
Dalam perjalanan, mereka berdua hanya diam.
"apa keputusan ku sudah tepat. 6 bulan, bukan waktu yang singkat." batin Daisy.
Akhirnya mereka tiba, Naza sudah menunggu di pintu depan.
"Tante Daisy..." Naza berlari dan langsung memeluknya.
Daisy juga balik memeluknya, mengingat cerita Nivia tentang Naza, membuatnya tanpa sadar juga mengasihani Naza.
Naza yang tak diinginkan oleh keluarga besarnya. Tapi akhirnya, ayahnya menerimanya dengan tangan terbuka dan penuh kasih sayang.
"Aku kangen sama Tante, katanya kalau aku telepon kakak Nivia," Belum selesai bicara dia menangis.
"Nona Naza, jangan menangis. Maafkan saya." Daisy memeluknya, merasa bersalah karena mengabaikan gadis kecil itu.
Sejak hari itu, Daisy dan Naza tidak bisa di pisahkan. Jika bisa dia akan mengikuti Daisy kemanapun bahkan ke kampusnya.
Dan Naza benar-benar anak yang penurut. Entah karena dia tak mendapat kasih sayang ibunya, karena dia sangat manja pada Daisy. Dan tanpa sadar, Daisy mencintai gadis kecil itu lebih dari yang dia sadari.
"Tuan, hari ini. Saya dan Naza akan pergi ke kebun binatang." Daisy meminta izin pada Daryn.
Naza tak ingin Daisy memanggilnya menggunakan kata Nona lagi, sehingga dia hanya menyebut namanya.
"Apa aku perlu ikut.?" tanya Daryn.
"Maksud Tuan?" tanya Daisy heran, selama hampir 3 bulan menjadi babysitter, ini kali pertama Daryn menawarkan dirinya untuk ikut.
"Kalian perlu laki-laki untuk menjaga kalian kan. Dan aku akan menjaga putriku."
"hehehheee.. Tuan gak usah khawatir. Tuan mengirimkan banyak sekali pengawal untuk kita." ucap Daisy tertawa. Pengawal yang dikirimkan Daryn seperti pengawal bangsawan, membuat Naza dan Daisy malu setiap mereka pergi keluar.
Apalagi ketika sekali mereka mengunjungi tempat liburan, dan tiba-tiba dia sibuk bekerja meskipun berada di tempat liburan. Dia menyuruh pengawal terus berada di sisi Naza membuatnya tak bebas dan tak nyaman.
"Apakah kalau Tuan ikut, pengawal tidak akan sebanyak itu. Karena Naza juga lebih memilih papanya di banding para pengawal."
"Oke, aku akan mengurangi jumlah pengawal."
"Oke, kalau begitu saya akan beritahu Arya, kalau dia gak perlu ikut." Semenjak kerja di rumah Daryn, Daisy sangat akrab dengan para pelayan dan pegawai rumah itu.
Tidak terkecuali Daryn, yang dia pikir Daisy adalah gadis yang kaku. Ternyata setelah mengenalnya dia gadis yang cerdas dan sangat asyik di ajak bicara.
"Arya? Jangan bilang tukang kebunku Arya? "
"Iya Tuan, Arya."
"Jadi, kalau aku tidak ikut, kamu akan mengajak Arya berjalan-jalan bersama putriku?"
Daisy kaget mendengar suara Daryn yang meninggi.
"Apa ada masalah Tuan? Arya anak yang baik dan juga menyenangkan bersama anak-anak."
"Tidak, mulai hari ini. Aku yang akan menemani kalian." ucap Daryn membuat Daisy mengerutkan dahi.
"ookkaay... Kalau begitu saya dan Naza akan siap-siap." ucap Daisy ragu. Daisy pun berjalan keluar ruangan Daryn.
"Tuan tidak hanya akan sibuk kerja kan? " Daisy berbalik menghadap Daryn.
"Tidak, aku janji." jawab Daryn singkat.
Akhirnya mereka pun pergi ke kebun binatang, mereka merasa sangat senang. Apalagi Naza bisa jalan-jalan bersama Papanya.
Keesokan harinya, dapur kelihatan sangat sibuk.
__ADS_1
"Ada acara apa?" tanya Daisy.
"Nona Nivia dan beberapa anggota lainnya akan datang makan malam, merayakan ulang tahun Tuan Daryn." jawab seorang pelayan.
"Tuan Daryn ulang Tahun?" Daisy kaget, karena Naza pun tak membicarakan hal itu pada Daisy.
Daisy langsung berjalan cepat ke kamar Naza,
"Naza... Naza.... " Daisy mengetuk dan masuk dalam kamar Naza.
"Tante, ada apa?" Naza langsung bangun dan duduk agak terkejut mendengar panggilan Daisy.
"hari ini, papamu ulang tahun"
"Naza tau" jawabnya santai.
"Papa bilang, papa gak butuh kado. Naza udah tanya kemaren." lanjutnya.
"hemm.... Iya Juga yah. Papamu punya semuanya. Kalau mau, tinggal beli. Lagipula kita gak punya uang buat beli yang papamu suka atau mau." ucap Daisy duduk di samping Naza.
"kalau begitu, sekarang Naza mandi. Dan kita akan pergi jalan-jalan sebelum acara makan malam. Karena kemaren tante janji akan belikan Naza es cream." sambil mengelus rambut sebahu Naza.
"Assyyyiiikkkk....." Naza langsung turun dari tempat tidurnya dan mandi.
Setelah mandi dan bersiap-siap mereka pun meminta izin dan kemudian pergi.
Setelah membeli ice cream, Daisy melihat toko kue di depannya.
BUAT DAN DESIGN SENDIRI KUE MU UNTUK ORANG TERSAYANG.
Dia membaca itu di depan toko kue.
"Meskipun Tuan Daryn sudah punya segalanya, dia belum punya kue yang dibuat dan di masak sendiri oleh putrinya." Batin Daisy.
"Kita masuk kesitu Yuk." Daisy mengajak Naza masuk.
Daisy membuat Naza mendesign kuenya..
Meskipun hasilnya tidak cantik, tapi terlihat sangat lucu.
"Yayyy.. Sudah jadi." Teriak Naza senang.
"Ayo, kita pulang."
Daisy mengajak Naza pulang lebih awal, agar tidak Terlambat. Tapi, tanpa di duga, keadaan lumayan macet,buat Naza dan Daisy terlambat.
"Maaf, Tuan. Kami terjebak macet."
"Ya, sudah. Gak apa-apa. Kalian hati-hati di jalan. "
Kali ini mereka hanya di temani 2 orang pengawal yang merangkap sebagai supir.
"Apa kita tidak bisa lewat lain?" tanya Daisy khawatir karena kalau menunggu mereka gak akan sempat merayakan ulang Tahun Daryn bersama.
"Apa Nona Naza tidak keberatan naik Busway?" Tanya Pengawal itu.
Daisy melihat ke arah Naza. "Naza mau cobain kendaraan baru gak?"
Naza mengangguk senang. "Yeyyy.... "
Dengan cepat pengawal itu, memandu Daisy dan Naza menuju jalan busway.
Setelah buru-buru, akhirnya mereka tiba. Ketika para tamu sudah mulai duduk di meja makan.
__ADS_1
Daisy dan Naza agak berlari ke tempat duduk Naza. Daisy tak melihat kursi kosong, dan dia mundur untuk kembali ke belakang.
"Kursi untuk Daisy mana?" Tanya Daryn.
Karena Naza tak ingin berada jauh dari Naza.
"Kenapa seorang pelayan harus makan satu meja dengan majikannya.? " Ibunya Nivia mengomentari Daisy.
"Gak perlu Tuan, saya akan menunggu di belakang." ucap Daisy agak pelan pada Daryn.
"Gak mau, tante sama Naza di sini." Naza agak merengek.
"Sssshhhh... Ini acara papa, nanti kita akan kasi kado ke papa yah? " Daisy menenangkan Naza.
Naza mengangguk pelan meskipun air matanya keluar, dan Daisy pun menunggu di belakang.
Dia bertemu dengan pengawal yang menemani mereka di busway.
"anda tidak ikut makan malam?" tanya pengawal itu pada Daisy.
Daisy menggeleng dan tersenyum.
"Perkenalkan, nama saya Tito." pengawal itu mengulurkan tangannya.
"Saya sudah tau nama semua pegawai Tuan Daryn." ucap Daisy mengulurkan tangannya.
"Daisy" lanjutnya lagi.
Mereka berdua tersenyum.
"Saya hanya tidak bisa mengajak pengawal untuk mengobrol. Karena kamu tau, tugas kalian terlalu serius." ucap Daisy agak bercanda.
"Nona benar,"
"jangan panggil saya Nona, panggil Daisy saja. ngomong-ngomong umurmu berapa?" tanya Daisy.
"Saya, 25 tahun. Kalau Daisy?"
"Saya masih 22, Tahun. Kalau begitu saya akan panggil Kak Tito. Gak masalah kan?"
Tito mengangguk dan tersenyum. "Sama sekali gak masalah. Saya malah lebih senang, jadi kerasa lebih akrab." Tito lalu meneguk minuman kaleng.
"Maaf, saya cuma punya satu kaleng."
"Aaah, gak apa-apa. Saya bisa mengambilnya di dalam kalau haus."
"Oh yah, apa kamu pacaran dengan Arya? "
Daisy kaget dan menggeleng. "Saya gak pacaran dengan Arya, dia sudah punya pacar. "
"Berarti aku, masih punya kesempatan." ucap Tito.
"eemmmm... Saya sangat sibuk dengan kuliah dan merawat Naza. Dan saya, tidak ingin pacaran. Saya ingin laki-laki yang pasti jadi milik saya."
"Woow, sepertinya kamu sengaja membuat laki-laki kabur darimu." ucap Tito bercanda.
"Yah, kalau dia benar-benar serius. Dia gak akan kabur kan?"
Tito mengangguk. "Ya. Juga sih. Tapi memang semua orang punya pemikirannya masing-masing."
"Yups, betul banget"
Daisy dan Tito sangat asyik mengobrol di belakang sampai tak sadar kalau acara makan malam sudah selesai.
__ADS_1
"Hai, apa yang kamu lihat." Dewi memukul pelan bahu Daryn yang melihat Tito dan Daisy sejak tadi.
...****************...