Calon Ayah Tiri

Calon Ayah Tiri
Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Apa kamu tidak bisa tetap di sini? Aku tau, aku memintamu menjaga Naza hanya selama 6 bulan. Bisakah kamu lebih lama disini?" tanya Daryn.


"Lebih lama? Seberapa lama?" Tanya Daisy menatap Daryn dengan dalam.


"Menikah denganku, dan disini selamanya?" Daryn menggenggam kedua tangan Daisy dan berpindah duduk di atas tempat tidur.


Daisy kaget mendengar ucapan Daryn, Daisy benar-benar tidak membayangkan Daryn sendiri yang akan memintanya. Perasaannya masih bercampur aduk.


"Selamanya?? Kata itu terdengar sangat bagus. Tapi Tuan, bagaimana dengan mantan istri Tuan? Bukankah dia salah satu alasan Tuan menyuruh saya pergi?"


"Bukankah kamu akan tetap pergi meski tidak ada Alea?Aku mendengar jawabanmu ketika kamu bilang, kamu tidak ingin menikah denganku. Dan memang saat itu, aku masih mengharapkan Alea kembali. "


"Tuan benar, dan jawaban saya akan tetap sama. Saya tidak ingin menikahi Tuan. Saya tidak ingin kehidupan saya di lihat oleh orang banyak. Saya ingin kehidupan yang tenang."


"Jika kamu ingin begitu, aku akan membuatnya untukmu. Jadi istriku, hidup bersamaku dan Naza, dan kamu tidak perlu mengkhawatirkan tentang hal lainnya."


"Maksud Tuan?"


"Jika kamu ingin menyembunyikannya, aku akan membuatnya begitu. Kita tak perlu memberitahukan siapapun tentang pernikahan kita."


"Lalu, bagaimana dengan mantan istri Tuan, bagaimana kalau dia benar-benar kembali?"


"Sekarang, aku sudah menyukaimu. Aku tak bisa berjanji, bagaimana reaksiku ketika mantan istriku kembali. Tapi, saat ini. Di pikiranku hanya ada kamu. Meski beberapa hari, aku sangat merindukanmu."


"Bisakah saya memikirkannya lebih dulu?" Daisy menarik tangannya.


Semua ucapan Daryn, membuat Daisy sangat gugup dan membingungkan. Dia tak bisa memikirkan apapun.


"Rindu, aku tentu merindukan Tuan Daryn, Tapi, Menikah dengan Tuan Daryn? Apakah Tuan Daryn serius mempertimbangkan hubungan kita? Benar aku mencintai Tuan Daryn, tapi apakah semuanya cukup? Tuan Daryn adalah laki-laki yang jauh dari jangkauanku. Apa kata orang kalau sampai tau, dia menikah denganku? Gadis yang tidak ada dalam daftar keluarganya sendiri, gadis yang hanya anak angkat seorang pelayan, dan seperti kata Nyonya Nadia, aku akan jadi parasit dalam hidupnya." batin Daisy.


"Baiklah, kamu boleh memikirkannya. Gunakan semua waktumu untuk memikirkannya. Tapi, selama kamu berpikir, aku harap kamu tinggal disini dulu."


Daisy mengangguk setuju.


"Kalau begitu, kamu istirahat dulu." Daryn lalu memperbaiki selimut Daisy.


"Tuan, baiknya Tuan istirahat juga, besok Tuan harus kerja. Dan bagaimana bisa saya istirahat didekat Tuan, setelah apa yang Tuan ucapkan."

__ADS_1


Daryn mengalah, membiarkan Daisy sendiri dan memikirkan tawaran Daryn untuk menikah.


Daisy bolak balik di atas tempat tidur, memikirkan apa jawaban yang akan dia berikan pada Daryn. Sampai akhirnya dia tertidur.


Keesokan paginya, Naza sudah ada disampingnya bersama Dewi.


Daisy pun langsung bangun, karena terkejut. Dia melihat jam di dinding,


"Naza gak ke sekolah? Tuan Daryn sudah berangkat." tanya Daisy.


"Papa sudah berangkat. Dan Kata papa, Naza bisa libur hari ini. Karena tante Daisy sedang sakit. Jadi, saya libur dan nemenin tante di sini." Naza langsung naik ke atas tempat tidur dan memeluk Daisy.


"Syukurlah, kamu udah baik-baik aja. Aku ambilkan sarapanmu dulu. Kalau mau ganti pakaian, aku sudah siapkan di dalam lemari."Dewi hendak melangkah pergi.


"Nona Dewi, bisa kita bicara nanti?" tanya Daisy agak ragu, dia ragu untuk membicarakannya dengan Dewi, tapi ini adalah keputusan besar, dan dia ingin meminta pendapat dari sahabat Daryn.


Dewi mengangguk dan lalu pergi mengambilkan sarapan untuk Daisy.


Setelah mandi, beberapa pelayan membawakan sarapannya. Naza sudah pergi keluar bermain di taman belakang.


"Maaf merepotkan."


Setelah sarapan, Dewi masuk ke kamar Daisy dan menanyakan apa yang ingin Daisy bicarakan.


"Jadi... Emmm... Jadi..." ucap Daisy sambil menahan bibirnya. Dia tak yakin.


"Apa sih, kenapa? Jadi, apa? Apa terjadi sesuatu tadi malam? Apa Daryn nyakitin kamu tadi malam? Atau apa? "


"bbbbbukaan... Bukan itu.. Jadi, semalam Tuan Daryn, meminta saya menikahinya." Daisy mengucapkan sambil menahan nafas dan menutup matanya. Setelah beberapa saat dia tak mendengar respon dari Dewi.


Dia lalu membuka matanya dan melihat Dewi tersenyum padanya. Melihat reaksi Dewi, Daisy melihat Dewi dengan bingung.


"Nona Dewi?" panggil Daisy.


"Oke.. Oke, jadi dia lamar kamu? Tunggu, dalam keadaan kamu berselimut, berantakan, dan di tempat tidur? " ucap Dewi kesal sambil berdiri.


"Sebentar, bukan itu masalahnya." ucap Daisy menarik Dewi untuk duduk kembali.

__ADS_1


"Oke, kamu benar. Lalu, kamu jawab apa? Kamu terima?"


Daisy menggeleng. "Apaaa? Kamu tolak? "


Daisy kembali menggeleng,"saya bilang, saya butuh waktu untuk berfikir. "


Dewi menghela nafas kasar.


"Jika dia sudah meminta dan bertanya langsung padamu. Aku yakin, dia sudah bulat dengan keputusannya. Dan Daryn bukanlah orang yang sembarangan dengan keputusan. Dan pastinya dia sudah memikirkannya dengan baik. Lalu, apa yang buat kamu bingung?"


"Emmm.... Saya masih belum menyelesaikan kuliah saya dan juga saya sangat tidak ingin menikah dengan orang kaya.".jawab Daisy.


" Masalah kuliah, kamu bisa menyelesaikannya meskipun sudah menikah. Masalah kaya, apa kamu mau tunggu Daryn jadi miskin, baru kamu mau menikah?"


"Bukan, bukan begitu. Tuan Daryn bilang, dia akan merahasiakan pernikahan kita."


"Terus, kamu. Bagaimana perasaanmu dengan itu?"


"itu bukan ide yang buruk menurut saya. Saya masih bisa kuliah dan bersama Naza dan Tuan Daryn. Tanpa gangguan dan memperdulikan pendapat orang lain." Daisy tersenyum hanya dengan membayangkannya.


"Meskipun, aku kurang setuju dengan pernikahan rahasia, jika kamu baik-baik saja dengan itu. Asal kalian sudah saling jujur, aku rasa itu bukan ide yang buruk. Tapi, ingat. Wanita di luar sana berusaha menggaet Daryn. Jadi, aku harap kamu gak akan banyak kecewa kalau-kalau kamu lihat gosip."


Wajah Daisy berubah menjadi sedih. Daisy memang ingat sering melihat berita tentang Daryn yang berganti pasangan setelah bercerai.


Sementara itu, Dewi berusaha menahan tawanya. "Hahahahhaha, gak usah khawatir. Daryn, bukan laki-laki murahan."


Daisy menghela pelan.


"Tapi, baiknya kalian bicarakan, sejauh mana pernikahan kalian ingin dirahasiakan. Karena penting juga menjaga batasan rahasia kalian.Dan sebelum kamu memberikan jawaban, pikirkanlah dengan baik, aku sangat mendukung kalian, tapi pada akhirnya, kalian berdua lah yang menjalaninya." Lanjut Dewi.


Daisy mengangguk mengerti. "Saya akan bicarakan ketika saya memberikan jawaban pada Tuan Daryn."


Setelah obrolan mereka selesai, Dewi meninggalkan Daisy sendirian.


Daisy memikirkan apa yang akan dia putuskan. Jika menikahi Daryn, dia aka bisa bersama Naza selamanya dan juga Daryn, hal yang sering dia khayalkan, berlibur bersama Naza dan Daryn seperti keluarga lainnya. Membayangkan hal itu membuat Daisy tersenyum sendiri.


Tapi, apakah Daryn akan terus menyukainya dan kasih sayangnya tidak akan berubah?Bagaimana jika tiba-tiba masa lalunya kembali dan merusak semuanya?

__ADS_1


...****************...


__ADS_2