
Setelah beberapa hari Firman menemani Lia dirumah sakit,ada secercah harapan dalam kehidupannya.Lia semangat untuk melakukan terapi,dengan di bantu Suster Ana Dia menjalani terapi dengan baik,setiap saat Firman menghubungi lewat telpon untuk memberi semangat.
Setelah dari rumah sakit Firman mulai di sibukkan dengan jadwalnya,tapi Dia juga menyempatkan diri untuk berkumpul dengan keluarga besar dan membahas pernikahan Firman dengan Lia.
Abah Ali sangat bahagia karena harapannya terwujud.Mereka sepakat tiga bulan lagi akan di laksankan pernikahan,menunggu Orang tuanya Lia yang sedang di USA.
Hanya Fatimah yang merasa di kecewakan,harapannya sudah pupus.Sia sia selama ini Dia mendekati Firman tapi ternyata hatinya selalu di jaga dan tidak pernah berpaling.
Fatimah punya ide untuk mendapatkan Firman.Ternyata sepandai apapun orang tentang agama,tapi kalau di landasi iri dan dengki tak akan ada apa apanya.Dan setan pasti akan mudah menguasai.
Malam itu seperti biasa Firman kembali berdakwah dan di dampingi Fatimah untuk bersholawat bersama.Pak Arif tidak mendampingi Firman karena Dia di tugaskan untuk mengurusi pernikahan Firman dan Lia.
Hanya Azzam yang menemani mereka.
Setelah acara selesai Firman kembali ke Pondok pesantren,kebetulan pondok utama sedang sepi karena Abah Ali dan Umi Aisyah sedang di luar kota memenuhi undangan dari sahabatnya.
Sampai di pesantren Azzam langsung memarkirkan mobil dan langsung ingin istirahat karena badan terasa capek dan lelah.
Fatimah dan Firman menuju Pondok utama,cuma bedanya Fatimah di lantai atas sedangkan Firman di lantai bawah.
Merasa lelah Firman langsung menuju kamar untuk bersih bersih dan tidur.Selesai Mandi Firman keluar kamar untuk mengambil air minum.Waktu membuka pintu kamar ternyata Fatimah sudah di depan kamarnya dan membawa segelas susu hangat.
"Fatimah.. kamu di sini?" Tanya Firman terkejut melihat Fatimah di depan kamarnya.
"Maaf Kak..ini Fatimah bikinin Susu,pasti Kak Firman sebelum tidur ingin minum yang anget anget kan?" Kata Fatimah sambil menyodorkan susu yang sudah Dia buat.
"Makasih Fatimah sebenarnya ga usah repot repot kamu buat,saya bisa sendiri" Kata Firman sambil menerima minuman yang di berikan Fatimah.
Firman langsung menuju meja makan untuk minum susu tersebut.Fatimah mengikuti dari belakang.
"Fatimah kamu tidur aja! pasti kamu capek kan?habis ini saya juga mau tidur setelah minum susu ini." Kata Firman sambil minum susu tersebut .
"Bismilahirohmannirohim..." Firman minum susu tersebut.
Fatimah hanya diam dan melihat ke arah Firman.
"Alhamdullilah...makasih ya Fatimah susunya,saya tidur dulu" pamit Firman sambil beranjak dari tempat duduknya.
Tiba tiba kepala Firman pusing dan badan terasa panas.
"Kak Firman kamu kenapa?" kata Fatimah cemas.
"Ga tahu kepalaku tiba tiba pusing dan tubuhku terasa panas" Kata Firman sambil memegang kepalanya.
Tanpa sadar Dia melihat ke arah Fatimah dan melihat bibir Fatimah,bayangannya terlihat Lia di matanya
"Adik kamu di sini?Kakak sangat merindukannmu" Kata Firman sambil mendekati Fatimah,dan hasrat di tubuhnya semakin memanas.
"Kak ..kak..Firman..." kata Fatimah lagi.
Dalam otak Firman hanya terdengar suara Lia yang memanggilnya.
"Dik...itu kamu?" Firman menatap Fatimah sambil mengulurkan tangan ke bibir Fatimah.
Kurang beberapa centi tangan itu menyentuh bibir Fatimah tiba tiba pintu terbuka dan muncul Pak Arif dari luar.
"Astaghfirullah...Nak Firman apa yang kamu lakukan?Istighfar Nak..." Kata Pak Arif menarik Firman menjauh dari Fatimah dan membawa ke dalam kamar serta mendorong Dia ke kamar mandi.
Pak Arif memapah Firman ke dalam Bathub dan menghidupkan kran.Beberapa menit kemudian Firman sudah kedinginan.Pak Arif mengangkat Firman keluar dari Bathup dan melepaskan satu satu baju yang di pakai Firman kemudiaan mengelap tubuhnya pakai handuk.Dan memakaikan Piyama.
"Gimana Nak..uda baikan?" Tanya Pak Arif.
"Alhamdullilah Pak..udah mendingan,terimakasih Pak sudah menolong saya dari perbuatan terkutuk itu" Kata Firman sambil menetes air matanya.
Dia ga yangka kalau orang yang Dia anggap adik bisa setega itu.Untung ada Pak Arif yang datang dan mencegah Dia berbuat dosa.
"Bersyukurlah Nak,Allah masih melindungi mungkin dengan perantara Bapak pertolongan dari Allah"
"Tapi Nak Firman juga harus berterima kasih dengan Nak Lia juga" Kata Pak Arif sambil mengeringkan rambut Firman.
"Adik Lia Pak?kok bisa?" Kata Firman kaget.
"Iya Nak...jujur Bapak kemari karena permintaan Nak Lia" Kata Pak Arif .
#***Flaz Back On#
Drrrrt...drrrt...
"Assalamualaikum Pak Arif?"
__ADS_1
"Walaikum salam Nak Lia ada apa?"
"Maaf Pak Arif Dede telpon malam malam,ni Pak Arif di mana?
" Saya mau pulang kerumah Nak.."
"Pak Arif ga ke Pondok?
" Udah malam Nak..takutnya bangunin orang pesantren"
"Pak Arif tolong ke Pondok utama ya Pak,Kak Firman butuh pertolongan Bapak please..."
"Emang kenapa Nak***?" Tanya Pak Arif sambil berkonsentrasi ingin melihat keadaan Firman.
"Pak Arif tolong jangan buang buang waktu,tolong bantu ya...takutnya kalau terlambat sedikit akan fatal akibatnya...Please"
"Baiklah Nak Bapak kesana sekarang"
"Terimakasih Pak,Assalamualaikum..."
"Walaikum salam..."
Pak Arif langsung menuju ke pondok utama,untuk rumahnya cuma berjarak beberapa meter dari pesantren.
Sampai di depan pondok utama Pak Arif langsung masuk kedalam,Untung Dia punya kunci duplikat jadi tidak sulit untuk masuk walau di kunci.
Pak Arif masuk ke ruang tamu tapi di sana tidak ada apa apa
Ach...maksud Lia apa ya ?
Pak Arif bingung langsung menuju kamarnya Firman.Tapi sebelum masuk ke kamar Pak Arif mendengar suara Firman.
"Kak...kak.. Firman ga apa apa?"
Suara itu berada di ruang makan,Pak Arif langsung kesana dan melihat tangan Firman mau menyentuh bibir Fatimah dan ingin melahapnya.
Pak Arif melihat ada Hasrat yang membakar tubuh Firman.Dia langsung menghampiri Firman.
# Flash Back Of #
"Begitulah ceritanya Nak...mungkin Nak Lia sudah tahu apa yang akan terjadi sama kamu"Kata Pak Arif.
"Saya rasa tidak mungkin,lebih baik Nak Firman hubungi Nak Lia takutnya Dia masih cemas keadaan kamu sekarang" Kata Pak Arif membantu membaringkan tubuh Firman
"Baik Pak akan saya hubungi Adik,terus unyuk Fatimah gimana Pak?"
"Soal Fatimah kita pikir besok,kita tanya Abah Ali,karena mau tidak mau Abah Ali adalah sahabat Abahnya Fataimah"
"Baik Pak...Bapak jangan kemana mana ya"
"Baik Nak Bapak di kamar sebelah aja" Kata Pak Arif sambil membetulin selimutnya Firman.
Kepergian Pak Arif Firman menelpon Lia.
(Assalamualaikum Kak.,gimana keadaan Kakak tidak apa apakan?)
(Walaikum sallam Dik,Alhamdulilah Kakak tidak apa apa,dan terimakasih udah bantu Kakak lewat Pak Arif)
(Syukur Alhamdulilah,terus terang Dede takut kalau itu sampai terjadi)
(Alhamdulilah Allah masih menjaga Kakak,Kakak juga ga tahu kalau seandainya Pak Arif ga keburu dateng,Mungkin Kakak Orang yang paling hina di dunia ini,Maafkan Kakak ya Dik..)
(udah Kak...yang penting Kakak terlepas dari perbuatan terkutuk itu kan?)
(Dik...kalau boleh tahu bagaimana Adik tahu kalau Kakak butuh bantuan?)
(Tadi malam Dede bermimpi dan melihat Kakak berzina dengan Fatimah,hati Dede sakit..dan akhirnya terbangun ,dengan mimpi itu Dede merasa Kakak butuh bantuan untuk menyadarkan perbuatan itu,makanya Dede minta tolong Pak Arif)
(Terimakasih ya Dik dengan mimpi itu kamu menghindarkan Dosa besar,cuma Kakak ga tahu apa yang di masukkan dalam minuman itu sehingga Kakak bisa melakukan hal yang menjijikkan itu?)
(Kalau menurut Dede itu sejenis obat perangsang Kak,cuma Dede tidak tahu Fatimah dapat darimana?)
(Astaghfirullah...kenapa Fatimah begitu tega seperti itu ya Dik?)
(Mungkin karena Cinta Kak?,cinta yang salah bisa melakukan hal yang tidak masuk akal)
(Terus menurut kamu Kakak harus ngapain Fatimah?)
(Kalau itu bagaimana kalau di rundingkan Abah Ali?jalan terbaik gimana?kalau pendapat Dede sich...mendingan pulangkan saja ke negeri asal daripada jadi benalu hubungan kita?tapi itu pendadapat Dede Kak,cuma coba dengar pendapat Abah Ali karena Dia yang bertanggungjawab selama Fatimah di sini kan?)
__ADS_1
(Baik Dik besok Kakak rundingkan dengan Abah Ali,Kakak istirahat dulu ya...kepala Kakak masih pusing)
(Ya...istirahat dulu Kak.. jangan lupa berdoa biar selalu di lindungi Allah)
(Kamu juga istirahat ya Dik...jaga kesehatan jangan lupa minum obat dan rajin terapi)
(Oke..Bozku...Assalamualaikum..)
(Walaikum Sallam...).
Setelah menutup telpon Firman pun berdoa dan pergi tidur.Mungkin karena lelah dan pengaruh obat Dia langsung terlelap.
Pak Arif yang baru aja keluar dari kamar Firman melihat Fatimah mendorong kopernya ke arah Pintu.
"Nak Fatimah mau kemana?"
"Pak Arif?saya mau pergi dari sini, ini kan yang di harapkan Pak Arif? "
"Kok bisa seperti itu Nak Fatimah?"
"La iya..Pak Arif ga suka sama saya karena putri Pak Arif yang akan menikah dengan Firman kan?"
"Putri Saya?" Kata Pak Arif bingung.
"Iya Lia yang menjadi calonnya Firman itukan Putri Bapak?makanya Bapak dengan berbagai cara untuk memisahkan saya dengan Firman?
" Dulu waktu di Tarim Firman selalu perhatian dengan Fatimah,dan saya merasa perhatiannya bukan sekedar Adik Kakak tapi Dia mencintai saya." Kata Fatimah penuh percaya diri.
"Nak Fat..terserah kamu mau ngomong apa?Kalau Nak Fat merasa Nak Firman mencintai kamu perjuangkan dan jangan pergi dari sini begitu saja"
"Menurut Bapak walau dengan cara gimana pun Bapak ingin memisahkan kalian,tapi kalau Nak Firman cinta ama kamu Dia akan memperjuangkan,karena Bapak tahu Nak Firman orangnya keras kepala dan tidak bisa yang melarang" Kata Pak Arif lagi.
"Jadi terserah Nak Fatimah mau pergi dari sini apa ga,sebelumnya pikir juga bagaimana hubungan keluarga besar kalian bukan kah Abah Umar dan Abah Ali saling bersahat?dengan kepergian kamu tanpa pamit seperti ini pasti akan menimbulkan suatu pertikaian antar dua keluarga"
"Nak Fat sudah dewasa dan tahu mana yang salah dan benar kan?" Kata Pak Arif lagi.
"Maaf saya ke kamar dulu mau istirahat,Assalamualaikum...."
"Walaikum sallam...".
Setelah bertemu Fatimah Pak Arif masuk ke kamar,tapi Dia masih waspada takut kalau Fatimah nekat kabur dari pesantren.
Pak Arif telpon anak buahnya yang juga tinggal di pesantren untuk berjaga kalau Fatimah keluar dari pesantren.
Setelah memastikan anak buahnya siap siaga Pak Arif istirahat sebentar karena kegiatan hari ini sangat melelahkan.
Dia langsung tertidur .
Fatimah kembali ke kamarnya setelah Pak Arif mengatakan kalau akan ada pertikaian dua keluarga.
Dia pun tidak sanggup kalau Abahnya nanti marah.Makanya Dia urungkan diri pergi dari pesantren.
Kalau Aku keluar dari pesantren ini terus aku mau tinggal dimana?
Betul kata Pak Arif aku akan memperjuangkan cinta ku
Lagian apa sich istimewanya calonnya Kak Firman?
Kalau Dia cantik mana mungkin Dia bersembunyi?
Kebanyakan orang cantik itu akan pamer kecantikan Dia?
Pasti Dia tidak secantik aku makanya Dia malu kalau ketahuan publik.
Fatimah bermonolog sendiri dan berusaha menghibur diri sendiri kalau Dia yang lebih cantik dan lebih pantas jadi pendamping hidupnya Firman.
Aku harus perjuangkan cintaku
Karena semua pada mendukungku.
Ini kesempatan terbaikku
Kalau calon istrinya Firman tidak mau di publikasikan berarti para Fans akan beranggapan kalau istrinya Firman adalah Aku
Karena hanya Dialah yang dekat dengan Firman selama ini.
Dengan penghiburan diri akhirnya Fatimah tidur Dia bermimpi kalau menikah dengan Firman.
Sungguh indah hidup ini kalau mimpi itu jadi kenyataan.
__ADS_1