C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
Biarkan cinta memanggilnya


__ADS_3

"Dedek..."


Kata mereka serempak.


"Kamu uda sadar?" kata Eel


" iya...dari tadi"


"kalau uda bangun kenapa kamu masih memejamkan matamu?" Tanya Davin sambil membuka mata Lia


Tidak ada respon,Davin pun heran...


"Opa mata dedek kenapa?Kok Davin giniin ga ada respon sama sekali.


" Apa Matanya?"Kata Opa Markus sambil mengecek kedua mata Lia.


"Opa..opa makanya kalau kasih obat yang bener dong... untung cuma mata doang,kalau aku is dead gimana...?"


"Hush...jaga bicara kamu,kalau ngomong di sensor kek.. " Kata Eel cemberut.


"Hi.. jelek sekali..mukanya"


"ini..bocah uda sakit ,bawel..mulutnya kaya cabe aja" kata Eel.


"Biarin...bawel bawel ngangenin kan...?"


"Pede buanget sich kamu" Kata Davin menjitak kepala Lia.


"Sakit tahu Kak Davin" Teriak Lia.


"Lagian punya Adik narsis banget sich..." Kata Davin sambil cemberut.


"Idih...baru aja bangun pada cemberut aja" Kata Lia tenang tanpa gangguan padahal matanya lagi di senter Opanya.


"Nak ni bener kamu ga merasakan apa apa?" Tanya Opa lagi sambil menekan retina ke dalam.


"Astaghfirullah...." Teriak Opa


"Kenapa Opa...? " Tanya mereka serempak.


"Opa...pusing belum tahu kalau efek obat itu akan seperti ini"


"Emang kenapa Opa?" tanya Eel


"Jaringan syaraf ke arah matanya telah mati" kata Opa Markus.


"Apa cucuku Buta?" teriak Oma Palupi.


"Bisa di bilang begitu Kak untuk sementara ini" Kata Opa Markus lagi.


"El..kamu punya solusinya?" kata Opa Markus ke Eel


"Belum Opa,Opa tahu sendiri sebulan ini Eel lagi mencari efek dari obat itu tapi gagal,dan sekarang baru tahu ternyata obat itu akan mematikan syaraf" Jawab Eel sedih.


Semua diam dan sedih tidak tahu harus berbuat apa,yang pakar obat aja pasrah apalagi mereka yang tak tahu obat.


Kring...kring..


Kesunyian terganggubkarena suara telpon dari Pak Arif.


Pak Arif minta maaf dan minta undur diri untuk mengangkat telpon.


Kepergian Pak Arrif tidak merubah suasana di kamar itu sepi .. sunyi.


"Hai...kalian kok pada diam kenapa?tadi pada berisik sekarang mulut kalian kayaknya kompak terkena lem?" kata Lia memecahkan kesunyian


"Dedek bisa diam napa...kita lagi pusing tahu" Kata Davin dengan nada tinggi karena frustasi.


"Idih...kalian apa apa ini sih...da disini gelap,apa salahnya sich...kalian bicara biar Dedek tahu kalau dedek tidak sendiri"


"Maaf kan kami dek..." kata Mommy ririn sambil memegangi tangan Lia.


" Nach gini Dedek kan jadi nyaman kalau ada yang menemani" Jawab Lia sambil mencium tangan Mommy ririn.


Mereka semua ga nyangka di balik sifat kakunya ternyata dia bisa manja seperti itu.


Beberapa menit kemudian Pak Arrif masuk kamar dan mohon diri karena sudah di tungguin di rumah.


semua pun mengangguk dan mempersilahkan pergi.Pak Arif juga pamitan ke Lia.


"Nak Lia Bapak pamit dulu ya...cepat sembuh,nanti kalau Nak Firman tidak sibuk biar Bapak ajak kesini" Kata Pak Arif


"Makasih Pak...tapi saya mohon jangan bilang Kak Firman dengan keadaan Dedek seperti ini"


"Tapi kenapa Nak..."


"Dedek..ga ingin Kak Firman sedih,biar dia fokus dengan dakwahnya,apalagi Dia baru saja kembali,kasihab fans fansnya yang lama menunggu"


"Terus acara pernikahan kamu gimana?Tadi pagi Ali telpon Abah,dan bilang kalau Firman sudah kembali berarti perjanjian pernikahan harus segera di laksanakan" Tanya Abah Yusuf.


"Abah..emang dulu Kak Firman kan janji habis dari Tarim akan menikahi dedek,tapi ya ga secepat itu kan Bah..."


"Biar Kak Firman menyelesaikan pekerjaannya dulu,terus soal pernikahan biarlah kak Firman punya inisiatif sendiri meminang Dede kesini"


"Dede mohon jangan di ingatkan perjanjian itu,kalau Kak Firman sayang ama Dede sesibuk apapun pasti kak Firman akan mengingat dede"


"Dede ga mau pernikahan ini karena perjodohan semata,tapi juga karena kita saling mencintai dan menyayangi"


"Apalagi Abah...Dede ga ingin Kak Firman kecewa lihat keadaan dede seperti ini,Biar Opa Markus dan Kak Eel menyembuhkan Dedek baru kita bahas pernikahan"


Abah Yusuf hanya mengangguk dan tersenyum


"Terserah Dede aja gimana,tapi Dede janji kamu harus sembuh..oc..." kata Abah Yusus sambil mengelus kepala Lia.


"Makasih Abah..." Lia pun tersenyum.


kemudian Pak Arif pamit dan melihat ke arah Li dan merasa ada panggilan dari alam bawah sadarnya.


**Assalamualaikum... Pak Arif


Walaaikum sallam Nak Lia..

__ADS_1


Ada apa Nak Lia memanggil ke sini?


Maaf Pak Arif sengaja saya bawa kesini takut di dengar Abah sama Kak Davin


Emang ada apa Nak?


Pak Dede tolong atur jadwal Kak Firman dengan sangat padat sehingga dia tidak mengingat dede ya....please


Emang kenapa Nak?Apa Dedek mau menghindari pernikahan itu


Bukan gitu Pak, Dedek sayang ama Kak Firman Dedek juga mau jadi Istri Kak Firman,tapi Dede belum yakin tentang persaan Kak Firman ke dedek.


Dedek merasa kak Firman mau bertunangan karena perjodohan itu.


Tapi Nak Bapak tahu kalau Nak Firman sangat mencintaimu?


Mungkin itu dulu Pak,tapi setelah dari Tarim Bapak ga tahu kan akan perasaan Kak Firman?


Jadi Dede mohon dengan sangat sibukkan dia dalan pekerjaan ya pak


Dan kalau bisa sering sering lah kerja sama dengan gadis yang dia bawa dari Tarim,sepertinya dia gadis baik dan sangat mencintai Kak Firman**.


"Rif.. Rif...kamu kenapa?katanya kamu mau pulang tapi kok bengong gitu?" tanya Abah Yusuf mengganggu ritual Pak Arif dengan Lia.


Abah yusuf tahu kalau Pak Arif sama cucunya sedang berinteraksi,Dia berusah menembus ritual mereka tapi emang dari dulu Dia tak pernah bisa menembus ritual tersebut.Walaupun Arif teman seperguruan, tapi hanya satu ilmu yang tidak bisa kuasai yaitu Ritual penyampaian Jiwa.Yaitu dimana Jiwa seseorang bertemu dengan Jiwa lain di suatu tempat yang tidak pernah di lihat oleh siapapun dan hanya orang orang tertentu yang bisa mencapainya(Ilmu ini cuma dunia khayalku aja,ada ga nya saya juga ga tahu).


"Oh..ya Suf saya pergi dulu"


"Assalamualaikum.."


"Wlaikum Sallam"


Setelah Pak Arif pergi,orang orang di situ pun di usir dengan Lia secara Perlahan.


Dari Mommy Ririn tiba tiba ada panggilan darurat dari ruang UGD.


Oma Palupi di minta ngurus perusahaan selama Lia sakit dan harus di dampingi Opa Anton.


Tonmy harus bantu Oma Palupi di pabrik.


Abah Yusuf diminta menengok Panti Asuhan dan Yayasan yang sudah lama Lia kelola,Dan memohon Abah Yusuf agar mau memberikan dakwah para jemaah di situ.


Untuk Davin harus memberi laporan tentang yayasan sekolah.


Ardian di minta suruh masuk lagi di Tim dan membantu Tommy.


Sedangkan Opa Markus dan Eel suruh membuat Formula yang bisa menormalkan kembali syaraf syaraf yang mati,dan bahan bahannya di sesuai permintaan Lia.


Mereka pun meninggalkan Lia terbaring sendiri di ruang perawatan.


Lia menerawang jauh dalam kegelapan dan berusaha mencari jati diri yang sebenarnya.


***Ya Allah...


Berikan Hamba kekuatan


Untuk menjalani Tugas ini


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ***...


......Enam bulan kemudian......


Setelah kepulangan Firman di Indonesia,Dia selalu di sibukkan dengan pekerjaan yang sangat melelahkan tapi membawa berkah.Pak Arif di bantu Azzam selalu mengatur jadwal sangat padat,dan tak pernah memberi waktu sedikit pun untuk firman mengenang seseorang.Selain padat Dakwah Firman juga harus melakukan rekaman dengan dengan Fatimah meliris lagu baru.Sehingga mereka di juluki The king and The Queen Sholawat.


Banyak para fans yang memuji mereka dan berharap mereka bener berjodoh.Di tengah kesibukan Firman,Pak Arif juga selalu memberikan suplemen untuk menjaga stamina yang di buat khusus untuk Firman.


Enam bulan berlalu Abah Ali pun semakin gelisah karena sampai hari ini Firman bener bener tidak pernah mengingat akan janji pernikahannya.


Apakah Firman bener tidak mencintai Lia?


Sampai sekarang tiada pembahasan tentang hubungan mereka?


"Assalamualaikum Abah...."


"Walaikum Sallam Umi.. "


"Ada masalah Abah?Umi lihat beberapa hari ini Abah sangat gelisah?"


"Ga ada apa apa Umi,cuma Abah bingung tentang Firman" Kata Abah Ali


"Ada apa dengan Firman Abah? Apa dengan kedekatannya dengan Fatimah?" tanya Umi Aisyah.


"Yach...begitulah Umi..."


"Abah takut akan kedekatan Firman dengan Fatimah akan merusak pertunangan dengan Cucunya Yusuf"


"Kenapa tidak Abah tanyakan pada Firman aja gimana?"tanya Umi Aisyah.


" Cucu kamu bener bener sibuk makanya ni Abah ingin ketemu Arif dan menanyakan jadwal nya Firman" Kata Abah Ali smabil menelpon ke Pak Arif.


Belum sempat menekan tanda panggilan,Abah Ali merasakan ada sesuatu yang masuk ke alam bawah sadarnya.


"Umi...maaf bisa keluar sebentar?Abah pingin konsentrasi ini ada tamu yang tidak di undang" Kata Abah Ali sambil duduk bersila.


Umi Aisyah pun mengangguk dan keluar dari kamar mereka.


Setelah Berkonsentrasi Abah Pun menemui tamu yang tidak di undang.


"Assalamualaikum Abah.."


"Walaikum Sallam"


"Siapa kamu?" Tanya Abah Ali kepada seseorang yang membelakanginya.


Orang itu tidak menjawab tapi membalikkan tubuhnya


"Subhanallah...Dede" Seru Abah Ali


"Ya Abah ini Dedek..."


"Kenapa memanggil Abah?"

__ADS_1


"Dedek memanggil kesini karena ada sesuatu yang harus di bicarakan dengan Abah."


"Dedek mau bicara apa?"


"Abah...Dedek mohon jangan tanyakan ke Kak Firman tentang pernikahan kita"


"Kenapa Dek?itukan janji Firman padamu?Abah ga ingin Firman menjadi Orang yang tak tepat janji"


"Dede tahu Abah..tapi dulu Kak Firman janji setelah pulang dari Tarim akan meminangku,bukan langsung meminang kan Abah?"


"Jadi kata kata itu bisa sebulan,setahun bahkan beberapa tahun kedepan"


"Biarkan Cinta yang memanggilnya Bah...kalau Kak Firman emang cinta ama Dedek pasti Dia akan mengingat Dedek di sela sela kesibukannya,Dede ga mau kami menikah karena perjodohan bukan karena dari hati"


"Kita ga pernah saling bertemu dan ga pernah kasih kabar ,berarti kita tidak melakukan zina kan Abah"


"Tapi Nak...bagaimana dengan kedekatan Firman dengan Fatimah apa kamu ga takut?"


" Bah...anggap aja ini ujian cinta kita ,dengan adanya Cinta pasti cinta itu akan memanggil Kak Firman untuk kembali ke Dedek"


" Baiklah Dede kalau itu keinginanmu,Abah tidak memaksa,semoga ini jalan terbaik buat hubungan kalian"


"Amien....terima kasih Abah"


"***Assalamualaikum..."


"Walaikum sallam***..."


...----------------...


...Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,...


...dengan kata yang tak diucapkan kepada api yang digunakan untuk abu....


...Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,...


...dengan yang tak sempat disampaikan kepada hujan yang tiada tiada....


By : Sapardi Djoko Darmono


...****************...


***Dan aku ingin dengan cinta ini kamu akan kembali kepada ku


Karena aku percaya cinta tak pernah salah***...


Lia menutup laptopnya.Semenjak Dia mengalami kebutaan sementara,Lia merasa kesepian,Hanya ke gelapan yang dia rasakan.Ternyata dengan sedikit ketidak sempuranaan itu sangat menyiksa.Biasa dengan mata Lia bisa melakukan apa yang pingin dia lihat.Tapi dengan kebutaan ini sangat menghambat apa yang akan dia lakukan.Makanya dengan ketidak nyamanan Lia bersikeras harus sembuh.


Dengan kemampuan pikiran dan kejeniusan yang Dia miliki,Lia minta tolong di buatkan obat untuk memulihkan jaringan syaraf yang telah mati,dengan formula yang sudah Dia analisis.


Kalau ini berhasil Lia juga berjanji akan meneliti tentang penyakitnya agar bisa sembuh dan bisa melindungi semua keluarga dan masyarakat.


Setelah pengobatan enam bulan ternyata obatnya bekerja,syaraf syaraf di matanya sudah mulai berfungsi dan mulai bisa di gerakkan.


Alhamdulilah Ya...Allah


Hamba masih di beri kesempatan untuk melihat.


Lia sangat bersyukur karena penglihatannya sudah bisa berfungsi kembali.


***Gimana ya...kalau gue pura pura buta aja


biar gua bisa leluasa meneliti penyakit gua


kalau gua uda sembuh pasti mereka akan mulai membebani tugas tugas yang menyita waktu***.


Akhirnya Lia memutuskan untuk masih pura pura buta,Dia mulai meneliti tentang penyakitnya.


Sebelum penelitian lebib lanjut Lia memeriksa email nya yang selalu di kirim Tommy sebagai laporan.Lia mengecek laporan laporan selama dia sakit.


Kayanya masih aman aman aja selama ini


Oma palupi juga berhasil memimpin perusahaannya.


Kalau gini gua bisa tenang dan melanjutkan penelitian gua.


"Ayo Bunda...nanti kita telat" teriak Mutiara dari luar.


"Sebentar Muti ni Bunda belum selesai pakai hijabnya" Jawab Anjani.


Lia penasaran akan keributan di luar kemudian menemui mereka .


"Assalamualaikum...Adik cantik,ada apa ini kok ribut sekali" Kata Lia sambil buka pintu kamarnya


"Walaikum salaam Tante cantik...ni Muti ama Bunda mau denger tausiah Om Ustad ganteng di Masjid Al Huda" Kata Mutiara.


"Om Ustad ganteng?siapa...?" tanya Lia.


"Itu Dek..Ustad Firman,Dia kan baru datang ke Tarim dan kebetulan ni hari ada jadwal Tausiah di Masjid Al Huda,makanya Muti ingin lihat dari deket" Kata Anjani menjelaskan.


"Ustad Firman...?"


Ach...kakak.. Lia kangen


kamu Tausiah dekat sini ,tapi apakah kamu mengingatku.


"Apa tante cantik mau ikut?"


"Iya Dek ikut aja sekalian refreshing,apa dedek ga jenuh di dalam terus?" kata Anjani ikut membujuk Lia.


"mmmm...bolehlah dedek ikut ,tapi Dedek ganti baju dulu ya..."


"Kakak bantu ya kamu ganti baju?"


Lia mengangguk,karena tidak mungkin dia menolak soalnya dia masih menjalankankan misinya pura pura buta.


Sambil menunggu Anjani menyiapkan bajunya,Lia menghubungi Tommy untuk bisa mengatur tempat duduk untuknya sama Anjani dan Muti biar bisa mendapat tempat VIP di tausiah Firman.


Setelah selesai bebenah diri Mereka berangkat dengan sopir dan pengawal bayangan yang sudah di siapkan Ardian untuk menjaga istri dan anaknya.


Di tambah pengawalan yang di siapkan Tommy untuk menjaga ketuanya.

__ADS_1


__ADS_2