C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB XIII :Singa Betina bangun dari tidur


__ADS_3

Siapa yang menculik kamu dik...apa musuh besar keluarga kita...bukannya selama jati dirimu selalu kamu tutupi sehingga ga ada yang tahu siapa kamu sebenarnya...Ach...kok buntu sich...


Tangan Davin memukul mukul kemudinya...Dia merasa bersalah tidak bisa menjaga amanat Abah,


Ya Allah. .beri aku petunjuk kemana aku harus mencari adikku.


Walau hari hari kalau bertemu selalu di hiasi pertengkaran kecil,Davin tetap sayang ama adiknya karena dia adalah teman bercanda,bermain,bertengkar,temen sharing bahkan temen curhat.


Ding...


Vin..posisi loe dimana...ni gue lagi ngelacak keberadaan adik lewat GPS ponselnya..


Gue masih di dalam kota..


Loe putar haluan ni posisi koordinat Gps menuju puncak Bogor.


Oc..gue akan arah sana.


Ya..nanti gue kabari lagi,sekalian gue kirim pasukan bayangan arah kesana.


Tunggu Ar..maksudnya pengawal dari kantor?


Iya....


Emang ga berlebihan Ar..kita ga tahu yang menculik adik itu siapa?entah itu dari musuh Keluarga Wijaya atau dari musuh pribadi adik sendiri.


Loe tahu sendiri jati diri adik masih tertutup rapat,jadi mana mungkin kalau itu musuh dari keluarga Wijaya..


Menurut gue itu musuh pribadi dari adik,loe tahu sendiri adik selalu berurusan dengan preman,apa mungkin ini dari salah satu mereka...?


La terus menurut loe gimana Vin...


Menurut gue loe kirim pasukan bayangan tapi dengan pakaian biasa yang tidak menimbulkan kecurigaan dari keluarga Alexander.


Oc...vin gue kirim anak buah gue dengan pakaian preman.ni dach ketemu kayanya ini lokasi ke arah Vila di puncak Bogor.


Anak buah gue udah ada di sana..


nanti mereka pake kode Elang 1


Davin membawa mobilnya ke arah puncak,dia berharap kedatangannya tidaK terlambat menolong.


Tunggu kakak dik...semoga kamu baik baik aja.


...----------------...


Busyet..dach capek juga gue acting pura pura pingsan...emang gue di bawa kemana sich...kok kayaknya jauh amat.Runtuk lia di bawah pentup kepala.


Lia inget waktu dia lagi nunggu Davin di halte tiba tiba ada dua orang langsung menutupi kepalanya dan memaksa untuk masuk mobil.Dia sempet berontak ..tapi lama lama ada bau yang membuat jiwa melayang...hampir aja dia lepas kendali,Lia menyadari kalau dia lagi diberi obat bius,makanya dia langsung menutupi jalur pernafasannya sebelum obat bius menguasai.


*Apa gue pura pura pingsan ya...biar gue tahu siapa yang culik gue...apa musuhnya Perusahaan Wijaya atau orang orang yang dendam ama gue ya.


Busyet..ni dimana ya*...


"Hai..gimana tuh anak masih pingsan?" kata orang di luar sana.


"Kayanya sich...dari tadi tanpa bergerak


" Semoga aja dia pingsan beneran..biar kita ga di marahi Boz muda.."


Boz muda siapa ya...apa dari keluarga Alexander?seperti yang di katakan Brian di bawah alam sadarnya kalau anak anak mereka sengaja di masukkan di sekolah Wijaya untuk mencari penerus wijaya yang sesungguhnya.


Tapi kalau mereka tahu gue penerusnya dari mana perasaan ga ada yang tahu selain keluarga gue...


"Gimana mobil yang ngikuti mobil kita udah di beresin belum..." kata Bandit


"Tenang aja mereka ketinggalan jauh,mungkin kalau sudah di tempat sepi bakal di habisi " kata Bandit yang satunya.


*Siapa yang membuntuti ,apa kak Davin?


Ya Allah...lindungi orang orang yang mau membantu hamba...


Apa gue panggil pakai telepati ya..kak Davin*.


Dengan keadaan mata tertutup Lia berkonsentrasi untuk bisa menghubungkan mata batinnya dengan Davin.Lama dia membaca doa agar bisa berkomunikasi dengan Davin.


"*Assalamualaikum kak davin...kakak bisa mendengar suaraku..."


"Walaikum sallam adik..." jawab Davin sambil memberhentikan mobilnya untuk berkonsentrasi mendengar panggilan lia


"kamu di mana ...ni kakak lagi mencari kamu.


" Aku ga tahu kak..mataku di tutup,cuma kalau di rasahakan udaranya seperti di puncak...


"Ya...tadi Ardian uda kasih tahu koordinat GPS posisi kamu katanya menuju vila yang ada di puncak


" O..bang Ardi tahu kalau aku di culik


"Ya..dik tadi dia Wa kakak, nanya kamu ada di sebelahku atau ga katanya perasaannya ga enak


" dan maaf dik tadi kakak lupa kalau ada janji ama kamu,Kakak lagi meeting ama Bu Rosa.


"Gapapa kak...o ..ya kak selama perjalanan apa ada yang mengganggu ...


" Ga ada dik..ni kakak lewat Tol biar cepet...dan tidak ada halangan apapun....emang kenapa?

__ADS_1


"Ga papa kak...cuma tadi adik denger kalau ada yang bututi mobil yang bawa adik,terus mereka menyuruh menghalangi biar tidak bisa mengejar kami,


" Adik kira itu kakak....


"Terus siapa ya kak...?adik takut dia kenapa napa soalnya mereka merencanakan di tempat sepi mau di habisi...


" wah...siapa ya dik..kakak juga ga tahu...


"Ardian masih di jakarta dia hanya nyuruh anak buahnya yang di puncak.


" Aduh. ..siapa ya kak,adik jadi kasihan ama dia...


"Adik bisa minta tolong ga...?


" Tolong cari dia dan lindungi dia kak...adik ga ingin orang orang yang niat bantu adik kenapa..napa..


"La kamu gimana dik...kalau kakak kelamaan menemukan kamu..


" Kakak tenang aja adik masih bisa jaga diri...adik percaya anak buah Bang Ardi akan menemukan adik,dan Allah masih nenjaga kita kak...


"Udah dulu kaka ini kayanya mobil uda sampai soalnya tidak ada pergerakan...


" Assalamualaikum


"Walaikum salam*


"Coba loe bangunin dia bener bener pingsan apa udah koit."kata Bandit lagi.


" Hai...bangun..."bandit itu membuka titup kepala Lia dan menyiram dengan air putih.


Lia...pura pura terkejut dan memperlihatkan mimik orang yang baru sadar dari pingsan.


Semoga acting gue sempurna...kalau sempurna besok gue mau bilang oma ga mau jadi C E O tapi jadi Ratu Sinetron aja...ha..ha


"Aduh...dimana ini bang..?" sambil pura pura mengucek matanya.


"Loe dah sampai di vila Boz gue...." kata Bandit itu


"Emang Boz abang siapa?"


"Uda ga perlu tanya?nanti di dalam loe tahu sendiri" kata bandit itu sambil menyeret lia ke dalam rumah.


"Aduh pelan..pelan napa bang sakit tahu...." kata Lia sambil melepaskan cengkeraman tangan dari bandit.


"Aduh..awas loe ya" kata bandit.


Dua bandit pun menyeret Lia masuk kedalam Vila dan memasukkan ke salah satu kamar


Sampai di kamar Lia di dorong tepat di belakang kaki seorang pemuda yang masih memakai seragam sekolah SMA.


"Ini Boz uda kami bawa anak itu,nanti kalau uda selesai boz bersenang senang bolehlah kita mencicipinya...soalnya tubuhnya sangat menggiyurkan...ha..ha.."


"Kau..." teriak Lia setelah tahu siapa boz muda tersebut.


"Ha..ha..apa kabar gadis sombong,belagu dan miskin?" kata Boz muda tersebut.


*Busyet dach..ternyata Roy yang sudah menculikknya,bener juga kata Brian dan Angel mereka ga akan berhenti dan menerima kekalahan.


Tapi kalau di lihat tempat ini kayaknya penuh dengan rahasia...lebih baik gue selidiki aja dan gue pingin tahu apakah ini bagian markas Alexander*.


Lia melirik gelang di tangannya,samar samar ada kedipan cahaya di sensor gelangnya.


Ternyata anak buah Bang Ardi sudah sampai,ach...cepet juga mereka menemukanku,aku ga bisa bermain main dulu ni ama bocah...gue kirim kode aja...untung tangan gue ga di ikat jadi bisa leluasa memencet sensor gelang ku.


Sambil menari nafas dalam dalam liapun mengirim kode ke anak buahnya kalau dia pingin bersenang senang dulu .


"Hai..Jack benar juga kata loe...Dia emang cantik dan menggiurkan...walau miskin ga papalah gue juga pingin nyicipinya..Dia kan masih perawan..." kata Roy sambil berusaha meraih dagu Lia yang berbentuk V dan mulus.


"Jangan sentuh tangan kotor loe...menjijikkan...?kata lia memalingkan muka agar tidak tersentuh.


" Ha..ha ga usah naif Sayang,nanti kalau kamu udah merasakan kamu pasti ketagihan..."kata Roy masih memaksa memegang dagu dan membelai pipinya Lia.


"Kulitmu mulus juga dan bibirmu ranum..pingin rasanya mencicipi bibirmu.." kata Roy langsung mendekatkan bibirnya ke bibir lia.


Plak.. plak..


"Gue bilang jauhkan tangan kotor dan bibirmu B******....! Teriak Lia dengan nada tinggi,sebenarnya pingin dia bermain main dulu agar bisa mengelabui mereka tapi karena tangan kotor yang menjijikkan mulai menyentuh kulitnya emosinya sudah tidak terbendung lagi.


Sambil mengusap pipinya yang di sentuh Roy..


" Kulitku najis bersentuhan dengan kulitmu yang menjijikkan. itu..mengerti,dan setelah ini gue harus mandi 7x agar najis ini bisa hilang dari kulitku"kata lia lagi penuh amarah.


"B******....gadis miskin tak tahu diri,masih sombong juga loe di markas gue....liat tuh..anak buah gue banyak... Sedangkan loe cuma sendiri," Ha...ha...kata Roy sombong.


"Liat Dim...gadis miskin yang gila,dia terlalu percaya diri bisa melawan kita.. " kata Roy.


"Dan gimana Boz Rian apakah ini bisa buat hiburan mu...Ha...ha..." kata Roy juga sambil menatap Orang yang duduk di kursi Roda.


Lia pun mengikuti arah pandang yang di tujukan Roy...


Anak itu...ternyata Loe cucunya Alexander. .kalau gue tahu ga gue bantuin loe dari kematian. .***Batin Lia.


Lia ga menyangka anak yang duduk di kursi roda adalah anak yang kemarin dia tolong di area balap motor,dan sekaligus keturanan Alexander yang sedang mengincar nyawanya***.


"Gimana gadis miskin masih sombong kamu,liat lah ...temenku kelaparan ingin mencicipi tubuhmu...dan mungkin habis ini kamu akan menemani ku sepanjang malam...." kata Roy sinis

__ADS_1


"Maaf Boz Rian ku kira Boz ga akan tertarik dengan gadis miskin ini,jadi buat aku aja gimana?kata Roy lagi


" Gimana Dim..loe mau ikut berpesta dengan kita kita ga...?kata Roy lagi.


"Ogah..gue ga suka main perempuan buat loe aja sana!" jawab Dimas sambil menghidupkan rokoknya.


"Oc...gue mau bersenang senang dulu..." kata Roy sambil mendekat ke arah Lia.


Bukan hanya Roy yang maju tapi dua anak buahnya yang tadi menculiknya ikut mendekati Lia.


Busyet..dah tatapan mereka sangat menjijikkan ...


"Berhenti jangan coba...coba ..emang dengan kalian banyak orang gini gue takut?"kata Lia lantang.


" Ha...ha ..liat boz dia marah tambah cantik ..bikin bergairah nich..."kata si bandit


Mereka bertiga semakin mendekat dan....


Ach....krak..krak...


Dengan kecepatan sedang Lia mengarahkan tendangan ke orang yang mau menjamah tubuh nya.


"Gimana kalian mau nikmati tubuh gue...?kata Lia sambil berkacak pinggang.


" B*******...loe..ya. "teriak Roy penuh kemarahan.


" Ayo..semua maju..kita habisi tu wanita j*****"teriak Roy.


Semua anak buah Roy maju menyerang Lia,dengan sigap Lia pun melawan mereka.


Sering kali terdengar jeritan kesakitan karena terkena tendangan entah di tangan,di muka,di badan,akhirnya mereka pun tumbang satu satu.


Lia pun membabi buta,dan ga akan memberi ampun pada musuhnya,Amarah pun memuncak bagi Singa betina bangun dari tidurnya.Musuh yang berusaha mendekatinya dia serang tanpa ampun.


Tenaga Lia pun terkuras,tapi dia tetap tegar melawan musuh musuhnya.


Busyet dach. .kalau gini terus bisa bisa gue kehabisan tenaga,Maaf Abah Lia terpaksa mengeluarkan tenaga dalam Lia.


Sambil membatin Lia menghentakkan kaki ke tanah dan...semua musuh berjatuhan diiringi darah mengalir entah itu dari hidung,mulut,dan telinga mereka.


Rian dan Dimas yang hanya diam dan melihat pertunjukkan juga kaget,ga menyangka sekali hentakan kaki anak buahnya pada jatuh semua.Sebenarnya siapa gadis itu .....


"Maaf Boz kamu tidak apa..apa" tiba tiba dari pintu masuk sekumpulan preman datang.


"O...kalian...kok datang terlambat sich..lihat ada pesta.." jawab lia acuh tak acuh


"Ha...ha...bener juga boz di sini ada pesta ..sayang kenapa ga nunggu kita sich.." jawab Preman tersebut.


"Mau kita apain nich Boz.." lanjut preman tersebut.


"Terserah kalian...tunggu yang itu bagian gue.." kata Lia sambil menunjuk ke arahRoy.


Lia berjalan menghampiri Roy,melewati anak buahnya,


Sambil berbisik...


"Kak Davin mana?" kata lia


"Belum sampai Non..tadi kita denger ada teriakan dan suara,kita takut Non kenapa napa makanya kita langsung kesini" kata Preman itu.


"Ya udah..sana tunggu di luar bilang kak Davin jangan masuk,dan jangan kasih unjuk muka soalnya dia murid murid mereka..mengerti..!


" Mengerti..."jawab Preman itu langsung keluar.


Setelah Preman Pergi menghampiri Roy..dan disana sudah ada Dimas dan Rian,yang berusaha membantu Roy bangun.


"O..ternyata kalian mau turun membantu ya.." Kata Lia sambil mencibir bibirnya.


"Gimana Bro.. masih mau menghina gue?liat lah dengan kesombongan loe meremehkan gue..."


"Loe kira dengan loe kerahkan anak buah loe gue akan gentar.. liatlah..gue juga ga kalah dengan kalian...anak buah gue udah dateng..."


"Dasar wanita j*****.." umpat Roy


"Ha...ha...uda babak belur masih aja sombong...mana tadi teriakan loe,nau menjamah tubuh gue..ha.." kata Lia penuh kemarahan.


Plakk...


"Ini buat pelecehan Loe terhadap gue..." teriak Lia sambil menampar Roy.


Dimas dan Rian pin terkejut dan berusaha melindungi sahabatnya


"Napa...kalian mau bantu dia...gue ga nyangka kalau kalian tuh seorang pengecut,menghadapi gadis miskin kaya gue aja main keroyok..mana nama besar kalian yang di takuti dan di segani orang orang...,ternyata kalian sekelompok manusia kerdil" teriak Lia lantang


"Dan loe Dim.. katanya loe ga suka main perempuan tapi nyatanya loe juga sama mereka ,melihat seorang gadis tak berdaya buat ajang pesta nafsu bejat loe diam aja malah menonton...mana hati nurani loe..?"


"Ternyata kalian tuh di lahirkan bukan dari seorang ibu..tapi kalian itu di lahirkan seorang banci.." kata Lia kemudian.


"B*******......kamu ya.." Dimas emosi langsung meninju muka Lia.


Dengan gerak reflek lia menghindar dan memukul balik Dimas.


Ach..


"Gimana masih penasaran ama gue?" kata Lia melancarkan kembali hantamannya.

__ADS_1


"Hentikan Dik...."


Lia melihat arah suara,dan Lia kaget siapa yang datang


__ADS_2