C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 39 Kemoterapi


__ADS_3

Enam bulan kemudian...


Setelah menjalani berbagai rangkaian pemeriksaan dan menjalani kemoterapi keadaan Lia mulai membaik.Tapi semua butuh proses.


Karena harus menjalani proses tersebut,Lia merelakan rambutnya untuk di potong,Badan yang dulu padat berisi pun kini tinggal tulang yang di lapisi kulit.Mungkin orang orang yang tidak pernah dekat dengan Lia saat proses penyembuhan tidak akan mengenali .


Dampak Kemoterapi tersebut Dia harus merasakan sakit yang amat sangat,mual dan nafsu makan menurun.Kinerja otak semakin menurun.


Untung sang Kakak selalu mendampingi di saat keterpurukan tersebut.Di saat semua tidak berfungsi Mommy Ririn dan Eel selalu di samping Lia.Itu yang di harapkan Lia sebelum menjalani proses tersebut.


Mommy Ririn dan Eel terkadang merasa terpukul melihat orang yang di sayang harus terpuruk seperti itu.Dulu Dia lah yang selalu menjaga dan melindungi mereka.Dulu dia yang selalu menghibur di saat mereka sedih.Kini mereka melihat betapa terpuruknya orang yang selama ini menjadi Wonder woman keluarga.


Oma palupi melihat keadaan cucu kesayangannya sempat terpuruk,tapi dengan dukungan dan semangat dari Opa Anton akhirnya Oma Palupi pun bangkit.Dia harus kuat karena nasib Wijaya Group adavdi tangan Dia sekarang.


Dengan bantuan Opa Anton dan Tommy Oma Palupi mengurus Wijaya Group.Karena yang memegang kekuasaan Wijaya Group adalah Oma Palupi itu keamanana di Wijaya Group di tingkatkan.Tommy minta bantuan Opa Anton untuk meningkatkan Keamanan tersebut.Karena Opa Anton adalah orang kepercayaan Tuan besar yang lama dan lebih berpengalaman cara menghadapi musuh.Tommy juga minta bantuan Ardian untuk selalu menjaga Rumah sakit dimana Lia sedang menjalani proses penyembuhan.


Selain itu Tommy juga menempatkan anak buahnya yang di bantu Pak Arif untuk menjaga Firman karena takut kalau musuh tahu tentang hubungan penerus Wijaya dengan Ustadz Muda tersebut.


Firman sendiri di saat ada waktu senggang Dia selalu menyempatkan menengok Lia.Tapi mungkin Allah selalu mendengar Doa Lia supaya Firman tidak pernah melihat di saat kesakitan Lia.


Setiap Firman kesana posisi Lia sedang tidur,karena pengaruh obat dan proses kemoterapi yang sangat menyakitkan dan melelahkan.


Firman hanya melihat orang yang terbaring dengan di tutupi selimut.Dia tidak melihat akan perubahan Lia.Dia tidak melihat seorang gadis yang mempunyai rambut Indah kini tinggal kepala Botak.Dia tidak melihat gadis penuh pesona dengan badan ideal kini tinggal tulang di tutupi kulit.Dia tidak melihat seirang gadis yang punya tatapan dingin dan tegas kini hanya seorang mayat hidup tanpa daya apapun.


Firman terkadang heran akan penyakit yang di derita pujaan hatinya,setiap Dia tanya dengan keluarganya jawabannya sama Dede baik baik saja butuh istirahat.


Firman juga tanya apa Dia sudah sadar.Jawaban juga sama "Dede sudah sadar cuma ini baru istirahat karena pengaruh obat tidur".


Terkadang hati penasaran ingin tahu penyakit yang di derita calon istrinya,karena kenapa harus Kakaknya yang harus merawat Dia,sedangkankan sang Kakak yang sudah biasa tinggal di Jerman sekarang masih menemani pengobatan adiknya di dalam negeri.


Firman pernah datang di luar jam yang biasa dia kunjungi.Waktu Dia masuk ruang perawatan dia tidak melihat gadis yang terbaring di ranjang,tapi dia hanya melihat orang yang duduk di kursi roda dengan membelakangi pintu dengan kepala botak dan dengan tangan yang sangat kurus.


Firman tertegun dan bertanya tanya siapakah yang ada di kamar calon istrinya.


Lia yang duduk di kursi roda hanya terdiam,dan belum tahu siapa yang datang.Karena kemampuan bicara dan kemampuan gerakannya sekarang sangat lemah karena proses yang dia lakukan sekarang.


Lia hanya menduga itu adalah orang orang terdekatnya dia karena hanya orang yang terdekat di ijinkan masuk.


Firman yang di depan pintu masih tertegun dan meminta maaf.


" Maaf saya sudah salah masuk kamar..dan maaf kalau saya mengganggu istirahat Anda" Kata Firman sambil menutup ruang perawatan tersebut.


Lia pun terkejut ternyata Firman yang telah mengunjunginya,tapi Lia sedih ternyata Firman tidak bisa mengenalinya.Padahal dari kemarin dia sudah pasrah kalau Firman akan tahu keadaan Dia sebenarnya.Mungkin dengan tahunya Firman tentang penyakitnya itu Lia akan mengerti apakah Firman masih ingin bertahan atau akan meninggalkan Dia.


Tapi ternyata dengan keadaan Dia seperti ini kenapa Firman tidak mengenalnya apakah Cinta tidak memanggil Dia kembali seperti dulu.Apakah sudah luntur cinta yang di miliki Firman?


Lia semakin sedih dan sesak di hati mengingat itu semua,seandainya emang Firman sudah tidak menyayanginya apakah dia sanggup?jadi buat apa dia bertahan hidup selama ini?kalau cintanya tak bisa di gapai?


Semakin larut kesedihan itu membuat kondisi Lia ngedrop dan dia mengalami kejang kejang dan sesak nafas.


Untung Eel yang baru menyiapkan proses kemoterapi masuk ke ruangan Lia dengan tepat waktu.Sebelum masuk dia sempat melihat Firman keluar dari ruang perawatan Lia.Eel berfikir Firman sudah tahu akan keadaan adiknya.Tapi kenapa Firman keluar dengan wajah seperti itu?Apakah Firman tidak bisa menerima keadaan adiknya?itulah yang di pikirkan Eel saat itu.


Dia langsung masuk keruangan adiknya,tapi apa yang di lihat Adiknya sedang kejang kejang dan susah bernafas.Eel panik apa yang terjadi barusan.Apakah Firman marah dan tidak terima keadaan Lia sehingga mereka bertengkar?terus adiknya ngedrop?


Eel tidak bisa berpikir dengan jernih.Dia berusaha menetralkan pikirannya.Kemudian memencet bel darurat tanda dia butuh bantuan.


Mendengar Bel darurat Perawat dan Dokter Joko segera berlarian menuju ruang perawatan Lia.


Sedangkan Firman yang baru saja ke kamar Lia dia bingung kemana Lia sekarang di pindahkan?kenapa sudah di ganti orang lain?


Firman berusaha mencari informasi tentang keberadaan Lia di rumah sakit.Dia tanya di bagian Informasi.


Karena informasi tentang Lia sakit benar di tutup untuk kalangan umum,Firman tidak mendapatkan informasi sama sekali.Firman putus asa kemana dia mencari Lia lagi.


Firman kembali ke ruangan Lia lagi,tapi dia di sana hanya melihat perawat dan dokter yang berjalan tergesa gesa sepertinya keadaan darurat terjadi.


Firman berusaha masuk di ruangan itu di sana tinggal perawat yang sedang memberesi tempat tidur pasien.


"Assalamualaikum ...Suster" kata Firman


"Walaikum salam.." kata Suster terkejut karena ada orang asing yang bukan keluarga pasien .

__ADS_1


"Maaf Suster saya mau tanya untuk pasien sebelumnya di sini dimana?" Kata Firman ingin mengetahui tentang keadaan Lia.


Suster yang tadinya terkejut,karena pasien di sini adalah pasien rahasia yang tidak boleh di ketahui oleh orang luar.Tapi suster pun ingat mungkin orang asing ini adalah salah satu keluarga pasien yang jarang datang karena dia punya akses masuk dengan mudah.


"Maaf Tuan pasien sedang menjalani proses kemoterapi mungkin agak lama,soalnya pasien barusan mengalami kejang kejang" Kata Suster


Pasien sedang kemoterapi berarti pasien yang dia lihat tadi punya penyakit kanker,terus Lia kemana?


Firman tidak tahu kalau yang di maksud itu adalah Lia.Firman tahunya itu adalah orang yang berbeda.Firman ingin tahu lebih lanjut tapi sayang suster dapet panggilan darurat.


"Maaf Tuan saya ada panggilan darurat,kalau boleh tahu nama Tuan siapa?biar nanti bisa saya sampaikan ke dokter Eel" Kata Suster lagi.


"Nama Saya Firman Sus..maaf sudah mengganggu pekerjaan suster" Kata Firman.


"Ga apa apa Tuan...saya permisi dulu...Assalaamualaikum.." Kata Suster itu undur diri.


Mungkin Suster itu bukan orang religi,atau mungkin suster itu tidak suka nonton TV.Nyatanya dengan ketemu Firman dia tifak mengenal Ustadz kondang yang sedang naik daun.Apa karena penyamaran Firman yang sangat sempurna sehingga dia tidak mengenali,padahal waktu bicara Firman sempat membuka masker.


Sampai di luar Suster itu sempat berpikir siapa dia sebenarnya sepertinya mukanya sangat familiar,Tapi Suster itu berusaha mengindahkan karena mengingat ada panggilan darurat di ruang kemoterapi.


Firman dengan langkah gontai keluar dari ruang perawatan,dia berjalan entah kemana.Dia bingung harus mencari kemana lagi sang pujaan hatinya.Jalan satu satunya dia harus menemui Eel karena hanya dia yangbtahu kemana Lia berada.


Firman terus melangkah tanpa tujuan.Dia ga tahu kaya ada dorongan untuk melangkah kan kaki ke suatu ruangan yang tertutup.Dia hanya mendengar suara orang kesakitan yang sangat menyayat hati.


Firman mendengar sempat miris.Jantung berdengup kencang,badan dia pun lemas.Dia berusaha menguasai hatinya.Dia merasakan penderitaan yang amat sangat oleh pasien yang ada di dalam sana.


Firman langsung memejamkan mata dan berkonsentrasi untuk mengirimkan doa penyembuhan dan Surat Ar Rahman.Entah ada dorongan apa Firman melakukan itu.Dia terus berkonsentrasi.Sampai ayat terakhir Firman sudah tidak mendengar kesakitan yang terdengar di balik ruangan itu.


Tiba tiba pintu ruangan itu terbuka dan muncul suster tadi yang dia temui di ruang perawatan.


"Assalamualaikum ...Tuan..ternyata Tuan yang disini" Kata Suster tadi.


"Wallaikum salam Suster...maaf bukannya saya mengikuti suster ke sini tapi entahlah kaya ada yang menggerakkan ke sini" Kata Firman ga enak hati.


"Ga apa apa Tuan..O..ya tadi Dokter Eel bilang mengucapkan terimakasih karena sudah bantu lewat doa sehingga proses Kemoterapi berjalan dengan sangat lancar" Kata Suster lagi.


"Apa Eel tahu saya bantu doa di sini?" Tanya Firman


"Iya Tuan tadi Dokter Eel bilang begitu,saya juga tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi tadi waktu proses pasien sempat kesakitan dan hampir kehilangan kesadaran tapi tiba tiba pasien membaik dan bisa menyeleasaikan proses dengan baik"


"Maaf Tuan tadi Dokter Eel berpesan kalau mau nunggu dia tunggu satu jam lagi,soalnya Dokter Eel harus dampingi pasien dulu" Kata Suster lagi.


Makasih Suster Insya Allah saya akan tunggu di sini" Kata Firman lagi.


Tapi belum lima menit menunggu telpon Firman berbunyi dan menyuruh segera datang karena acara dakwah dimulai.


Firman hampir lupa kalau jadwal hari ini adalah dakwah dia di majelis pemerintahan,karena dorongan keingin tahuan tentang penyakit Lia,Firman melupakan jadwal yang sudah di buat Dua bulan yang lalu.


"Maaf Suster tolong bilang sama Dokter Eel kalau saya tidak bisa menunggunya karena ada urusan yang sangat mendadak,lain kali aja saya akan menemui dia" Kata Firman.


"Assalamualaikum"


"walaikum sallam..."


Beberapa menit kemudian pintu ruang kemoterapi terbuka,ternyata proses kemo tersebut tidak memakan waktu lama,mungkin karena bantuan doa dari Firman itulah yang membuat kestabialan tubuh Lia terjaga.Eel pun sudah siap untuk berkata jujur kepada Firman setelah dia tahu ini semua.


Tapi ternyata Allah berkehendak lain.Mungkin masih pengabulan doa Lia di masa lalu.Eel tidak melihat sesosok Firman di ruangan itu.Hanya suster tadi yang di suruh Eel untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada Firman.


"Sus...orangnya tadi mana?" Tanya Eel


"Maaf Dok..baru aja orangnya pergi katanya ada keperluan mendadak " Kata Suster itu.


"O..ya sudah ga apa apa Sus,terimakasih ya..."


"Kamar sudah di beresin?"


"Sudah Dok..."


Eel mengangguk kemudian mengikuti Bed yang membawa Lia masuk ke ruangan perawatan.


"Mungkin Doamu yang lalu terlalu kuat De,srhingga sampai detik ini Allah masih menjagamu agar Firman tidak tahu keadaanmu sebenarnya"

__ADS_1


"Kamu harus sabar dan berusaha sembuh,kakak tidak ingin kamu kaya tadi ngedown,apa yang kamu pikirkan de?mungkin kalau tadi tanpa bantuan doa Firman apakah Kakak bisa melanjutkan proses ini?"


"Ayo semangat Dek...kamu harus kuat jangan bersedih...." Eel berusaha membisikkan kata kata di telinga Lia yang masih tertidur karena pengaruh obat.


Eel pun meninggalkan Lia kemudian dia menuju ruang pribadinya dan menelpon Natasya untuk mengetahui kabarnya.


#Flazh Back Percintaan Eel dan Natasya#


Hubungan Eel dan Natasya sudah lama terjalin.Sudah Tiga tahun mereka menjalin hubungan.


Perkenalan mereka juga campur tangan dari adiknya.Waktu itu Lia sempat berkunjung ke Jerman untuk meninjau Rumah sakit yang didirikan Eel dengan Opa Markus.


Eel percaya hanya adiknya lah yang bisa memberi saran tentang pendirian Rumah sakit,karena Adiknya seorang pembisnis terhebat di berbagai bidang.


Dalam perjalanan ke Rumah sakit Lia terlibat perkelahian dengan seorang anggota geng yang termasuk sindikat penjual gadis untuk di jadikan P******.


Lia membantu seorang gadis yang berniat untuk kabur.Merasa hati terpanggil Lia langsung nembantu.Tak peduli kelompok yang menyerang terlalu banyak.Tapi Lia terus bertahan karena waktu itu anak buah dia yang di jerman masih sedikit,selama ini dia menganggap belum terlalu butuh keamanan yang banyak kecuali sekeliling Eel dan Opa Markus yang perlu di perketat.


Karena merasa terdesak dan dia baru menyadari kalau di tempat ini adalah sarang mereka di mana semua kekuatan penuh ada di pihak musuh.


Lia mengirim sinyal tanda bahaya lewat jam tangannya.Kebetulan ada beberapa orang anak buahnya di sekitar situ melihat tanda bahaya dari kelompoknya mereka langsung meneruskan sinyal ke pusat.


Tomas yang menjadi pimpinan di Jerman mendapat sinyal tanda bahaya dan dia tahu sinyal itu berasal dari atasannya langsung meluncur ke arah lokasi.


Walau masih keadaan terdesak Lia pun masih berusaha melawan,Emosi yang semakin memuncak membuat kepalanya sakit dan memecah kosentrasi.


Dalam itungan detik nyawa Lia di ujung tanduk.Ketua dari geng itu tambah emosi karena sudah banyak anak buahnya meninggal hanya menghadapi seorang gadis yang tidak mereka kenal.


Ketua Geng mengeluarkan pistol untuk mengakhiri Lia.Melihat semakin terdesak dan keadaan nyawa terancam,Lia berusaha konsentrasi penuh dan meredamkan emosi yang membuat kepalanya sakit.


Lia membaca doa dan menghentakkan kaki sekuat tenaga ketanah.


Dukkk.....


Seperti terkena gempa para perusuh pun berjatuhan.Pistol yang tergenggam berjatuhan,tapi sayang sebelum pistol jatuh ketua geng sempat menarik pelatuknya dan


Dorr....


Seiring dengan suara tembakan tubuh Lia roboh terkena tembakan.Para gadis yang di tolong menjerit.


Melihat dewa penolong mereka jatuh tersungkur.


Bersamaan itu muncul orang orang yang tak di kenal mulai meringkus para perusuh yang sudah berjatuhan dengan mengeluarkan darah dari mulut dan hidung.


Mereka tidak tahu kenapa para perusuh bisa jatuh dan mereka juga tidak tahu senjata apa yang bisa membuat para perusuh terluka.


Thomas yang menjadi pemimpin kelompok pendatang langsung menghampiri Lia.Melihat Lia terkena tembakan Thomas langsung membawa ke rumah sakit.


Dari peristiwa itulah ternyata salah satu dari gadis yang di jual adalah Natasya,semua para gadis di antar kerumah masing masing oleh anak buah Thomas.Hanya Natasya yang tidak tahu harus di antar kemana,karena selama ini dia hidup di sebuah panti asuhan yang letaknya jauh dari perkotaan.


Natasya hanya menangis dan takut pergi dari rumah sakit.Eel melihat merasa kasihan dan membiarkan Natasya tinggal di rumah sakit untuk membantu membersihkan Rumah sakit tersebut.


Natasya sangat senang dan terharu karena merasa punya pelindung.Eel sangat perhatian dan jatuh cinta.


Sebelum Eel benar benar jatuh cinta,Eel minta tolong adiknya untuk mengetahui Latar belakang Natasya.


Dengan kempuan yang di miliki Adikny Eel akhirnya tahu siapa Natasya sebenarnya.


Natasya adalah salah satu anak dari seorang anggota militer yang waktu itu kecelakaan karena mobil di sabotase.


Kecelakaan tersebut merenggut nyawa orangtua Natasya,tapi Alhamdulialah dengan kuasa Allah Natasya masih hidup dan di asuh oleh pemilik panti Asuhan yang tidak jauh dari tempat kecelakaan.


Beberapa hari yang lalu adalah kemalangan Natasya,seperti biasa dia berangkat ke pasar untuk membeli persediaan dapur panti Asuhan.Tapi di tengah jalan dia di culik dan di bawa ke kota untuk di jual dan di jadikan P******.


Di balik setiap peristiwa pasti ada hikmahnya.Seperti apa yang di alami Natasya di balik penculikan dan penjualan dia ternyata bakal mengetahui jati diri dia sebenarnya.


Dengan bantuan Lia dan anak buahnya akhirnya yang mensabotase mobil orang tuanya Natasya di ketahui dan Natasya di pertemukan oleh kakek dan Neneknya.


Kedekatan Eel dan Natasya pun berlanjut,dan kebetulan hubungan antara Kakek Natasya dengan Daddy Hendra sangat dekat karena kebetulan juga sama sama anggota FBI.


Dengan kemantapan hati dan persetujuan Adiknya Eel berencana meminangnya.

__ADS_1


#Flazh Back Of#


Sebenarnya rencana pernikahan sudah di tentukan yaitu tiga bulan kedepan tapi karena keadaan Lia yang tidak memungkinkan akhirnya Eel memutuskan untuk menunda pernikahan itu.


__ADS_2