C E O ,Anak Motor Dan Ustadz

C E O ,Anak Motor Dan Ustadz
Bab 74


__ADS_3

Aku pingin jalan jalan dulu Kak...dan pulang sore..mau bikin heboh semua orang.


Sekilas Firman ingat percakapan chat tadi pagi dan ponselku?


Ustadz Firman terdiam sesaat,dan merasakan tubuh tak bertenaga.


Ali yang duduk tidak jauh dari Ustadz Firman ceramah,Dia langsung sigap mendekati Ustadz Firman yang hampir saja jatuh.


"Terimakasih Ali..."Kata Ustadz Firman.


"Sama sama Ustadz ..duduklah tenangkan pikiran Ustadz dulu"Kata Ali sambil membantu untuk duduk.


Kemudian Ali pun mengambil mikropon dan menutup kajian.


Para sastri tidak ada yang memprotes karena tahu apa yang di rasakan Ustadz nya.


Mereka hanya bisa berdoa semoga Ustadzah yang selalu mendampingi dan mengajari mereka di beri kesembuhan.


Mereka keluar satu persatu dengan tertib,tersisa Beberapa santri termasuk Ali,Wawan Zain dan Zana yang pelan pelan mendekati saudara kembarnya.


"Abi..sampai kapan Abi mau duduk seperti itu..kapan kita lihat Umi.."Teriak Zain waktu melihat Abi nya hanya duduk membaca dzikir.


"Zain kamu tenangkan hatimu...Abi sedang berdzikir mungkin mencoba membantu Umi dari sini"Ucap Zana sambil memeluk adiknya.


"Kak...Umi.."Zain ga bisa membendung air matanya kemudian memeluk kakaknya


"Kita berdoa dari sini Zain...kakak sebenarnya juga takut"Kata Zana sambil memeluk adiknya.


Mereka pun berdua membaca dzikir seperti Abi nya untuk membantu keadaan Umi nya.


"Percuma kalian mengirim Doa...Dede sudah tenang di sana"Ucap seorang Kakek dari depan pintu.


Semua Santri menoleh ke arah sumber suara


"Abah...Ali"ucap para santri bersamaan.


Firman pun membuka mata nya dan melihat ke Abah Ali.


"Ikhlaskan Nak...Istrimu sudah bahagia di sana"Kata Abah Ali berjalan mendekat ke Firman.

__ADS_1


"Abah...."Firman menangis dalam pelukan Abah nya.


"Kamu harus kuat...jangan menangis,semua sudah takdir Allah"


"Tapi Bah kenapa Begitu cepat"


"Mungkin bagi kita begitu cepat,dan ternyata Allah lebih sayang pada istri mu"Ucap Abah Ali sambil meneteskan air mata nya.


Dia pun merasa terpukul akan kepergian cucu mantu nya yang sangat Dia sayangi,apalagi tadi dalam Doa Cucu nya pun berpamitan lewat mimpi.


"Tidak ada pesan dari Istri mu?"


"Tidak ada Abah,tadi pagi Dia pun biasa saja dan tidak menunjukkan hal hal aneh "Kata Firman masih memeluk Abah nya.


"Istri kamu telah menutup semua jalan agar kita tidak bisa melihat dan merasakan,makanya kita tidak punya firasat apa apa,mungkin Hanya Zain yang memiliki firasat itu?"Ucap Abah Ali sambil menatap cicit nya.


"Zana..Zain..sini.."Panggil Abah Ali.


Zana dan Zain pun melangkah mendekati Abah Ali.


"Abah...Umi jahat Dia menutupi pandangan ku agar tidak bisa melihat nya"Ucap Zain sambil menangis dalam pelukan Abah.


"Abah tahu?"Zain mengurai pelukannya dan melihat ke Abah Ali.


"Ya...Abah tahu,karena Umi kamu sudah berpesan ke Abah sama Abah Yusuf,nanti kita mulai memperdalam lagi ya"Kata Abah Ali.


"Baik Abah...tolong bantu Zain..."Kata Zain


"Abah akan selalu bantu ..ok.."Ucap Abah Ali sambil mengelus kepala Zain.


"Abah kenapa hanya Zain yang di peluk,Zana juga mau"Kata Zana sambil cemberut.


"O...Bidadari Abah..sini mau di peluk ya...sini.."Abah Ali mengulurkan tangan nya untuk memeluk Zana.


Zana pun memeluk tubuh Abah Ali..dan menangis.


"Abah...kenapa Umi pergi?"Ucap Zana sambil menangis.


"Seperti Umi pernah bilang ke kamu,,kalau waktu Umi tinggal sebentar,makanya Umi menuntut kamu untuk segera menguasai ilmu pengobatan kan?"

__ADS_1


"Ini lah kenapa kamu di tuntut harus bisa,agar kamu bisa menggantikan umi menjadi Dokter terhebat"Kata Abah Ali.


"Tapi..Abah..."


"Sudah...tidak perlu menangis,ayo ke Rumah sakit jemput Umi...kasihan Umi kalau tidak segera di makamkan"Ucap Abah Ali sambil mengecup kening Zana.


Lihatlah De..semua merasa kehilangan kamu,kenapa ku harus cepat pergi...Abah tidak tahu berapa tahun lagi Abah bisa mendampingi putra putri kamu?sedangkan Suami mu mudah terpuruk .


"Firman..segeralah berkemas Ayo ke rumah sakit..kasihan Istri mu"Ajak Abah Ali.


"Al..kamu persiapkan prosesi pemakaman,coba temui Pak Faisal sepertinya Dia sudah mendapat pesan dari Dede.


"Baik Abah...Assalamualaikum"Ucap Ali kemudian Dia menemui Pak Faisal yang menjadi juru kunci makam keluarga.


Para santri yang berada sekitar pun mulai mempersiapkan proses pemakaman.


Wajah mereka terlihat sedih dan merasa semua hanya mimpi,yah..mimpi berjamaah dimana Ustadzah mereka meninggal.


Beberapa menit kemudian Rombongan Abah Ali menuju ke rumah sakit.


Rumah Sakit Wijaya


Selain di Pesantren wajah duka pun terlihat di Rumah sakit Wijaya,semua karyawan pun terdiam dan merasa kehilangan sosok Dokter hebat yang menjadi guru bagi mereka.


Dokter Hendra pun sedih menatap wajah yang terbujur kaku dengan senyuman yang terukir.


Dek...apakah kamu sekarang bercanda lagi..ayo bangun dek sekarang siapa yang akan mengomeli aku...ayo jangan diam aja.


Hendra menangis dalam diam,Dia tidak bisa mengungkapkan kesedihan dalam hati nya.


"Hai dodol..sekarang kamu KO juga ya...katanya wonder woman,cuma di tabrak gitu aja kenapa keok sih...ayo bangun dodol...tunjukkan jati diri mu yang menjadi macan asia...Ayo Dodol bangun...kamu bangun ga?"Teriak Davin sambil memukul tangan Lia.


"Davin sudah...kamu tenang ya"Ucap Abah Yusuf sambil memegang tangan Davin.


"Abah...kenapa Dodol ga mau bangun...Hai dodol...kenapa kamu tidur,ni gua sudah datang katanya suruh datang jam tiga,lihat jam tangan gua sudah jam tiga,ayo bangun....kenapa lo tidur terus"Teriak Davin menyayat hati orang orang yang ada di ruangan itu.


Rombongan Abah Ali dan rombongan El pun datang bersama sama.


Ruangan yang tadi nya luas,sekarang penuh dengan orang orang yang di tinggalkan.

__ADS_1


Eel melihat tubuh Adik nya tidak bisa berkata apa apa,Dia hanya terpaku


__ADS_2