C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB XVIII :KISAH ABAH MUHAMAD ALI


__ADS_3

Takdir,Rejeki,jodoh hanya Allah yang menentukan,dan kita sebagai hamba Allah hanya bisa merencanakan dan hasilnya hanya menunggu ketentuan Allah.


Setelah mendengar cerita Abah Yusuf,Abah Ali hanya bisa pasrah,dan kalau ada kesempatan ingin rasanya memohon maaf kepada Palupi atas kesalah pahaman yang berpuluh puluh tahun.Untuk menemui Palupi pun tidak mungkin,karena ada batas batas dari ajaran Agama,apalagi dia adalah pemuka Agama yang di segani,apa kata dunia kalau dia menemui Palupi yang bukan mahram,dan dia pun sudah memilik keluarga dan sudah mempunyai cucu,seperti dia juga yang sudah mempunyai keluarga.


Setelah Palupi memutuskan sepihak hubungan mereka,Abah Ali bener bener patah hati dan langsung ke Tarim,Walaupun Dia sama Abah Yusuf sama sama ke Tarim,ternyata mereka tidak satu pesantren,mungkin kalau di pertemukan dalam satu pesantren kesalah pahaman itu tidak akan berlanjut lama.


Di Tarim dia menuntut ilmu selama Lima tahun,dan menikah dengan Aisyah putri dari pemimpin pesantren tempat dia menuntut ilmu.Dengan kesabaran dan kelembutan hati istrinya lama lama dia pun bisa menerima dan menyayangi sang istri,kemudian dengan buah cinta yang tumbuh perlahan lahirlah seorang putra yang dia beri nama Yahya.


Setelah kelahiran Yahya,Abah Ali memutuskan kembali ke Indonesia untuk meneruskan Pesantren milik Keluarga besarnya.Selama dia di Indonesia pun dia ga pernah tahu kabar Palupi .Sehingga tentang masalalu itu bener bener terkubur paling dalam hanya tinggal cacing cacing yang menggerogoti.


Tapi ga menyangka setelah masa lalu itu bener bener sudah terkubur lama,sekarang hanya hitungan menit masa lalu itu muncul kembali.


Waktu acara di mulai Abah Ali sempat memandang ke sosok seorang wanita yang tak asing,tapi entah dimana?


Dia berusaha mengingat siapakah pemilik wajah tersebut,apakah dia dari masa lalu?masa lalu yang sempet terkubur dan tidak ingin dia toreh lagi.


Tapi lama lama berusaha menampik apa yang di lihat,Abah Ali hanya bisa menarik nafas panjang.


Emang itu kamu Palupi banyak perubahan yang terjadi pada dirimu,dulu kamu betapa lembut dan pendiam,tapi sekarang saat di podium suara kamu begitu lantang dan dingin bener menunjukkan seorang pemimpin yang Arogant.


Apakah tuntutan yang membuat kamu berubah Palupi?


Tak terasa airmata pun menetes...


Maafkan aku Aisyah ternyata kamu benar aku belum bisa melupakan dia walaupun dia sudah menyakiti.


Setelah acara demi acara selesai di lanjutkan perjamuan dan saat itulah dia akhirnya bertemu Abah Yusuf dan Palupi duduk bersama dan makan bersama.Sesekali Abah Ali melihat ke arah Palupi,dan sepertinya gadis itu bersikap dingin dan cuek


*Apakah kamu Palupi?tapi kenapa kamu berubah dingin dan cuek?apakah kamu bener bener melupakan aku?


Ya Allah maafkan hambamu ini kalau telah berdosa dengan zina mata dan perasaan ini,jujur hamba belum bisa melupakan dia walau di usia udzur ini*.


"Hai...Al jangan melamun dong,gimana nich jadi berbesan dengan kami ga?kebetulan yang punya cucu perempuan itu Palupi?" Kata Abah Yusuf membuyarkan lamunannya dan dia sengaja memberi tameng pada kebatinannya agar Yusuf tidak bisa membaca hatinya.


"Boleh juga Suf,tapi jangan di paksa ya...biar mereka yang menentukan cocok apa ga nya?biar mereka saling mengenal?" kata Abah Ali.


"Boleh aku setuju....tapi aku percaya kalau mereka akan saling mencintai,lihat aja tadi mereka bersholawat cocok banget kan...." kata Abah Yusuf sambil tersenyum.


Tak terasa Malam pun menjelang,kedua Abah itu saling tukar cerita tentang keistimewaan masing masing cucunya,terkadang mereka tertawa ,Davin yang menjadi pendengar setia hanya geleng geleng ternyata Aki...Aki..ini yang biasanya membaca buku kitab doyan ngomong juga.


Firman dan Pak arif menuju tempat duduk mereka,dan terlihat lelah karena dari selesai berdakwah dia di kejar penggemar dan seorang produser lagu menawarkan meliris lagu dan berduet dengan gadis bercadar tadi.


Firman dan Pak Arif tidak bisa menjanjikan karena mereka tidak tahu siapa gadis bercadar itu,dan dua minggu lagi dia harus ke Tarim.


Produser tetap memaksa dan meyakinkan proses pembuatan lagu hanya seluluh hari,jadi tidak mengganggu jadwal penerbangan.Soal gdis bercadar mau di tanyakan pada pihak sekolah.


Setelah mengalami perdebatan panjang akhirnya produser memberikan waktu Dua hari untuk melakukan kesepakatan bersama.


"Nak Habib....itu bukannya Abah Ali dan kalau ga salah itu pak guru yang jadi Mc,kita tanyakan kepada Beliau tentang gadis bercadar itu?" kata Pak Arif sambil menunjukkan ke arah Abah Ali.


"Oh...iya Pak mari kita kesana!" kata Firman sambil berjalan ke arah Abah Ali.


"Assalamualaikum...." kata Firman sambil cium tangan ke Abah Ali.


"Walaikum sallam...cucuku,"


"kenalkan ini temen Abah waktu muda,namanya Abah Yusuf dan itu cucunya Davin" kata Abah Ali memperkenalkan temennya.


"Assalamualaikum Abah,saya Firman" kata Firman sambil cium tangan ke Abah Yusuf.


"Assalamualaikum Pak Guru"


"O...iya ya..kalian kan murid dan guru Abah lupa..." kata Abah ALI menepuk jidat.


"Maaf Pak Davin boleh minta waktu sebentar?" kata Firman.


"Wah kaya nya main main rahasia nich..." kata Abah Yusuf.


"Udah...sana Vin kayanya penting banget tuh..." kata Abah Yusuf lagi.


"Boleh lah...ayo kita duduk sebelah sana.." kata Davin sambil pindah tempat duduk.


"Ada perlu apa?" kata Davin dingin


"Maaf pak boleh saya tahu siapa tadi yang menjadi Qira'ah dan yang bersholawat dengan saya?"


"Buat apa kamu menanyakan itu?bukannya baru satu minggu yang lalu kamu minta tolong ke Bapak untuk mengKhitbahkan Seorang wanita?terus secepat ini kamu berubah?dari awal Bapak sudah bilang kamu yakinkan dulu sebelum kamu mengambil keputusan?tapi ini...apa?untung Bapak belum berikan cincin itu" kata Davin setengah Emosi.


"Bukan maksud itu Pak...saya cuma ingin tahu siapa dia karena desakan produser lagu untuk mengajak kami rekaman,sedangkan saya tidak tahu gadis itu siapa?"


"Bener cuma karena ingin rekaman bukan yang lain?" Kata Davin


"Bbbukan Pak..?Firman gugup dan takut kalau gurunya tahu isi hatinya.


Ha.. ha...ternyata seorang Ustadz bisa Bucin juga,Dedek bersyukurlah kamu di cintai orang dengan tulus.


" Kayanya ada sesuatu yang kamu tutupi Firman?apa kamu jatuh cinta sama gadis bercadar?


"Gini aja Firman,ni cincin Bapak kembaliin ke kamu,sepertinya kamu masih ragu dan hatimu mulai bercabang,dan Bapak tidak ingin Suatu Khitbah itu buat main main" kata Davin sambil mengeluarkan cincin dan mengembalikannya.

__ADS_1


Tadinya Davin berpikir ingin memberikan cincin itu kepada Lia setelah acara selesai tapi ternyata Allah menggariskan lain,Davin harus menguji ketulusan Firman.


"Soal gadis itu nanti Bapak tanyakan langsung apakah dia mau atau ga?nanti Bapak hubungi kamu" Kata Davin terus meninggalkan Firman .


"Assalamualaikum...."


Maaf Man...walau aku tahu kamu jatuh cinta dengan orang yang sama tapi aku masih ragu akan ketulusanmu.


Sepeninggalan Davin ,Firman hanya terdiam dan duduk termenung.


Mungkin benar kata Pak Davin aku belum siap untuk mengkhitbahkan seseorang.


Airmata Firman pun menetes.


Pak Arif melihat majikannya menangis,


"Nak Habib ga apa apa?kata Pak Arif.


" Ga apa apa Pak...,Ayo kita ke Abah Ali"ajak Firman.


...****************...


Di lantai atas Gadis bercadar sedang berkutat dengan laptop,sedangkan Oma Palupi hanya diam dan melamun.


Gadis bercadar itu ternyata MARCHELIA ANDHINI dia telah kembali dari ritual pengobatannya setelah dia terpuruk dari pengendalian emosi yang sangat menyakitkan.Di depan Laptop terkadang dia melamun dan menerawang jauh dan mengingat kejadian satu tahun Lalu.


*******Flaz Back On***


Ciiit...ciit...Bruak...


"Sial...mengapa mobil ini tidak bisa ku kendalikan sich....B******" Lia membanting setir dan akhirnya Mobil masuk jurang***.


**Entah berapa lama Lia pingsan,dan tidak ada yang menolongnya.Matahari pun merambat dan mulai menembus pori pori kulitnya.Tubuh Lia pun menggeliat.Sayup sayup terdengar suara orang berdzikir.


"Aduh...dadaku sakit sekali,dimana Gue...?


" Ach...tanganku..."


Dengan susah payah Lia bangun,dan merasakan badan yang amat sangat sakit.Dia mulai meneliti keadaan dirinya dimana banyak luka di tubuhnya dan pakaian yang sudah sobek dimana mana.


"Ya...Allah di mana aku sebenarnya?apakah aku sudah mati?


Suara lantunan Ayat Alqur an pun mulai terdengar,Lia pun beranjak dari tempat dia jatuh,dan berusaha mencari arah suara,


" Ada suara orang mengaji pasti tidak jauh dari tempat sini ada tempat tinggal,bisa jadi sebuah Pesantren.."Batin Lia


Dia pun berjalan tertatih tatih menahan sakit ,tapi dia tidak putus asa.


sambil membaca doa Lia terus berjalan,Suara Ayat suci Alqur an itu masih terdengar tapi sangat jauh sekali.


kriuk...kruk...


Suara cacing cacing di perut minta makan .


"Kira kira gue uda berapa hari di sini ya?badan gue baunya ga enak...hi..hi..amis." Lia mencium tangan dan bajunya dan rasanya pingin mutah.


Aummm...aummm...


"Astaghfirullah....besar banget tuh macan....pasti dia bau darah gue,..."


"Hussh....hushh..jangan ganggu gue,daging gue ga enak sana?daging gue banyak dosa...


Hush...hush...


Lia berusaha mundur dan sambil menghalau macan yang semakin mendekat.


" Ya Allah...hanya kepada Engkau hamba berlindung,kalau emang saya harus mati di makan macan.. hamba rela,tapi tolong berikan kekuatan kepada Hamba Ya Allah..biar saya tidak mati sia sia.


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ


Lia pun mulai berdzikir dan berusaha melawan Macan itu,ternyata tangguh juga macan,Lia pun hampir kehabisan tenaga tiba tiba...Lia merasakan ada seklebat benda mengarah Ke Dia,Liapun berusaha menghindar.Dan....


augh...grk. .AUMMM...AUMM..


Suara Macan itu kesakitan,Lia pun berusaha menjaga keseimbangan setelah melakukan salto untuk menghindar serangan,dan melihat ke arah macan yang ternyata terkena tombak kecil.


"Alhamdulilah. ..untung gue bisa menghindar kalau tidak bisa bisa gue yang terkena tombak itu.." Lia berusaha bangkit dan mendekati macan tersebut.


"Kasihan juga kamu macan...Hai..macan gue cabut ya tombak nya,kamu tahan...dikit ...ya..."


kata Lia dan.berusaha melepas tombak di tubuh macan.


Pelan pelan Lia menarik tombak di tubuh macan,darah segar pun mengalir dari tubuh macan,Lia kemudian menyobek lengan bajunya yang sudah compang camping untuk membalut luka macan supaya darah mau berhenti.


Sambil mengelus badan macan dan bersholawat,


Lia melihat kanan kiri dan merasa ada yang sedang mengawasi,

__ADS_1


"Hai...siapa di sana..?ga usah kamu bersembunyi ?aku tahu ....apa aku perlu dengan kekerasan supaya kamu keluar?Teriak Lia tapi tidak ada yang keluar.


" Baik...kamu ga mau keluar..aku hitung sampai tiga,


SATU...


DUA...


TIGA....


Hitungan ke tiga tidak ada tanda tanda yang keluar,ternyata kamu keras kepala juga.


Oc...jangan salah kan aku...


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Sambil menghentakkan kakinya...


Tiba...tiba...


"Aduh...pantatku...,kamu tega sekali gara gara kamu pantatku mendarat ditempat keras,tulangku pada remuk semua nich....! runtuk seorang nenek nenek yang keluar dari tempat persembunyiannya,memegang pantatnya.


"Ngg.. maaf nek,sakit ya....?Tanya Lia kebingungan.


Salah sendiri di suruh keluar kok malah masih sembunyi.


" Ya ...sakit tahu.. , Kamu kenceng sekali menhentakkan kakinya,untung bukan dadaku yang remuk"Omel si Nenek.


"Ya Maaf Nek..." Kata Lia sambil mendekati si Nenek itu.


Baru beberapa langkah kepala Lia merasa pusing,


Mungkin karena kelelahan dan,kelaparan tiba tiba Lia pingsan,dan membuat terkejut melihat gadis di depannya.


Astagfirullah.. kok pingsan?yang terkena gempa siapa yang jatuh siapa...aneh.


Nenek itu terpaksa menarik Lia dan memasukkan ke dalam gerobak,dan tidak lupa membawa macan yang terluka untuk di bawa ke pondokan.


Tok...tok..tok


***Flaz back off***


Lamunan Lia pun buyar karena ada ketukan pintu,Lia pun melirik ke arah Oma Palupi.


***Pantesan Oma tidur,ga denger ada yang dateng.


" Siapa..?.masuk...!"kata Lia


"Assalamulaikum...Dedek dodol...." kata orang di balik pintu


"O...awas kamu ya kak.. " sambil melempar kertas ke arah orang yang sudah di depan pintu.


"Aduh...sakit tahu dik kena hidung kakak"


"Syukurin...lagian ganggu aja .."


"Emang lagi sibuk apa sich...kan urusan sekolah udah aku urus kemarin?kamu ga percaya ama kak Davin?"


"Kata siapa....ni gue lagi lihat dokumen dokumen pabrik kak,kok dalam setahun pabrik ga ada kemajuan sama sekali,malah secara perlahan omset turun secara perlahan ,walau cuma 1% penurunanya tapi lama lama akan menumpuk kerugiannya" kata Lia sambil melihatkan grafik dilaptopnya.


"Ha...kamu jeli juga " kata Davin ga percaya akan kemampuan adiknya.


"La Oma sudah tahu?


" Belum...gue lagi meneliti lagi nanti kalau udah ketemu dan mendapat solusinya baru gue omongin ke Oma.


"Lagian tu lihat kayanya Oma capek banget" kata Lia sambil menunjukkan ke arah Oma Palupi".


"Abah Yusuf dimana?"


"Masih ngobrol ama temennya..."


"Kamu ga capek dik?" tanya Davin melihat Lia masih berkutat di Laptopnya.


"Sebentar lagi..kak" kata Lia.


"Dik...bener kamu ga ingin kembali ke sekolah ini?"


"Ga...lah kak,Dede uda nyaman di sekolah yang baru,ga ada yang bisa membangkitkan emosiku lagi"


"Bukannya orang orang yang membuat kamu emosi udah pada keluar?"


"Masih ada yang bikin aku Emosi..."


"Siapa...?


" Kakak.."


"Lo kok kakak..?

__ADS_1


" Ya kakak yang selalu bikin emosi,seperti contohnya sekarang ,udah tahu Dedek lagi sibuk masih cerewet aja,Dedek ga bisa konsentrahi tahu..." jawab Lia kesal sambil manyunkan mulutnya.


__ADS_2