C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 70 :HASIL YANG MENYAKITKAN


__ADS_3

Setelah menyelesaikan Doa nya Lia keluar dari ruangannya,dan menunjukkan kalau Dia baru bangun tidur.


Waktu membuk pintu ternyata Dokter Hendra dan Firman sudah di depan pintu ruangannya.


Lia menguap pura pura sambil menggosok gosok matanya tandanya kalau Dia bangun tidur.


"Eh..kalian?ada apa?" Tanya Lia.


"De...kamu tidak apa apa?" tanya Firman dan Dokter Hendra bersamaan.


Lia mengeryitkan lening dan pura pura tidak mengerti.


"Aku tidak apa apa,emang kenapa?lihat Aku sehat dan tidak kurang satu apapun" Kata Lia sambil berputar dan bergaya bak super model.


"Selama ini Dede kemana ?sehabis operasi?" Tanya Dokter Hendra.


"Habis operasi aku tidur di sini ,cuma ga tahu berapa hari aku tertidur?" Kata Lia sambil membetulkan hijabnya.


"Jadi habis operasi Dede tidur dan baru bangun sekarang?tanya Firman.


" Iya...ada apa sih?emang ini sudah berapa hari setelah pasca operasi itu?"tanya Lia linglung.


"Seminggu... " jawab Dokter Hendra dan Firman serempak.


"Wow...seminggu..lama sekali,ga salah to...tapi kok masih ngantuk ya?" Lia menguap lagi.


"Apa Dede baik baik aja?" Tanya Dokter Hendra.


"Aku baik baik aja Hend...lihatlah...mungkin aku terlalu capek dan menguras tenaga sehingga istirahatku lama"


"Oh..ya gimana keadaan Assifa dan Rian?setelah pasca operasinya?" Kata Lia berusaha mengalihkan pembicaraan.


Dokter Hendra menjelaskan secara rinci perkembangan mereka berdua,dan Dia bilang sudah mengirim Email tentang rekam medik pasien.


Lia mengangguk angguk dan kemudian mengajak Dokter Hendra keruangan Khusus.Dokter Hendra heran kenapa Lia mengajak ke ruangan itu karena setahu Dia ruangan itu di khususkan untuk pemantauan penyakit Lia selama ini.


Apa Tumor itu tumbuh lagi?apa mimpi Dokter Eel memang nyata


(Ga usah banyak tanya sudah kesana siapkan alat alat yang Aku butuhkan ajak Dokter Brian dan Suster Ana! Aku ada urusan sebentar dengan Firman)


Suara Lia menggema di telinga Dokter Hendra,Dia tahu Lia menggunakan telepatinya untuk komunikasi agar Firman tidak mendengar.


Firman merasakan ada sesuatu yang tidak beres dan Dia berusaha menembusnya tetapi Dia tidak mampu,Ya....dari dulu Dia tidak bisa menembus pertahanan Lia.


Firman hanya melihat kearah Lia di mana Dia masih asyik main ponselnya.


Setelah itu Dokter Hendra pamit dan menemui Dokter Brian serta suster Ana untuk keruangan khusus.


Firman dan Lia masih membicarakan hal tentang sholat istikharahnya kalau hasilnya sama yaitu mereka harus menikah.

__ADS_1


Firman rencana akan bertemu dengan keluarga besar Lia dan menentukan hari pernikahan dan di lakukan secepatnya karena mereka telah menunggu lama hari bahagia itu.


Setelah mencapai kesepakatan mereka mengadakan seminggu lagi sekalian menentukan tanggal Pernikahan mereka.


setelah itu Lia menuju ke ruangan khusus dimana Dokter Hendra dan kawan kawan sudah menunggu.


Setelah sampai Lia menjelaskan kalau Dia akan melakukan serangkaian test karena Dia merasa kepalanya bermasalah.


Setelah semua mengerti mereka sibuk melakukan test,selama Tiga jam serangkaian test di selesaikan dan hasilnya bisa di lihat besok.


Lia berpesan kepada mereka semua soal hasil baik ga nya Dia minta tidak boleh bocor hanya mereka berempat dan Dokter Eel yang tahu tentang penyakit lia.


Semua mengerti karena dari dulu Lia selalu tertutup tentang penyakitnya.Mereka bertiga was was nunggu hasil besok,kalau Tumor itu tumbuh lagi kemungkinan tingkat kesembuhan itu sangat tipis karena bisa di katagorikan kalau tumor itu menjadi ganas.


Keesokkan harinya di ruang khusus terlihat tiga muka tegang di layar komputer,di tambah suara tarikan nafas panjang di layar komputer lainnya.


Mereka adalah Dokter Hendra,Dokter Brian dan Suster Ana sedangkan di layar laptop terlihat wajah Dokter Eel yang gelisah.


Sedangkan Lia sendiri duduk manis di tempat duduk lainnya.Dia hanya geleng geleng kepala melihat muka muka tegang di depannya.


"De..kamu kelihatan tenang sekali,ga adil namanya?apa kamu sudah tahu hasilnya?kanker itu ga tumbuh lagi kan?" Cerocos Eel di layar laptop Dia berharap hasilnya negatif.


Di lihat sikap tenang adiknya Eel meyakinkan hatinya kalau semua pasti baik baik saja.


"La mau gimana lagi Kak,toh hasilnya udah keluar dan mari kita lihat bersama" Kata Lia masih tenang.


Dokter Hendra mulai masuk dan mengakses ke data pribadi Lia yang hanya di ketahui orang orang tertentu.


mereka yang melihat menahan nafas mereka dan mulai membaca hasilnya.


Sedangkan Lia kelihatan tenang,karena Dia sudah tahu hasilnya dan berusaha menerima kenyataan.


Orang orang di depan layar spontan menutup mulutnya dan melihat ke arah Lia.Eel pun di balik layarnya kelihatan Syok.


Lia melihat kearah mereka dan tersenyum.


"De..ini maksudnya apa?" Tanya Dokter Hendra.


"La maksudnya apa?kalian yang melihat hasilnya" Kata Lia santai.


"Ini ga kenyataan to Dokter Lia,ini hanya rekayasa doang kan?" Tanya Dokter Brian.


"Ha...ha..kok rekayasa?emang rekayasa Siapa?kurang kerjaan aja,terus kalau di rekayasa tujuannya apa?ingin membuat kalian simpati kepada Dede,ogah lah...." Kata Lia sewot.


"Maaf Dokter bukan gitu...tapi kalau di lihat hasilnya selerti ga mungkin,soalnya setelah kamu sadar dari koma kita kan sudah mengetes hasilnya kalau akar akar kanker itu sudah hilang,la ini kenapa bisa begini" Kata Dokter Brian sedih.


"Emang kenapa to hasilnya?coba lihat!" Kata Lia penasaran walau Dia tahu kalau hasilnya tapi Dia belum lihatvpasti sampai di mana akar itu tumbuh.


Lia melihat layar laptopnya dan meneliti penyebaran kanker diotaknya.Dia melihat akar kanker itu tumbuh di syaraf syaraf yang berhubungan dengan alat geraknya walaupun masih berupa titik dan ada yang mengganjal penglihatannya ada titik yang samar samar meyerang di aliran darah dan mengarah ke sumsum tulang.

__ADS_1


Lia menarik dalam nafas kuat kuat,entah dengan adanya gejala itu badannya akan bertahan berapa tahun lagi,Dia berusaha menenangkan pikirannya.


Ga enak juga punya kemampuan bisa mempridiksi masa depan bisanya cemas dan cemas.


"Gimana De menurutmu?" Tanya Eel dari telpon.


"Ya Dede lihat harapan untuk sembuh pasti ada,lihatlah akarnya masih sedikit,insya Allah kalau Dede rutin minum obat pasti akar itu akan luruh juga,Dede kan ahlinya Kanker" Kata Lia berusaha menenangkan mereka.


Padahal Dia punya rencana kalau Firman memutuskan untuk menikahinya berarti Dia tidak boleh mengkonsumsi obat kanker supaya nanti kalau Dia Hamil obat itu tidak mengganggu janinnya


Maafkan Hambamu ini Ya Allah..


belum menikah sudah mengharapkan lebih.


Semoga Engkau selalu menjaga jodohku dengan Kak Firman.


"Baiklah karena pakarnya Kanker yakin akan sembuh kita manut manut aja ya...bagaimana yang baik kita ikutin dan selalu mensuport Dede" Kata Dokter Eel.


"De..kakak harap kamu segera memberikan resep untuk kami buat dan segera kamu minum" Lanjut Eel.


"Tenang aja Kak...resep itu bakal di buat Di Indonesia aja ,jadi di sana tidak usah membuatnya,yang penting sekarang Kakak beserta keluarga pulang ke Indonesia ajak Papa ama Mama" Kata Lia


"Pulang?ada masalah apa De'?" tanya Dokter Eel.


"Iya pokoknya pulang,...tenang aja sudah Dede siapkan tiket untuk kepulangan kalian dan keberangkatannya di jadwalkan besok siang jam 13.00" Kata Lia.


"Kaya nya ada hal serius De?kok nyuruh segera pulang?" Tanya Eel penasaran.


"Udah...tinggal nurut aja semua udah Dede atur ajak Opa Markus sekalian" Kata Lia.


"Tutup dulu aja ya Dede ada perlu jangan lupa besok Jam 13.00 ...Assalamulaikum....Bye.." Kata Lia lagi sambil mengakhiri sambungan telponnya.


Di seberang Eel memaki maki karena Lia memutuskan sepihak.


***Untung loe jauh De..kalau deket udah gua jitak tu kepala loe.


(Mau jitak?emang berani?bisa bisa bukan jitak tapi kena jitak duluan,nich..rasain***)


Ada suara menggema ditelinga Eel,dan


Aduch....


Eel mengelus kepalanya karena terasa sakit seperti di jitak Orang.


***Dasar anak Kunti dari jauh aja bisa mukul kepala gue.


(Dede bilangin Mommy kalau anak tersayang ini di katain anak kunti,berarti Mommy Ririn itu Kunti,lihat aja nanti Mommy Ririn ma Dady marah..hi...hi***..)


Suara menggema lagi dan Eel tahu suara itu dari Adiknya yang punya kemampuan komunikasi jarak jauh,dan hanya Dialah yang mewarisi kemampuan leluhurnya.

__ADS_1


__ADS_2