadz mau sama si Upik buruk rupa ini,terlalu tinggi khayalannya Bang nanti Saya jatuh gimana?"
"Naksir juga ga apa apa kok Neng,kalau soal mereka udah nikah atau kagak Abang tidak tahu soalnya Abang jarang lihat berita,lagian Abang juga jarang ngikuti dakwahnya Ustadz,maklum Islam KTP doang"
"Ha...ha...Abang lucu emang ada Islam KTp?"
"Ada Neng kaya Saya...Islamnya di KTP doang,tapi hari harinya Abang ga pernah sholat maklum sibuk cari duit" Kata Abang es sambil mendorong gerobaknya.
"Ya...kalau bisa mulai sekarang di rubah kebiasaannya Bang,kita tambah umur dan tidak tahu sampai kapan kita hidup mumpung masih di beri kesempatan hidup kita cari bekal untuk di bawa ke akherat nanti" Kata Upik sambil mengikuti jalan Abang tukang Es sambil membantu membawa barang dagangan yang lain.
Mereka berjalan bersama menyelusuri gang sempit,Upik melihat sekelilingnya kalau ada ruamh di kontrakkan.
Ketika sedang berjalan terdengar suara jeritan Anak kesakitan.
"Ampun Bang...Ampun..." Teriak Anak itu.
Upik langsung melihat sekelilingnya dan mencari sumber suara itu.
"Udah ga usah ikut campur sangat berbahaya" Kata Abang tukang Es.
"Emang kenapa Bang...?"
"Mereka para preman yang sedang menyiksa anak anak jalanan"
"Apa Anak anak jalanan yang tadi saya kasih Uang?"
"Iya..mungkin preman itu tahu kalau mereka punya Uang banyak jadi mereka minta dengan paksa" Kata Abang tukang Es.
"Rumah Abang masih jauh?"
"Dikit lagi Neng...depan ada tikungan"
"Oke...sekarang abang pulang dulu persiapkan Anak Abang bawa ke Dokter,nanti Saya nyusul,kalau Saya kelamaan Abang pergi dulu aja dan coba hubungi Saya, ni nomor telpon Saya" Kata Upik sambil memberi nomer ke Abang tukang Es.
"Neng mau kemana?"
"Abang tenang aja,Saya mau bikin peritungan dengan mereka makanya jangan sampai mereka melihat kalau Abang kenal Saya takut mereka mengganggu keluarga Abang" Kata Upik sambil berjalan ke arah rumah tua.
Abang Es kemudian bergegas meninggalkan tempat itu ,takut para preman melihat Dia.
"
"
__ADS_1