C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
BAB 71 PERNIKAHAN YANG MENDADAK.


__ADS_3

Satu minggu kemudian,keluarga besar Firman dan keluarga besar Lia berkumpul di mansion Wijaya.Hari itu adalah penentuan antara di lanjutkan atau di batalkan khitbah dari Firman.


Semua keluarga besar berkumpul,terlihat keakraban dari mereka semua,walau jalan hidup mereka berbeda tapi kerukunan dan saling menghormati tetap terjaga.


Walau keluarga Wijaya perpaduan dari pesantren dan Bisnis mereka tetap bisa menjaga kerukunan itu.


Hanya keluarga Abah Yusuf yang bisa menyamai keluarga Firman.Tapi walau begitu Keluarga Oma Palupi dan Opa Markus sebagian besar seorang pebisnis dan Dokter tetap mengikuti kaidah islam,maka tidak terlihat mana pebisnis atau orang pesantren.


Acara demi acara pun berjalan sampai pada pucak acara di mana Firman memberikan keputusan.


Semua keluarga belajar harap harap cemas,karena mereka semua sangat berharap kalau Firman dan Lia bersatu,setelah melalui cobaan cobaan yang berat.


...Assalamu’alaikum Wr. Wb....


...Puji syukur hanya kepada Allah SWT yang telah begitu banyak memberikan rahmat, hidayah, serta nikmat kepada kita semua sehingga kita dapat bertemu, berkumpul dan saling bersilaturahmi pada hari yang berbahagia ini dalam keadaan sehat wal’afiat....


...Seperti janji Saya kepada Dede Lia bahwa hari ini adalah keputusan tentang Khitbahan Saya hampir sepuluh tahun yang lalu,yang tidak ada titik terangnya....


...Setelah mengalami cobaan dan ujian pada kita berdua,Hari ini Saya putuskan Untuk melanjutkan Khitbahan menjadi pinangan dan kalau Dede berkenan malam ini juga Saya ingin melakukan ijab kobul secara agama dulu,setelah itu untuk peresmian dan Resepsi kita bahas bersama sama...


Semua yang datang menarik nafas lega,karena harapan mereka telah di kabulkan.Nunggu jawaban dari Lia tentang Keputusan Firman yang sangat terburu buru .


Lia sendiri bingung mau jawab apa,karena selama ini Dia berfikir kalau Firman hanya menjawab untuk melangsungkan Khitbahannya bukan langsung meminangnya sebagai istri.


Tapi mungkin ini jawaban dari keraguannya.Karena Dia di pacu oleh waktu antara hidup dan mati yang di permainkan penyakitnya.


"Gimana De..apakah kamu menerima pinangan dari Firman?" Tanya Abah Ali.


Lia masih terdiam kemudian melihat kearah Mommy dan Daddy nya,kemudian Abah Yusuf.


"De..Mommy ama Daddy semua pasrahkan kepada keputusan Dede...yang penting Dede bahagia" Kata Mommy Ririn sambil memeluk Dede.


"Oma yakin kamu bisa mengambil keputusan sendiri" Kata Oma Palupi ikut memeluk Dede.


"Mommy...Oma ..apa ini tidak terlalu cepat?" Kata Lia sambil menangis.


"Abah rasa tidak terlalu cepat,karena sebenarnya hari ini harus terjadi Enam tahun lalu di mana kalian harus menikah tapi ternyata gagal?" Kata Abah Yusuf


"Benar De..Kakak minta hari ini langsung meminang mu karena Kakak tidak ingin kegagalan kita dulu terulang kembali" Kata Firman meyakinkan Lia.


Lia memandang Firman kemudian menunduk.


Dia mengambil nafas dalam dalam.


"Baiklah...Dede menerima pinangan hari ini dan bersiap melakukan Ijab Kobul" Akhirnya Lia menjawab dengan tarikan satu nafas.


Maafkan Dede Kak...bila waktu Dede tidak lama untuk membahagiakan kamu.Mungkin Dede yang egois demi kelangsungan Keluarga Wijaya ,Dede berharap segera mendapat keturunan.


"Alhamdulilah...." Semua hadirin mengucapkan Hamdalah secara serentak walau mereka tidak tahu apa yang telah di rencanakan Lia ,dan mereka tidak tahu apa yang akan terjadi kelak.


Hanya Abah Yusuf yang merasa ada kejanggalan di hati,akhir akhir ini Dia selalu mendapatkan mimpi buruk tentang Lia,tapi ketika melihat Lia Dia ragu kalau cucunya akan meninggal dalam waktu dekat.


Karena Dia melihat aura Cucunya menunjukkan Dia baik baik aja.


Abah Yusuf hanya bisa berdoa semoga cucunya selalu diberi kesehatan dan umur panjang.

__ADS_1


Abah Yusuf berkali kali berusaha menembus pertahanan cucunya dan ingin tahu apa yang telah di sembunyikan,tapi selalu tidak berhasil.


Abah...ada apa?kok kayanya Dede seorang penjahat yang sedang di pantau hatinya?


Suara cucunya terdengar,Abah Yusuf hanya tersenyum.


Ternyata Cucu Abah tahu kalau lagi di kepo in


Abah Yusuf tersenyum dan sadar kalau Dia tertangkap basah.


Setelah persetujuan dari Lia,Penghulu yang sudah di siapkan dari pihak Firman beserta para saksi pun duduk di tempat yang sudah di siapkan.


Ternyata bukan pernikahan siri saja yang di laksanakan tapi Pernikahan secara resmi dan hukum sudah di disiapkan.


Pak Arif sudah menyiapkan semua,Dia tidak ingin kedua pasangan itu hanya nikah siri tapi harus resmi.


Dia di bantu Tomi untuk menyiapkan itu semua,karena Dia yakin kalau Lia menyetujui untuk melanjutkan khitbahan itu.


Walau semua mendadak,tapi acara pun berjalan dengan lancar.Prosesi pernikahan pun di laksanakan.


Lia di suruh masuk kedalam,walau dengan make up yang sangat sederhana karena tidak ada persiapan,Lia pun terlihat cantik dengan balutan Syar i dan benar benar terlihat calon pengantin.


Di luar ruangan terdengar suara penghulu yang menikahkan.


"Syah...."


Terdengar suara para saksi dan ucapan Hamdalah bersama sama.


"Akhirnya Putriku menjadi pengantin juga,dan sekarang sudah ada yang melindunginya" Kata Mommy Ririn memeluk putrinya.


Setelah prosesi pernikahan selesai,waktu mempelai wanita keluar dan menemui mempelai pria.


Lia di iring Mommy Ririn dan Oma Palupi,Dia terlihat seperti Bidadari turun dari Syurga,Firman terkesima selama ini Dia selalu melihat Dede dengan sifat tomboinya,tapi sekarang di depan matanya Dia melihat Istrinya dengan balutan Syar i putih terlihat anggun dan seperti Bidadari.


Setelah sampai di depan Firman,Lia mencium tangan Firman.


"Assalamualaikum Istriku,apakah ini benar benar kamu?" Tanya Firman sambil mengulurkan tangannya.


"Walaikum Sallam Suamiku,apakah kamu Amnesia?" Jawab Dede sambil tersenyum.


Firman membalas senyumannya kemudian mengecup kening istrinya.


"Kamu kelihatan cantik malam ini" Kata Firman sambil berbisik.


"Berarti selama ini Dede ga cantik?" Kata Lia cemberut.


"Cantik sich...tapi galak kaya macan betina kelaparan" Jawab Firman berbisik dan ingin mencium pipinya Lia.


Lia berusaha menjauhkan pipinya dan menunduk,pipinya kelihatan merona,untung cahaya lampu tidak terlalu menyorot di mukanya jadi rona pipinya tidak ada yang melihat.


"Ehem...ehem...wah Pak Ustadz suda tidak sabar ya,ingat Ustadz masih banyak orang nich..." Davin mengingatkan Ustadz yang kebelet nikah.


"Pantas pingin cepet cepet nikah ternyata udah ga sabar ya?" Kelekar Pak penghulu .


"Iya Pak..udah nunggu sepuluh tahun baru terlaksana juga" Canda Firman sambil melirik ke Lia yang tersipu malu.

__ADS_1


"Wah kalau gitu Ustadz hebat dong bisa betah nunggu sepuluh tahun,bisa bisa nanti ga keluar kamar selama sebulan nich..." Canda Pak Penghulu lagi.


"La..kalau ga keluar kamar sebulan Adik Saya nanti bisa mati kelaparan dong Pak" Protes Davin.


"Kaya Pak Davin ga tahu aja,emang kalau sudah berdua ama istri ingat lapar gitu?" Tanya Pak penghulu.


"Eng....iya juga sich pak..tapi kalau ga makan mana ada tenaganya"


"Ach...De..jangan mau di kurung di kamar sebulan kamu harus ngeluarin taringmu yang selama ini di takutin orang" Kata Davin masih tidak rela adiknya menikah.


"Lo...Pak Davin gimana sich...kok ngajari Adiknya melawan ama suami kan dosa ?" Kata Pak penghulu.


"Pak Davin tenang aja...Dede ga akan kelaparan paling paling keluar kamar makan sebentar terus masuk kamar lagi" Kata Firman mengerlingkan matanya ke arah Lia.


Spontan Lia mencubit pinggang Firman yang tidak menyangka Dia bisa mesum seperti itu.


"Auw...." Teriak Firman sambil meringis dan mengelus pinggangnya yang di cubit Lia.


"rasain tuh....ayo De keluarin jurus mu biar Dia memukul mulutnya sendiri" Kata Davin yang tahu kalau teriakan Firman pasti di cubit Lia.


Pak Penghulu hanya geleng geleng kepala melihat tingkah mereka kaya anak kecil.


"Maaf Pak...maklum Davin orang terdekat Lia makanya Dia orang yang paling ga ikhlas kalau Adiknya milik orang lain" Kata Pak Arif menjelaskan.


"Iya saya lihat terlihat jelas kalau Davin belum rela,tapi Saya heran mereka hanya sepupu tapi kasih sayang mereka seperti Kakak adik sekandung"


"Beda banget dengan Pak Eel yang menjadi Kakak kandungnya,Dia kelihatan tenang"Kata Penghulu.


" Mungkin karena waktu antara Lia dan Davin lebih banyak bersama dan Hobi sama jadi mereka sangat dekat,di bandingkan dengan Nak Eel yang tinggalnya di luar Negeri"Kata Pak Arif menjelaskan.


"Bisa jadi Pak..." Kata Pak Penghulu.


Setelah prosesi pernikahan selesai,semua orang satu persatu meninggalkan mansion.


Lia dan Firman masuk ke kamar mereka yang sudah di siapkan sebagai kamar pengantin,walau sangat sederhana tapi sangat menyenangkan bagai kedua pasangan yang sudah halal.


Lia membersihkan diri kemudian air untuk mandi Firman yang sudah menjadi Suaminya.


"Kak...mandi dulu,sudah Dede siapkan airnya!" Kata Lia sambil memberikan handuk ke Firman.


"Makasih De..harusnya ga usah kamu siapkan,kakak bisa sendiri" Kata Firman sambil menerima handuk dari Lia.


"Ga apa apa Kak..sekarang Dede udah jadi Istri Kakak jadi wajib melayani Kakak dengan sebaik mungkin" Kata Lia sambil tersenyum.


"Terimakasih sudah mau menjadi Istri Kakak ya Dik...mohon bimbingannya,dan tolong tegur Kakak kalau sudah dzolim pada Dede ya" Kata Firman sambil mencium kening Lia.


Kehidupan rumah tangga yang di dasari cinta itu sangat indah,apalagi setelah mengalami cobaan demi cobaan yang begitu berat mereka akan merasakan manisnya rumah tangga.


Setelah menjadi kekasih halalnya,Firman tidak melewati kesempatan setiap detik,Dia memeluk Lia sambil mengucapkan sebuah kata kata manis yang membuat hati melayang.


Hanya kamar yang bisu sebagai penyatuan cinta mereka.Cuma kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok dan nanti.


Walaupun dengan modal cinta apakah mereka mampu menghalangi jalan jalan terjal yang akan di lalui?


Banyak perbedaan di antara mereka,apakah mereka akan bisa melaluinya?hanya Allah yang tahu.

__ADS_1


__ADS_2