
"Maaf Tuan jangan Emosi...saya setuju atas usul nona muda,karena dengan keadaan nona muda sekarang kita tidak bisa melawan keluarga Alexander" Kata Jery berusaha menenangkan Emosi Davin.
"Jer..maksudmu apa tentang keadaan nona muda sekarang?nona muda baik baik aja kan?ayo ...jawab...?bentak Kevin.
" Mmmaaaf Tuan muda Nona muda baik baik aja,tapi...."Jery bingung mau cerita bagaimana.
"Cepat jelaskan Jery.. apa aku patahkan hidungmu?bentak Kevin lagi.
" Bbbaaik Tuan muda..."
"Nona muda fisiknya emang baik baik aja,tapi jiwanya sedang di kuasai emosi,dan dia tidak bisa mengendalikannya,maka dari itu saya di suruh pergi takut kalau Nona muda tidak bisa mengatasinya dan Nona muda pergi entah kemana?
" Saya sudah berusaha menyusulnya tetapi dia mengemudi begitu cepat dan saya tidak bisa mengejarnya"kata Jery sedih.
Davin merasa sedih kenapa di saat adiknya membutuhkan bantuannya Dia tidak bisa membantu.
Aku harus cari kemana dik?terus apa yang harus aku katakan kepada keluargamu...Batin Davin.
"Tuan muda saya mohon jangan bersedih,kebih baik Tuan Muda sholat dulu biar hati tenang,dan tolong kirim doa buat Nona Muda, itu permintaan dari Nona muda juga" kata Jery kemudian.
"Astaghfirullah ...saya lupa Jery...terima kasih sudah mengingatkan,baik saya ambil wudhu terus Sholat,kamu ga sekalian ikut Sholat Jer...?" kata Davin kemudian.
"Baik Tuan Muda saya ikut berjamaah sekalian,tapi maaf saya tidak bisa lama lama soalnya saya mau menyelesaikan masalah tadi biar tidak tercium Polisi".Kata Jery.
" Oc..ga papa...?
"O..ya Jer tadi kamu lihat ga Mobil putih di depan Vila?" kata Davin kemudian.
"O ...mobil itu ya saya tahu"
"Terus sekarang mereka dimana?"
"Tadi mereka saya lihat langsung pulang ke Jakarta,sebelumnya terjadi perkelahian "
"Apa ...perkelahian?maksud kamu?" Kata Davin
"Tadi di saat Emosi Nona muda memuncak,Orang itu berusaha melerai,tapi Nona muda mengamuk dan menganggap kalau orang itu ingin membantu musuhnya,akhirnya mereka berkelahi"
"Terus....?siapa yang menang?"kata Davin
" Perkelahian mereka seimbang,tidak ada yang kalah atau menang,kalau Nona muda terkena pukulan,dia pun membalas dengan tendangan"
"Tapi kemudian ada orang yang membantunya dan menyuruh kirim doa,dan doa itu membuat Nona muda kesakitan,kemudian Nona muda menyuruh kami meninggalkan tempat itu" Kata Jeri.
"Ah..sayang Jer,adik tidak mau bertahan,mungkin kalau Adik bisa bertahan emosinya akan bisa terkendali"
"Kok bisa Tuan Muda...?
" Ya...karena yang mengirim doa itu adalah orang yang tulus mencintainya,dan kamu tahu orang itu siapa...?
Jery menggeleng kepala.
"Dia adalah Ustadz muda Firman,kamu tahu kan Dia...?
" Ya...Tuan saya tahu,Dia adalah Ustadz kondang yang sedang naik daun saat ini,pantas saya tadi sempet berfikir mukanya sangat familiar...ternyata Dia seorang Ustad"
"Tapi kok Tuan Muda kok tahu kalau dia mencintai Nona muda?" kata Jery tak mengerti.
"Mereka adalah muridku,dan aku sering melihat dia memandang adikku dari kejauhan" Kata Davin.
"Ya...sudahlah Jer..kita hanya bisa berdoa yang terbaik untuk mereka"
"O..ya habis ini aku langsung pulang aja,ku rasa uda cukup aku istirahatnya"kata Davin
"Ga nyoba sampai malam Tuan...?
" Ga usah Jer. ..karena aku yakin dia ga akan kembali"
"Emang kenapa Tuan..?" tanya Jery
"Kamu inget kejadian dua tahun yang lalu?dimana kondisi Nona muda saat itu tidak beda jauh dengan sekarang,bedanya dia marah karena Omanya di culik dan Opanya terluka,tapi untuk saat ini emosinya memuncak karena sakit hati harga dirinya di injak injak,dan orang yang dia cintai malah membela musuhnya,itulah kekecewaan yang sangat besar sehingga emosi tanpa kedali lagi"
"Dulu penyembuhan memakan waktu sebulan,tapi untuk saat ini aku ga yakin kalau cuma satu bulan atau dua bulan untuk pemulihannya,semoga dia bisa mengatasi..." kata Davin.
"Jadi menurut Tuan ntar malam Nona muda ga akan kembali?" Tanya Jery tidak mengerti
"Yah..itulah perkiraanku" kata Davin datar.
"Berarti saya ga usah kasih tahu Bang Jack untuk ke markas?"
"Maksudny...?" tanya Davin tidak mengerti.
"Tadi sebelum Nona Muda pergi sempat memberi perintah suruh menemuinya di Markas" kata Jery
"O...kalau gitu Bang Jack tetep suruh ke Markas dan suruh buka saluran komunikasi dia dengan Nona Muda,aku sendiri akan pulang nanti malam seperti perintah Nona Muda" kata Davin kemudian.
"Dach...sekarang laksanakan tugas kamu...aku mau kirim doa buat Adikku" perintah Davin.
__ADS_1
"Baik Tuan muda saya pergi dulu...nanti kalau berangkat ke Jakarta biar anak buahku menyertai Tuan Muda,itu yang selalu di perintahkan nona muda untuk melindungi walau hanya sebagai bayangan" kata Jery sambil berlalu pergi.
"Assalamualaikum....
" walaikum sallam....
Setelah kepergian Jery,Davin masuk ke kamar untuk meditasi sekalian mencari keberadaan adiknya.
Dik,walaupun dari awal kamu tahu apa yang akan terjadi dirimu,kenapa kamu tetap memaksa masuk ke dalam zona bahaya,tapi kamu juga ga pernah lupa akan keselamatan keluargamu
Davin semakin khusuk bermeditasi dan semakin tenggelam dan masuk ke alam bawah sadar tapi yang di cari pun tidak terlihat.Hanya suara yang terdengar.
Davin berhentilah bermiditasi,sia sia kamu akan mencarinya karena adikmu sudah membentengi diri agar tidak terlihat,percayalah dia baik baik aja,biarkan dia mengatasi sendiri.
Dan kembalilah selama adikmu tidak ada lindungilah keluarganya.
Perlahan lahan Davin menarik nafas dan membuka mata,tapi di depan tidak ada siapa siapa.Davin yakin kalau tadi mendengar suara Abah Yusuf.
Semoga kamu baik baik aja ya dik..
Davin pun beranjak pergi dan kembali ke Jakarta.
...*************...
Satu Tahun Kemudian...
"Assalamualaikum nak Firman..."
"Walaikum salam Pak Arif..."
"Gimana persiapan ke Kota Tharim sudah selesai..?" kata Pak Arif.
"Alhamdulilah sudah Pak...tinggal nunggu Paspor dan Ijazah dari sekolah.." kata Firman.
"Oh ..ya Pak hari ini tolong antar ke sekolah ya..saya mau cap jari,dan minta rekomendasi buat syarat di sana?"lanjut Firman.
Pak Arif mempersiapkan mobil dan menuju ke sekolah Firman.Lima belas menit kemudian mobil sudah sampai di gerbang sekolah.Firman kemudian turun,ternyata semua teman temannya sudah pada kumpul.
" Hai..Man..akhirnya Kau datang juga..gue kira loe da terbang ke Tarim?Teriak Ahmad sahabat dekatnya.
"Walaikum sallam...lupa memberi salam ya..."
"O..iya Pak Ustadz...Assalamualaikum..." kata Ahmad sambil membungkuk memberikan salam.
"Nach.. gitu kan lebih baik.." kata Firman tersenyum lihat tingkah laku sahabatnya.
"Wah ada kemajuan nich Ustad muda yang cool bisa tersenyum..." Goda Akhmad.
"Aduh...sakit tahu Pak Ustadz..." kata Akhmad sambil memegang telinganya.
"Rasain kamu..." Kata Firman sambil berjalan ke ruang kelas untuk melakukan cap tiga jari.
Sampai di depan kelas,Mata Firman langsung tertuju Ke Mushola,tempat di mana penuh kenangan di sana.Firman berhenti dan terus menatap Mushola tanpa berkedip.
"Hai ...Man ayo masuk! ngapain bengong?nanti ke sambet lo..." ajak Akhmad sambil menarik tangannya Firman.
Firman pun menurut dan masuk ke kelas,semua sudah pada ngumpul.
"Wah...kebetulan Pak Ustadz datang nich...kapan kamu mau ke Tarim?" kata Ferdinan sambil menjabat tangan Firman.
"Mungkin Dua minggu lagi,ini masih menunggu paspor" kata Firman.
"Wah..kalau gitu kamu bisa menghadiri pesta perpisahan kita dong?" kata Ferdinan lagi.
"Emang ada acara perpisahan?" tanya Firman.
"Iya...Bu Rosa menyampaikan satu minggu yang lalu,katanya adik adik kelas kita yang menyelenggarakannya,dan kita sebagai Tamu kehormatan nya." kata Ferdinan.
"Beberapa hari yang lalu gue berusaha hubungi loe,tapi katanya loe lagi persiapan ke Tarim,makanya gue ga bisa ngabarin ke loe" kata Ferdinan
"Kalau Loe bisa menghadiri acara tersebut dengan satu harapan loe bisa mewakili kita semua...di depan panggung" kata Ferdinan lagi.
"Gimana temen temen setuju ga kalian?"
"Setuju....setuju..." teriak mereka serempak
"Assalamualaikum...anak..anak"Kata Pak Davin masuk ke kelas XIIF.
" Walaikum salam..pak"jawab anak anak serempak.
"Baik..sekarang kita mulai cap tiga jari nya..ya" kata Pak Davin kemudian memanggil satu..satu.
Setelah selesai Pak Davin keluar dari kelas.
"O..ya..Man kamu mau kemana habis ini?" kata Ahmad .
"Ana masih ada persiapan untuk Ke Tarim,makanya bener bener sibuk.." kata Firman.
__ADS_1
"O..ya udah gue kira loe ga ada acara ,anak anak pada kumpul kumpul di CAFE BUNGA buat acara perpisahan kita" kata Akhmad kelihatan kecewa.
"Ya..maaf ya bro.. tidak bisa ikut" kata Firman
"Oc...gapapa...yang penting acara perpisahan nanti loe bisa datang ya..?" kata Akhmad
"Insya Allah Ana usahain ya.."
"Oc...gue duluan ya..Assalamualaikum..." kata Akhmad sambil melambaikan tangan.
Firman mengangguk dan dia melangkah kan kaki ke arah Mushola.Sampai di Mushola Firman hanya terpaku menatap kosong dan menjelajah ke setahun yang lalu...Dimana setahun yang lalu Mushola ini menjadi saksi bisu pada hatinya yang sudah terpaut dengan suaranya.Firman merindukan itu semua..
Kamu dimana Bidadari surgaku?aku merindukanmu,kenapa setelah peristiwa itu kamu ga pernah muncul di sekolah,apakah kamu sengaja menghindar dari ku?Apa kamu membenciku?terasa hampa hidup ini tanpa suaramu?apakah kamu tahu sebentar lagi aku mau ke Tarim?ingin rasanya sebelum ke berangkatanku aku bisa ketemu kamu,walaupun hanya sedetik aja.
Tak terasa air mata pun menetes dari pelupuk matanya.
"Kamu merindukannya?" tiba tiba ada suara di sampingnya.
"Pak Davin?" kata Firman terkejut.
"Maaf Bapak mengganggu?" kata Davin sambil tersenyum.
"Tidak pak..."
"Bapak denger kamu mau ke Tarim?"
"Iya..Pak..itu sudah cita cita ku dari dulu,ingin menimba ilmu di sana.."
"Bukan karena hati terluka dan tidak ada kepastian...?
" Maksud Bapak?
"Ha...ha..serius amat Pak Ustad?Bapak kira kamu ke Tarim ingin melupakan seseorang yang sampai sekarang tidak ada kabarnya?ternyata Bapak salah ya?"
"Sssaya...." Firman terdiam dan hanya bisa menunduk.
"Ha...ha..apa bener dugaan Bapak?ga usa risau kalau dia jodohmu pasti dia pasti kembali entah itu kapan?" Kata Davin kemudian.
"Tapi Bapak heran apa kamu tidak Il feel waktu tahu dia punya kepribadian buruk?"
"Ga..pak.." kata Firman sambil menggelengkan kepala.
"Saya tahu dia seperti itu karena di kuasai sesuatu,mungkin ini jawaban mimpi mimpi saya,kalau saya harus bisa membantu dan melindunginya" kata Firman
"Emang kamu Mimpi apa?
" Saya bermimpi bertemu seorang Habib,dan Dia berkata bahwa saya harus melindungi Dia,menjaga Dia dan membantu Dia"
"Waktu itu saya ga tahu maksud mimpi tersebut...tapi setelah peristiwa itu akhirnya saya mengerti"
"Tapi sampai saat ini saya ga tahu dimana dia?saya hanya bisa bantu kirim doa agar meringankan beban sakitnya Dia?"kata Firman sambil menyeka air matanya.
" Apa Bapak tahu di mana dia sekarang?" tanya Firman
"Waduh saya juga ga tahu Man?waktu habis menolong kamu Bapak langsung ke tempat saudara Bapak,jadi Bapak juga ga tahu kejadian di Vila waktu itu" kata Davin
"Waktu itu Bapak pingin tanya ke kamu sebenarnya apa yang terjadi kenapa tiba tiba Lia hilang tidak ada kabar?Rian,Dimas,Roy pun minta pindah sekolah?tapi setiap Bapak mau tanya,Bapak lihat kamu lagi sedih dan merenung di mushola ini,jadi Bapak takut akan menyinggungmu" kata Davin lagi.
"Maaf Pak...mungkin karena saya merasa kehilangan...saya ga tahu harus gimana lagi?sampai detik ini saya masih berharap bisa ketemu dan mengungkapkan perasaan saya,kalau saya bener bener mencintainya,dan sangat berharap dia mau menunggu saya sampai studi saya di Tarim selesai,dan ingin menjadikan pendamping saya" kata Firman Sedih.
"Kenapa ga kamu khitbah aja dia?" kata Davin lagi.
"Mau khitbah gimana Pak?kan saya tidak tahu Dia di mana?" kata Firman frustasi.
"Yang sabar...Man..cintamu lagi di uji" kata Davin kemudian.
"Pak ...apa saya bisa minta tolong titip ini sebagai khitbah saya untuk dia"kata Firman sambil mengeluar kan sekotak cincin dari saku celananya.
"Wah jangan Man?lagian Bapak ga tahu apa bisa ketemu Dia?dan Bapak takut amanat itu?"
"Saya mohon Pak. .. Bapak kan masih di di Indonesia dan sewaktu waktu bisa bertemu dia" kata Firman memohon.
"Kamu pikirkan kembali Man...jangan buru buru" kata Davin.
"Saya uda yakin Pak..." kata Firman lagi.
"Baiklah..Bapak terima amanat kamu,dan boleh ga Bapak merekam suara kamu untuk me yakinkan kalau kamu mengajak khitbah dengan dia" kata Davin lagi.
"Baik...Pak.."
Akhirnya Firman mengucapkan kata khitbah dan berharap Lia mau menerima dan menunggu lima tahun lagi untuk menjadi penamping hidupnya .
Davin menerima cincin itu dan dia simpan di saku celananya.
"Ya udah..ayo Man Bapak mau pulang dulu,jangan Lupa kamu harus datang di acara Perpisahan !"
"Tapi Bapak gak janji bisa menemukan dia atau enggak ya" kata Davin
__ADS_1
"Assalamualaikum...
" Walaikum sallam...