C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 54 DI TEMPAT GYM


__ADS_3

Di pagi hari Eel langsung nylonong masuk di kamar Adiknya.Dia melihat Adiknya masih membaca Alqur an.Eel menunggu sambil melihat file file yang ada di meja.


Banyak dokument dokument yang berserakan di meja.


Dari dulu kamu tidak berubah de...


Tiada hari waktumu tanpa bekerja.


"Kakak...kalau masuk kamar orang mengucapkan salam kek?ga kaya gini tiba tiba udah duduk aja" Kata Lia sambil memberesi peralatan ibadahnya.


"Maaf..tadi pingin ketok pintu tapi kamu lagi mengaji ya.. terpaksa langsung masuk aja,sekalian dengerin kamu ngaji udah lama Kakak ga dengerin suara kamu" Kata Eel sambil


"Alah...alasan pasti ada sesuatu yang ingin Kakak omongin kan?" Kata Lia sambil merapikan rambutnya


Eel sedih melihat rambut Lia,Dulu Eel sangat menyukai rambut Adiknya yang begitu berkilau da indah.Tapi sekarang rambutnya tak ubah seperti rambut para anggota militer.


Karena harus menjalani operasi dan kemoterapi yang sangat lama Dia harus kehilangan rambut indahnya.


"Kakak kok lihatin gitu amat sich...Dede lebih tampan ya..." Kata Lia


"Pede amat kamu De...?" Kata Eel melempar Lia dengan bantal.


"Biarin kalau ga Pede Dede ga bisa sesukses gini iya..ga?"


"Terserah kamu aja lah..."


"Lo..De kamu mau kemana?" Tanya Eel saat melihat Lia memakai Sepatu ketst


"Mau joging sekalin pingin nge gym,uda lama tidak memakai fasilitas Rumah Sakit,masih berfungsikan tempatnya?"


"Masih...kalau gitu tunggu dulu Kakak ikut ya.. udah lama kita ga joging bareng bareng" Kata Eel langsung keluar dari kamar Lia.


Beberapa saat kemudian mereka sudah joging bersama.Ada beberapa perawat dan Dokter yang mengenal Eel sebagai PresDir mereka menunduk hormat.


Ada juga sebagian perawat muda yang bisik bisik mengagumi ketampanan mereka,Para kaum hawa semua terpana,bagai mimpi di pagi hari katanya melihat Dua pangeran.


Lia waktu joging hanya memakai penutup kepala seperti punya anak laki laki,mereka mengira kalau di samping Eel adalah seorang Dokter muda yang tampan.


"Lihat De..mereka mengira kamu laki laki tampan" Kata Eel


"Kenapa iri ya...mereka banyak yang mengagumi ketampanan Dede" Kata Lia sambil meledek.


"Jujur sich..iri yang jadi cowok kan Kakak tapi mereka malah mengagumi kamu,badan kamu aja lebih berisi dari pada Kakak,kenapa sich kamu ga pakai jilbab aja" kata Eel cemberut.


"Ha. .ha..Kakak ..kakak...kaya kita seperti ini baru sekarang sich,dulu waktu masih remaja gimana?banyak gadis yang mengejar Dede akhirnya mereka patah hati setelah tahu Dede sama seperti mereka." kata Lia masih berlari kecil.


Eel jadi flash back ke masalalu di saat mereka masih remaja,dimana semua mengangumi ketampanan mereka.


Dari dulu Adiknya selalu berpenampilan tomboi,dan selalu melindungi Dia dari marabahaya.


Tapi setiap para gadis yang melihat mereka berdua langsung mengejar,cuma penggemar terbanyak adalah penggemar Dede nya,Tapi setelah tahu kalau orang yang di kejar adalah cewek akhirnya mereka mundur dan menahan malu.


"Untung kamu Cewek ya De...kalau cowok Kakak bisa bisa setiap hari ribut ama kamu" Kata Eel mengikuti Lia dari belakang.


"Iya..ribut gara gara cewek karena mereka lebih fokus ke Dede.." kata Lia.


Ditengah perjalanan mereka bertemu dengan Dokter Zainal dan Suster Ana yang lagi joging juga.


Dokter Zainal melihat penampilan Lia tidak bisa berkedip.Dia bingung siapa yang ada di samping Dokter Eel?apakah juga seorang Dokter yang di rekomendasi dari pusat.


Suster Ana juga terpana akan ketampanan Dokter di sebelah Dokter Eel


Ternyata di rumah sakit sini Dokternya tampan tampan kaya artis korea,jadi betah di sini.Batin Suster Ana


"Hai Dok...apa kamu juga terpana dengan ketampanan Adik gua" Kata Dokter Eel.


"Adik...ini...?" Dokter Zainal menggosok kedua matanya.


"Ah...mata kalian pada buram ya..ni gua mosok ya ga bisa bedain sich..." Kata Lia sambil menimpuk Suster Ana dan Dokter Zainal dengan handuk kecilnya.


"E...maaf Non..tadi saya kira artis dari korea,lagian selama ini Non ga pernah berpenampilan seperti itu" Kata Suster Ana berusaha menghindar dari timpukan handuk.


"Bener Dok..sumpah saya kira tadi juga Dokter muda baru" Kata Doktet Zainal.


"Udah...udah jangan bikin mood Dede berubah hayo kita nge gym bareng" kata Lia langsung melanjutkan jogingnya menuju ke ruangan ge gym.


Di tempat nge Gym mereka bertemu Firman yang juga ingin menggunakan fasilitas itu,tapi di belakang Firman ada Fatimah yang mengikutinya.


Sontak saja Mood Lia jadi berubah,Ada perasaan cemburu yang membakarnya.Dia pingin balik arah tapi tidak mungkin.


Dunia ini kejam ...


kenapa Gua harus bertemu dengan mereka


Emosi Lia mulai memuncak,tapi Dia berusaha menahannya.


Semoga Dia tidak mengenali gua.


Eel melihat ke arah Lia.Dia melihat mata gelap Lia yang kelihatan serem.Dia tahu dengan kondisi mata seperti itu berarti Adiknya sedang menahan amarah.


"De...kamu tidak apa apa?" Tanya Eel berbisik.


Lia menggeleng.


"Apa kita ga usah jadi kedalam aja" Kata Eel lagi.


"Jangan Kak takutnya nanti tersinggung,yang penting penampilanku kali ini tidak kelihatan kalau ini Dede to?"


"Sekilas ga sich..De,tapi kalau Dia pakai perasaannya,pasti Dia mengenali kamu"

__ADS_1


"Semoga Dia ga pakai perasaannya ya Kak,akan perasaan Dia sudah Dia titipkan yang di belakang"


"Kamu cemburu...?"


"Wanita mana Kak yang ga cemburu?kalau lihat Calon Suaminya jalan dengan gadis lain,apalagi belum ada kata putus di antara kita" kata Lia lagi.


Firman melihat Dokter Zainal yang akan masuk ke ruang nge Gym menghampirinya.Dia juga terkejut kalau ada Eel di sini.


Firman merasa canggung apalagi Eel melihat Dia pergi bersama dengan Fatimah,Dia tidak ingin ada kesalah pahaman dari keluarga Lia.


Kebetulan Ana sekalian tanya kabar Adik.


"Assalamualaikum..Kak..ga menyangka Kita ketemu di sini" Kata Firman menyalami Eel.


"Walaikum salam Man...gimana kabar kamu?" Kata Eel berusaha menekan suaranya agar tidak emosi.


"Man..Eel ini PresDir kami Dia yang merekomendasikan Dokter untuk mengoperasi Abi Hasan" Kata Dokter Zainal berusaha mencairkan suasana karena Dia tahu pasti Eel dan Lia sedang menahan Emosi.


"Terimakasih Kak...atas perhatian Kakak,Saya ga nyangka kalau yang menangani Abi adalah Kakak sendiri" Kata Firman.


"Bukan Saya yang melakukan tindakan operasi nanti Man,tapi Ad...."


"Saya yang akan melakukannya Tuan,mohon di bantu Doanya nanti untuk kelancaran Operasi Abi Tuan" Kata Lia memotong kata Eel.


Firman melihat ke arah Lia.Dia memperhatikan dengan seksama,penampilan Dokter itu masih muda dan sangat tampan,tapi bila melihat matanya rasanya tidak asing.


Lia gugup mendapat tatapan seperti itu,tatapan mata itulah yang membuat pertahanan goyah. .Lia berusaha menguatkan hatinya agar tidak kelihatan lemah.


"Maaf Tuan saya mau masuk ke dalam dulu" Kata Lia berusaha menghindar dari tatapan Firman.


"Tunggu kalau boleh tahu Siapa nama Dokter?" Kata Firman.


"Nama Saya Dokter M " Kata Lia tanpa membalikkan wajahnya.


"Apakah kita pernah bertemu?Karena Saya merasa pernah melihat Anda?"


"Mungkin muka saya pasaran,Jadi Tuan menganggap kita pernah ketemu,maaf Saya duluan nanti kalau mau konsultasi tentang Abi Hasan bisa tanya dengan Dokter Zainal" Kata Lia sambil masuk ke ruang gym.


Dia melirik Fatimah.


Dia emang cantik Kak..


Tapi Dia juga banyak tipu muslihatnya.


Lia kemudian menuju ke ruangan area tinju,Di sana Dia ingin melampiaskan emosinya.


Suster Ana mengikuti Lia dari belakang.


"Lo..Non kenapa kita ke sini?" Tanya Suster Ana.


"Gua mau melampiaskan emosi di sini,apa Suster mau jadi media nya" Kata Lia menuju ring.


"Ga mau..nanti bisa bonyok ni muka?"


Suster Ana mundur dan memperhatikan Lia.Dia tahu kegundahan hati Lia tapi Dia juga bingung harus menghibur gimana.


Dokter Zainal mengajak Fatimah untuk ngegym,tapi Fatimah menolak karena Dia ga pernah melakukannya.


Akhirnya Dokter Zainal memanggil suster Ana untuk mengajak Fatimah biar tidak mendengar pembicaraan Firman dan Eel.


Suster Ana tadinya enggan karena Dia tahu gara gara Fatimah Mood atasannya berubah,tapi Dokter Zainal memberi kode dan akhirnya Suster Ana mengerti.


Dia mengajak Fatimah ke tempat ngegym yang di lakukan untuk pemula.


Setelah Suster Ana pergi ,Dokter Zainal menghampiri Lia untuk bergabung.


"Boleh saya bergabung?" Kata Dokter Zainal


" Saya rasa jangan?nanti Kakak terluka" Kata Lia masih meninju.


" ya..kalau kamu tidak menggunakan emosi mungkin Saya tidak terluka"


"Gimana ga pakai emosi?Kakak tahukan emosi Gua lagi memuncak dan ini lagi gua lampiasin di sini" Kata Lia


"Apa kita main anggar aja gimana ?ngingetin masalalu,dulu kita sering main bersama kan?" KAta Lia berusaha mengingat masa kecil mereka.


"Boleh juga...Sudah lama Saya tidak melakukannya" Kata Zainal langsung menuju arena permainan Anggar.


Lia kemudian melepaskan sarung tinjunya,dan menyusul Zainal.


Firman dan Eel terlibat pembicaraan serius,pertama mereka membahas tentang penyakit Abi .


Firman kemudian menanyakan keadaan Lia kepada Eel.Eel melihat ke arah Firman,emosinya memuncak.


"Man buat apa kamu tanyakan kabar Adikku?kalau kemudian kamu campakkan Dia" Kata Eel emosi.


"Maaf Kak bukan Firman yang mencampakkannya,tapi karena kecelakaan Abi Saya jadi lupa dan terlalu fokus dengan Abi" Kata Firman.


"Apakah kamu bisa di percaya Man...terus apa itu maksudnya?sedang olah raga tapi kamu minta di temani bukan muhrimmu" Kata Eel dingin.


"Maaf Kak..Fatimah memaksa ikut dan Umi memaksa juga jadi Firman ga bisa menolakknya"


"Umi kamu aja ikut memaksa?padahal kalian bukan muhrim?Saya tidak mengerti jalan pemikiran keluarga kalian?tapi akhirny saya tahu itu tandanya Umi kamu merestui kalian"


"Jadi mulai sekarang lupakanlah Adik Saya,karena saya ga mau Adik saya kecewa lagi,saat ini Dia sudah kecewa di tambah lagi kalau Dia tahu Umi kamu lebih suka dengan wanita lain" Kata Eel sambil melihat ke arah Lia yang sedang bermain dengan emosi.


Eel langsung berlari dan menghalangi serangan Lia ke arah Zainal.


Tang...

__ADS_1


Suara pedang Anggar bersentuhan.


Lia terkejut karena tiba tiba ada yang ikut campur dengan permainannya.


"Ach....Kakak curang" Kata Lia teriak.


"De...kamu sadar ,kalau cara kamu seperti itu lawan kamu akan terluka" Kata Eel.


"Zainal aja yang lemah dan tidak bisa membaca serangan Dede" Kata Lia.


"Kalau dengan keadaan kamu seperti itu Kakak percaya sepuluh pemain Anggar terbaik tetap kalah"


"Tahan emosi kamu...apa Kakak bilang ama Firman kalau kamu adalah calon istrinya karena hanya Dia yang bisa meredakan amarahmu" Kata Eel tegas.


Lia terdiam dan melihat ke arah Firman.


Ternyata sudah tidak ada perasaan untuk ku Kak...


Nyatanya kamu tidak mrngenaliku.


Ahc....


Lia membanting pisau anggar tersebut dan kemudian Dia meninggalkan ruangan itu.


Dokter Zainal bernafas lega karena terlepas dari bahaya.


"Terimakasih Dok,sudah menyelamatkan Saya" Kata Dokter Zainal.


"Lain kali kalau hati Dede sedang kaya gitu jangan menemaninya bisa bisa kamu celaka"


"Maaf Dok saya tidak tahu,Saya kira dengan saya menemani Dia akan membaik"


"Dia bukan gadis pada umumnya,yang di hibur langsung luluh"


"Terus sampai kapan kondisi Dia kaya gitu?"


"Hanya Firman dan diri sendirilah yang mampu meredamkannya,"


"Apa kita minta bantuan Firman Dok?Saya takut terjadi apa apa"


"Bukan usul yang bagus karena Dede ga mau sampai Firman tahu,biar Dia mengatasi sendiri" Kata Eel .


"Dok saya pergi dulu masih ada yang Saya urus...Assalamualaikum...."Kata Eel langsung pergi menyusul Lia.


" Walaikum salam...." Kata Zainal .


Firman melihat kilatan kemarahan di mata Dokter M mengingatkan Dia dengan Lia.


Dik...


kamu dimana?


Maafkan aku kalau membuat kamu salah paham?


Firman menghampiri Dokter Zainal yang sedang terdiam di kursi.


"Kamu ga apa apa Nal?"


"Ga apa apa Man...cuma masih sok aja"


"Tadi Dokter itu kenapa?kayanya lagi marah ya?"


Dia marah karena kamu Man...


"Ana ga tahu.tadi Dia biasa biasa aja kok" Kata Dokter Zainal.


"Dok...tadi Nona kenapa ya?" Tanya Suster Ana tiba tiba.


Firman melihat Suster Ana dan mengenalinya.


"Suster Ana?" Kata Firman.


Suster Ana terkejut,Posisi Dia sekarang tidak memungkinkan,tanpa masker Firman tetap akan mengingatnya.


"Maaf Saya pergi dulu" Kata Suster Ana berusaha membalikkan badannya.


"Tunggu Suster...ada yang ingin Saya tanyakan?tolong jangan menghindar dari Saya" Kata Firman yang tiba tiba sudah di depan Suster Ana.


Suster Ana terdiam dan ga bisa berbuat apa.Dia melihat kearah Dokter Zainal untuk minta pertolongan,tapi Dokter Zainal juga bingung mau gimana.


Suster Ana melihat ke arah Fatimah yang melangkah mendekati mereka.


Firman memahami lirikan Suster Ana.


"Dik Fat..maaf kamu kembali dulu aja,ada yang ingin kami bicarakan tentang Abi " Kata Firman.


"Fat..nunggu ga apa apa Kak"


"Ga usah Fat..kamu kembali aja kasihan Umi sendirian ,kamu belikan sarapan aja dulu kasihan kalau Umi kelaparan" Kata Zainal membantu Firman.


"Betul Dik..kasihan Umi,kayanya kita lama membahasnya" kata Firman lagi.


Suster Ana mendengar panggilan Firman yang ke Fatimah begitu lembut membuat Dia muak.


Gua aja yang denger sangat jijik


Apalagi kamu Non?


Firman melihat perubahan muka suster Ana jadi serba salah.

__ADS_1


"Baik Kak,Fat pergi dulu...Assalamualaikum..."


"Walaikum salam..."


__ADS_2