Calon Ayah Tiri

Calon Ayah Tiri
Berhenti Memaksaku


__ADS_3

Hari berlalu menjadi seminggu, berlalu menjadi sebulan dan beberapa bulan semenjak kepergian Daisy.


Daryn tak lagi bersemangat. Dia memenuhi harinya dengan pekerjaannya. Dia merindukan Daisy. Waktu yang mereka habiskan bersama.


Melihat papanya, Naza sebenarnya ingin membagi sesuatu yang bisa membuatnya kembali semangat setelah beberapa minggu Daisy pergi. Hal yang hanya dia yang memilikinya. Tapi Naza berjanji bahwa surat itu adalah rahasia dia dan Daisy.


"Maafkan Bunda karena tidak bisa lebih lama bersama Naza .Bunda pergi bukan karena membenci Papa atau Naza Tapi Bunda pergi demi mencari ketenangan hati Bunda lebih dulu .Bunda yakin suatu saat kita pasti bisa ketemu lagi dengan tersenyum. Bunda akan berkirim surat dua minggu sekali tapi Naza harus janji tidak boleh Kasih tahu papa kalau Bunda mengirim surat. Kamu bisa hubungi nomor 000 11 3344 setiap hari Sabtu dari jam 1-3 siang dan bunda akan menunggu telepon dari Naza, tapi Naza nggak boleh kasih tahu siapa-siapa."


Isi surat pertama Daisy pada Naza. Setiap 2 minggu sekali mengirimkan surat dan Naza akan menelepon nomor tadi untuk mengabarkan Daisy. Nomor itu adalah nomor seorang pedagang di salah satu pasar di kota.


Dalam beberapa bulan ini, Daisy dan Naza selalu saling berkirim kabar. Apa Yang tidak diketahui Naza adalah dia memiliki seorang adik yang sudah lama dia idam-idamkan.


Semua orang di kediaman Leroy sangat lega mengetahui bahwa Naza tidak terlalu larut dalam kesedihannya atas kepergian Daisy.


Dan Alea sering datang mengunjungi rumah Daryn ditemani dengan Nadia dan Nivia akan tetapi di rumah itu belum ada yang bisa menerima kembalinya Alea termasuk Daryn.


Terutama Dewi yang sangat membenci area karena gara-gara dia Daisy pergi meninggalkan rumahnya.


Seperti biasa, gosip bahwa Daryn bertunangan, berpacaran dengan banyak wanita akan selalu memenuhi berita tentangnya.


Semua gosip itu, tidak mempengaruhi Daisy, sampai pada gosip, Daryn akan kembali pada mantan istrinya. Berita yang dia hari Sabtu kemarin.


Daisy selalu melihat Daryn, melalui berita. Berita bisnisnya, berita tentang asmaranya.


Meski tau, Alea akan mengambil posisinya, entah kenapa Daisy merasa sedih dan tak karuan. Kenapa cinta pertamanya begitu sakit. Dia teringat kembali, ketika Laura mamanya selalu datang mengemis cinta pada Nevan.


"apakah mungkin, mama sesakit ini ketika tak mau lepasin papa?" batin Daisy.


"Siapa yang sebarkan berita ini?" teriak Daryn menanyai Liam.


"Akan saya periksa." Liam lalu keluar dari ruangan itu.


"Aku tidak masalah dengan wanita lain, asalkan jangan Alea. Apa yang akan di pikirkan Daisy?" batin Daryn.


"Maaf, aku membuatmu menunggu. Kali ini, aku yang akan menunggumu kembali." ucap Daryn melihat foto Daisy.

__ADS_1


"Kamu lagi sibuk?" suara wanita yang sudah tak asing itu masuk dalam ruang kerjanya. Dengan cepat dia memasukkan foto Daisy dalam laci kembali.


"Ada apa kamu ke sini lagi?" tanya Daryn dengan nada datar .


" kenapa kamu harus cuek seperti itu padaku , Bukankah Bukankah kamu juga sudah lama menungguku?" ucap Alea dengan nada menggoda.


"Bukankah sudah aku bilang juga, tempat itu sudah bukan milikmu lagi." ucap Daryn menarik napas dalam-dalam.


"hah, memang apa yang kamu tunggu dari gadis itu? Apa yang membuatmu begitu tergila-gila? Semua orang tau, Kalau Alea jauh lebih cantik dan cocok denganmu." Nadia lalu masuk dan duduk di sofa ruang kerja Daryn.


"Siapa yang membiarkan kalian masuk?" Daryn menggosok kepalanya.


Sementara itu,


"Apa Daisy, beneran gak pernah ngasi kabar?" tanya Nivia pada Dewi yang berada di ruang tengah.


Dewi hanya menggeleng. Sementara itu Naza dengan gugup menggigit bibirnya dan berjalan menuju kamarnya.


Nivia yang melihat gelagat Naza mencurigakan dia mengikuti Naza ke kamarnya. Naza menunjuk kalender yang ada di dinding kamarnya.


Nivia lalu mengunci pintu dengan cepat.


"Mbak pikir, kamu akan nangis ke kamar. Malah senyam-senyum." membuat naza terkejut lalu duduk di atas tempat tidurnya.


"Mbak ngapain di sini?" tanya Naza gugup.


"kamu jujur sama mbak. Apa yang kamu lakuin hari Sabtu?" tanya Nivia duduk di samping Naza.


"rahasia. Mbak gak boleh tau. Aku udah janji sama bunda gak akan kasi tau siapa-siapa."


"Bunda? Maksud kamu Daisy?"


Naza membelalakkan matanya.


"kasi tau mbak. Hemmm? Mbak janji gak akan kasi tau siapa-siapa.

__ADS_1


Naza mengatupkan kedua bibirnya menahan rahasia itu keluar dari mulutnya.


Tapi, Nivia juga tidak berhenti menghasut Naza.


" Aku gak tau, bunda dimana. Tapi bunda baik-baik aja. Dan kalau sampai bunda tau aku bagi rahasia ini ke orang lain. Bunda akan kesulitan buat hubungi Naza." Naza menatap Nivia dengan lekat.


"oke, Mbak janji gak akan kasi tau siapa-siapa" Nivia berjanji.


"Mbak yang suruh wartawan untuk sebarkan kalau kamu balikan lagi sama Alea." ucap Nadia melihat ke arah Daryn.


"Apa dari kata-kataku yang tidak bisa mbak mengerti? Apa aku menunjukkannya dengan tindakan baru mbak bisa mengerti kemarahanku?" ucap Daryn dengan nada datar.


"apa maksud kamu?" tanya Nadia agak gugup.


"apa mbak gak pernah berpikir, bahwa selama ini kesabaranku terhadap mbak, karena aku masih menghargai mbak sebagai keluargaku. Haruskah aku, memperlakukan mbak seperti halnya orang-orang lain yang mengusik kehidupanku?" Daryn berdiri ke arah Nadia.


Nadia menelan liur. Karena dia tau, bagaimana Daryn kalau sudah marah. Dan ini, pertama kalinya, ancaman itu terarah padanya.


"aku.. Aku hanya mengkhawatirkan kamu. Sebagai kakakmu. Akuu... " belum selseai bicara Daryn berteriak ke arah Nadia.


"Hentikaaan omong kosongmu. Apa kamu pikir aku adalah lelaki yang tidak bisa mengatasi masalahku sendiri. Apa kamu meremehkanku selama ini? Akan ku akui, masalah Daisy aku terlalu di butakan rasa cemburu dan menyakiti istriku. Jadi, jika kamu benar-benar perduli padaku. Harusnya kamu tidak menabur garam di atas lukaku." ucap Daryn dan kemusian kembali ke meja kerjanya.


"Dan kamu, Alea. Tidak perduli seberapa cinta dan sayangku padamu dulu dan terluka nya aku dulu. Tapi semua itu, sudah di isi dengan cinta Daisy padaku dan juga Naza. Jadi, aku harap kamu tidak akan kembali."


Mata Alea, mulai berkaca-kaca.


"Apa segampang itu, kamu menghapus aku dari dalam hatimu?" tanya Alea.


"Gampang kamu bilang? Apa kamu tau, beberapa tahun Naza menangis di depan pintu kamarmu. Aku bahkan tidak menggunakan kamar kita untuk tidur, karena takut akan merindukan dan mengejarmu. Aku menahan semua itu sendirian. Dan Daisy membuatku lupa akan kehadiranmu. Maaf, jika aku membuatmu sakit hati dengan kata-kataku. Tapi, inilah yang kurasakan saat ini." mendengar ucapan Daryn, Alea tau kalau dia memang sudah tidak punya kesempatan.


Nadia lalu mengajak Alea pergi. Tentusaja bukan dia menyerah pada Daryn. Dia akan terus membuat Daryn kembali pada Alea. Beberapa minggu kemudian, dia kembali membuat berita tentang kehamilan Alea yang tidak pernah terjadi.


Dan hal itu membuat Daryn murka.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2