Calon Ayah Tiri

Calon Ayah Tiri
Bulan Madu?


__ADS_3

Malam itu, resepsinya berjalan lancar. Semua Terlihat senang dan bahagia kecuali satu orang yang ikut hadir.


"Aku akan perlihatkan ke kamu, kalau gadis itu juga hanya akan memanfaatkan kekayaanmu." ucap Nadia.


Nadia kemudian meninggalkan acara itu lebih awal.


Setelah acara selesai, meski sudah menikah Daisy kembali ke kamarnya dan begitu juga dengan Daryn.


Karena sangat lelah, Daisy langsung berganti baju dan tertidur. Tengah malam dia merasakan seseorang naik ke atas tempat tidurnya dan sontak ia terbangun.


"Sia....?" Mulutnya langsung di tutup. Detak jantung Daisy langsung berdetak dengan kencang, karena kaget dan terkejut.


"Ini aku, suamimu." Bisik Daryn. Setelah melihat Daryn, nafas Daisy kembali bisa diatur, setelah terlihat tenang Daryn kemudian melepaskan mulut Daisy.


"Tuan, apa-apaan ini? Bagaimana kalau ada yang lihat Tuan masuk ke sini?" Bisik Daisy berusaha menahan suaranya, memukul lengan Daryn pelan.


"Kenapa? Kita suami istri. Lagipula mereka besok pagi baru kembali. Dan padahal aku sudah memesan kamar hotel untuk kita, atau kita bisa langsung ke apartemen mu." Ucap Daryn tersenyum.


"Apartemen?" tanya Daisy.


Mendengar pertanyaan Daisy, Daryn baru sadar kalau apartemen itu adalah hadiah kejutan untuk Daisy supaya dia dan Naza bisa menikmati kehidupan normal yang dia inginkan.


"Bukan, maksudku kita juga bisa menyewa apartemen untuk malam pertama kita." ucap Daryn mulai mendekatkan wajahnya pada Daisy.


Menatap Daryn, jantung Daisy berdegup sangat kencang, begitu bibir Daryn menyentuh bibirnya pikirannya rasanya melayang dan pandangannya mulai gelap, semakin lama c*uman Daryn semakin dalam.


Dengan perlahan, Daryn membaringkan tubuh Daisy, ketika Daryn hendak membuka kancing baju Daisy, dia menahan tangan Daryn.


"Tuan, saya sangat gugup."


"Kita sudah jadi suami istri. Dan aku akan melakukannya dengan lembut." Daryn lanjut m*ncium pipi Daisy dan ke lehernya.


Di tengah nafas yang memburu mereka melanjutkan aktifitas mereka, sampai tiba-tiba.


Tok.. Tok.. Tok...


Kedua tubuh itu membeku, dan dengan refleks Daisy menjawab." Siapa?"


"Bunda? Ini Naza. Naza pengen tidur sama Bunda." Ucap Naza agak berbisik.


Mendengar suara Naza, dengan refleks Daryn menggulingkan tubuhnya dan turun dari tempat tidur, begitu juga dengan Daisy memperbaiki pakaiannya dan langsung duduk.


"Masuk sayang." ucap Daisy.


Begitu masuk Naza melihat Daryn yang berdiri di dekat tempat tidur.

__ADS_1


"Papa ada disini? " Naza tersenyum langsung memeluk ayahnya dan setelah itu langsung tidur di samping Daisy.


Daisy menahan senyumnya dengan menggigit bibirnya, melihat wajah Daryn yang merah, dan juga nafasnya yang cepat. Meskipun dia juga tidak sadar kalau wajahnya juga memerah.


"Papa cuma mau cek, apakah tante Daisy... "


"Bunda" ucap Naza memotong ucapan Daryn.


"Iya, Bunda. sudah tidur apa belum." lanjut Daryn.


"Papa mau tidur di sini?" Naza bergeser dan menepuk tempat sebelahnya untuk Daryn.


"Gak usah sayang, Papa mau lanjutkan kerjaan papa dulu." Daryn mencium kening Naza, dan lanjut mencium kening Daisy, membuat Daisy tersenyum malu, dan kemudian keluar dari kamar Daisy dan kembali ke kamarnya.


Keesokan paginya, wajah Daryn tak terlihat baik-baik saja karena tidak bisa tertidur.


Sementara Daisy, karena lelah menemani Naza mengobrol dia langsung tertidur.


Untuk beberapa hari, kehidupan mereka sama seperti biasanya kecuali, sekarang mereka bisa saling mengirim pesan.


Dalam beberapa hari, Daryn tidak bisa berkonsentrasi.


"Sepertinya, aku harus mengirim Naza pergi berlibur, dia setiap saat gak mau terpisah dari Daisy. Bahkan malam pun, dia ingin tidur bersama Daisy." Daryn mengusap wajahnya sampai rambutnya berkali-kali.


"Sayang, kamu gak akan ngerti rasanya hasrat yang tertahan dan terhenti di tengah jalan. Rasanya itu sakit dan perih." Ucap Liam mencoba menenangkan Dewi supaya berhenti tertawa. Dan Memberi semangat pada Daryn.


"Oke.. Oke.. Maaf. Maksudku, itu wajar aja, sekarang Naza sudah punya Bunda baru dan Daryn punya istri. Tapi, kamu akan tetap kalah sama Naza." Dewi berusaha berhenti tertawa.


"Kenapa kamu gak liburan keluarga. Bawa beberapa pelayan untuk menjaga Naza dan kamu bisa berdua sama Daisy. Dan Bukannya kamu sudah membelikan apartemen untuk Daisy, buat kalian habiskan waktu bersama lebih bebas?" lanjut Dewi.


Daryn berpikir sejenak. Dan merasa, ide Dewi bukanlah ide yang buruk. Dan mereka pun memutuskan untuk liburan keluarga ke resort pribadi milik Daryn. Di sana mereka bisa bebas tanpa khawatir ada orang lain.


Seluruh pelayan sidah di beritahu agar menjaga Naza tetap sibuk.


Tapi, begitu turun dari mobil. Naza langsung menarik tangan Daisy melihat pantai.


"Bunda.. Bunda... Ayooo... Naza mau ngumpulin kerang." Daisy pun menemani Naza pagi itu.


Sampai matahari sudah mulai terik, baru Naza berhenti bermain bersama Daisy.


Naza tertidur, sementara Daisy masuk kamar dan merebahkan tubuhnya di sofa dalam kamar.


Daryn langsung mendekati Daisy.


Daisy yang sadar ada Daryn langsung berdiri. "Saya bau keringat dan matahari, biar saya bersihkan diri dulu." Daisy langsung masuk kamar mandi dan membersihkan diri.

__ADS_1


Sementara itu, Daryn memeriksa Naza. Dia Melihat Naza sedang tertidur pulas. Dia pun segera kembali ke kamar dan melihat Daisy.


Begitu keluar kamar mandi, Daisy hanya mengenakan jubah mandi dengan rambut agak basah terurai.


Daryn langsung mendekat pada Daisy dan menc*umnya. Perlahan mereka berjalan ke tempat tidur, begitu dia merebahkan tubuh Daisy, perut Daisy berbunyi karena lapar.


"hahahahahaha, rupanya ada yang lapar." Daryn tertawa kecil dan mengelus perut Daisy.


"Maaf" ucap Daisy dengan wajah sedih dan bersalah.


"maaf.. Maaf, aku yang harusnya minta maaf Kamu pasti lelah sudah seharian bermain dan aku malah hanya ingat hal itu." ucap Daryn mencium kening Daisy dan meminta pelayan menyiapkan makan siang.


Setelah makan siang, Daisy lebih dulu kembali ke kamar dengan niat menunggu Daryn. Dia sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian dalam yang diberikan Dewi. Setelah meminum obatnya dia berbaring di tempat tidur.


Mengingat semua sentuhan Daryn, dia merasa ter*nsang dan memeluk dirinya sendiri. Meski terlihat tak terpengaruh, Daisy juga ingin merasakan hal pertama dengan Daryn.


"Apakah sesulit ini, melakukan malam pertama?" Daisy menunggu Daryn sampai tertidur.


Setelah beberapa jam, akhirnya Daryn kembali ke kamar, karena ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan izin dari Daryn. dia melihat Daisy yang mengenakan pakaian dalam yang s*ksi.


"Ternyata bukan aku saja yang menunggu momen ini." Batin Daryn, dan kemudian duduk disamping Daisy lalu menc*um pipinya, tapi langsung Naza mengetuk pintu. Dan Dengan cepat Daryn menutup tubuh Daisy.


"Sayang, sudah bangun? Kita Keluar aja yah? Bunda sedang tidur." Daryn menggendong Naza yang setengah bangun karena baru bangun tidur.


Daisy yang terbangun sejak Daryn duduk disampingnya menghela nafas dengan kasar.


"Apa sesulit ini, orang-orang yang sudah punya anak melakukan hal ini? Sepertinya, kali ini tidak akan berhasil." Daisy bangun dan mengganti pakaiannya.


"Anak bunda sudah bangun?" Daisy keluar dan menyapa Daryn dan Naza.


Daryn melototi Daisy, menanyakan pakaian yang ia kenakan tadi dengan bahasa isyarat mereka. Daisy hanya menggeleng pasrah. Daryn pun, menghela pasrah.


Malamnya juga sama, Naza tidak ingin tidur terpisah dari Daisy. Akhirnya mereka tidur bertiga di ranjang yang sama.


Keesokan paginya, Naza mengajak Daisy berkeliling sekitar pantai lagi, kali ini Daryn memutuskan untuk ikut.


Hari ini adalah hari terakhir mereka berlibur, Daisy dan Daryn sudah pasrah dan hanya akan menikmati liburan bersama putri mereka.


Karena kelelahan, Naza tertidur di kamarnya setelah makan malam dan main game di hp nya.


Akhirnya mereka mendapatkan kesempatan untuk berduaan.


Tapi, tak lama ponsel Daryn berdering, dan mereka berdua menghela nafas kasar bersamaan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2