
"Maaf pak saya maju ke depan?" jawab Lia sambil mayunkan mulutnya.
Guru killer melihatnya hanya tersenyum,Pingin banget narik hidungnya yang menggemaskan seperti biasa nya kalau mereka bercanda.
Awas kamu dik.. menggodaku ya..**Batin Guru killer**
"Ya kamu...sini maju!yang bikin masalah kan kamu" kata Guru killer menahan ke gemasannya pada lia.
Dengan santainya Lia maju.
Awas Lo kak macam macam ama gue,gue tarik tuh hidung Pinokio.
"Perkenalkan namamu!Perintah Guru Killer.
" Namaku LIA..."
"Nama lengkap?"
"MACHELIA ANDHINI"
"cuma itu?"
"Iya ..."
"Ga ada yang lain?embel embel nama keluarga?"
"Ga ada..."
"Kamu ga bohong?" desak Guru Killer
"Idih bapak pemaksaan sich...emang namaku itu doang?" kata lia sambil melotot.
"Oc...sekarang kamu kerjakan Soal Bab 1 tentang perakaran,dan kamu kerjakan di depan kelas sambil menjelaskan pada teman temanmu" kata Guru killer kemudian
"Sekarang pak?"
"La iya sekarang?besok?" jawab guru killer tegas.
"Tapi kan Bapak belum menerangkan Bab itu?gimana bisa ngerjainnya?" tanya lia sambil geleng geleng.
"lho kamu katanya pinter makanya tidur di kelas?lagian pelajaran ini mengulang pelajaran SMP?" jawab Guru Killer.
Lia menghembus nafas dengan kasar,tanda menahan emosi.
Guru killer menyembunyikan senyum tipis nya.
"Rasain ..kena kan kakak kerjain...he..he.."
"Awas Lo kak gue adu in ke Abah"
"Adu in aja...pasti Abah belain kakak..kamu kan muridku jadi wajar kakak menerapkan disiplin..."
Perang batin mereka.
Lia pun mengambil buku di atas meja guru,dan membuka Bab yang di tentukan,sekilas dia membaca dan mengangguk angguk tanda mengerti apa yang di tulis di buku.
"Ayo kerjain.." Kata Guru Killer memecah konsentrasi lia.
"Sabar napa pak?emang saya ga boleh mempelajari dulu" jawab lia masih konsentrasi di bukunya.
Setelah memahami dia pun maju mengarah ke komputer,terus dia menjelaskan soal soal yang ada lewat komputer yang sudah di sambungkan layar proyektor.
Semua anak memperhatikan dengan seksama agar paham yang di jelaskan temannya,karena mereka tahu pasti habis ini guru killer itu akan memberi soal apa yang sudah di terangkan.Mereka ga mau bermasalah dengan guru killer karena ancaman tidak naik kelas.
Ternyata otakmu masih genius dik,walau lagi emosi.
Satu persatu soal sudah di jawab dengan lia,Lia pun menjelaskan sampai temen temennya mengerti.
"Udah pak?gimana bener ga jawaban saya?" tanya lia setelah menyelesaikan tugas nya.
Guru killer hanya mengangguk.
"Baik pak kalau udah selesai aku mau ijin dulu" kata lia kemudian.
"Ijin kemana?" tanya Guru Killer.
"Mau Absen..." jawab Lia langsung keluar tanpa menunggu persetujuan dari gurunya.
Guru Killer melirik jam tangannya,
Astaghfirullah...aku juga belum absen?batin Guru Killer.
"Baik anak anak pelajaran hari ini kita cukupkan sekian,besok kita lanjut bab berikutnya dan Bapak harap kalian sudah bisa mengerjakan soalnya seperti temen kalian tadi" kata Guru killer
"Assalamualaikum...."
"walaikum salam..." jawab mereka serempak.
......................
Setelah ijin keluar dengan guru killer nya,Lia menuju ke mushola untuk melakukan Sholat Dhuha,setelah melaksanakan Sholat dhuha dia tak lupa membaca Alquran ,untuk menenangkan hati yang dari tadi dia terbawa emosi.setelah membaca Alquran hati dia pun agak sedikit tenang.
*Ya Allah maafkan HambaMu ini,belum bisa menahan emosi,maafkan Hamba Mu ini kalau belum bisa menghilangkan nafsu amarahku.
Abah kau benar walau sekuat apa pun lawan yang aku hadapi masih bisa aku kalahkan,tapi ternyata musuh yang paling terberat ku adalah melawan nafsu amarahku sendiri,aku belum bisa melawannya Abah....aku harus gimana hiks hiks hiks*...
__ADS_1
Tak terasa air mata pun mengalir deras,Lia merasakan kehampaan dan kekosongan jiwa karena dia belum lulus ujian untuk menahan nafsu amarah.
Lia masih terdiam dan terus berdoa.
Di shaft putra ada 2 pasang telinga yang mendengarkan lantunan Al Qur an,tapi setelah mendengarkan beberapa ayat suara itupun tiba tiba hilang.
Kenapa kamu berhenti membaca Bidadariku,aku sangat hanyut dengan bacaanmu,aku rindu suara itu,apakah kamu baik baik aja di sana,Dari nada suaramu kamu lagi bersedih,apakah kamu baik baik aja.Batin Firman.
Ternyata salah satu pasang telinga itu adalah Firman,Dia juga habis menyelesaikan Sholat Dhuha.
Adhik kamu ga papa kan?maafkan kakak yang udah membuatmu marah.Kakak hanya menguji amarah apakah kamu sudah bisa mengatasi nafsu amarahmu atau belum?seperti apa yang di diamanatkan ke Abah,aku harus menjaga mu aku harus bisa mengajarimu menahan amarahmu,agar Khodam yang mengikuti mu tidak menguasai jiwamu,agar kamu bisa menaklukkan Khodam yang mengikuti mu,sehingga kamu akan menjadi Pribadi yang baik dan Sholehah.
*Flash baCk on *
***Davin tolong jaga adikmu,khodam kakek buyutmu lebih suka menemani adikmu,kasihan adikmu kalau dia tidak bisa menguasai khodam itu sendiri,dia akan di kuasai Khodam itu sendiri yang akan merugikan kehidupan kelak,bimbinglah dia agar bisa menahan nafsu amarah,itulah musuh terbesar nya dia.
Abah sudah berusaha melatih selama satu bulan ini agar bisa menahan nafsu amarahnya,tapi Abah belum berhasil,semoga suatu saat dia bertemu jodohnya yang bisa membantu menguasai khodam itu seutuhnya.
*Flash back*** *****off******
MUHAMAD DAVIN MAULANA WIJAYA,ternyata yang mempunyai sepasang telinga satu lagi.
Dia adalah guru killer yang di segani anak anak sekolah tersebut.Dia berwajah tampan,tapi bawaan yang jutek,dingin,dan galak itu yang membuat hati muridnya pun ciut bila ingin mengambil hatinya.Tapi sebenarnya hatinya baik dan penyayang.
Davin Maulana Cucu dari Abah yusuf kakaknya Oma Palupi,jadi Davin merupakan saudara dari Lia,yang di beri amanat untuk selalu menjaga Lia.Dia bekerja sebagai guru di sekolah tersebut karena Abah Yusuf juga pemegang saham ke 2 setelah HENDRA WIJAYA poppy nya Lia.
Setelah melaksanakan Sholat Dhuha Davin tidak lupa berdzikir,dan kemudian mendengar lantunan ayat suci Alquran yang di bacakan Lia.Dan Davin tahu dengan lantunan tersebut Jiwa adiknya sedang tergoncang karena amarah,makanya dia bantu mengirim kalimat dzikir untuk menenangkan jiwa adiknya sedang rapuh.Sambil berdzikir Davin melirik salah satu muridnya yang juga lagi mendengarkan lantunan yang di baca Adiknya.
"Jangan diam saja nanti kamu terlena,dengan suara itu,kirimkan lah dzikir ...kamu tahu jiwanya sedang tergoncang" kata Davin kepada Firman.
Davin tahu muridnya adalah seorang Ustad muda yang sudah sering berdakwah di berbagai tempat,dan dia adalah putra dari salah satu pemilik pondok pesantren terbesar di kota ini,dan juga sahabat Abah Yusuf.
Dari tatapan Firman, Davin tahu kalau muridnya ini menaruh hati pada adiknya.
Semoga perasaan kakak ga salah dik...kamu di cintai ustad muda ini,semoga kamu jug bisa mencintainya seperti yang pernah kamu bilang pingin punya suami ustad yang bisa membantu menguasai khodam leluhur kita dan menuntun kamu.Batin Davin sambil meneteskan airmatanya.
Setelah merasa cukup berdzikir,dan sudah tidak mendengar suara adiknya,Davin pun bangkit mau melanjutkan mengajar,dan jadwalnya sekarang di kelas Firman.
Firman Pun bangkit dan tersenyum pada Davin.
"Kamu sudah selesai?terima kasih kamu sudah bantu dzikir untuk dia" kata Davin sambil menepuk bahu Firman.
"Sama sama Pak..."
"Tapi maaf Pak bagaimana bapak tahu kalau hatinya terguncang?apakah bapak kenal dia?" tanya Firman.
"Dia bukan siapa siapa...tapi dari bacaannya kamu juga merasakan kan kalau dia lagi sedih?"
"Sudah ayo masuk sekarang pelajaran bapak kan?" ajak Davin sambil menarik tangan Firman ke arah kelas,.
Mereka pun berjalan bersama menuju ke kelas.
Setelah Firman masuk Davin mengirim chat ke ponsel Lia.
"*Assalamualaikum adik cantik....gimana perasaan adik udah baikan kan?
" Walaikum salam kakak pinokio ,alhamdullilah adik baik aja aja,makasih ya kak udah bantu adik dengan mengirim dzikir sehingga adik bisa menguasainya,tapi ada yang masih mengganjal di hati adik ada kiriman dzikir yang lain dan berbeda ,dan itu bukan punya Abah maupun kak Davin"
"Dzikir itu sangat dahsyat,yang bisa menentramkan gejolak di jiwa adik,makanya adik begitu cepat mengendalikannya"
"Apakah kakak tahu pemilik dzikir itu?"
"Sudah lah dik ga usah terlalu di pikir pemilik dzikir itu yang penting kamu sekarang bisa tenang"
"Baiklah..kak aku ga akan memikirkannya,
" Oh..ya kayanya ada maunya nich hubungi adik?
"Ha...ha..adikku tahu aja..
" Nah kann bisa di tebak ...
"Iya adik cantik...kakak cuma minta tolong bawa buku kakak yang ketinggalan di kelasmu antar ke kelas XII F ya,kakak tunggu di sana..
" Assalamualaikum....
"Walaikum sallam*...
Buset dah ni orang apa ga tahu kaki gue masih sakit...baru aja menaruh pantat di kursi eh...uda di suruh lagi.
Dengan bermalas malasan Lia pun beranjak menuju meja guru.
" Hai Lo tunggu..."teriak Tasya dan menghampiri Lia.
"Ada apa?" tanya Lia.
"Lo ngapain kok pegang pegang bukunya Pak Davin?"
"O...ini gue di suruh Pak Davin antar bukunya di kelas XII F" jawab lia.
"Emang kapan nyuruhnya?" tanya Tasya soalnya tadi Lia keluar dan baru kembali.
"Tadi ga sengaja ketemu di depan Mushola" jawab Lia.
"Permisi...gue antar buku ini dulu ya" kata Lia sambil mengayunkan langkahnya.
__ADS_1
"Eits..tunggu dulu,biar gue aja yang antar, loe kan baru balik di sini,nanti kalau di tanyain BU AGNES gimana?Lo tadi udah di tanyain " kata Tyas sambil merebut buku di tangan Lia.
"Serius mau Lo antar?kalau gitu silahkan...biar gue ga di marahin ama Bu Agnes karena keluar kelas kelamaan" kata Lia sambil memberikan buku Pak Davin.
Tyas pun pergi ke kelas XII.
Setelah kepergian Tyas,Lia kembali ke tempat duduknya dan mengirim WA ke DAVIN
"Assalamualaikum kak,maaf yang antar buku bukan aku ya..tapi penggemar setiamu..wkwkwk"
"*Walaikum sallam..dik,kok bisa?terus siapa yang antar?
" Ada deh.. nanti Kakak tahu sendiri...
"Udah dulu ya Bu Agnes uda masuk
" Assalamualaikum....
"Walaikum sallam*....
Dik...dik kakak nyuruh kamu antar buku ke kelas ini berharap kamu bisa ketemu Firman..kakak pingin tahu apa kamu juga punya perasaan seperti Firman yang mencintaimu,gumam Davin.
Tok...tok...tok
" Masuk..."jawab Davin
"Maaf pak ini buku Bapak ketinggalan di kelas" kata Tyas sambil tersenyum menggoda.
"Terimakasih...taruh aja di meja" jawab Davin tanpa menoleh dan dia masih melanjutkan mengajar.
"Permisi pak...saya kembali ke kelas" jawab Tyas menahan kekesalan karena di abaikan Guru idamannya.
"Ya...Tolong tutup kembali pintunya" jawab Davin dingin.
Dik...dik kakak kira siapa?ternyata anak yang ga punya sopan santun.
...****************...
"Hai Brian serius amat?Bu agnes kasih tugas apa?" Tanya Lia
"Ini suruh meringkas BAB 1,terus suruh ngerjain soal" jawab Brian.
"Lo dari mana?"
"Tadi habis dari Mushola" jawab Lia sambil membuka buku.
"Tadi makasih ya uda bela in gue .."
"Santai aja bro...anak kaya gitu emang harus di lawan,kalau ga kita di injak injak terus"
"Gue salut ama Lo,baru kali ini ada yang berani ama geng mereka,tapi ati ati dengan kekalahan mereka hari ini ,pasti akan berkelanjutan," kata Brian lirih.
"Untung hari ini ketua mereka ga masuk,gue ga yakin kalau Lo bakal menang melawan dia" kata Brian lagi.
"Ketua?emang ketuanya siapa?gue kira cowok dingin itu?" kata Lia sambil melihat kearah cowok yang tadi menolak dia duduk di sebelah nya dan hampir aja meninju mukanya
"Bukan...bukan dia?" kata Brian sambil bebisik.
"Gue mohon jangan bikin ulah ama geng mereka lagi ya.. gue takutnya Lo kenapa napa" kata Brian kemudian.
Lia hanya tersenyum,mendengar nasehat Brian.
Aduh mak...senyumnya ga nguatin. ***Batin Brian.
...****************...
Kriing***......
Suara bel berbunyi tanda istirahat.
Anak anak pun sangat gembira,karena mereka terbebas dari beban pelajaran yang sangat menggila.
Satu persatu anak anak meninggalkan kelas,ada yang ke kantin,ke ruang perpustakaan atau cuma ngobrol di luar kelas.Setiap jam istirahat semua di larang di dalam kelas.
"Ya ..ke kantin yuk" ajak Kayla.
"Boleh lah...yok Brian ke kantin!" ajak Lia.
"Ga.. ga usah gue pingin ke perpustakaan aja" tolak Brian.
"Ntar ke perpustakaan bareng gue aja,gue juga pingin ke sana"
"Udah ayo ...ga usah paKe mikir!ajak Lia sambil menarik tangan Brian
" Ayo Kay...jel...!ajak Lia
"Ya..tadi Lo hebat" kata Angel mengacungkan jempolnya.
"Hebat apaan?biasa aja..." kata lia sambil melangkahkan kakinya ke kantin.
"Ya hebat ya..kamu bisa mengalahkan geng mereka yang selalu menghina dan mencemooh kita yang lemah.Banyak para guru yang ga berani mengusik mereka,karena kekuatan dan kekuasaan keluarga mereka,terutama kekuatan dari keluarga Rian yang menjadi ketua mereka" kata Angel kemudian.
"Siapa..Rian..?" tanya Lia sambil mengingat ingat sesuatu tapi entah apa..
"Ya ...Rian,hari ini dia ga masuk,katanya semalam habis kecelakaan diarea balap motor" kata Angel setengah berbisik takut ada yang denger.
__ADS_1
Lia pun terkejut,apakah Rian yang semalam menantang dia balap motor,Rian yang hampir mati di depan mata dia,Lia pun bergidik membayangkan kecelakaan semalam dia alami...
"Lia..kenapa kamu?" tanya Kayla melihat ekspresi temannya