C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB. : 40 Jangan Di tunda Pernikahan


__ADS_3

"Hallo...Assalamualaikum. .sayang.." Kata Eel di telpon.


"Walaikum salam Sayang.." jawab Natasya di balik telpon.


"Gimana kabar kamu?ni aku mau istirahat besok mau di ajak Oma untuk melihat gedung buat pernikahan kita nanti" Kata Natasya.


lagi.


"Aduh...Sayang kamu mau tidur ya?maaf kalau ganggu" Kata Eel .


"Ga apa apa Sayang..aku sangat senang sekali kamu telpon,karena selama ini kamu begitu sibuk banget dan seperti melupakan aku"


"Maaf Sayang emang akhir akhir ini sibuk,terlalu fokus di kesembuhan Dede,kamu tahu sendiri Dede adalah orang yang sangat berarti di hati Eel"


"Jadi aku tidak berarti sayang di kehidupanmu?"


"Bukan begitu sayang...kamu juga sangat berarti di hidup Eel setelah semua keluarga Eel"


"Ayolah...jangan cemburu seperti itu...mosok harus cemburu dengan adik sendiri"


"Habisnya aku merasa telah kamu abaikan?"


"Sayang maafkan Eel,mungkin emang Eel telah mengabaikan kamu dan terlalu fokus dengan kesembuhan Dede,tapi percayalah Eel sangat menyayangi kamu"


"Kamu tahu sendiri dari kecil sampai dewasa Dedelah yang selalu melindungi Eel,dan dia rela mengorbankan nyawanya untuk Eel,jadi apa salah sekarang di saat Dede membutuhkan Eel ,Eel selalu di sampingnya?" Kata Eel.


"Entahlah Sayang...mungkin aku emang egois..terkadang aku merasa cemburu karena kasih sayang kamu terbagi,tapi terkadang hati kecil ini memberontak bila ingat budi baik Dede untuk kehidupan Natasya sekarang"


"Jadi Aku mau belajar ikhlas cuma ga tahu apakah bisa?"


"Maafkan Eel Sayang..Eel akan berusaha untuk selalu adil" Kata Eel berusaha menahan perasaan agar tidak mengatakan niat sebelumnya.


"Ya udah Sayang...istirahatlah pasti kamu lelah?" Kata Eel lagi.


"Sayang..besok kita video call lagi ya ,aku ingin memperlihatkan gedung buat pernikahan kita dan tolong berikan pendapat tentang dekornya ya" Kata Natasya.


"sayang kamu yang atur ya...Eel setuju mana yang terbaik buat kamu" Kata Eel.


"Selamat tidur sayang...dan mimpi yang indah"


"Assalamualaikum....Muahh..."


"Walaikum Sallam..."


Eel menutup panggilan telponnya dan membaringkan tubuhnya di ranjang yang berada di ruang kerja.


Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Eel.Dari pagi keaadaan Lia sempat drop sampai proses kemoterapi hampir saja mengalami kegagalan karena Lia tidak bisa melawan rasa kesakitan tapi untung ada Firman yang membantu dengan doa sehingga membuat dedenya tenang.


Eel tidak tahu sampai kapan Dedenya dalam tahap proses seperti ini .Walau sedangkan sedikit ada perubahan Dia Sudah bisa merespon dan menggerakkan jari.


Eel pun di landa dilema apakah di hari pernikahan nanti Dedenya sudah sembuh,setidaknya sudah bisa bicara.Eel juga belum tahu apakah bisa dia meninggalkan Dede dalam proses seperti ini.


***Ya Allah De...


cepatlah sembuh...


biasanya di saat seperti ini kamu selalu membantu Eel


kamu selalu memberi solusi sesulit masalah yang Eel hadapi.


sekarang Eel ga tahu harus bagaimana De?


Di saat kamu sedang terpuruk


haruskah Eel bahagia di hari penikahan nanti?


Dede ingin mengundurkan acara pernikahan ini


tapi Eel tidak tega dengan Natasya


Karena kalian adalah orang orang yang sangat berarti dalam hidup Eel***?


Eel merasa lelah akan semuanya untuk berpikir akhirnya Dia terlelap.


"De...de...kamu dimana?" Eel mencari Lia yang tiba giba hilang di ruang perawatan.


Eel terus mencari sampai sudut sudut rumah sakit tapi hasilnya nihil.Hanya satubtempat yang belum dia cari yaitu ruang laborat yang biasa Lia gunakan untuk menuangkan Experimennya.


Mungkinkah kamu di sana De?tapi buat apa?


Eelpun melangkah keruang Laborat.Dia mengeluarkan kartu akses untuk masuk ke ruang itu.Karena hanya orang orang tertentu yang bisa masuk dan orang itu adalah pilihan Lia sendiri


Setelah masuk di dalam Eel melihat Lia sedang mengetes sebuah formula.


"Assalamualaikum...Dede kamu disini?lagi ngapain?" Kata Eel menghampiri Lia.


"Walaikum salam kak...maaf Dede kesini tidak bilang bilang,soalnya Dede lagi uji coba obat yang harus Dede konsumsi" Kata Lia masih sibuk dengan pekerjaannya.

__ADS_1


"Dede da bisa jalan?" Kata Eel sambil melihat dan memperhatikan Adiknya di mana Dia sydah bisa bergerak dan berbicara lancar walau tubuh dan mukanya masih seperti mayit hidup.


"Kakak bisa lihat sendiri keadaan Dede kan?"


"Kenapa tidak minta tolong Kakak aja"


"Tadinya Dede ingin minta tolong Kakak,tapi Dede tahu Kakak cape dan banyak pikiran,jadi Dede lakuin sendiri aja biar obatnya bisa segera di minum Dede,dan Kakak fokus ke pernikahan Kakak"


"Soal pernikahan ga usah di bahas dulu De,yang penting Dede sembuh"


"Tenang aja Dede uda baik kok,Kakak sebentar lagi mau merit,fokuslah dulu ga usah di tunda"


"Kasihan Kak Natasya....Dede ga mau Kak Nat kecewa karena Dede"


Tapi De..."


"Kakak tenang aja,Dede baik baik aja,pasrahkan ama Suster Tania aja,Dede percaya dia bisa bantu Dede,terus Kakak bisa merekomendasi seoarang asisten Dokter buat menjaga Dede"


"Kakak harus Fokus di hari pernikahan nanti,dan ini rekomendasi Dede buat pernikahan Kakak di Jerman di situ ada Tempat,dekor dan gaun pengantin,coba di diskusikan dengan Kak Nat. .kalau Dia setuju di situ sudah ada No telpon yang bisa di hubungi,bilang itu dari Dede"


"Kalau Kak Nat...ga setuju ga apa apa terima aja keinginan Kak Nat dan jangan bikin Dia kecewa" Kata Lia sambil memberi sebuah katalog pernikahan


"De...apakah ini adil bagimu?"


"Ha...ha...dasar Kakak dodol,kenapa bisa berkata seperti itu,Dede baik baik aja kok...malah kalau Kakak membatalkan atau mengundur Pernikahan itu akan membuat Dede sedih dan akan menyalahkan diri Dede sendiri hanya karena Dede sakit Kakak harus mengorbankan kebahagiaan sendiri"


"Udah..ga usah ragu lihat Dede udah sehatkan?" Kata Lia sambil melihat kan expresi wajah yang bikin gemes Eel.


Eel ketawa dan memeluk Dedenya.Udah lama Dia tidak seperti ini.Eel menangis sambil memeluk Adiknya.


"Udah...ga usah menangis,semuanya akan baik baik aja,sekarang fokus dan fokus akan pernikahan biar Mommy,Daddy,Opa Markus dan Oma Palupi nanti ikut membantunya." Kata Lia sambil menghapus air mata Eel.


"Sedangkan kamu gimana Dek?"


"Tenang aja Kak...kan ada Suster Tania dan Asisten Dokter yang pernah bekerja sama dengan Kakak di Jerman." Kata Lia.


"Maksud kamu Brian?" Kata Eel


"kayanya Kak...coba kamu tanya Hendra,kalau ga salah barusan ada pemindahan tugas Fokter dari Rumah Sakit di Jerman ke Rumah sakit sini atas permintaan Opa Markus" Kata Lia.


"Udah ya..Kak..Dede capek mau istirahat dulu,o ya itu obatnya baru jadi mentahnya tolong di lanjut ya..."


"Assalamualaikum..."


Kriing... kring....


"Astaghfurullahaladzim... siapa sich yang telpon ganggu orang tidur aja"


Kata Eel masih memejamkan mata sambil meraba raba nencari Handponenya.


"Hallo Assalamualaimum..." jawab Eel masih males malesan.


"Walaikum salam...wah enak ya malah tidur tiduran...gimana kabar Dede?bukannya tadi sempet kehilangan kesadarannya?udah baikan?" Kata Opa Markus di telpon.


"Dede baik baik aja Opa,malah Dia baru aja dari laborat membuat obat?" Kata Eel masih memejamkan mata.


"Hai..dodol loe ngimpi pa ngigau,mana ada tadi baru di kabari kalau dede sempet kritis ,mosok udah bisa bikin obat?jangan ngacau kamu,da ayo bangun...bangun " teriak OPa Markus di telpon.


"Iya Opa ni udah bangun,apa salahnya sich Dede istirahat sebentar?" kata Eel sambil mengucek ucek matanya.


"Lagian Opa sich...kok ga percaya ama Eel,barusan Eel lihat kalau Dede bikin obat di ruang Laborat"


"Dia juga memberi katalog pernikahan " Kata Eel lagi.


Tok...tok...


"Assalamualaikum.. Dok..." kata orang di balik pintu.


"Walaikum salam....ada apa apa?" Kata Eel sambil membuka pintu.


"Anu...Dok...itu..." Kata Perawat berusaha mengatur nafasnya.


"Anu ...itu...apa?jangan bikin saya bingung" Kata Eel masih memegang handpone nya


"Itu...pasien Dokter mengalami kejang kejang lagi?" Kata Perawat lagi.


"Apa...Dede kejang kejang?mana mungkin?tadi?" Eel langsung tersadar berarti apa yang di alami tadi mimpi tapi seperti nyata.


Dede panik langsung berlari menuju ruang perawatan Lia.Opa di seberang telpon teriak teriak,mendengar keadaan cucunya kejang kejang lagi Tapi Eel tidak menggubrisnya karena dalam pikirannya hanya satu keselamatan Adiknya.


Opa putus asa karena diabaikan Eel.Dia menelpon Mommy Ririn dan meminta menuju ke ruang perawatan Lia.


Mommy Ririn yang baru aja terjaga dari mimpinya,yang bertemu Lia dan meminta segera mengurus pernikahan Eel.Antara nyata dan tidak Mommy Ririn masih bingung karena dalam mimpi kondisi Lia sudah sehat.


Tiba tiba Opa Markus telpon dan mengabarkan kalau Lia kejang kejang langsung menuju ke ruang putrinya.


Dia baru menyadari barusan hanya mimpi dan sekarang anaknya masih berjuang hidup dan mati.

__ADS_1


Suara tanda darurat di Rumah sakit berbunyi dan memecahkan konsentrasi para Dokter.Termasuk Dokter dokter utama yang tergabung pada tim Khusus kesehatan keluarga Wijaya.


Tanda darurat itu menandakan kalau pimpinan mereka dalam keadaan kritis.Dokter Hendra yang menjadi ketua pimpinann tersebut segera berlari menuju ruang perawatan pimpinan mereka di susul tim tim Dokter bawahannya.


Semua Tim Dokter khusus berkumpul dalam satu ruang dan mereka bekerja sesuai keahlian masing masing memasangkan alat yang di gunakan khusus keadaan darurat untuk menolong pimpinan mereka.


Dengan arahan Opa Markus lewat handpone Mommy Ririn mereka bekerja.Peluh dan airmata menjadi satu,mereka berharap pimpinan yang mereka sayang bisa bertahan dan mau berjuang untuk melawan penyakitnya.


Satu jam mereka berkutat,dan berjuang untuk menyetabilkan keadaan Lia,akhirnya berhasil.Tim dokter menarik nafas lega karena masa kritis pun telah terlewat.


Mereka semua menangis dalam haru,dan membayangkan resiko resiko yang akan terjadi.


Eel dan Mommy Ririn akhirnya bersandar di tembok untuk mengendorkan urat urat tegang mereka.


"Alhamdulilah...." ucap Semua tim Dokter yang ada di ruangan tersebut.


"Kita sudah terlepas dari masa kritis Ketua dengan segala perjuangan kita bersama" Kata Dokter Hendra memecahkan kesunyian di ruangan itu.


"Terima kasih atas perjuangan kalian,tanpa kalian saya tidak bisa melewati ini semua." Kata Eel


"Dokter Eel...ketua adalah nafas kami,Ketua adalah kehidupan kami maka dari itu dengan sekuat tenaga kita akan membantu penyembuhan Ketua" Kata Dokter Fajar.


"Benar Dokter Eel...Kita semua pasti di sini sangat mengharapkan Ketua akan sembuh dan kembali sembuh seperti dulu lagi karena Dia adalah motivasi kami" Kata Dokter Riana.


"Dokter Eel apa belum ada petunjuk tentang Obat sebagai penyembuhan Ketua?"Tanya Dokter Hendra.


" Sampai saat ini saya belum mendapatkan Obat itu,coba nanti saya ke laborat Adik saya karena tadi saya bermimpi dia sedang membuat Obat untuk penyakitnya mungkin itu sebagai petunjuk" Kata Eel .


"O..ya Dokter Hendra apa betul ada Asisten Dokter dari Jerman yang di pindah tugaskan ke sini?" Kata Eel untuk memastikan petunjuk dari mimpi.


"Hai bocah Dodol.. emang Opa yang menyuruh asisten Dokter itu untuk bergabung dengan tim kalian sesuai permintaan Dedek" Kata Opa Markus di layar komputer yang masih tersambung di sana.


"Apa permintaan Dedek Opa? " Tanya Eel.


"Iya..kayanya Dedemu menggunakan kemampuannya untuk menghubungi kita lewat mimpi,seperti tadi katanya kamu ketemu Dede sedang membuat Obat dan memberi kan katalog pernikahan coba kamu ke ruang Laborat mungkin disana ada petunjuk" Kata Opa Markus lagi.


"Baiklah Opa saya akan kesana dan Dokter Hendra coba kamu persiapkan Asisten Dokter itu untuk bekerja dengan saya karena waktu hanya satu bulan dan saya akan kembali ke Jerman dulu,itu juga permintaan Adik saya"


"Dan untuk kalian semua terimakasih dan sekalin kembalilah ke tempat kalian masing masing,nanti kalau ada kebutuhan mendesak kalian harus sudah siap."


"Terutama untuk bagian laborat habis ini adalah kerja keras kalian yang di butuhkan" Kata Eel lagi.


Para Tim Dokter khusus pamit dan kembali ke tempat masing masing.


Eel dan Mommy Ririn keluar dari ruang perawatan Di dalam ruangan Dokter Eel sudah menugaskan Suster Tania untuk memantau keadaan Lia.


Sampai di luar ruangan telpon Eel berbunyi dan tertulis nama Davin.


"Halo Assalamualaikum Kak.." Jawab Eel di telpon


"Walaikum sallam...gimana kabar Dede dia baik baik ajakan?"


"Alhamdulilah sudah membaik walau tadi sempat kejang kejang"


"Syukur Alhamdulilah berarti Usaha kami berhasil"


"Maksud Kakak?" Tanya Eel tidak paham.


"Tadi Abah mendapat firasat kalau Dede butuh bantuan,kayanya dengan tubuh lemahnya dia menggunakan kemampuannya untuk berkomunikasi,jadi karena harus menguras energi yang banyak Dedek ga bisa memulihkan tenaganya kembali,jadi Mungkin Dia menghubungi Abah terus Abah minta bantuan Aku,Pak Arfif dan Firman sendiri" Kata Davin


"Jadi apa karena dia kejang kejang tadi energinya hilang?"


"Bisa jadi...tapi Alhamdulilah semua sudah terlewatkan kan ?" Tanya Davin.


"Ya..Alhamdulilah Kak...maaf Eel tidak mengerti apa yang terjadi " Kata Eel.


"Ga apa apa El,ga semua orang akan mengerti hal seperti itu harus punya keyakinan senduri,Aku aja ga pernah mengerti akan ilmu kedokteran juga kan?" Kata Davin.


"Ya...Kak Eel mau seperti Dede yang mengerti segalanya ternyata ga bisa,otaknya udah buntu" Kata Eel


"O..ya tadi katanya di bantu Firman,emang ketrmu dimana?" Tanya Eel.


"Kebetulan kita datang di satu majelis dan Abah dapat firasat pas kita Istirahat makanya Abah langsung mengajak berdoa di Masjid dekat sini" Jawab Davin.


"Eel...apa selama ini Firman belum tahu keadaan Dede?" Tanya Davin.


" Belum Kak biasa itu permintaan Dede sendiri,Eel tidak bisa melarang"


"Kenapa Dede harus nutupi ini semua ya?terus kapan mereka akan menikah?Aku da risih lihat kedekatannya ama tu patner Sholawat Dia" Kata Davin dengan nada kesal.


"Kak...Kak yang sabar to,Dedek aja yang jalani ga masalah ....kakak kok yang sewot"


"udah dulu ya mau nyiapin keperluan Dede ,salam buat Abah"


"Assalamualaikum..."


"Walaikum salam"

__ADS_1


__ADS_2